
Melanjutkan perjalanan mereka, kali ini mereka menemukan lokasi aneh lagi, kalo ini di puncak gunung Gigamoth. Pemandangan memang sangat indah namun terdapat banyak sekali jumlah Goa di badan gunung yang tidak memiliki aktivitas vulkanik ini. Lubang ini disebut Cave.
Pete menjadi penasaran, kemudian memasuki Cave tersebut. Dan akhirnya dirinya menemukan begitu banyak Ular TitanoBoa yang tengah tertidur. Astaga, Pete harus memilih keluar, karena ular itu juga suka berkelompok. Sekali di Tank maka akan sulit untuknya kabur.
Sacred Valley:awal perjalanan kultivator
Episode 143. lokasi unik dan permintaan berat
Pete memasuki Cave yang lainnya dan menemukan lebah raksasa, yang juga tertidur. Monster titanoBoa, yang berarti lebah titan, lebih berbahaya lagi.
Pete memasuki Cave lain dan menemukan berbagai spesies titan. Pete menghela nafas pelan, segera keluar dari Cave dan harus menjauh dari gunung itu. Tanpa bala bantuan, Pete tidak akan mampu mengalahkannya.
Pete melanjutkan perjalanannya dan sampai pula di Delirium Lava. Astaga, lokasi apa ini?
"Janganlah pergi terlalu jauh, Pete. Ini adalah ujung dunia ini."
Pete mengerutkan keningnya. "Hah? Bukankah bumi itu bulat?"
Chang'e menghela nafas pelan. "Walaupun begitu, tetap saja dunia ini telah dibelah menjadi dua, sehingga ada ujungnya."
Pete nengangguk, kemudian memasuki Delirium Lava tersebut. Terdapat lokasi aneh dan tidak disangka semacam tongkat memukul kepalanya dari belakang, membuat Pete pingsan. Astaga, bahkan Chang'e sendiri tidak dapat mendeteksi keberadaannya.
Pete tengah dibawa ke sebuah tenda, ketika dirinya terbangun, alangkah terkejutnya karena melihat banyak sekali orang-orang yang meniliki ekor seperti kucing, namun mereka bukankah Cat Elf.
"Anak ini sudah terbangun."
Pete langsung lebih terkaget lagi karena tubuhnya tidak dapat digerakkan. Pasti mereka menyuntikkan Paralyse begitu kuat sehingga dirinya sama sekali tidak mampu bergerak, bahkan berbicara pun sangat sulit.
"Bagaimana, sudah siap?" tanya seseorang?
"Tentu."
Mereka pun memberikan obat anti Paralyse bernama RoundOff dalam jumlah sedikit, membuat Pete mulai dapat berbicara walaupun kesulitan bergerak.
"Selamat datang di Delirium Lava, bocah. Apa yang kau lakukan kemari?" tanya seseorang itu, membuat Pete mengerutkan keningnya.
Mendadak Pete merasa kesal. "Kau bahkan berukuran lebih kecil dariku, seenaknya mengatai aku bocah. "
__ADS_1
Orang tersebut tertawa tipis. "Lalu sekarang kau mau apa? Kau tidak akan bisa bergerak."
"Lepaskan aku, sialan!" teriak Pete mulai emosi.
Orang tersebut tertawa konyol, kemudian dengan berani menyentuh hidung Pete. "Kau tidak dalam posisi terikat, seharusnya kau dapat pergi. Tetapi sekali masuk ke kediaman kami, itu berarti kau sudah siap untuk tidak keluar lagi. Dengan kata lain, kau sudah siap menjadi santapan kami untuk makan malam nanti. Hmm, apakah aku harus memberimu kecap dahulu atau langsung diberi garam ya?"
Chang'e segera berucap panik. "Minta bantuan kepada Harvest Goddess!"
Pete menutup matanya, kemudian tubuhnya mulai dapat digerakkan sedikit demi sedikit dan mulai menyentuh punggungnya.
"Tidak mampu bergerak? Bagaimana menyedihkan. "
Namun Pete berhasil. Seketika sang Harvest Goddess muncul dan alangkah terkejutnya dirinya karena Pete terlihat begitu menyedihkan. Namun Sang Dewi langsung saja membuat Pete terbang, membuat mereka semua tertegun. Lalu segera menghilang.
Pete kini dibawa ke sebuah tempat aneh, dan rasanya Pete seperti di air. "Kau sudah sadar?"
Pete kemudian berupaya menoleh dan mendapati Harvest Goddess tengah membawa ramuan di tangannya. "Bagaimana kau bisa memasuki wilayah terkutuk seperti itu?"
Pete mengerutkan keningnya. "Aku hanya tidak sengaja sampai di sana."
Pete menghela nafas pelan. "Terima kasih atas bantuannya dan juga sarannya."
"Itu tidaklah seberapa jika dibandingkan kau membebaskanku dari jeratan patung itu."
Pete menghela nafas pelan. "Bagaimana bisa ada suku pemakan manusia seperti itu, astaga."
