
Di pengadilan, Kakaknya kini tengah berlutut, memohon pengampunan. Terlihat sang Pemimpin ibukota terlihat tersenyum kecut, setelah mendengar apa yang telah terjadi di waktu itu. Tidak disangka, ada banyak orang yang ikut serta menjadi saksi pilu bagaimana putrinya itu hilang. Dia tidak bisa asal menjebloskan Jack ke penjara, mengingat bukti telah begitu kuat menunjukkan bahwa dirinya tidak bersalah.
Hanya saja, Kusuma tidak ditemukan di penjuru kota, seolah melarikan diri setelah pertarungan di waktu itu. Karena itu, Kakaknya ditahan di pengadilan ini, untuk memancing Kusuma untuk menunjukkan dirinya. Mereka mengira bahwa Kusuma telah kabur dari tanggung jawabnya.
Mendadak pintu terbuka dan Nona bangsawan itu mulai memasuki ruangan pengadilan. Terlihat dia sudah sembuh dari serangan paling fatal yang Kusuma berikan di waktu itu berkat gurunya yang luar biasa.
"Putriku, apakah kau sudah baikan?"
"Ini berkat pengobatan dari master Ling Thian. Ayah, Aku ingin Lelaki itu dihukum! Dia membuat kakakku hilang!"
"Putriku, Para saksi telah mengungkap bahwa Dia bukanlah pelaku utama yang menghilangkan kakakmu."
"Tetapi tetap saja, Lelaki ini adalah pimpinan rombongan dan karena dia gagal, seharusnya dia dihukum saja!"
Nona bangsawan itu terlihat sangat ngotot dengan keinginannya untuk menghukum Jack, seolah Jack lah yang menjadi sebab utama kehilangan Kakaknya itu. Namun, mendadak pintu pengadilan tertendang sampai hancur berkeping keping, membuat semua orang terkejut. Astaga, ini pertama kalinya ada yang bersikap begitu dalam sepanjang sejarah. Pelakunya adalah Kusuma sendiri, yang memang telah mendengar apa yang gadis bangsawan itu katakan.
"Akhirnya dia muncul juga."
Para pemimpin sedikit puas melihat bocah akhirnya menunjukkan diri, namun begitu bocah itu mendekat sambil membawa seseorang dari gendongannya semuanya langsung terperangah.
"Yang mulia, apa maksudmu dengan menetapkan aku sebagai buronan?"
__ADS_1
Sang pemimpin segera berdiri dari tempat duduknya, merasa sangat tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Putri pertamanya yang telah hilang itu, kini ada di gendongan lelaki yang dia cap Buronan itu, yang berarti mereka semua telah salah menilai.
"Kusuma, ini adalah pengadilan. Perhatikan sikapmu."
"Kakak, bagaimana mungkin aku bisa tenang jika sudah begini. Mereka mengira aku apa? Penjahat?"
"Maaf, anak muda. Kami tidak bermaksud demikian. Aku rasa ini hanyalah sedikit kesalahpahaman. Kami hanya ingin kau menghadap kemari, bukan karena kami menganggap kau penjahat, hanya meminta kau untuk menerangkan mengapa kau melakukan serangan fatal kepada Putri keduaku. Namun, kau tidak ada di sekitar kota, sehingga kami terpaksa memasang Poster untuk Membuat semua orang mau mengungkap keberadaanmu, atau kau yang datang sendiri ke mari."
"Yang mulia, Simpan dulu ucapanmu. Maaf jika aku sedikit kasar, namun putri pertamamu ini tengah sakit keras, dia tengah demam tinggi. Aku harap kau segera memberikan pertolongan padanya terlebih dahulu."
Beberapa waktu berlalu, kini Kusuma dan Kakaknya diputuskan bahwa mereka sama sekali tidak bersalah atas masalah yang telah terjadi. Meskipun seharusnya ada hukuman karena telah melakukan balasan, namun semuanya di anggap terbayar lunas oleh kembalinya putri pertama mereka walaupun kini tengah demam tinggi.
Raven dan Shara terlihat bercucuran keringat dingin dalam menyaksikan ketegangan yang telah terjadi, namun pada akhirnya mereka masih bisa bernafas lega. Kini mereka mengantar kakaknya yang masih sakit ini kembali ke rumah sakit. Alicia sendiri sepertinya mulai mengubah pandangannya, walaupun dia tetap bertingkah seolah dia membenci kakak pungutnya ini.
