
Kusuma kini tengah mengekori kemana kedua gadis itu pergi. Ajakan mereka berdua terlalu menggiurkan untuk ditolak. Bagaimana tidak, Kusuma datang kemari dengan bekal yang pas pasan, sementara itu, dia sendiri agak terlalu perhitungan dalam pengeluaran. Oleh karena itulah, tawaran menginap di penginapan secara gratis selama perayaan itu tidak akan pernah dia sia siakan.
Sesampainya dia di sebuah penginapan, Terlihat beberapa pegawai terlihat menghormatinya. Penginapan ini memang dimiliki oleh keluarganya, jadi jangan heran sih.
"Tinggal lah di sini selama perayaan berlangsung. Di sini gratis untukmu."
Mendadak terdengar suara seseorang memanggil namanya, membuat Kusuma segera menoleh. Didapati Kakaknya, adiknya dan beberapa gadis yang mengekor dia tengah mendekatinya.
"Kusuma, kau dari mana saja?"
Teriakan alay kemudian terdengar dari mulut kedua gadis bangsawan itu begitu melihat Jack mendatangi Kusuma. Mereka berdua jelas sudah tahu bahwa mereka berdua adalah satu saudara. Namun kemunculannya di sini adalah hal yang paling di impikan oleh mereka.
Siapa yang tidak terpesona dengan ketampanan dari seorang Jack? Walaupun mukanya terlihat murung seperti itu pun, ketampanannya tidak berkurang sama sekali. Sementara itu, Shara dan Raven segera berada di dekatnya, seolah mempertegas bahwa Jack ada di genggamannya.
Kusuma langsung merasa sedikit cemburu karena dia menyukai Raven, namun dengan sempurna dia sembunyikan perasaan itu. Waktu berlalu dengan Cepat, mereka tengah makan bersama di sebuah restoran yang dimiliki keluarga kedua gadis bangsawan itu, lagi-lagi gratis tanpa bayar.
Di sana, Mereka mulai membicarakan kemampuan hebat dari seorang anak bangsawan bernama Keira bersama empat temannya, yaitu Gina, Joe, Katie, dan Kurt. Kusuma terlihat tidak terlalu tertarik kapada awal nya, namun begitu mereka membicarakan kemampuan merekayang katanya cukup aneh, tidak ayal membuat Kusuma tersedak.
Kusuma jelas tahu bahwa kemampuan yang dibicarakan nya itu adalah kemampuan kultivasi, yang tidak mungkin ada di dunia ini. Itu membuatnya sedikit merasa ada yang aneh.
"Kusuma, kalau makan pelan pelan. Tersedak kan, jadinya."
__ADS_1
Kusuma tertawa dan meminta maaf sambil meneguk minuman. Dia mencoba untuk tidak terlalu mencolok dalam perbincangan mereka tentang kemampuan kultivasi yang aneh. Sebaliknya, dia mencoba mendengarkan lebih banyak informasi tanpa menarik perhatian mereka.
Saat mereka terus berbicara tentang kemampuan luar biasa Keira dan teman-temannya, Kusuma merasa semakin penasaran. Apakah kemampuan ini benar-benar telah ada di dunia ini? Apakah mereka benar-benar memiliki kekuatan yang tak terduga seperti yang dikatakan? Kusuma tahu bahwa dia juga memiliki kemampuan kultivasi seperti itu, namun itu pun diajari oleh ibunya, juga dicampuri bumbu teknik sihir dari dunia yang lainnya.
Kusuma mulai merasa penasaran dengan mereka dan keinginan untuk menguji di dalam pertandingan mulai timbul di pikirannya.
Kedua gadis bangsawan ini akhirnya memperkenalkan dirinya. Mereka bernama Pia, dan Sakuya dari keluarga Forza. Di saat yang bersamaan, mulai berdatangan seorang tuan muda dengan bernagak pengikutnya, yang membuat senyum kedua gadis bangsawan itu langsung terlihat masam.
Mereka tampak langsung menuju ke meja dimana ada beberapa orang yang tengah asyik makan di situ. Dengan sifatnya yang kasar, mereka mengusir orang yang tengah makan itu.
