
Sacred Valley:awal perjalanan kultivator
Episode 139. menghadapi Racoon
Pete menghela nafas, masih berbincang dengan Dia di seberang koneksi bawah sadar. Chang'e cekikikan mendengar perbincangan mereka
"Aku harap masih bertahan hidup di luar sana, sampai kita bertemu kembali."
"Harapan macam apa itu? Kau terlalu meremehkanku, ya?" tanya Pete begitu kesal.
"Bagaimana aku tidak berharap demikian kepadamu? Jangan lupa, kau menjadi pengecoh untuk keselamatam Time Jacker. Juga kau adalah peran penting dalah kudeta kaisar langit pada akhirnya. Satu hal lagi, kau adalah tunanganku!" Lah, Dia malah marah.
"Aku tidak sendiri disini. Ada dewi Chang'e juga yang selalu nenemaniku. Jika perlu tambahan bantuan, aku bisa memanggil Dewi Panen juga." ungkap Pete yang justru membuat Dia semakin merasa cemburu.
"Ya, dewi pun juga kau embat."
Pete memutar bola matanya malas. "Embat apanya? Jangan mengada-ngada! Tidak lucu, tahu! Aku tidak akan mengambil siapapun lagi, cukup kau saja."
Dia mengerutkan keningnya. "Lalu Raven, Alice, dan juga dewi bulan bagaimana?"
Chang'e terkaget. Namanya juga diseret, astaga. "Tentu mereka juga, eh- dewi bulan? Jangan mengada-ngada! Aku hanya manusia dan beliau adalah dewi. Jelas beda kasta, maksudku beliau terlalu sempurna. Harusnya kekasihnya sempurna juga seperti dewa Wu Gang, bukan aku yang hanya manusia setengah bocah."
Chang'e menghela nafas. Pete tidak akan pernah mau memiliki dirinya, karena Pete tidak merasa hubungan mereka begitu selaras. Padahal, beliau juga mencintai Pete. Apakah dewi seperti dirinya tidak diperkenankan memiliki pasangan?
"Astaga, adik termuda seharusnya kau juga tahu bahwa aku, Raven,dan Alice juga dari sosok dewa. Aku dari kumpulan jiwa para dewa-dewi, Raven yang telah kau nikahi saat kecil pun juga adalah penguasa waktu, Alice juga keturunan dewa.Buka hatimu juga untuknya, adik termuda."
Pete masih berdalih, "aku rasa itu terlalu berlebihan jika menikahi dewi sesungguhnya."
"Kau ini. Cobalah pahami perasaan nya padamu. Aku rasa tidak keberatan untuk membagi kasih sayangmu."
Pete memutar bola matanya malas. "Kau ini. Okay-Okay! Aku akan usahakan."
Pete menghela nafas. Astaga, kekasihnya bertambah satu lagi.
Chang'e turut menghela nafas. Dirinya tahu, Pete sebenarnya begitu keberatan dengan nya, karena dirinya terlalu sempurna di mata Pete sehingga Pete menganggap hubungan mereka terlalu keterlaluan.
Berapa kali pun Chang'e berupaya untuk meraih hati Pete, tidak akan bisa. Pete hanya menganggapnya seorang dewi yang berstatus lebih tinggi darinya.
__ADS_1
Oleh karena itulah, dewi Chang'e tidak akan pernah jauh-jauh dari Pete, bermaksud melindunginya. Bahkan diam-diam, dirinya mempersiapkan kemampuan menukar jiwa apabila Pete tidak dapat dipastikan hidup lagi, dengan jiwanya sendiri sebagai korbannya.
Perlahan, Dewi bulan ini meneteskan air matanya. Namun, dirinya mengupayakan agar Pete tidak menyadarinya, walaupun percuma. Begitu Chang'e bertingkah begitu aneh di mata Pete. Pete akan langsung memeriksa apa yang terjadi sesungguhnya.
Pete mengusap air matanya. Sudah diduga, bahwa Pete telah menyadarinya tengah menangis. "Jangan menangis."
----
Pete terkejut, karena sosok yang begitu ditakuti Sharance muncul. Siapa lagi kalau bukan Raja monster Privera bernama Racoon.
Namun, monster ini muncul di hadapan Pete yang berarti monster tersebut memang akan menghadapi lawan yang tidak akan dirinya sangka begitu kuat.
"Tidak aku sangka kita bertemu di sini, monster!" ucap Pete begitu dingin.
Teringat bahwa dahulu, monster ini suka sekali mengincar Raven dan May setiap kali muncul di Sharance. Membuat Pete begitu kesal setengah mati, yang ujung-ujungnya Pete yang hampir mengorbankan nyawanya. Namun selalu selamat.
Monster itu menatap Pete begitu tajam. Dirinya teringat bahwa lelaki itu adalah seorang bocah yang dirinya pukul sebelumnya. Berarti Pete masih hidup.