"Kusuma, Apa yang telah terjadi? Bagaimana kau bisa tahu keberadaan Nona Elara?"
"Saat perjalanan pulang, aku sempat melihatnya. Setelah berbicara dengan seseorang, aku mulai mengerti mengapa Nona bangsawan itu marah padamu dan aku putuskan untuk membawa gadis itu kembali kemari."
Kusuma tentu tidak mungkin menceritakan semuanya secara keseluruhan, takutnya mereka bisa salah paham lagi. Mendadak, Nona bangsawan itu muncul dan mendatangi mereka, membuatnya tersenyum kecut. Di dalam hatinya, dia seolah bergerutu kesal. "Mau apa lagi gadis ini?"
"Bagaimana dengan keadaannya?" tanya gadis itu sedikit lebih sopan, namun tentu bakal dijawab dengan Aura sinis dari Kusuma. Gadis ini telah masuk de dalam gadis yang paling dibenci di dalam kamusnya.
__ADS_1
"Apa untungnya jika kau tahu?"
Gadis itu melotot, tidak menyangka bahwa lelaki seumurannya ini ternyata pendendam. entah mengapa dia ikutan tersulut emosi. "Kau, jika ditanya dengan baik, setidaknya jawablah dengan baik! Apa kau tidak punya tata krama?"
"Buat apa berlaku sopan kepada gadis berdarah dingin sepertimu?"
"Kau!" Nona bangsawan itu mulai menggerakkan giginya, sungguh ini pertama kalinya ada lelaki yang menurutnya kurang ajar tanpa pandang bulu.
"Kusuma, jangan seperti itu. Kau tidak seharusnya bersifat begitu sinis," ucap Shara melalui ucapannya, namun tidak dengan hatinya. Di dalam benak, gadis yang menyukai Jack sejak lama ini berucap, 'bagus, Adik ipar! Teruslah kau goreng itu si paling nona bangsawan itu Buat dia menjauh dari sini karena aku juga muak melihatnya.'
Alicia sendiri juga ikut menyiratkan tatapan Sinis kepada gadis bangsawan ini, seolah olah ingin sekali memakannya hidup-hidup. Bagaimana tidak, Nona ini telah membuat kakak pertamanya sekarat, lalu malah diseretkan ke pengadilan padahal masih sakit keras. Keluarga Bangsawan ini benar benar tidak berperikemanusiaan sama sekali, mentang mentang menduduki jabatan pemimpin ibukota. Tidak heran jika timbul rasa tidak respect terhadap keluarga no 1 itu.
Hanya Raven yang terlihat begitu tenang di sini, walaupun di dalam hatinya juga timbul perasaan marah terhadapnya. "Lebih baik kau keluar, Nona Finch. Keberadaanmu disini hanya akan menambah aura yang tidak nyaman untuk Jack sehingga mengganggunya yang tengah beristirahat."
Gadis bangsawan itu merasa sangat kesal dan terhina di sini, tidak menyangka kedatangannya akan disambut dengan cara yang luar biasa menurutnya. Padahal, awalnya dia hanya bermaksud untuk meminta maaf. Dengan angkuh, dia membalikkan badannya lalu pergi ke luar ruangan perawatan itu.
Jack hanya menghela nafas pelan sejenak saat melihat kekacauan yang terjadi. Dia tahu benar, Kusuma memiliki sifat yang cenderung mudah terbakar emosi apabila itu menyinggung dirinya dan juga adiknya. Namun, masalah nya adalah .... Nona itu adalah putri tersayang Keluarga Finch, jadi dia berharap Keluarga Handerson tidak mengalami hal buruk setelah insiden ini.
Sementara di dunia lain, terlihat Gadis bertelinga kucing ini tengah menghadap ke Crystal Core, mencoba mempertanyakan takdir putranya yang dia rasa 'terlalu gila'
"Aku tidak mengerti, mengapa takdir harus mempertemukan mereka dengan cara seperti ini?"
__ADS_1
"Sherina, Kau tidak akan pernah tahu banyak hal. Takdir kini sudah mulai berubah-ubah, namun aku meyakini, Putramu yang begitu gagah itu pasti akan jatuh ke dalam kisah cinta gadis itu. Aku tahu, perasaannya terhadap gadis lain mungkin adalah cinta yang murni, namun pada akhirnya Kusuma pasti akan memilih merelakan gadis yang dia cinta pada akhirnya dan tidak mungkin dia akan memutuskan untuk melajang seumur hidupnya."