"Siapa mereka?"
"Dia tuan muda termuda dari keluarga bangsawan terkenal no 2 di Alvalora, Cadman Hunter. Sudah biasa kami melihat mereka bertingkah seenaknya seperti itu di sini. Kalian semua jangan mencari perkara dengannya, sekali mengganggunya bisa habis keluargamu ditekan oleh keluarganya."
"Main politik kotor, huh? Menjijikkan."
"Kusuma, pelankan suaramu. Keluarga kita bisa dalam bahaya jika kau tidak bisa mengontrol mulutmu."
Kusuma terdiam sejenak, Terlihat Alicia yang tadi memperingatkannya. Sungguh aneh, menurutnya.
"Yah, kecuali jika kau menjalin hubungan baik dengan keluarga Finch, kau aman. Aku dengar, Keluarga Hunter tidak mampu berkutik di hadapan keluarga Finch, jadi mereka mulai mencoba mendekati dan menjalin hubungan baik dengan keluarga paling terhormat itu. Bahkan aku dengar, Tuan muda Hunter juga mencoba mencari muka demi bisa mendapatkan hati Nona Finch."
__ADS_1
"Tetapi aku dengar, Nona Finch sangat tidak pernah menyukai lelaki siapapun selain guru dan ayahnya sendiri. Kalian tahu nona Finch lebih parah, jika kau para lelaki bersentuhan sedikit saja dengannya, baik sengaja ataupun tidak sengaja, maka itu berarti nyawa kalian sudah di ujung tanduk."
Kusuma mendengar percakapan yang semakin mengungkapkan intrik politik dan persaingan antara keluarga bangsawan. Dia merasa semakin terjebak dalam dunia yang rumit ini, dan itu menambah kebingungannya. Bagaimanapun, dia tahu bahwa dia harus tetap berhati-hati.
"Aku bahkan ingat bahwa kak Jack bahkan bertemu dengannya sekali dan Nona Finch bahkan tidak tertarik sama sekali. Aneh bukan?"
Kusuma merenung sejenak, mencoba memahami bahwa Nona Finch memang memiliki sifat yang sangat berbeda. Tampaknya dia sangat selektif dalam pergaulannya, dan hal itu membuatnya semakin misterius di mata Kusuma.
"Sepertinya Nona Finch memiliki standar yang sangat tinggi dalam memilih teman dan fans. Mungkin ada alasan khusus mengapa dia begitu tegas dalam menjaga jarak."
Mendadak seisi restoran seketika heboh, membuat mereka menoleh. Terlihat 5 orang sebaya dan 1 orang paruh baya memasuki Restoran itu.
"Lihat, Nona Finch bersama The Furious Five telah datang!"
Kusuma terbelalak saat melihat mereka, dimana mereka terlihat begitu berkharusma dengan kemampuan yang mereka miliki. Ada 3 perempuan dan 2 laki laki, dan 1 pria paruh baya tadi adalah guru mereka.
Bukan karena kecantikan Nona Finch yang membuat Kusuma terpana, melainkan tingkat kultivasi mereka semua 1 tingkat lebih tinggi darinya. Bahkan seorang guru itu telah mencapai kemampuan tingkat setengah dewa. Itu membuat Keringat dingin mulai bercucuran di benaknya.
"Ternyata mereka jauh lebih tangguh dariku. Sepertinya Kultivasi telah berkembang sejak belasan tahun yang lalu."
Kusuma memperhatikan dengan seksama saat Nona Finch dan The Furious Five memasuki restoran. Kepanikannya segera terasa ketika dia menyadari bahwa kemampuan kultivasi mereka jauh melampaui dirinya. Kusuma merasa sedikit cemas dan merenungkan betapa pentingnya untuk terus mengembangkan kemampuan kultivasinya jika dia ingin bersaing dalam dunia ini.
__ADS_1
Hanya saja, Kusuma lupa bahwa dirinya memiliki kekuatan Kultivasi bercampur sihir kuno dunia lain dan juga keterampilan mengadu kepandaian yang dia dapatkan dari ibunya. Itu sudah cukup untuk mengalahkan satu per satu dari mereka berlima.