
Masuknya Pete ke dalam bar membuat mereka langsung meliriknya begitu lekat. Pete sempat melihat isi sakunya yang tidak ada apa-apa. Itu membuat mereka mengira bahwa Pete itu tidak punya uang, namun maksa buat masuk ke dalam bar.
Jangan lupakan bahwa Outfit pakaiannya tidak pernah diganti, walaupun terlihat bersih namun tetap saja begitu lusuh. Namun, senjata pedang di pinggangnya membuat mereka mengira-ngira.
Sacred Valley: Aksi sang kultivator
Episode 145. Aksi dimulai!
Dengan begitu tenang, dirinya memesan Wine sebotol, bukan untuk diminum, sih. Tetapi untuk oleh-oleh untuk Xiao Chi, mengingat Pete sangat membenci alkohol.
"Maaf, harus dibayar di muka."
Pete mengerutkan keningnya, namun dirinya menuruti. Begitu tangannya terayunkan, mendadak uang bertebaran di atas meja. Itu membuat mereka terkejut, kemudian malah memeriksa yang di kantongnya sendiri. Bahkan Kasir pun ikutan.
"Kenapa? Ini bukan sihir pengambil uang orang, tetapi dimensi penyimpanan."
Kasir pun terkejut seketika dan malah salah tingkah, sampai-sampai dirinya salah mengambilkan pesanan.
"Aku hanya beli wine, bukan Bir."
Kembali Kasir tersebut mengambilkan Wine. Astaga, Kasir itu terlihat begitu salah tingkah karena saking terkejutnya dirinya sampai salah ambil pesanan.
Mendadak pintu terdobrak keras. Terlihat para Preman berpakaian pegawai Shinra memasuki tempat itu. Seketika mereka langsung cemberut melihatnya.
Pete terlihat berbalik menatap mereka sambil membawa Sebotol Wine. "Hey, itu Wine kesukaanku, bagi kepadaku!"
Pete mengerutkan keningnya dan seketika Wine tersebut hilang di tangannya (yang sebenarnya terjadi adalah tersimpan di cincin penyimpanannya), membuat mereka kebingungan lagi. Mungkin yang Pete katakan sebelumnya itu benar bahwa Pete memiliki dimensi penyimpanan, pikir mereka.
"Hey, kemana perginya Wine milikmu itu?"
"Sepertinya ada pengacau ke mari. Jika kau menginginkan Wine yang aku baru saja aku beli, kemarilah melawan aku."
Seketika mereka langsung marah mendengar ucapan Pete. "Kau! Beraninya menantangku! Apa kau tidak tahu siapa aku?"
"Tidak peduli siapapun dirimu, akan aku ladeni. Kemarilah!"
Astaga, Pete benar-benar memprovokasi mereka? Ini bisa dikatakan begitu berlebihan, namun Pete menyimpan kebencian kepada logo Shinra yang seenak jidat mengeksploitasi energi alam secara mentah-mentah.
Merasa tertantang, mereka pun segera melesat maju. Namun mereka malah terlihat begitu menyerang asal-asalan tanpa strategi. Sehingga dengan mudah, Pete mengatasinya hanya dengan pedangnya saja.
__ADS_1
Itu membuat mereka langsung bergegas untuk mendekati Pete, begitulah awal mula bergabungnya dirinya ke para pemberontak.
Urat kepala Pete tampak muncul di keningnya saat melihat Peta persebaran reaktor Shinra begitu banyak dan merata. Astaga, jikalau begini terus maka dalam waktu kurang dari sepuluh tahun lagi, Leaf Valley akan mengalami kiamat.
"Kita telah menghancurkan tiga belas reaktor mereka dan pasti mereka akan melipatgandakan pertahanan, yang akan semakin sulit untuk menghancurkan reaktor selanjutnya.
Untuk itu, Pete bertugas menghadapi mereka semua sembari melindungi kami dari serangan mereka. Sisanya ikut aku untuk membantu percepatan pemasangan peledak," ucap seorang lelaki paruh baya.
Pete mengerutkan keningnya. "Aku?"
"Ya!"
"Menghadapi mereka semua?" Tanya Pete ulang.
Mendadak lelaki itu gusar. "Kau sama sekali tidak bisa mendengar dengan jelas?"
"Maksudku, aku menghadapi mereka semua sendirian? Apakah itu adil?"
"Kau tidak sendirian. Aku akan ikut denganmu, Sebagai Core," ucap seorang gadis menawarkan dirinya
"Hey, apakah kau kira aku Tanker?"
"Tetapi aku sudah punya kekasih."
"Kalau begitu, berjuanglah menghadapi mereka, kacaukan lini depan mereka dan beberapa dari kami akan berupaya untuk terus menerobos ke dalam reaktor."
"Oke, aku setuju."
Mereka pun akhirnya mencapai kesepakatan. Satu hal yang terpenting adalah setidaknya Pete memiliki rekan yang berguna di saat dirinya di Gank oleh mereka. Yang Pete butuhkan sebenarnya andalah Infiltran yang menculik lawan tipe
garis belakang yang biasanya menjadi penentu kemenangan. Namun Infiltran ini malah mendapatkan tugas menyusup ke reaktor dan menempatkan peledak tanpa harus ketahuan.
