
Mendadak semua Penonton berbisik-bisik, beberapa orang menganggap Pete begitu penakut untuk menghadapi Garius.
...Sacred Valley:titik awal kultivator ...
...Episode 119. Pete vs Garius ...
Dia menghela nafas pelan. "Kak, jangan dengarkan ucapan adik termudaku yang bodoh ini, yang tidak mampu memperkirakan jarak. Lain kali, akan aku suruh membawa alat ukur. Lokasi sebenarnya adalah sejauh tiga kilometer saja. Ini benar-benar menyesatkan, tetapi tidak apa-apa. Hadapi si bodoh itu terlebih dahulu, waktumu masih cukup banyak."
Pete menghela nafas, merasa begitu kesal. Bisa-biasanya tunangannya sendiri mengatai dirinya bodoh.
"Haahhh, padahal aku ingin sekali pergi menemukan Ore tersebut. Jangan-Jangan informasi mengenai batu Ore membeku di Vale juga salah lokasi."
Pete menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Intinya, aku menemukan cukup jauh, sepertinya goa yang kedua belas saat aku berjalan lurus di kiri perbatasan Vale."
Garius malah tertawa. "Itu sekitar lebih dari tujuh belas kilometer. Astaga, kau pernah pergi ke sana dengan Collete? Pantas saja kau dan Collete pernah hampir mati karena darahmu membeku."
"Yah, jadi sekarang bagaimana? Lanjut bertarung? Tidak masalah. Kau masih punya banyak waktu untuk menemukannya." tanya Pete sembari mengeluarkan Tombak Reguler Spear, senjata tombak yang paling biasa dibandingkan tombak lainnya dari cincin penyimpanan dimensi miliknya.
Garius mengerutkan keningnya, mencekal Earth Battle Hammer begitu erat. "Kau serius?"
Pete tersenyum, segera memasang kuda-kuda. "Mengapa tidak?"
Mendadak beberapa suara sumbang dari tribun berteriak, "ayo! Hadapi si penakut itu! Kesal saya lihat nya."
Tidak sedikit orang yang juga meneriakkan Pete dengan kata-kata makian. "Penakut, kau menyerah saja!"
Mereka mayoritas laki-laki pembencinya karena iri hati dan dengki, tidak mengherankan jika mereka berucap demikian. Suara seperti itu Pete anggap seperti seekor anjing sedang menggonggong di tepi jalan.
Namun ada juga yang menyemangati Pete, yang mayoritas adalah perempuan. "Ayo, tunjukkan kepada kita soal kemampuanmu! Bungkam orang yang mengatakan dirimu pengecut!"
__ADS_1
Garius malah tertawa. "Okay, aku juga ingin menguji kemampuanmu yang telah mengambil perasaan adikku. Aku tahu apa yang telah terjadi kepada kalian bertiga. Eh, maksudku berempat, dan Aku sangat yakin kau mengerti apa maksudku.
Aku harap kau memberikan perlawanan sengit menghadapiku. jangan sampai kau kalah, ya! Mengingat kemampuanmu kalau tidak salah adalah Initiator, sepertiku."
Pete mengerutkan keningnya. "Mengalahkanku? Semudah itu kau mengatakannya? Coba saja dahulu, baru menilai."
Garius segera memasang posisi kuda-kuda. Senyumannya terbit. "Kalau begitu, jangan mengecewakanku."
"Pertandingan dimulai!"
Garius menghantam tanah, yang terlihat gerakan yang terlalu aneh. Mereka pun mulai menganggap bahwa Garius menunjukkan kemampuannya.
Pete mendadak melirik tanah, kemudian terlihat seolah-olah menghilangkan kewaspadaan, padahal dirinya sebenarnya memperkuat kewaspadaan kakinya.
Mendadak tanah yang dipijaki Pete meledak, secara bersamaan Pete melompat ke belakang. Itu adalah ability tingkat lanjut kekuatan sihir bumi.
Garius memang terlihat menghantam tanah, sebenarnya mengirimkan sihir berbentuk signal kinetik yang bergerak ke arah lawan yang tidak mudah disadari.
Tidak disangka, Garius melompat dan hendak menghantam Pete dengan Hammer miliknya. Itu benar-benar kritis, namun Pete masih mampu melompat mundur tepat pada waktunya.
Dia menghela nafas. Pete benar-benar begitu tenang menghadapi lawannya. Sesuatu yang sangat membuat Dia begitu terheran dengan Pete. Bagaimana bisa dirinya setenang itu? Jangan bilang Pete mengonsumsi Opium, bukan?
Opium juga termasuk obat terlarang, namun penggunaan Opium sangat sulit dideteksi hanya dengan menatapnya begitu saja. Berbeda dengan Drankust yang dapat dilihat dari gejala mata merah, sifat agresif tidaktidak terkendali, dan lincah namun terlihat sempoyongan saat pertandingan, Opium hanya bisa dideteksi dengan uji laboratorium dan itu lebih sulit daripada menguji Drankust.
