
Micah menghela nafas pelan, merasa sedikit kecewa. Dirinya tahu benar karakteristik Moonlight Goddess yang memang sangat sulit untuk diminta keluar secara halus.
Micah mulai berdiri dan berjalan mendekati Keira Finch yang mendadak bergerak mundur hingga punggungnya menyentuh dinding kamar. Mukanya mendadak memerah, entah apa yang dipikirkannya. "Kau mau apa, Micah?"
Micah mulai mengangkat tangannya, kemudian mulai mengetuk dahi gadis itu dengan dua jari. Keira Finch membeku melihatnya, karena Micah melakukan tindakan yang mengejutkan.
Setiap wilayah, pasti memiliki kebiasaan, aturan, dan keyakinan yang berbeda. Ambil saja contoh, pernikahan di Sharance dilakukan di Flower Fields, bukan di Church. Begitu juga dengan setting kamar pria, harus dengan double bed (aturan jika penghuninya berpoligami jumlah bed harus ditambah lagi sesuai jumlah istri.) Dan yang dilakukan Micah kepada Keira Finch saat ini adalah kebiasaan orang-orang dari Sol Terano yang bermaksud menunjukkan kasih sayang dan cinta. Bukankah itu berarti Micah menunjukkan cinta kepada Dia Finch?
Mendadak, Moonlight Goddess bersuara tepat di atas mereka. "Micah, aku ada disini. Kau mau apakan gadis itu?"
Mendadak Keira Finch dan Micah mendongak, terlihat Moonlight Goddess yang kali ini sudah setinggi gadis remaja berusia sembilan belas tahun.
Moonlight Goddess turun ke bawah dan mulai mengetuk dahi Micah sampai timbul rasa sakit. "Kau jika ingin mengeluarkan secara paksa, minimal menggunakan energi, jangan seperti tadi. Kau mau memaksaku keluar atau mau menggoda Dia Finch?"
Micah mulai menyangkal. "Tetapi Moonlight Goddess sendiri yang mengajarkan caranya seperti itu padaku."
Mendadak Moonlight Goddess menghela nafas pelan. Memang benar bahwa dirinya meminta Micah untuk mengetuk dahinya sendiri jika ingin memanggilnya, namun sekarang dirinya ada pada tubuh Dia Finch. Mana mungkin Micah dapat memanggil dirinya dengan melakukan hal yang sama?
"Moonlight Goddess, aku butuh petunjuk darimu. Kau tahu benar bahwa aku memiliki dua kekuatan yang berbeda, bukan?" tanya Micah langsung ke inti percakapan. "Kedua kekuatan itu aku kombinasikan dan brhasil bergabung, hanya saja tidak terkontrol. Aku ingin belajar mengontrol kemampuan gabungan Sihir dan Kultivasi milikku, jadi aku membutuhkan petunjuk dariku. Sebelumnya sudah aku coba melakukannya dan hasilnya ... hampir saja mati konyol."
Mendadak Moonlight Goddess tertawa, rupanya apa yang terjadi pada Micah memang seperti yang dirinya pikirkan. "Micah, kau seharusnya tidak mempelajarinya tanpa sebuah petunjuk. Aku tebak, pasti kau mencoba mengontrolnya langsung melalui kontak kekuatan, bukan? Hasilnya memang sudah dapat dipastikan, yaitu mati konyol. Beruntunglah karena gadismu yang manis ini memberikan pertolongan dengan tepat waktu," ucapnya sembari menggoda Dia Finch.
__ADS_1
Micah memutar bola matanya malas, kemudian mulai berucap, "kalau begitu, berikan aku petunjuk mengendalikan kekuatan gabungan ini."
Moonlight Goddess tersenyum lembut dan menjawab, "Tentu saja, Micah. Aku akan memberikanmu tiga petunjuk. Pertama, cobalah untuk fokus pada pernapasanmu dan membayangkan energi alam yang mengalir masuk ke dalam tubuhmu. Biarkan energi itu mengalir ke seluruh tubuhmu dan merasakan kekuatannya."
"Lalu, apa lagi?" tanya Micah dengan tidak sabaran.
Moonlight Goddess mulai menunjukkan angka dua dengan jarinya sembari berucap, "Kedua, cobalah untuk memfokuskan energimu pada tanganmu. Rasakan kekuatan itu mengalir dari dalam tubuhmu ke ujung jari-jarimu. Ketika kamu sudah siap, coba keluarkan sedikit energimu dan lihat apa yang terjadi."
Micah mengerutkan keningnya, kemudian mulai bertanya, "bukankah sama saja dengan apa yang aku lakukan sebelumnya? Lalu yang ke tiga?"
