Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 126


__ADS_3

Pertandingan berakhir, giliran Pete dan Raven yang akan bertanding. Ini menjadi pertandingan krusial mengingat di pertandingan sebelumnya, mereka berdua sama-sama meraih kemenangan secara dramatis, Epic Comeback!


Namun, pertandingan masih belum bisa dimulai karena Para bandar kembali memikirkan siapa yang akan dipertaruhkan kali ini, mengingat mereka dinilai setara oleh para juri.


Dia sudah kembali dan duduk di samping Pete, menunggu mereka berdua bertarung di arena.  Begitu juga dengan yang lainnya, tengah duduk santai saja ini. Sebab di pertandingan final, apabila Dia menghadapi Pete, bersiaplah untuk melihat pertandingan yang paling Epic dan disitulah mereka harus senam jantung.


...Sacred Valley:titik awal kultivator ...


...Episode 126. Pete vs Raven ...


Bukan tanpa alasan jika seperti itu. Ini adalah pertandingan terakhir dan Dia pasti akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk menghadapi Pete, tidak peduli seberapa enggan niat Pete untuk menghadapinya.


Sementara itu, Pete berkemungkinan akan terpaksa menghadapi Dia dengan kemampuannya secara penuh, mengingat betapa mengerikan serangan Dia yang begitu kuat.


Pete dan Dia mendadak saling berpandangan sejenak, kemudian malah saling memalingkan muka. Membuat rekan mereka malah saling berbisik-bisik tetangga. Membuat mereka berdua terlihat begitu kesal.


"Bisakah kalian tidak membicarakan kami terus menerus? Sialan, kalian sukanya bergosip terus!" gerutu mereka bersamaan.


Mendadak nama Pete dan Raven disebutkan oleh para juri, pertanda pertandingan akan dimulai. Mereka berdua pun langsung lompat memasuki arena.


Terdengar suara penonton di tribun yang memang menganggap pertempuran kali ini begitu spesial. Apakah Pete yang menang atau Raven, intinya pertandingan kali ini pasti lebih seru.


Pete dengan senjata pedang misterius menghadapi Raven dengan senjata Steel Katana di dalam arena, Terlihat telah memasang kuda-kuda.


"Pertandingan dimulai!"


Pete langsung melesat maju, berinisiatif menyerang duluan. Raven Kane sendiri telah bersiap untuk beradu senjata. 


Tidak disangka, Pete mengubah bentuk serangan pedang beserta arahnya, yang berhasil mengelabui Raven. Gadis itu menerima luka ringan di bahunyanya karena terlambat mengamankannya dari serangan mendadak nan aneh dari Pete.


Pete memang telah mempersiapkan diri, menggunakan 'jurus pedang empat musim:tarian musim semi,' yang memang bukanlah jurus yang biasa. 


'Tebasan ninja'


Raven mendadak menghilang, kemudian muncul serangan tebasan dimana-mana. Namun, Pete lebih jeli. Pete mengubah serangannya menjadi 'jurus pedang empat musim:serangan musim gugur,' membuat seluruh serangan cepat tanpa bayangan tersebut dapat ditangkis dengan sempurna.

__ADS_1


Pete benar-benar belum mampu dikalahkan. Mendadak Raven muncul dan tiba-tiba senjata tajam yang mirip sekali dengan shuriken menyerang dari berbagai penjuru.


Segera Pete menggunakan 'Jurus fisik sembilan rumah delapan langkah: langkah mikro!' Menghindari seluruh serangan tersebut tanpa terluka sedikitpun.


Pete membalas, mengayunkan tangannya dan mendadak beberapa jarum meluncur sedemikian cepat ke arah Raven. 


Kali ini Raven terkesiap, segera menggunakan Time Stop, dan menghindari serangan berbahaya tersebut. Melihatnya justru membuat Pete mengerutkan alisnya sedikit, namun masih saja tenang.


"Pete memang sulit dihadapi."


Para juri menghela nafas pelan. "Apakah Pete menggunakan Opium? Tetapi pertandingan sebelumnya tidak menunjukkan gejala tersebut."


"Mungkin itu adalah kemampuan Pete yang selama ini dilatih."


Pete meluncur menyerang Raven, kali ini Raven harus berwaspada. Ternyata benar, Pete melakukan serangan yang sama seperti sebelumnya. Bedanya ke arah yang berbeda.


Meskipun berwaspada, namun tetap saja dirinya harus menggunakan Time stop. Raven berhasil menangkis serangan, yang membuat Pete terkejut. Sial, sepertinya seluruh serangannya telah diantisipasi, melupakan fakta bahwa Raven menggunakan time stop.


Pete memutar otaknya, mencoba mencari titik kelemahan lawan, walaupun sangatlah sulit. Mendadak Raven menyerang secara mengejutkan, hampir mengakhiri pertandingan dengan cepat. 


