Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Luka parah


__ADS_3

Micah yang terbaring di tempat tidur di sebuah klinik, sedang dirawat karena luka-luka yang dideritanya dalam pertarungan melawan Dia Finch. Di samping tempat tidurnya terlihat Fifi, faerie summon yang selalu menemaninya dan memberikan dukungan selama pertarungan, dan Raven Kane, gadis pendiam yang sering kali membantu Micah dalam misi-misi yang ia jalankan.


Raven kane duduk di samping tempat tidur Micah, sambil memandanginya dengan keprihatinan. Ia merasa sangat khawatir dengan kondisi Micah yang masih terlihat lemah dan tidak sadarkan diri. Sedangkan Marian lewis terlihat serius sambil memperhatikan hasil tes darah Micah yang baru saja keluar.


Setelah sejenak berdiam diri, Marian menghampiri tempat tidur Micah dan menarik kursi untuk duduk di sebelahnya. "Hasil tes darahmu baik-baik saja," ujarnya dengan suara rendah. "Tapi kamu masih butuh waktu untuk pulih dari luka-lukamu."


Micah membuka matanya pelan-pelan dan tersenyum kecil pada Marian dan Raven Kane. "Terima kasih, teman-teman," katanya dengan suara lemah. "Aku benar-benar beruntung memiliki kalian di sisiku."


Marian tersenyum bahagia dan mengelus kepala Micah dengan lembut. "Tentu saja, kita selalu ada untukmu," ujarnya dengan suara lembut. "Dan kami pasti akan membantumu pulih sepenuhnya."


Marian mengangguk dan menunjukkan sebuah kotak kecil yang ia bawa. "Ini adalah obat herbal yang akan membantumu pulih lebih cepat," katanya sambil menunjukkan kotak tersebut pada Micah. "Dan aku juga membawa beberapa buku tentang pengobatan alternatif yang mungkin bisa membantumu dalam masa pemulihan. Jadi jangan khawatir, kau pasti akan segera sembuh"


Micah tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih pada Marian dan Raven Kane. Ia merasa sangat bersyukur memiliki teman-teman yang selalu siap membantunya dalam situasi apapun.


Mendadak, Marian menarik tangan Raven Kane agar ikut keluar ruang perawatan. Mendadak, Marian memberikan laporan yang asli dimana keadaan Micah tidaklah sebaik pada laporan yang diberitahukan pada di depan Micah.


"Kau menyembunyikan hal sebesar ini?" tanya Raven terkejut.


Marian menghela nafasnya, kemudian memutuskan untuk menjawab, "aku tidak mungkin mengatakan hal yang sesungguhnya pada Micah. Takutnya dirinya akan sulit untuk dikendalikan. Bagaimana pun luka pada organ Vitalnya begitu parah, kita tidak bisa membuatnya frustasi. Aku akan mencoba mencari bantuan dengan menghubungi beberapa Medis terkemuka."


"Bagaimana bisa? Bukankah ..." Raven belum selesai menyelesaikan kalimatnya, di saat dirinya mendadak teringat bahwa Micah terakhir kali menerima serangan mematikan Dia Finch yang targetnya arah Faerie milik Micah. Di saat itu terlihat Micah memuntahkan darah begitu banyak, kemudian meyakini bahwa serangan itulah membuat Micah terluka parah seperti ini.


Mendadak Raven mengeratkan kepalan tangannya. Sengan sangat geram, Raven berucap, "Dia Finch, lihat saja pada satu krsempatan. Akan aku buat dirimu terkapar sampai tidak mampu berdiri lagi!'

__ADS_1


---


Setelah beberapa hari berada di klinik, Micah masih terlihat lemah dan sering tertidur. Pada suatu sore, ketika Micah tertidur pulas, Raven sedang duduk di sampingnya, sambil membaca buku. Tiba-tiba, Dia Finch muncul di pintu kamar dan meminta untuk menjenguk Micah.


Raven menatap Dia Finch dengan tatapan tajam. Dirinya sangat membenci gadis itu, kemudian berucap,  "Maaf, tapi Micah sedang dalam masa pemulihan dan tidak boleh diganggu," kata Raven dengan tegas.


Namun, Dia Finch tidak berhenti di situ. Dirinya malah memaksa untuk masuk, hanya untuk melihat keadaannya. Namun, mendadak Raven berdiri, kemudian mendorong Dia Finch agar keluar.