Moonlight Goddess tersenyum sambil berucap, " setelah itu, kau pasti sudah mulai mengontrol kemampuanmu. Tapi jangan terlalu berlebihan dalam mengeluarkan energimu. Kamu harus belajar untuk mengendalikannya dengan baik agar tidak merusak tubuhmu."
"Tidak ada yang mudah di dunia ini, Micah. Jika Memang kau telah melakukannya sebelumnya dan gagal sampai hampir mati, itu berarti kau masih terlalu muda untuk melakukannya," ucap Moonlight Goddess mulai mendekati Micah dan memaksanya untuk berdiri.
"Aku sebenarnya baru pertama kali mendengar bahwa kemampuan Qi dengan sihir dapat dipersatukan dan menjadi kekuatan gabungan seperti dirimu .Tetapi, yang ketiga adalah kau perlu mengikuti tekhnik kontrol Yin Yang dari kitab langit bab "Tao" untuk mengontrol kekuatanmu secara jangka panjang," lanjutnya sembari memberi saran.
Micah mulai menatap Moonlight Goddess. "Sungguh? Kalau begitu, cobalah untuk memberikan cara melakukan tekhnik itu. Siapa tahu bekerja."
Mendadak Keira Finch menyela ucapan mereka. "Tunggu dulu! Apa itu kitab langit?"
"Kitab langit adalah kitab utama kemampuan-kemampuan di dunia ini, terdiri dari bab penyihir, Tao, Qi, Hukum alam, Surgawi, Iblis langit, Roh mati, dan terakhir adalah Reinkarnasi."
__ADS_1
Micah menatap Moonlight Goddess dengan serius, "itu saja? Tiga petunjuk dan aku sudah bisa mengendalikan kekuatan gabungan ini?"
Moonlight Goddess mengangguk, "itu cukup, Micah. Yang terpenting adalah kamu harus sabar dan tekun dalam melakukannya. Jangan terburu-buru dan jangan mencoba melakukan yang berlebihan. Soal tekhnik Kontrol Yin Yang, kau bisa menanyakannya kepada biksu suci ataupun pendeta rao. Seharusnya tekhnik itu begitu lumrah di kalangan seperti mereka."
"Biksu suci ataupun pendeta tao?" tanya Micah terheran.
"Maksudnya adalah Monks dan biarawan/wati. Soal itu, aku punya kenalan bernama paman Yang dan paman Chester dengan putrinya bernama Aurelia. Aku rasa, kita bisa bertemu dengannya di Fabul ataupun Mallard. Tetapi
Micah mengangguk mengerti, "terima kasih Moonlight Goddess. Aku akan mencobanya."
Moonlight Goddess tersenyum, "sama-sama, Micah. Jangan lupa, aku selalu ada di sini jika kamu membutuhkanku."
Micah dan Keira Finch mengangguk, lalu Moonlight Goddess menghilang perlahan-lahan. Micah kemudian menatap tangan kirinya, "aku akan mencoba sekarang."
Keira Finch mengangguk dan menarik diri ke sudut kamar, memberi ruang pada Micah untuk mencoba mengendalikan kekuatannya. Micah mengambil posisi duduk dan mulai fokus pada pernapasannya, membiarkan energi alam mengalir masuk ke dalam tubuhnya. Ia membayangkan energi itu mengalir ke seluruh tubuhnya, memberinya kekuatan yang luar biasa.
Setelah merasa siap, Micah fokus pada tangannya. Ia merasakan kekuatan itu mengalir dari dalam tubuhnya ke ujung jari-jarinya. Ia memusatkan energinya pada tangan kirinya dan mencoba mengeluarkan sedikit energi. Tiba-tiba, cahaya terang muncul dari telapak tangannya, mengelilingi seluruh tubuhnya. Keira Finch memandang kagum, melihat keajaiban yang dilakukan Micah.
Micah terus berlatih dan belajar mengendalikan kekuatannya sedikit demi sedikit, sampai dirinya kembali memuntahkan darah dari mulut, pertanda Micah terlalu berlebihan dalam mencoba mengendalikan kemampuannya.
Keira Finch segera mengangkat Micah ke ranjangnya dan dibaringkan ke sana. Tidak lupa, pil teratai Matahari masuk ke mulut lelaki itu. "Micah, sepertinya kau lebih baik beristirahat dulu saja. Nanti akan kita pikirkan bagaimana cara mengendalikan kekuatan gabungan Sihir dan Kultivasi milikmu," ucapnya.
__ADS_1