
Pagi hari telah tiba, terlihat Micah mulai membuka lemarinya, terlihat satu Stel pakaian Paladin pemberian sosok misterius itu tengah siap untuk dipakai. Pakaian ini tidak biasa, setidaknya mampu meningkatkan kemampuan Deffence pada tubuhnya tanpa mengurangi kecepatan serangan, malah pakaian ini lebih ideal untuk serangan cepat.
Micah langsung mengambilnya dan mulai pergi ke kamar mandi, mulai berganti pakaiannya sehingga begitu Micah keluar dari sana, mulai terlihat bahwa Micah terlihat lebih baik menggunakan pakaian yang seperti ini. Pakaiannya masih terbuat dari metal, namun tidak berukuran besar dan berat seperti pakaian para Knight.
Tidak lagi menggunakan Iron Boots yang begitu berat namun High Deffence, melainkan KEEN Targhee III Hiking yang memberikan kenyamanan, perlindungan, dan daya tahan yang cukup untuk digunakan di berbagai medan.
Bahkan tidak lagi menggunakan Knight Helmet, melainkan Hachimaki yang dapat melindungi serangan sihir langsung ke kepala, muka Micah jadi terlihat lebih baik karena penggunaannya, walaupun masih kalah dengan ketampanan kakaknya. Jangan lupakan jubah putih tanpa simbolnya itu, semakin menambah pesonanya.
Terlihat bahwa Fifi juga terlihat menggunakan pakaiannya yang terlihat mirip sekali dengan Paladin. Itu membuat Micah bengong sendiri.
---------
Hari sudah mulai siang, walaupun masih terselimuti salju. Terlihat di arena, Raven Kane berhasil memenangkan pertandingan dan berhasil lolos ke Final, tinggal menunggu pemenang di babak terakhir, apakah Dia Finch yang terkenal sebagai juara bertahan di tahun lalu atau Micah yang kali ini menjadi kuda hitam yang mengejutkan menaklukkan keempat Fourious Five. Patut dinantikan.
Namun, prediksi menyebutkan bahwa Dia Finch akan menang. Sementara itu Micah sama sekali tidak terlibat di arena, membuat Raven cemas. Meskipun baik untuk keselamatan Micah, namun itu tidak naik untuk reputasinya.
Mendadak seseorang memasuki arena. Lelaki itu bernama Cadman Hunter. Lelaki ini adalah putra dari keluarga inti Hunter yang sangat sombong. Bahkan Alice yang merupakan Saudarinya tidak menyukai orang ini.
"Semua pendukung dari Sol terano yang berbahagia! Jangan buang buang waktu lagi, mari kita sambut the best of Fourious Five yang kemampuannya mampu mengguncang dunia yang akan menghadapi kuda hitam Sharance yang tidak ada apa-apanya! Inilah beliau, Nona Finch!"
Pintu mulai terbuka, terlihat Dia Finch langsung berjalan dengan begitu anggun ke dalam arena. Semuanya bersorak, "Nona Finch! Nona Finch!"
Namun, apa yang Cadman Hunter katakan juga menyulut kemarahan penonton dari Sharance, bahkan Collete melakukan teleport yang sudah terlambat bagi Rusk untuk menghalangi. Astaga, apa yang Collete lakukan?
"Baiklah, semua pendukung Sharance, jangan kau mengira bahwa kuda hitam Sgarance tiada apa-apanya seperti yang orang gila ini katakan! Biar aku perjelas, Micah yang dianggap kuda hitam bukanlah Warrior, melainkan Paladin. Kemampuannya tidak bisa di anggap lemah jika sudah dalam mode Paladin, ditambah Summon terlatihnya berupa Faerie. Mari kita sambut the Great of black Light Paladin, Micah Handerson!"
Pintu terbuka, terlihat Micah dengan Style yang begitu berbeda, ia mengenakan Pakaian Paladin yang terlihat begitu elegan dan gagah. Sorakan penonton semakin kencang, terutama dari pendukung Sharance.
__ADS_1
Bahkan, langit seolah menyambut Micah. Saat dirinya berjalan, seketika angin tertiup yang membuat jubah putih tanpa simbolnya itu berkibar-kibar, menunjukkan pesonanya sendiri.
Raven yang sebelumnya cemas kini merasa lega. Ia tahu bahwa Micah memiliki keahlian yang sangat hebat sebagai Paladin dan Summoner Faerie-nya yang terlatih dengan baik, sehingga ia yakin Micah mampu memberikan persaingan yang sengit di Final.
Namun, di sisi lain, Dia Finch yang sebelumnya begitu anggun dan percaya diri, kini terlihat sedikit gugup. Namun, Dia Finch mulai berupaya untuk terlihat tidak terpengaruh dan tetap siap untuk bertarung.
Micah dan Dia telah bertemu. Dia Finch mengungkit hal yang menurutnya merupakan pelecehan dan mengungkapkan kekesalannya atas kesedihan Gina. Micah kemudian mencoba untuk berbicara dengan Dia dan memberikan penjelasan, tetapi Dia tetap bersikeras untuk melawan Micah.