Mereka pun akhirnya mulai melancarkan aksi nya. Pete dibantu beberapa rekannya mulai membuat kekacauan sehingga sebagian atensi musuh tertuju kepada mereka.
Seperti yang telah diduga sebelumnya, mereka memang terlihat begitu menyerang secara farmasi, membuat Pete merasa kesulitan untuk menghadapi mereka. Salah satu kaidah perang mengatakan, 'Sehebat-hebatnya dirimu, kalau sudah kalah jumlah, kemampuan mekanik, Posisi, Dan bahkan strategi, hasilnya pasti akan kalah.' Dan itu memang kenyataannya.
Lihatlah Douji yang dikenal sebagai pendekar yang dikatakan paling tidak terkalahkan di Leaf Valley pada tiga puluh tahun yang lalu pada akhirnya dikalahkan tiga pendekar paruh baya, enam pemuda pendekar dan seorang bocah dengan kemampuan kombinasi pertempuran yang begitu mengagumkan.
__ADS_1
Sial, Saat ini mereka tengah terdesak, apalagi rekannya rupanya tidak memahami cara kombinasikan pertarungan. Ini buruk, Pete terjepit. Mau tidak mau, Pete harus melesat mundur, membiarkan rekannya masih tertinggal di sana sebagai strategi.
Semua rekannya terkaget karena Pete meninggalkan mereka. Mereka pun mengira Pete telah berkhianat. Namun, saat rekannya terkepung, mendadak melesat seekor Naga yang langsung menghancurkan kepungan mereka.
Melihatnya membuat musuh justru tidak gentar. Mendadak menciptakan segel yang merantai tubuh naga tersebut. Semua rekannya hanya bisa terdiam karena berupaya mencerna apa yang telah terjadi.
Mendadak tubuh Naga tersebut pecah, menciptakan pecahan mirip puing-puing kaca yang segera menyambar mereka. Seketika musuh rata terbunuh.
"Pete, kau bisa jadi seekor Naga?" tanya Maria yang ikut dalam rekan mereka.
"Hanya naga Semu. Ayo lanjut maju!"
Mendadak musuh kembali berdatangan lagi. Pete kembali melesat mundur dan tidak butuh waktu lama bagi Pete untuk kembali dengan wujud Naga.
Para musuh terkaget karena mengira para pengacau memiliki Naga. Mereka pun berupaya untuk memancing Naga tersebut agar masuk ke dalam perangkap.
Pete menyadari itu, namun tetap saja melesat masuk ke dalam sana. Begitu masuk ke perangkap, dirinya mulai terikat rantai. Pete kemudian mencoba menggerakkan tubuh besarnya yang sebenarnya semu, namun rupanya tidak bisa.
"Kita berhasil menangkapnya!" teriak musuh kegirangan. Mendadak tubuh tersebut pecah menjadi serpihan dan melesat secara mendadak ke arah mereka.
Mereka pun tidak bisa menghindari serangan saking terkejutnya, membuatnya terbunuh rata. Astaga, benar-benar cerdik diluar nalar.
Mendadak terdengar suara perintah dari atasan, meminta segera mundur. Namun di saat bersamaan, musuh datang terus menerus. Pete tertahan di dalam bola perlindungan semu.
Tidak lama kemudian, terjadi ledakan yang super dahsyat membuat musuh semua pun terbunuh, tersisa Pete yang masih untuh tidak terluka sedikitpun, yang berarti Pete masih selamat dari ledakan besar tersebut.
"Tidak aku sangka, jiwa Skelefang begitu kuat seperti ini. Bahkan ledakan sebesar ini masih mampu menahannya."
"Itu karena kau telah menerima energi Jiwa Murni milik Dia sebelumnya dan telah meningkatkan kemampuan jiwa Skelefang milikmu."
Pria paruh baya tadi begitu terkejut karena mendengar ucapan rekan yang tergabung pada misi pengacauan Pete.
"Pete telah terbunuh? Mengapa kalian gagal menyelamatkannya?"
"Maaf boss, kami sudah berupaya, namun posisinya sebagai Initiator sangat sulit untuk di selamatkan. Lagipula, Pete juga meminta kami untuk segera pergi. Oleh karena itulah, mengapa kami terpaksa melepaskan Pete."
"Astaga, kita telah kehilangan Initiator hebat seperti dirinya. Padahal kita berencana menyerang Reaktor lainnya dengan bantuannya. Sekarang kita tidak akan mampu lagi mendapatkan kemenangan seperti ini lagi."
__ADS_1
Maria, putri tersebut langsung menundukkan kepalanya. Dirinya merasa bahwa kematian Pete begitu disayangkan, padahal kemampuannya hebat.
"Astaga, aku masih hidup, woy! Mengapa kalian malah berkabung seperti ini? Astaga."