Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Raven hilang dan ditemukan


__ADS_3

Malam itu telah berlalu, digantikan oleh pagi. Micah baru keluar dari kamar lalu duduk di ruang keluarga ketika pendapatkan Garius tengah bersama Jack. Suara Garius terdengar cemas di sana.


"Ada apa, kak Garius?"


"Micah, Raven tidak pulang sejak kemarin malam. Aku tidak bisa menemukannya di mana pun."


Mata Micah membolak saat mendengarnya. Ini, bagaimana mungkin? Seketika Micah merasakan mulai begitu kekhawatiran merayap ke dalam dirinya. Dengan suara gemetar, dirinya segera bertanya, "Bagaimana bisa?"


"Aku tidak tahu."


Jack terlihat segera keluar sembari berucap, "Micah, aku harus mencari Shara untuk meminta bantuan."


Micah mengerutkan keningnya. Jack selalu menggantungkan dirinya kepada Shara, yang memang memiliki pengaruh luar biasa karena gadis itu adalah putri kepala daerah. Tetapi memanggil bantuan kepada Shara tidak menjamin untuk menemukan Raven secara akurat.


"Kak Garius, dimanakah lokasi terakhir saat kau melihat Raven sebelum hilang?"


"Aku hanya sempat melihat Raven di sekitar Pohon Sharance saat siang itu, bersama Karina dan Sofia. Namun setelah itu, dirinya tidak tahu ada di mana."


"Bersama karina dan Sofia? Aku mengerti."


Micah segera pergi meninggalkan Garius yang masih berada di sana, yang kemudian kakak dari Raven tersebut segera bergerak untuk keluar dan meninggalkan rumah tersebut.


Tidak seperti Jack yang mengandalkan bantuan Shara, Micah memutuskan untuk mencari Raven sendiri. Dirinya berkeliaran di sekitar kota, bertanya-tanya apakah ada yang melihatnya. Pada akhirnya, Micah berhasil menemukan Karina.


"Karina, apakah kau melihat Raven?


"Tidak."


"Apakah kau pernah bersama Raven? Maksudku melihat Raven yang terakhir kalinya?"


" Setelah pertemuan di taman, aku dan Raven segera berpisah. Tetapi Raven masih bersama Sofia saat itu."


Micah mulai merasa bahwa dirinya harus menemui Sofia. Dengan kecepatan tinggi, Micah menemukan Sofia yang terlihat baru keluar dari rumahnya yang megah itu.


"Sofia, apakah kau melihat Raven?"


"Aku sendiri tidak tahu."

__ADS_1


"Dimana kau bertemu dengannya saat terakhir kalinya?"


"Aku sama sekali tidak pernah bertemu dengannya kemarin"


"Kau berbohong, Sofia? Karina bilang dia bersamamu!"


Sofia menghela nafas pelan, kemudian menjawab, "Itu, aku hanya teringat bahwa dirinya pergi ke luar Sharance, tempat seperti biasanya bertemu Wooly. Saat itu, aku sudah berpisah dengannya di pintu gerbang."


"Maksudmu, Kasimir ruins?"


"Ya."


Micah mengerutkan keningnya, tidak menyangka bahwa Raven telah pergi sejauh itu hanya demi bertemu Wooly.


"Terima kasih."


Sofia menatap kepergian Micah, mendadak berucap, "Maafkan aku, Raven. Tetapi untuk keselamatanmu, aku terpaksa jujur kepada Micah."


Dengan kemampuannya, Micah sampai di sana hanya dalam waktu lima jam dengan kemampuan lari seribu milk miliknya. Di sana, hanya ditemukan beberapa reruntuhan dan bekas pertempuran. Micah terkejut ketika meraba tanda-tanda sayatan pada batu, seketika Micah sadar bahwa ini adalah bekas sayatan Pedang Raven yang masih begitu baru.


Dirinya juga menemukan Faerie yang tengah terkapar, membuat Micah segera memeriksa keadaannya. Seketika dirinya teringat bahwa Sakuya memberikan Fairy Dust, dengan itu, Micah membuat Faerie kembali dapat menggunakan kemampuannya, yaitu Healing.


Micah merasa bahwa Faerie yang satu ini sepertinya lebih jinak dari para Faerie umumnya yang selalu menyerang manusia. Micah kemudian mencoba meraihnya, namun tidak disangka bahwa Faerie tersebut malah terbang berputar mengelilingi Micah, kemudian Micah merasa begitu bingung.


