
Malam semakin larut, Xiao Fu menatap di sekitar Inn dan mendapati ada beberapa hal yang janggal dan mencurigakan. Begitu juga Pete, Dia, dan Xiao Chi juga tidak ada di lokasi.
Meskipun Xiao Chi mengklarifikasi kepergiannya karena dirinya mengikuti Dia yang telah pergi ke suatu tempat. Namun, Xiao Fu cemas juga.
...Sacred Valley:titik awal kultivator ...
...Episode 94. serangan di Inn...
Tiba-tiba, serangan terjadi Di Inn. Xiao Fu langsung turun tangan menghabisi mereka, dibantu dengan keempat muridnya (minus Dia dan Pete.) Tidak lama kemudian, Xiao Chi juga datang, mengatakan bahwa Pete dan Dia ada Di tempat yang sangat aman, membuat Xiao Fu menghela nafas lega.
Tidak lama, anggota keluarga Forza segera keluar dan mulai melawan para penyerang. Kekacauan mulai menghiasi pemandangan di Miyako Inn. Para Gladiator yang menginap di sana pun ikut turun tangan membantu mereka dari para penyerang.
'Ekor bagai menyapu!'
Xiao Fu menggerakkan kesembilan ekornya menyapu ke depan, membabat musuh yang ada di depannya sehingga mereka semua yang terkena sabetan terpental dan terluka parah.
'Mencakar bagai kilat!'
Xiao Chi bergerak cepat maju mencakar mereka satu persatu dengan cepat sehingga lawan terluka cakaran yang begitu dalam.
'Kapak menyambar!'
Kurt melemparkan kapaknya yang bergerak seperti bumerang, dan satu tangannya seperti membentuk segel tangan, menggerakkan senjata kapak tersebut untuk membabat musuhnya.
'Tekhnik pedang empat musim:tarian musim semi!'
Gina tanpa berbasa-basi langsung melakukan serangan pedang yang menipu lawannya dan berhasil menikam juga menebas lawannya.
'Tekhnik tombak Naga.'
Joe langsung menghajar siapapun yang mendekatinya dengan ayunan tombak naganya yang begitu hebat.
'Jarum peniti pembawa maut!'
Sementara itu, Katie melompat ke sana kemari menghindari serangan sambil meluncurkan serangan jarum Am-Gi yang begitu berbahaya untuk lawan sehingga banyak lawannya terbunuh karena jarum tersebut.
'Serangan pedang api, Bakar!'
Sakuya segera mengayunkan pedangnya dan menciptakan semburan api dari pedang tersebut, mengakibatkan lawan terbakar api dan akhirnya pergi, bermaksud lari mencari air untuk memadamkan api yang membakar mereka.
"Serangan Es, bekukan!"
__ADS_1
Pia tidak mau kalah, langsung menghumuskan pedang dan membekukan kaki lawan sehingga tidak dapat kabur dan tersiksa oleh api.
'Serangan katana, Topan!'
Shino langsung melakukan gerakan tebasan memutar seperti tornado, menebas siapapun yang ada di areanya.
Di dalam pertempuran seperti ini, mereka terlalu
disibukkan diri sementara itu banyak yang telah memasukinya ruangan dan mencari target mereka.
Dia yang menatap apa yang dirinya lihat di proyektor beralih menatap Alice tidak percaya. Alice adalah salah satu dari keluarga Hunter, bagaimana bisa malah menolong dirinya?
"Mengapa kau melakukan ini?" tanya Dia terheran.
Alice tersenyum tipis. "Karena aku merasa tindakan mereka benar-benar keterlaluan."
Dia malah mencengkeram erat Alice dan menatapnya tajam. "Katakan, apa sebenarnya mau dirimu?"
Alice menatap Dia balik. "Apakah salah jika aku menyelamatkan calon kekasihku dan calon istrinya yang pertama?"
Mata Dia membola, batinnya bergejolak dan emosinya mulai meledak. "Pete hanya milikku! Siapapun tidak pantas bersamanya, apapun itu!"
Alice memutar bola matanya begitu malas. "Ayolah, jangan begitu egois! Bagaimana pun, seorang lelaki diperbolehkan memiliki lebih dari satu istri."
"Lalu, bagaimana denganku? Kau tidak lupa bukan saat kita masih kecil selalu bersama sebelum keluarga memisahkan kita? Aku bela-belain juga menyelamatkan dirimu juga daripada aku membiarkan dirimu berjuang di sana sementara aku sudah menggenggam Pete di tangan. Sekarang kau tidak mengizinkanku untuk menjadi istri keduanya?
Aku mohon hargailah perasaanku juga, sedikit saja. Lagipula, aku yakin. Perhatiannya kepada dirimu tidak akan berkurang banyak hanya karena kehadiranku. Percayalah!" ucap Alice sambil mengalirkan air matanya, membuat Dia tidak tega.
"Tetapi kenapa harus Pete? Kenapa tidak Jack saja ? Bukankah lelaki itu lebih tampan?" tanya Dia terheran.
