Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 142


__ADS_3

...Sacred Valley:awal perjalanan kultivator ...


...Episode 142. sebuah kota dengan penemuan mengejutkan ...


Sakuya dan Pete mulai hendak berpisah. Mereka pun saling melambaikan tangannya sebagai tanda ucapan selamat jalan. Yah, mereka pun memutuskan berpisah karena Sakuya hendak pulang ke Collossum, ywng memang rumahnya begitu dekat dearema dekat dengan arena.


Pete meneruskan perjalanannya, sampai di lokasi yang membuat Pete mengerutkan dahinya. Terdapat pohon aneh yang terlihat tumbang sana-sini. Juga terlihat sebuah rumah di dinding  yang mirip sekali dengan pasar di situs Kirii. Bedanya, disini tidak hanya terlihat terbengkalai, melainkan juga rusak berat.


Pete juga menemukan jejak-jejak pertempuran yang sangat aneh. Ditemukan juga sebuah pedang berkarat yang sangat kuno sekali. Terlihat juga bola besi yang terbenam di dinding. Juga berbagai Fosil-fosil seseorang yang terbalut baju Zirah. 


Mungkin di sini memang terjadi pertempuran yang sangat dahsyat, yang akhirnya membuat wilayah ini menjadi kacau sekali seperti ini. 


Pete meneruskan penjelajahan dan menemukan berbagai koin mata uang dalam satuan VAR, yang dahulu memang beredar di bagian timur, kemudian diganti dengan uang global, Gold.


Koin ini sama sekali tidak berguna. Namun dirinya juga menemukan koin sihir yang bahkan memiliki kekuatan yang begitu kental, tidak seperti koin sihir jaman sekarang yang diciptakan Edirutho.


Pete segera mengumpulkan koin tersebut. Bagaimana pun, koin ini memiliki kemampuan yang sama persis seperti koin Martial. Memilikinya berarti sama saja dengan memiliki koin Martial.


Pete memasuki sebuah Goa dan menjelajahi sampai di ruangan paling dalam. Alangkah terkejutnya karena terdapat batu berukuran begitu besar, tidak. Sangat besar dan itu bukan batu. Twilight Orb, yang menurut buku pelajaran yang dirinya pernah baca, Twilight Orb adalah sebuah Orb yang menjadi salah satu dari delapan Orb terkuat yang paling diincar seluruh dunia Leaf Valley. Bahkan Twilight Orb menduduki peringkat pertama!


Terdapat misteri di Orb berwarna orange Senja ini, yang hanya orang tertentu yang dapat mempelajarinya. Konon, mereka percaya dengan memiliki Orb jenis ini, mereka dapat mengendalikan Musim, bahkan siang dan malam. Namun, Pete masih tidak bisa mempercayainya. 


Pete menyentuh Orb tersebut dan mendadak meresap di tangannya, kemudian terasa hilang tanpa jejak. Pete menjadi bingung, sebenarnya apa yang terjadi?


'Tidak aku sangka kau menyimpannya di dalam alam kesadaranmu sendiri.'


Pete menoleh dan mendapati Chang'e di sisinya. "Aku tidak tahu nama bola aneh itu, tetapi yang aku tahu, bola itu adalah salah satu dari delapan inti dari dunia ini. Saat dunia ini dibelah oleh kaisar langit, muncul delapan bola itu dengan warna yang berbeda dari belahan dunia itu.


Tidak salah lagi, bola itu adalah inti dari dunia ini. Keempat dari bola itu berada di dunia Sacred Land dan sisanya ... rahasia."


Mata Pete membola. "Hey, beritahu lah lokasi Orb yang tersisa padaku. Bukankah aku dilahirkan untuk menyatukan dunia ini?"


Chang'e memutar bola matanya malas. "Kau sudah memangsa Tunanganmu dua kali. Masa tidak tahu bahwa ada aura bola, eh- tadi apa namanya itu?"


Pete mengerutkan keningnya. "Maksudnya? Bola Orb itu ada pada dirinya?"

__ADS_1


"Ya, Orb. Dan itu memang ada di tubuh Kekasihmu. Masa kau sama sekali tidak tahu? Astaga, rupanya kau begitu bodoh sekali."


Pete menghela nafas pelan, dikatai bodoh itu tidak enak. "Lalu dua lagi, dimana?"


Chang'e malah melotot. "Kau sama sekali tidak tahu?"


Pete mengerutkan keningnya, lagi. Terlihat Chang'e malah marah, membuat Pete terheran. Apakah salah jika dirinya tidak tahu?


"Mana aku tahu?"


Chang'e menghela nafasnya, lalu bertanya ulang. "Kau sama sekali tidak tahu?"


Pete menggelengkan kepalanya.


"Serius?" tanya Chang'e lagi. Dirinya sama sekali tidak percaya jika Pete sama sekali tidak tahu, dan dengan kemampuan aktingnya yang sempurna, mungkin saja Pete sedang melakukan troll. Siapa tahu, bukan?


Lagi-lagi Pete menggelengkan kepalanya. Astaga, Pete benar-benar tidak bercanda.


