Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 146


__ADS_3

Mereka mendadak dikejutkan dengan keberadaan Pete yang masih baik-baik saja. Astaga, apakah ini mimpi ataukah Prank?


Maria  sendiri sampai mengucek matanya sampai tiga kali, tidak percaya bahwa Pete masih baik-baik saja. Padahal ledakan tersebut begitu besar, bahkan terjadi tepat belasan detik saat mereka mulai menjauhi tempat itu.


...Sacred Valley: Aksi sang kultivator...


...Episode 146. Kembali ke bar...


"Aku masih hidup, kalian tidak perlu mengucek mata sampai segitunya."


"Kau, bagaimana bisa ... apakah tubuh Naga semu dapat melindungi tubuh aslimu? Pantas saja kau begitu berani untuk tetap tinggal di sana."


Pete hanya bisa terkekeh pelan. Tidak mungkin dirinya mengatakan bahwa dirinya selamat karena pelindung semu miliknya, karena mereka selalu meminta bukti dan rasanya sangat malas jika harus ditunjukkan sebagai ajang pamer.


"Sudahlah, kita harus kembali ke bar sebelum mereka mengenali kita."


"Ini adalah keberhasilan besar, selanjutnya kita rayakan dengan minum-minum!"


"Jangan lupakan bayarannya, bos."


 


Mereka pun akhirnya sampai di dalam bar. Terlihat seorang gadis kecil berlari ke arah pria paruh baya tersebut sembari berucap, "hore, ayah pulang!"


"Kerja bagus, Flynn. Ini semua karena berkat kemampuan dan otak cerdasmu. Jika tidak, mungkin akan ada korban jiwa lagi di pihak kami."


"Yah, aku datang memang untuk mengamankan dunia ini dari kehancuran, dan Shinra adalah salah satu  pemicu kehancuran dunia ini di suatu saat nanti apabila tidak ditangani."


Mendadak pria paruh baya tersebut berdehem pelan. "Sudahi dahulu euforia kemenangan seperti ini. Kita harus menatap ke depan, terus melakukan misi seperti untuk menghentikan tingkah gila mereka. Soal makan, minum, tempat tinggal, dan bayaran, aku yang menanggungnya."


"Siap!"


"Semuanya, kita rapat di ruangan rahasia. Kecuali kau, Pete. Kau bukanlah anggota tetap, hanya bersifat sementara."


Mereka pun segera pergi ke ruangan rahasia yang ternyata adalah ruangan bawah tanah. Tersisa Pete sendirian, yang kemudian memilih bersila dan memulai pelatihan Kultivasi seperti biasanya.


Sementara itu, di Shinra pusat. Terlihat seseorang menggebrak meja, sepertinya tengah marah besar. Tidak disangka ternyata Reaktor yang menyuplai energi terbesar berhasil dihancurkan oleh pemberontak yang tidak jelas darimana asal usulnya.


Usut tidak usut, Shinra telah mencoba melakukan penyelidikan dan sampai saat ini, tidak ada satu pun hasil yang menunjukkan siapa dalang dibalik pemberontakan tersebut. Bahkan berdasarkan hasil penyelidikan kali ini, tidak memberikan jejak mayat dari pengacau sama sekali. Satu info terbaru, pengacau dikatakan memiliki seekor Naga yang mengobrak-abrik lokasi.

__ADS_1


Mendadak seorang gadis yang sangat kita kenali, yaitu Alice hunter tengah datang ke arahnya. "Kak Lucas, kau masih tidak mau mempertimbangkan untuk menghentikan Reaktor? Semuanya telah menunjukkan suara mereka melalui pemberontakan seperti ini."


"Diamkah, gadis tidak berguna! Asal kau tahu, nama besar Keluarga Hunter disokong oleh Shinra! Kau tahu apa soal itu? tcih!"


Alice menghela nafas pelan. Dirinya sebenarnya tahu benar bahwa tindakan keluarga Hunter begitu membahayakan dunia, namun dirinya tergabung ke dalam keluarga Hunter dan karena itulah mau tidak mau, dirinya terseret ke dalamnya.


Mendadak Charles bersama Renton datang menemui mereka, yang justru membuat lelaki yang Alice panggil kak Lucas itu muak.


"Kalian berdua, berani sekali kalian memasuki tempat bersih seperti ini! Alice, bawa mereka pergi dari hadapanku! Seorang pengawal untuk seorang pewaris keluarga Hunter seharusnya memiliki latar belakang yang kuat, bukan seperti dua anjingmu ini!"


Charles merasa kesal, begitu juga dengan Renton. Memang, awalnya mereka berdua adalah pengemis jalanan yang dipungut Alice untuk menjadi pengawalnya. Tidak mengherankan jika Lucas sangat tidak menyukai mereka berdua dan juga Alice yang merupakan satu-satunya adik perempuannya. Namun, ini sudah begitu keterlaluan!


Alice segera pergi, sembari diikuti oleh kedua pengawalnya. Terucap umpatan kasar di mulut Alice, yang memang memiliki watak pemarah. Charles dan Renton pun bergerutu pelan, merasa kesal juga.