Harvest Goddess menghela nafas pelan. "Sebenarnya, mereka menyembahku, namun dengan cara yang salah."
Pete terkejut bukan main. "Bagaimana bisa?"
Harvest Goddess menundukkan kepalanya. "Itu bermula ketika mereka tidak lagi menyembahku, aku menghukum mereka dengan tidak lagi memberkati mereka. Kemudian aku pun memilih masuk ke dalam patung dan melakukan tidur panjang, sampai aku lupa bahwa aku tidak bisa lagi untuk terbangun, dengan kata lain, aku tersegel."
"Lalu mengapa mereka melakukan hal semacam itu?" tanya Pete.
Harvest Goddess berucap, "aku telah berhenti memberkati mereka, yang kemudian tempat tersebut tidak lagi begitu subur. Mungkin karena mereka khilaf, mereka berupaya untuk memujaku untuk mengakui kesalahannya. Namun, tidak ada buah atau pangan lainnya. Oleh karena itulah, mengapa mereka melakukan hal semacam itu."
Pete menghela nafas pelan. "Ini benar-benar ... sulit bagiku untuk berkata apa-apa lagi."
__ADS_1
Harvest Goddess menghela nafas pelan. "Sekarang, aku membutuhkan bantuanmu. Aku mohon datanglah ke sana lagi, menyadarkan bahwa cara mereka dalam menyembahku itu salah.
Hanya kau yang dapat aku percaya untuk melakukan tugas ini. Jangan khawatir, kali ini aku tidak akan pernah membiarkanmu termakan. Akan aku pinjamkan outfit (sejenis kostum) utusan dewa kepadamu. Mungkin mereka akan mau mendengarmu."
Pete mengerutkan keningnya. "Aku tidak yakin bahwa aku akan selamat di sana."
Harvest Goddess menundukkan kepalanya. "Aku tahu ini sulit, namun aku tidak mungkin memberkati mereka dengan persembahan mereka yang seperti itu. Namun, jika dibiarkan maka mereka akan punah. Aku jadi serba salah."
Dewi bulan ikut menghela nafas pelan. "Bagaimana pun, mereka terlalu agresif terhadap manusia. Bagaimana nasib Pete jika mereka kembali menangkap Pete?"
Harvest Goddess kemudian mulai bergerak menjauh, namun Pete sudah menyentuh tangannya. "Aku terima permintaanmu."
Harvest Goddess dan Moonlight Goddess terkejut bukan main. "Pete, jangan bermain-main! Kau harus tahu betapa sulitnya untuk menyadarkan mereka, karena kau adalah manusia!"
Pete telah membulatkan tekadnya. "Aku memang berada disini untuk mengatasi segala hal yang terjadi di sekitarnya. Jadi aku bersedia dengan situasi apapun."
Mereka berdua pun berpandangan sejenak, kemudian menghela nafas pelan. "Baiklah, jika itu adalah tekadmu. Akan tetapi, kami berdua tidak akan jauh darimu, untuk melindungimu. Bagaimana pun, kau adalah elemen penting dalam penyatuan kembali dunia yang terbelah ini."
Pete menganggukkan kepala. Misi kali ini adalah misi yang begitu berbahaya bagi Pete. Harvest Goddess segera mengibaskan tangannya, dan mendadak Pete berada di sebuah tiang dimana terdapat mereka semua tengah berkumpul. Sementara itu, kedua dewi ini mengawasi dari awan.
"Kau kembali?" tanya ras tersebut.
"Bagaimana mungkin Harvest Goddess akan datang dengan persembahan semacam pemujaan makhluk hitam seperti ini?" tanya Pete. Mendadak aura para dewa milik Pete keluar, membuat mereka merasa begitu aneh dan janggal.
"Aku tidak tahu siapa kau, namun kau cukup berani mengkritik kami, manusia!"
"Mau sejuta ribu kali pun melakukan hal semacam ini, sang dewi tidak akan pernah memberkati kalian dengan cara seperti itu. Hentikan upacara ini, akan aku tunjukkan kebesaran sang Dewi kepada kalian."
"Kami tidak membutuhkan penunjukkan! Kami tidak akan pernah berhenti, walaupun sampai kapanpun!"
"Tetapi kalian telah memuja sang dewi dengan cara yang salah!"
"Kami tahu ini salah, namun kami tidak punya pilihan lain!"
Mendadak Pete menjadi semakin dingin, sepertinya ada jiwa lainnya yang mulai mengendalikan diri Pete. "Hentikan upacara menjijikkan seperti ini, jika kalian tidak ingin meratakan tempat ini menjadi abu!"
Mendadak langit mulai mendung secara mendadak begitu Pete berucap, sangat tidak dipercaya ini terjadi secara kebetulan. Pete justru terlihat seperti seorang dewa yang begitu marah besar! Astaga, pertanda apa ini? Apakah mereka akan dihukum oleh Pete dengan kekuatan alam?
__ADS_1