"Kau ini benar-benar bodoh, Arrrrggghhhh!!!" teriak Chang'e, yang walaupun teriak sekeras apapun tidak akan mungkin pernah didengar oleh orang lain tanpa berkemampuan tinggi.


Chang'e pun berupaya mengontrol emosinya. "Sisanya itu ada di kedua kekasihmu yang lainnya."


Mata Pete membola. "Hah? Bagaimana bisa?"


Chang'e menatap Pete begitu kesal. "Bagaimana bisa aku memiliki orang bodoh seperti ini. Kau tidak tahu kah, mengapa hubungan antara kau dan Raven diakui oleh langit dan bumi karena Raven memiliki Orb yang dapat mengendalikan dunia ini."


Pete menghela nafas kesal. "Aku memang tidak tahu soal itu. Janganlah mengatai seperti itu. Panas telingaku ini. Lalu bagaimana dengan Alice?"


Chang'e berfikir sejenak. "Gadis itu memilikinya sejak lahir." 


Pete mengerutkan keningnya. "Kekuatan pembawaan ya?"


Chang'e menggelengkan kepalanya. "Tidak. Pasti ada seseorang yang memberikannya kepada Alice saat masih kecil, lalu diamankan ke dunia ini."


"Bagaimana bisa kau menebak begitu?" tanya Pete.

__ADS_1


"Tidak mungkin putri seorang dewi sihir diamankan kemari. Tetapi bola Orb itu memang ada di dirinya. Beruntunglah, keempat bola itu sudah ada pada genggamannya, tinggal beberapa bola lainnya, tetapi jangan khawatir. Pasti ada seseorang dari Sacred Land yang memiliki bola itu."


Pete melanjutkan pencarian harta karun semakin ke dalam, dan akhirnya keluar dengan jurus seribu kaki, alias lari. Tidak disangka di dalam terdapat ular TitanoBoa, dan ular itu mengejar Pete karena telah berani mengganggu dirinya yang tengah tertidur begitu nyenyak dengan mimpi yang terlalu indah.


"Pete bodoh! Sudah tahu ada ular di dalam Goa bukannya langsung keluar selagi ular itu masih tertidur, malah kau lempari batu!" ucap Chang'e kesal.


Pete malah tertawa selagi berlari. "Itu namanya Skill Retribution. Memangnya kau tahu apa soal itu?"


"Retribution kepalamu! Karena kepintaranmu yang kau dapat dari Selokan itu membuat dirimu dalam bahaya, Idiot! Arrgghhhh!" Hahaha, sepertinya sifat Pete kumat lagi, membuat Chang'e uring-uringan.


---


Pete dan Chang'e terlihat ngos-ngosan karena dikejar TitanoBoa, pada akhirnya mereka berhasil menyelamatkan dirinya setelah menghilangkan jejak. Lucu, karena Chang'e  ikut ngos-ngosan bukan karena dirinya berlari begitu jauh, melainkan karena khawatir dengan keselamatan Pete, mengingat tadi itu adalah ular yang sangat berbahaya.


Dirinya juga masih ingat, Pete mengatakan bahwa gilirannya dapat memberikan efek Poison (racun) dan Seal (ketidakmampuan menggunakan skill sihir seperti Eksplode) juga Paralysis (sulit bergerak.)


Chang'e  bergerutu. "Sial, kau bahkan membuatku ngos-ngosan karena merasa sangat panik dengan keselamatanmu."


Pete tertawa. "Rasanya begitu menyenangkan."


Chang'e mendelik, sampai tidak sadar bahwa dirinya berkata begitu ceroboh. "Menyenangkan kepalamu! Dasar, beruntunglah karena kau masih bisa lolos darinya. Kalau tidak, mungkin aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan mengorbankan jiwaku."


Pete langsung meraih Chang'e dan membawanya ke pelukan Pete. Sungguh bukanlah merupakan hal biasa bagi Chang'e. "Terima kasih karena kau telah memikirkan keselamatanku. Akan tetapi, kau tidak seharusnya melakukan itu."


Chang'e mulai merasa begitu risih, mengingat Pete telah memeluknya sedemikian erat. Chang'e mendadak memahami sesuatu. Pete mulai memperhatikan dirinya juga.


"Yang harus kita lakukan adalah bersatu untuk mengatasi serangan lawan."


Mendadak seekor TitanoBoa berhasil menemukan mereka. Chang'e terkejut bukan main, segera melepaskan pelukan Pete dan bergerak di garda terdepan, sebelum dirinya kemudian malah diraih oleh Pete. "Seekor ular sepertinya harus dihadapi dengan kemampuan ular naga."


Pete mengeluarkan sebuah kekuatan Surgawi miliknya, Pedestal dan mengaktifkan garis darahnya, kemudian bersatu menjadi seekor Naga.


Mendadak seekor TitanoBoa tersebut langsung kabur, menyadari bahwa dirinya bertemu lawan yang salah.


Melihatnya membuat Pete menghela nafas pelan, kemudian kembali ke wujudnya semula. "Baru menjadi seekor Naga, sudah main kabur saja di TitanoBoa ini.

__ADS_1


"Melawan dengan tipu? Tch! Benar-benar bukan main," ucap Chang'e, merasa begitu konyol.


__ADS_2