"Raven, kau ...."


Mendadak Raven berucap begitu dingin. "Micah tidak membutuhkan seseorang yang hampir membunuhnya," ucapnya.


Mendengarnya membuat Dia Finch mulai bertanya keadaan yang sebenarnya terjadi pada Micah. Namun Raven mendadak berbalik sambil berucap, "kau tidak perlu tahu!"


Micah terbangun dan merasa kebingungan melihat Raven dan Dia Finch berdebat sengit di sisinya. "Ada apa ini?" tanya Micah, sambil menggosok-gosok matanya.


"Jangan biarkan dia masuk, Micah. Dia tidak punya hak apa pun untuk datang kemari dan mengganggumu," ucap Raven dengan nada kesal.


Dia Finch terdiam sejenak, lalu membalas dengan nada tegas, "Kamu salah besar, Raven. Aku datang untuk menjenguk temanku yang terluka, dan aku mempunyai hak untuk itu."


Mendadak Raven tertawa, kemudian bertanya, "sejak kapan kau adalah temannya? Kau hanyalah orang yang hendak membunuhnya."


Dia Finch langsung terdiam sejenak, namun mendadak mereka berdua bertengkar. Micah hanya bisa menatap mereka dengan aneh, kemudian mendadak terbatuk-batuk

__ADS_1


Raven dan Dia Finch memandang Micah dan kemudian mendekati Micah dengan cemas, namun Raven mendadak berucap, "jangan kau sentuh Micah!"


Raven Kane rupanya segera memperingatkan Dia Finch untuk tidak menyentuh Micah lagi. Dia Finch terkejut dengan peringatan itu dan merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya.


Raven Kane kemudian menjelaskan, "Dia Finch, kau telah menyebabkan Micah terluka. Jadi, jangan sesekali menyentuh Micah atau aku sendiri yang akan menghalangi disini."


Setelah Raven Kane memperingatkan Dia Finch untuk tidak menyentuh Micah, Dia Finch merasa tidak terima dan mulai berdebat sengit dengan Raven. Dia Finch merasa bahwa ia tidak sepenuhnya bersalah atas cedera yang dialami Micah, dan bahwa Raven tidak memahami situasinya dengan benar. "Saat itu aku tengah kalap, jadi jangan salahkan aku yang tidak mampu mengendalikan diri! Dan juga, aku harus melihat Kondisi Micah."


Raven Kane mulai berucap, "Tindakanmu sangat tidak pantas. Apakah benar kau perempuan protektif? Lagipula, apapun alasannya, itu tidaklah merubah Fakta bahwa kau telah melukai Micah."


Namun, Dia Finch tetap mempertahankan pendiriannya dan merasa bahwa Raven Kane tidak memahami situasinya dengan benar. Debat mereka semakin memanas.


Micah merasa sedikit terganggu dengan situasi tersebut. Ia merasa senang karena Dia Finch sudi menjenguknya, tapi pada saat yang sama ia tidak ingin ada keributan atau pertengkaran di sekitarnya.


"Maafkan aku, Dia Finch. Tapi aku merasa sedikit kelelahan dan ingin istirahat sekarang," ucap Micah dengan lembut.


Dia Finch  mendadak mematap Micah, kemudian mengangguk pengertian, lalu pergi dengan perlahan. Raven terus memandang Dia Finch dengan tatapan curiga, namun ia tidak berbicara apa-apa lagi. Setelah Dia Finch pergi, Raven tetap duduk di samping Micah, sambil memegang tangan Micah dan memastikan bahwa Micah dalam keadaan yang baik.


Micah merasa lega setelah situasi tersebut mereda dan ia bisa kembali beristirahat. Ia menutup matanya dan kembali terlelap, sambil mengucapkan terima kasih dalam hatinya pada Dia Finch karena telah datang menjenguknya.


"Micah, sebaiknya kau terus beristirahat agar cepat sembuh. Aku akan menemani dirimu," pinta Raven, membuat Micah tersenyum, kemudian malah berucap, "kau harus bertindak seperti air, tidak pernah melawan arus."


Ucapan Micah membuat Raven terdiam sejenak, mendapati Micah mulai menutup matanya kembali, hendak tertidur.

__ADS_1


__ADS_2