Monster tersebut mengalun, bermaksud menurunkan nyali Pete. Namun, Pete sama sekali tidak bisa mampu ditakuti.
Pete langsung menyiapkan pedang Misterius, dan menyerang Racoon. Astaga, kemampuan Pete memang di luar nalar.
Pete segera menembakkan serangan gelombang tusukan pedang 'Jurus pedang semesta' yang menghantam bagai petir. Racoon mulai mengerang kesakitan. Mendadak Racoon melepaskan serangan daun runcing ke arah Pete.
Serangan ini bukan serangan daun biasa. Daun ini dapat menusuk lawan seperti sebuah pisau. Jadi Pete harus menghindari serangannya.
Pete bergerak maju, hendak menebas dengan 'Jurus pedang empat musim:amukan musim dingin.' Astaga, monster tersebut menerima luka yang cukup parah.
Monster tersebut mulai memutuskan untuk melarikan diri. Memangnya siapa yang mau menghadapi lawan yang begitu kuat? Musuh di arena saja kebanyakan yang ketar-ketir jika bertemu dengannya sebagai lawannya.
Pete mengerutkan keningnya. "Mau kabur?"
Pete langsung mengaktifkan kemampuan jiwa Skelefang miliknya, suaranya membuat Monster tersebut tertegun seolah-olah terkena efek Stun.
Pete menciptakan sayap semu di punggungnya, lalu melesat mengejarnya. Pete segera mengayunkan pedangnya, menebas lehernya.
Sial, ternyata tulangnya juga sekuat baja. Pete langsung berubah menjadi seekor Naga semu, kemudian membelit Racoon dan menggigit tubuhnya.
__ADS_1
Racoon mulai berontak, menyadari energi miliknya disedot oleh makhluk ini. Namun, sayang sekali. Pete telah mengendalikan naga tersebut membelit tubuhnya sedemikian rupa, sehingga sulit bagi makhluk iu untuk melepaskan diri.
Energi terserap begitu cepat, mulai membuat Racoon mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya, lalu akhirnya tidak sadarkan Diri. Namun, Naga tersebut masih belum puas, masih terus menyerap energi Jiwa Racoon sampai habis tidak tersisa.
Pete berhasil membunuh Racoon yang selama ini selalu membuat ulah. Tidak diketahui apa motifnya, akan tetapi sepertinya Racoon memang begitu menyukai kekacauan.
Hidupnya telah berakhir di tangan Pete. Benar-Benar mengejutkan. Pete pun melanjutkan perjalanannya, sampai akhirnya memasuki wilayah kecil bernama Kardia.
Astaga, nama wilayah yang begitu unik. Namun, mendadak datang para kesatria Paladin mengepung dirinya.
Pete mengerutkan keningnya. Tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi sebenarnya. "Target malah datang ke markas kita, sungguh sebuah keberuntungan! Ayo kita tangkap!"
"Tunggu dulu! Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Pete.
Mendadak dari atas terdapat jaring yang bergerak, sepertinya ke arahnya. Pete segera melompat ke belakang, seketika selamat dari jaring perangkap.
"Maju!"
Pete tidak punya pilihan lain, terpaksa menjadi Naga semu. Mereka semua pun langsung terkaget.
Tanpa menunda waktu, Pete menembakkan serangan 'gelombang api Draconian,' sukses memporakporandakan mereka semua.
Urusan selesai. Pete merogoh saku mereka dan menemukan batu kristal yang sama dengan yang mengincar Raven.
"Jadi mereka pemburu time Jacker? Pantas mereka mengincarku. Sepertinya pergi ke Kardia bukanlah keputusan yang bagus."
Pete segera menjauhi tempat tersebut, merasa memang tempat itu begitu berbahaya. Tidak baik untuk berada di wilayah sana.
Pete melanjutkan perjalanan, sampai dirinya mencapai wilayah gurun pasir seperti Sol Terano, namun lokasi ini dulunya bernama Univir Settlement.
Lokasi disana begitu kering, apapun yang ditanam pasti akan mati. Benar-benar mencengangkan. Terdapat juga bekas pertambangan. Seketika Pete memahami sesuatu. Lokasi ini pasti milik bangsa Univir yang mengalami penggusuran oleh keluarga Hunter atas nama Perusahaan Shinra.
Astaga, tempat ini begitu sepi. Memang tempat ini tidak mungkin ditinggali oleh siapapun karena ketidakmungkinan untuk menanam sesuatu di sini saking matinya tempat ini.
Pete menghela nafas pelan, tidak disangka dirinya sampai di tempat ini. Pete terus berjalan hingga menemukan rumah yang masih kokoh berdiri. Pete mengerutkan keningnya, rumah ini seperti ditinggali oleh seseorang. Tetapi siapa yang tinggal di sini?
__ADS_1
Pete mengetuk pintu, kemudian memasuki rumah tersebut. Astaga, begitu rapi dan bersih akan tetapi tiada orang.