Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Kata "pahlawan" berkumandang


__ADS_3

Micah mulai membuka matanya, kemudian melihat di sekeliling. Dari pencahayaan di dalam tenda, sepertinya ini sudah pagi. Terlihat Raven begitu terlelap di sisinya. Dirinya mencoba melirik ke arah lain, terlihat tidak ada siapa-siapa lagi.


Micah mulai menepuk-nepuk pipi Raven untuk membangunkannya, namun Raven malah menggeliat dan memeluk Micah.


"Waduh, bagaimana ini?"


Micah mulai mengulangi hal yang sama sembari berucap, "Raven, ini sudah pagi. Ayo bangun, kita harus melanjutkan perjalanan untuk pulang."


Tidak lama kemudian, mereka mulai berjalan ke arah Sharance. Keanehan yang terjadi disini adalah tidak ada lagi para Demon yang berkeliaran.


"Kita sudah berjalan begitu jauh selama tiga jam, namun tidak ada seekor pun Demon yang menghalangi jalan. Bahkan batang hidungnya saja tidak kelihatan."


Micah mulai menjawab santai. "Boss nya telah kita kalahkan, oleh karena itulah mengapa para Demon langsung lari tidak membekas."


Semuanya langsung melirik Micah, yang memimpin perjalanan kali ini. Apakah ini adalah Micah yang mereka kenal? Dari tingkahnya seolah terlalu berwibawa.


"Micah, kita hendak ke mana?"


Micah masih saja berjalan tanpa menoleh ke belakang. "Tentu saja kita ke Sharance."


Mereka mulai berhenti, menyadari ada yang salah pada Micah kali ini. Rupanya benar, Micah terus berjalan tanpa sadar bahwa dirinya telah meninggalkan sahabatnya begitu jauh.


'Sekarang, bagaimana caraku agar menemukan seseorang yang memiliki jiwa mayoritas Moonlight Goddess? Sial, Moonlight Goddess telah berkorban begitu banyak kepadaku. Ini rumit, sekarang bagaimana caranya?'


Micah mulai merasa ada yang begitu ganjal, kemudian melirik ke belakang. Terlihat tidak ada orang di sana. "Lah, kemana teman-temanku semuanya?"


Micah mulai melirik di depannya, yang rupanya dirinya salah arah. "Apa-apaan ini? Bagaimana aku bisa salah arah seperti ini?"


Namun dari semak-semak terdengar suara, dengan berbagai kepala muncul di sana. "Sepertinya Micah terlalu memikirkan hal yang begitu serius sampai salah arah seperti ini."


Micah mulai berteriak memanggil sahabatnya, yang mendadak membuat Collete tersenyum jahil. "Kita kerjain dia."


Mendadak sosok Devil lagi, menghalangi jalannya. "Kau, siapa namamu?"


"Apa yang kau inginkan? Baru akan aku jawab!"


"Kau telah membunuh kakakku dan membuat semua para Demon langsung lari tidak tidak tentu arah."

__ADS_1


"Mengapa menyalahkanku, Iblis tunggul kayu?


"Kau berani sekali menghinaku! Kau memang harus aku bunuh sebagai balas dendam terhadap kematian kakakku!"


Micah mulai mencabut pedang putihnya. Begitu monster itu mengayunkan cakarannya, Micah mulai menangkis. Tidak disangka bahwa kemampuan pedang cahaya ini begitu kuat.


Micah mulai menyerang kepalanya, yang walaupun masih bisa di elakkan. Micah mulai menguatkan pedangnya dengan terselimuti energi cahaya, dan menebas kepalanya. Kali ini serangan sukses, dan membuat kepalanya terpisah dari badannya.


Micah mulai menatap tubuhnya yang masih hidup tanpa kepala. Kelihatannya, Devil ini memang harus dikalahkan dengan cara lain. Mendadak Micah melakukan tebasan yang memotong semua bagian tubuh Devil ini. Namun dari kelihatannya, mereka malah terpecah menjadi enam, kemudian menjadi satu. "Kau tidak akan bisa membunuh Calbrina!"


"Ini buruk."


Mendadak semua sahabatnya muncul dari semak-semak dan mulai menyerang Devil itu. Namun seberapa kali pun mereka menebas tetap saja selalu seperti ini.


"Ini sulit!"