"Bagaimana jika pertanyaannya aku tanyakan balik kepada dirimu? Menurutmu apa jawabannya?" tanya Alice sambil mengusap air matanya.
Dia berfikir sejenak. "Itu, aku mencintainya entah karena apa."
"Seperti yang kau katakan, aku juga mencintai dirinya, tanpa aku tahu apa sebabnya," ucap Alice.
"Ini-"
"Aku mohon, berikan sedikit toleransimu untukku. Aku rela menjadi yang ketiga sekalipun! Aku siap mati lebih dulu demi Pete. Aku-"
"Ssstttt!" Dia segera menutup mulut Alice dengan telunjuknya. Tidak salah rasanya jika memberikan tempat kedua di hati Pete, mengingat dulunya Alice adalah sahabat terbaiknya di masa kecil.
__ADS_1
Dulu, alice pernah diam-diam melindungi dirinya dari pembulian saat di academy sebelum Dirinya memilih keluar. Bahkan, setiap hari ulang tahunnya, selalu ada bingkisan misterius yang berisi hadiah novel kesukaannya yang versi terbaru, itu pun pasti dari Alice.
Jikalau benar seperti itu, maka memang seharusnya memberikan tempat untuk gadis itu juga. Meskipun gadis itu pernah berbuat begitu jahat, namun pasti karena terpaksa dilakukan karena tekanan keluarganya.
"Oke, Fine! Tetapi, kau harus berjuang lebih keras lagi, Alice Hunter," putus Dia pada akhirnya.
"Kau mau memberikan-"
"Yah, kau harus bersaing dengan Raven. Kau tahu Raven Kane dari Sharance, bukan? Aku dengar dari Collete, gadis itu ingin menjadi yang kedua seperti dirimu. Jadi kau harus bisa mengalahkannya."
---
Pertempuran sengit di Miyako Inn terus berlangsung. Beberapa bala bantuan telah dikerahkan oleh masing-masing pihak, namun Pihak bertahan masih unggul. Pihak penyerang pun terpaksa mundur.
Namun kerusakan yang terjadi di Miyako Inn tidaklah kecil. Penginapan tersebut telah rusak parah dan sepertinya membutuhkan waktu yang lama untuk membangunnya kembali.
Shino menghela nafas pelan, melihat keadaan penginapannya yang telah hancur seperti itu. Xiao Fu menepuk bahu Shino pelan, sebagai wujud bela sungkawa.
"Haahhh, sebenarnya ini hanya kerusakan kecil. Aku juga punya banyak penginapan lainnya. Hanya saja disini ada banyak kenangan dimana aku berupaya membangun brand Miyako Inn dari awal."
Xiao Fu ikut menghela nafas pelan. "Aku mengerti."
"Master, dimana kakak tertua dan adik termuda?" tanya Gina tiba-tiba.
"Kakak tertua? Adik termuda? Maksud kalian Dia dan Pete?" tanya Pia, membuat siapapun mulai saling menatap satu sama lain, mulai menyadari ketidakhadiran mereka berdua.
"Mereka berdua telah diamankan oleh seseorang. Jangan khawatir! Orang itu dapat dipercaya," ucap Xiao Chi.
"Aku tidak mengerti, mengapa mereka hanya menyerang penginapan ini. Apakah mereka masih tidak bisa menerima kedaulatan keluarga Forza?" tanya Shino terheran.
"Aku rasa tidak. Sepertinya mereka mengincar kedua muridku itu," jawab Xiao Fu sambil menghela nafas pelan. "Tidak aku sangka mereka sampai merusak Miyako Inn demi mendapatkan mereka berdua. Secara pribadi, aku meminta maaf kepadamu, Shino. Ini semua terjadi karena murid kami."
"Tidak perlu meminta maaf. Aku mengerti apa yang telah terjadi setelah kau mengatakannya. Kerugiannya tidak seberapa besar. Hanya saja kenangannya yang sangat aku sayangkan. Tidak apa-apa," ucap Shino.
"...."
Alice menghela nafas pelan, kemudian mengambil sebuah control dan mengarahkannya tepat di atas Shino. Tombol ditekan dan tiba-tiba sebungkus uang dijatuhkan tepat lima sentimeter di depannya, membuat Shino terkaget. Ketika mereka mendongak ke atas, ditemukan sebuah Drone melesat pergi.
Alis Shino berkedut, kemudian dirinya menghela nafas pelan. "Hmm? Tidak aku sangka Nona Hunter bertindak mengganti kerugian yang ditimbulkan keluarganya sendiri. Benar-Benar gadis yang berbeda dibandingkan dengan gadis lain keluarga Hunter yang hampir semuanya kurang ajar."
Xiao Fu mengerutkan keningnya. "Bagaimana bisa kau tahu?"
__ADS_1
Shino tersenyum tipis. "Aku tahu jelas tentangnya dan aku mengerti apa yang sebenarnya gadis itu inginkan yaitu sebuah keluarga yang bersih dari tindak kekejaman."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...