Pete berhasil dijatuhkan dengan cepat, namun tidak disangka bahwa Pete masih mampu menangkis todongan senjatanya. Mendadak Pete melompat dan berjumpalitan, kemudian berdiri dengan sempurna.


"Sudah aku duga, menghadapi  Pete memang sangat sulit."


Pete menghela nafas pelan, mencoba untuk berupaya menjaga jarak saat menghadapi Raven dengan kontak senjata.


Statistik mulai menunjukkan bahwa Raven masih lebih unggul. Walaupun begitu curang karena menggunakan time Stop.


Pete kembali menyerang, Raven tersenyum, kembali menggunakan Time Stop, kemudian selama time stop yang berdurasi dua detik itu, tidak disangka, Raven menebas perut Pete. 


Mendapati luka yang begitu serius, membuat Pete mencelos. Pete masih mampu melompat mundur. Namun, Pete langsung membungkuk. Sial, darahnya memguncur deras, membuat mereka semua berdiri. Ini terlihat begitu keterlaluan, Raven terlalu barbar.


Namun Pete masih bisa berdiri, segera menotok nadinya agar lukanya terhenti. Sial, Pete tidak menyangka dirinya begitu kecolongan seperti ini.


Tetapi naas,  luka yang ada di tubuhnya masih terasa begitu menyakitkan, telah membuat Pete telah mengalami kegagalan fokus kesadaran. Mendadak aura Pembunuh terkumpul sedemikian pekat, yang malah efeknya bahkan terasa sampai di tribun.

__ADS_1


Semua bahkan melihat Pete begitu menyeramkan, mendadak aura pembunuh menguasai tubuh Pete. Gawat! Aura tersebut terasa semakin pekat dalam jangkauan yang begitu luas. Raven langsung jatuh terduduk dan segera menggerakkan kakinya untuk bergerak mundur karena saking takutnya dirinya.


Namun, Pete segera tersadar, langsung melepaskan senjatanya agar jatuh ke tanah. Dengan cepat aura pembunuh itu seperti lenyap dalam hitungan detik. Sepertinya pedang itu menarik auranya agar segera kembali.


Pete kembali mengambil pedangnya, kemudian mendekati Raven yang terlihat begitu ketakutan. Mendadak Pete menggunakan dua jarinya dan seolah menembakkan sesuatu di kepalanya, yang membuat Raven seketika tersadar.


Raven langsung menghembuskan nafas dengan cepat, karena tadi dirinya telah terjebak dalam aura tersebut. Namun, Raven malah memeluk Pete dengan tubuhnya yang gemetar ketakutan. 


Pete terbengong sejenak. Raven telah memeluk dirinya, yang membuat seluruh penonton di tribun begitu memutar bola matanya malas. 


Dia sendiri merasa bahwa Raven hampir gila dibuatnya. Sial, Dia malah menyalahkan dirinya sendiri. Tidak seharusnya dirinya menunjukkan bahwa di arena tidak boleh begitu barbar.


"Raven?"


Raven malah memeluk Pete semakin erat. "Aku takut."


Chang'e menggelengkan kepalanya. "Raven masih begitu waras, tetapi sepertinya nilainya terhadap sesuatu yang menakutkan sangatlah rendah."


Mendadak, Pete merasa Raven seperti tidak bergerak, pelukannya saja terasa tidak begitu erat. Rupanya, Raven pingsan.


Para juri pun menghela nafasnya, kemudian berucap, "pemenangnya, Pete! Pertandingan Final akan dimulai pukul tiga sore nanti. Semuanya dapat bubar sejenak!"


Dia dan Alice segera melompat ke arena, memeriksa keadaan mereka. Pete tengah terluka parah dan Raven dalam posisi tidak sadarkan diri. 


Namun, tidak disangka Aurelia juga ikut turun ke arena, memeriksa keadaan Raven.


Aurelia segera membunyikan genta di tangannya, mendadak aura yang tersisa di tubuh Pete dan Raven keluar. "Pete, pedangmu begitu mengerikan. Seharusnya kau tidak menggunakannya di saat seperti ini. Kau hampir membuatnya gila."


Dia menghela nafas pelan, menurutnya mereka telah melakukan hal yang sepadan. Dirinya sudah tahu bahwa Raven terus menerus menggunakan Time Stop untuk menghindari serangan. Itu sih wajar, namun Raven nekat menggunakannya untuk menyerang secara telak. Oleh karena itulah, Raven layak diganjar aura pembunuh.


"Apakah Raven baik-baik saja?" tanya Pete.


Aurelia menatap Pete. "Saat ini auranya sudah hilang. Mungkin dirinya sudah bisa kembali seperti sediakala."


Dia menghembuskan nafas dengan pelan, masalah Raven selesai.

__ADS_1


__ADS_2