--Pete tengah duduk di sana, begitu lama. Dirinya tengah menunggu mereka semua yang tengah rapat. Tiba-tiba saja Chang'e keluar dari Changseng Jue dan langsung duduk di bahu Pete begitu seenak jidat.


"Dewi, kalau mau duduk di bahu, setidaknya bilang dahulu."


Moonlight Goddess tersebut malah tersenyum. "Suka-suka aku."


Pete menghela nafas pelan. Kalau sudah seperti ini, akan sangat sulit untuk mengatakan apapun.


"Tidak aku sangka, kau sudah dapat menggunakan Twilight Orb, Pete. Dengan begitu, kau dapat mengendalikan cuaca dan beberapa kemampuan jenis apapun."


"Pete. Setelah semua ini, kau akan menghadapi lawan yang lebih tangguh daripada kau. Jadi aku harap  kau lebih berhati-Hati."


"Aku mengerti."


Mendadak Maria datang sembari membawa sebotol  Wine. Pete terkejut sejenak ketika dirinya disuguhkan segelas wine.


"Maaf, aku tidak menyukai minuman beralkohol."


Maria malah mengerutkan keningnya, tidak percaya bahwa Pete mengatakan hal semacam itu. Lelaki mana yang awalnya datang dan pesan sebotol  Wine, lalu mengatakan bahwa dirinya tidak menyukai minuman seperti itu.


"Sungguh?" Tanya Maria.


Pete menganggukkan kepala. "Sungguh."


"Lalu tadi Kau pesan Wine untuk apa?"

__ADS_1


"Untuk oleh-oleh adikku."


Mendadak suara deheman terdengar begitu bersahutan. Astaga, begitu ramai! Maria dan Pete menoleh dan mendapati mereka semua tengah mengintip di  pintu.


"Kalian semua, sedang apa di sana?" tanya Pete terheran."


"Yah, sedang mencari tontonan gratis, seperti biasa."


"Seperti biasa? Kalian semua selalu bertingkah seperti ini?"


"Tidak, bukan begitu. Maksudnya seperti biasanya dilakukan oleh para pengintip hubungan orang."


Astaga, Pete rupanya tidak mengerti apa yang mereka maksudkan. Bagaimana pun,  ucapan mereka memang berbelit-belit.


"Sudahlah, ayo minum bersama!"


Pete menggelengkan kepalanya. "Kalian minum saja, aku tidak akan ikut."


Semuanya langsung terbengong mendengarnya. Ini langka, ternyata ada lelaki normal yang tidak menyukai minuman beralkohol. Tetapi tadi mengapa memesan sebotol Wine?"


 


Pete tengah berbaring, matanya tidak bisa tertidur, mengingat dirinya harus tidur di tempat yang telah disediakan. Terlalu empuk kasurnya dan dirinya tidak begitu terbiasa dengan kasur semacam itu.


Dirinya merasa sedikit bersyukur karena memiliki tubuh yang ... yah bisa terbilang sedikit kurus. Coba kalau tubuhnya gemuk, bisa-bisa dirinya terasa tidur sembari terlompat-lompat seperti menggunakan trampolin.


Dulu, saat Collete dan Rusk masih bersamanya, postur tubuh Pete sedikit gemuk. Pernah kali mencoba kasur itu dan alhasil, dirinya kesulitan bergerak dan bahkan bangun dari tidur pun harus minta pertolongan Collete dan Rusk. Oleh karena itulah dirinya sangat membenci kasur semacam itu.


Jika ada yang bertanya, mengapa sekarang Pete lebih kurus, itu karena perasaan tertekan selama beberapa tahun.


Kembali ke cerita, Pete segera berdiri dan memutuskan untuk bersila, melakukan pelatihan energi lagi. Hal yang sangat dianggap aneh oleh beberapa orang misterius yang mengintai dirinya.


"Apakah bocah itu melatih kemampuannya dengan cara seperti itu?"


"Diamlah, bocah itu bisa segera menyadari kalau kita berisik!"


"Hey, suara kau juga begitu keras!"


Mereka pun mulai beradu mulut, sementara Pete rupanya sama sekali tidak terganggu sedikitpun. Di sisi lain, rupanya dirinya telah melakukan koneksi langsung dengan kekasihnya yang saat ini melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Dia paham benar, sekeras apapun Pete berusaha, walaupun menerima begitu besar energi Jiwa Murni miliknya, Pete tidak akan pernah bisa mengimbangi kekuatan miliknya. Sungguh, energi Jiwa Murni miliknya begitu pekat, walaupun dibagikan sebanyak seribu kali pun tidak akan mungkin berkurang banyak.


Dengan kata lain, Dia memberikan energi miliknya kepada Pete, mengingat lelakinya itu akan menghadapi bahaya yang cukup besar dan beresiko kehilangan nyawanya, sehingga membuat Pete harus berlatih ekstra dan tidak akan cukup jika hanya mengandalkan energi spiritual normal.


__ADS_2