Opium dapat menstimulus kemampuan otak untuk tetap tenang, berlaku selama tiga jam. Konsumsi yang berlebihan dapat mematikan kerja otak yang dalam beberapa menit kemudian, sudah dipastikan akan meninggal.
Garius kembali mencoba melompat dan hendak menghantam Pete, karena tidak puas dengan Pete yang hanya bisa melompat mundur.
Pete kembali melompat mundur, namun begitu kakinya menginjak tanah, mendadak terdengar suara slip di tempat yang Pete pijak yang berasal dari suara gesekan kaki yang menolak ke depan dengan tanah.
__ADS_1
Pete langsung melompat maju hanya setelah kakinya baru saja menginjak tanah. Sebuah serangan balik yang mengejutkan.
Garius segera berkelit begitu Pete hendak menusuk tubuhnya, namun tidak disangka Tombak itu berayun, memukul Garius hingga terpental. Namun, dirinya masih dapat berdiri.
"Menarik," ucapnya.
Garius menghantam tanah, meledakkan tanah ke depan. Namun Pete dengan cepat melompat ke arah lain dan langsung melesat maju mendadak sehingga Garius begitu kesulitan menghadapinya.
Astaga, Pete memang memiliki kelincahan tingkat tinggi untuk menghadapi Garius. Apalagi Efek gempa dari serangan Garius tidak dapat membuat Pete mengalami ketidakseimbangan di pijakannya. Sungguh, bukan lawan yang mudah untuk menghadapi Garius.
Namun, Pete terlihat seolah-olah mengulur waktu pertandingan, adu mekanik sampai tiga jam lebih. Ini melebihi batas kemampuan seseorang yang mengonsumsi Opium.
Catatan, penggunaan Opium hanya bisa memberikan efek selama tiga jam kurang, kemudian otak akan langsung drop sehingga terlihat gejala mata jukung dan pingsan dengan suhu tinggi.
Pemakaian yang lebih tinggi malah akan membuat otak langsung berhenti bekerja begitu mengkonsumsinya, tidak ada cara untuk memperpanjang durasi efeknya.
Para juri mendadak saling bertatapan, merasa begitu aneh. Mereka memang memiliki dugaan bahwa Pete mengonsumsi Opium, namun melihat kenyataan di lapangan bahwa Pete mampu bertahan melebihi tiga jam membuat mereka mulai merasa begitu ragu untuk memberikan hipotesis.
Dia memutar bola matanya malas, Pete terlalu memperhatikan pertahanannya dan hanya menyerang dengan tekhnik serangan balik. Ini begitu konyol mengingat Garius yang memiliki senjata berat dengan kecepatan yang lebih lambat.
Namun, kebanyakan Initiator memang seperti itu. Pete dalam mode tombak menjadi Initiator, memang sejak awal Pete telah mengambil keputusan untuk bertarung layaknya seorang Initiator, seperti Garius.
Garius mulai mengusap keningnya yang banjir keringat. Pete terlalu lincah untuk dihadapi, bahkan efek gempa dari serangannya tidak ada artinya untuk Pete.
Namun, Garius tidak mau menyerah selama dirinya masih dapat menyerang. Secara kebetulan juga, gaya pertarungan Pete hanya begitu-begitu saja. Jika Pete melompat mundur, pasti langkah Pete kemudian langsung menyerang kembali secara mendadak. Oleh karena itu, Garius hanya perlu bersiap ketika Pete melompat mundur.
Namun yang harus dipikirkan adalah, bagaimana caranya agar serangannya mampu mengenai Pete yang begitu sulit. Pete tidak hanya lincah, namun juga begitu kuat. Hantaman palunya juga Pete tangkis mentah-mentah dengan tombaknya, namun Pete hanya bergetar sedikit.
Pete tidak menggunakan jurus sembilan rumah delapan langkahnya selama ini, yang membuat Dia merasa bosan. Begitu melihat kemampuan Pete di arena yang begitu-begitu saja membuat dirinya menebak bahwa pertandingan akan memakan waktu sampai berjam-jam.
__ADS_1
Setengah jam berlalu, mendadak Pete langsung menyerang secara dominan yang membuat Garius mulai terkaget dan panik, bahkan membuat berbagai kesalahan. Tiga serangan, Garius berhasil dijatuhkan dengan tombak yang telah mengarah ke lehernya.
Garius menghela nafas pelan. Sial, Tidak disangka tujuan utama Pete mengulur waktu adalah membuat persepsi di benak Garius bahwa gaya pertarungan Pete hanya begitu-begitu saja selama tiga setengah jam dan telah membuatnya begitu lengah.