Namun seketika dirinya menyadari sesuatu. Faerie ini memiliki kemampuan untuk mengidentifikasikan sesuatu dan juga makhluk lain. Apakah dirinya sedang diidentifikasi?


"Fi fi!"


Mendadak Faerie itu mulai terbang ke arah hutan. Namun saat Micah terdiam, Faerie itu malah kembali dan menari-nari di hadapan Micah, kemudian pergi ke sana lagi.


Micah mulai mengikuti kemana Faerie itu pergi. Namun tidak disangka ternyata Faerie itu berhasil menunjukkan keberadaan Raven, yang sedang bertarung dengan seseorang yang tidak dikenal.


Terlihat bahwa orang itu kemudian pergi ke portal Aneh, yang kemudian segera hilang.


"Time traveler ini!"


Micah mulai melesat untuk mendekati Raven, yang saat itu mengaktifkan kemampuannya yang selama ini tersembunyi, yaitu Time Jacker.

__ADS_1


"Micah?"


Micah telah memasuki jangkauan time Jacker yang kemudian terseret bersama seekor Faerie tadi. Tidak disangka bahwa Micah telah mengikuti Raven sampai sejauh ini.


Micah bersama Raven dan seekor Faerie itu telah tiba di masa dimana enam tahun yang lalu, yang artinya pada saat mereka di umur sembilan tahun. Melihat tempat ini membuat Micah merasa begitu bernostalgia dengan masa lalu.


Namun, kedua bahunya dicengkeram erat yang membuat Micah terkejut. Terlihat Raven menatap dirinya begitu tajam, yang sepertinya terlihat begitu marah besar.


"Apa yang kau lakukan, bodoh?"


"Bukankah aku yang seharusnya mengatakan hal itu? Dan kau juga menyembunyikan rahasia besar semacam ini kepadaku?"


"Tch! Itu tidak penting. Sekarang mengapa kau mengikutiku? Apakah ucapanku pada waktu itu belum jelas?"


Mendadak seekor Faerie itu langsung terbang ke tengah mereka dan dengan akhirnya, Faerie memisahkan mereka. Faerie kemudian langsung terbang menghadap ke arah Raven sambil membentangkan tangannya. Sepertinya Faerie yang satu ini begitu protektif sekali kepada Micah.


"Aku datang untuk menjemputmu, Raven. Kau punya kakak yang begitu perhatian kepada dirimu, lalu kenapa kau tinggalkan dirinya tanpa pemberitahuan? Apakah kau pikir kakakku tidak cemas?"


Raven menghela nafasnya begitu pelan. "Sudahlah. Tidak ada gunanya untuk berdebat sekarang. Mau tidak mau, kau harus pergi ke suatu tempat yang aman. Aku tidak mau kau mengganggu rencana untuk mengalahkan Kirra yang hendak mengambil kemampuan Time Jacker milikku.


 


Micah mengerutkan keningnya, tidak menyangka bahwa dirinya sama sekali tidak diizinkan untuk ikut serta dengan Raven untuk menyelamatkan mereka. Sebuah rencana yang mengejutkan, sampai dirinya pun harus dalam posisi terikat di batang pohon seperti ini.


Micah mencoba memberontak, namun ikatan Raven terlalu kuat. Terlihat bahwa Raven menatapnya dengan senyuman. "Setelah aku berhasil mengalahkan Kirra, aku baru mempertimbangkan untuk membebaskan dirimu."


"Raven, ini sama sekali tidak lucu. Lepaskan aku."


"Pada intinya, tetaplah di sini."


"Faerie?"


Namun, secara mengejutkan Faerie seolah-olah tuli,tidak mau mendengarkan ucapan Micah. "Kau tidak akan mungkin dapat meminta bantuan darinya, karena aku telah membujuknya untuk tidak melepaskannya, melainkan terus menjaga dirimu.


Ingat satu hal, Micah. Faerie jika sudah menganggap seseorang sebagai tuannya, itu berarti dirinya memiliki beberapa kewajiban untuk membuat tuannya merasa begitu senang selalu, dan juga memiliki hak untuk keselamatan tuannya tanpa peduli tindakannya itu baik ataupun buruk. Soal kesetiaan, Faerie menjadi monster nomor pertama."


Micah menatap Faerie dengan muka memelas. Itu membuat Faerie tidak tega, kemudian mulai bergerak. Namun Raven malah membuatnya mengurungkan niat Faerie. "Jika kau mau Micah mati karena menolongku, bebaskan saja Dirinya."

__ADS_1


Faerie mulai berfikir ulang, kemudian kembali ke posisinya. "Fifi, ayolah."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2