Micah mulai memanggil bantuan dengan cara melakukan segel pada satu tangannya yang mendadak simbol di tangannya mulai bersinar dan Faerie muncul.


"Fifi!"


Micah dan Fifi mulai maju menyerang Devil itu, yang rupanya memanggil Fifi adalah tindakan yang sangat tepat. Micah membuat tubuh Devil itu terpotong dan Fifi mulai membakar potongan itu dengan 'Invocate:Fire Magma.' Sehingga begitu kembali ke posisi tubuh sebelumnya, dirinya terlihat cacat.


"Ini tidak mungkin! Aku abadi! Tidak seorang pun yang dapat mengalahkan ku!" teriak monster itu menunjukkan kekecewaannya, kemudian menghilang tanpa bekas.


Micah mulai melirik Faerie yang kali ini telah dalam mode normal. "Fifi, bagaimana bisa kau tahu cara penggunaan pedang jiwa penjaga neraka? Dan bagaimana kau bisa tahu kelemahan Devil tadi?"


Fifi malah menunjukkan sikap sombong kepada Micah yang membuat Micah kesal. "Sudahlah, kau memang tidak dapat berbicara begitu jelas."


Mendadak Fifi langsung menghilang begitu saja, tanpa pamit. "Akhir-akhir ini, Fifi selalu begitu. Tidak punya tata krama sama sekali!"


Raven menatap Micah yang baru disadarinya menggunakan pakaian Style putih, terlihat begitu mempesona yang walaupun muka nya hanya berada di angka rata-rata.


Micah mulai berjalan untuk memimpin barisan, bermaksud melanjutkan perjalanan. Namun, Jack mulai menanyakannya. "Micah, kau dapat pakaian armor Paladin dari mana?"


"Seseorang memberikannya secara gratis kepadaku."


"Kau begitu cocok sekali dengan pakaian begitu."

__ADS_1


"Nanti juga akan aku ganti setelah sampai di rumah."


"Mengapa demikian?"


"Terserahku."


Micah mulai berjalan duluan, yang kemudian mereka semua pun mengikuti Micah. "Seolah kau yang memimpin perjalanan kali ini."


---


Dari Sharance, terdapat laporan baru, bahwa di luar sana para Devil telah tidak ada lagi, bahkan dilakukan penelusuran sekalipun hasilnya nihil.


Wells langsung menebak siapa pelakunya. "Pasti orang yang baru-baru ini hilang dari Sharance adalah pelakunya. Kita buka gerbang, persiapkan orang berjaga, untuk menyambut mereka."


Terlihat Micah mulai terlihat dari hutan, mulai berjalan ke pintu gerbang Sharance. Disusul para kelompok Garius dan Shara. "Mereka telah datang."


"Terlihat bahwa pakaian Micah sedikit dilumuri darah Demon dan Devil, pasti bocah itu adalah pelopornya."


"Apa peduliku? Yang penting kita aman dari serangan Demon dan Devil, itu sudah cukup."


Mereka mulai memasuki gerbang Sharance terlihat para penjaga menghormati mereka semua. Tidak sedikit yang agak terkejut karena kemunculan Collete dan Rusk yang tidak pernah ditemukan.


Mendadak bunga terlempar dan menimbulkan tukang bunga, sembari terdengar teriakan, "Pahlawan! Pahlawan!"


Micah mulai mengerutkan keningnya, sama sekali tidak mengerti dengan ala yang telah terjadi. "Apa yang sebenarnya terjadi?


Terlihat Wells langsung datang dengan kelihatan begitu berwibawa. "Kerja bagus, menindak Para Demon dan Devil tanpa sepengetahuan kami, itu adalah sebuah kesalahan dan sebuah penghargaan."


Wells menyerahkan pakaian knight Putih kepada Micah. "Kau adalah kesatria, bukan? Ini adalah hal yang pantas kau terima karena telah menyelamatkan Sharance sebelum diserang."


Micah mengerutkan keningnya, namun dirinya menerima pakaian tersebut. "Micah, mulai hari ini kau akan dikenal dengan julukan Kesatria putih atau Shinning Knight."


"Tetapi, Micah adalah Paladin," ucap Collete menggerutu, namun Rusk segera menasehati.


"Jangan begitu, Collete."


"Tetapi kakak-"

__ADS_1


"Diamlah, Collete. Hormati kepala daerah."


"Iya deh, Raven."


__ADS_2