"Aku sudah bilang bahwa aku tidak sengaja karena tersandung. Tetapi terserahmu saja lah. Jika aku mengungkit bahwa kau yang lebih dulu menyentuh bahuku juga pasti tidak akan terima. Dasar perempuan."
Dia mengeratkan kepalan tangannya, tidak menyangka bahwa Micah mengingatnya. Namun dirinya juga harus terdiam karena tidak mungkin dirinya marah tidak terima.
"Aku juga tidak menyangka bahwa serangan malah mengenai harimau api itu, tetapi aku dengar harimau itu sudah sembuh."
"Walaupun sudah sembuh, kau harus aku beri pelajaran!"
"Mulai saja pertarungannya."
Mendadak juri itu menatap Seseorang di sana. Terlihat pemimpin Sol terano mulai berucap begitu meminta.
"Baiklah. Pertandingan, Dimulai!"
Dia memutuskan untuk menggunakan selendangnya untuk menyerang Micah. Namun, Micah dengan tangkas berhasil menghindari serangan tersebut dengan melakukan gerakan yang cepat dan lincah.
Melihat keahlian Micah yang luar biasa, Dia mulai mengerti bahwa Micah bukanlah lawan yang mudah. Namun, Dia masih tetap bersikeras untuk melawan Micah dan terus menyerangnya dengan selendang putihnya.
Micah terus berusaha menghindari serangan selendang putih Dia dan mencari celah untuk menyerang. Dia terus menyerang Micah dengan serangan cepat dan lincah, membuat Micah kesulitan untuk menghindari serangannya.
__ADS_1
Namun, Micah tidak menyerah dan terus mencoba untuk mendekati Dia. Dia akhirnya berhasil mendekati Dia dan melakukan serangan pedangnya dengan cepat dan tiba-tiba. Namun, Dia mampu menghindari serangan tersebut dengan gesekan selendangnya
Saat Micah mencoba mendekat, Dia menggunakan selendang putihnya untuk menyerang dengan gerakan yang lincah dan cepat sehingga membuat Micah kesulitan untuk mendekat. Namun, Micah tidak putus asa dan terus mencoba mendekat dengan menghindari serangan selendang Dia.
Setelah beberapa percobaan, Micah berhasil memotong selendang putih Dia dengan pedangnya yang kuat. Namun, Dia tetap berdiri dengan tenang dan menunjukkan bahwa selendang putihnya bisa menyatu kembali dan kembali ke keadaan semula.
Micah menggunakan sihir untuk menghindari serangan dari Selendang putih Dia Finch. Namun, Dia Finch mampu memanipulasi energi dan mengontrol medan perang, membuat Micah kesulitan untuk mendekatinya. Meski begitu, Micah tidak menyerah dan terus mencari celah untuk menyerang.
Mendadak Micah teringat dengan Fifi, yang mungkin sudah menunggu. Micah kemudian Summon Faerie yang kemudian mulai memberikan kontribusi. Mendadak Stagnit Es mengepung Dia Finch, lalu segera menikamnya, namun hanya dengan selendangnya sudah cukup untuk membalikkan keadaan. Ini buruk, pikir Micah.
Mendadak Fifi menciptakan Stagnit Es lagi, yang membuat Micah menatapnya. Serangan yang sama tidak mungkin akan berhasil. Namun, dari tatapan isyarat Fifi, Micah mulai mengerti.
Mendadak Micah maju menyerang Dia Finch, dengan menggunakan Stagnit itu sebagai pijakan dengan kemampuan menyerang sembari melompat-lompat. Kelincahan Micah terlalu tinggi, membuat serangannya sangat sulit untuk dihindari. Bahkan pada situasi ini malah mendukung Micah.
Mendadak Micah melompat ke udara dan Stagnit itu mulai menikam Dia Finch, yang beruntung masih dapat ditangkis dengan Selendangnya yang seperti ular. Namun, tidak sampai disitu saja. Micah turun dari udara, hendak menikam Dia Finch dari atas.
Dia Finch langsung melompat mundur. Tidak disangka bahwa terjadi hal yang seperti ini. Tidak heran jika Collete mengatakan Faerie yang telah terlatih. Benar-benar Jenius.
Mendadak Micah mengayunkan pedangnya, menciptakan gelombang tebasan yang mematikan, namun malah mengarah ke tanah. Serangan aneh, menciptakan ledakan yang seketika membuat debu beterbangan.
Mendadak Micah melempar pedang Cahayanya ke pada Faerie, kemudian dirinya sendiri menggunakan pedang kegelapannya. Mereka pun mulai menggunakan kekuatan Aura pedang mereka masing masing.
Terlihat Dia mulai menghempas udara, menyingkirkan debu yang bertentangan. Mendadak Micah dan Fifi mulai maju dan seketika mereka malah transformasi menjadi semacam kekuatan Comet hitam dan putih yang menyerang Dia secara mengejutkan. "Sial tekhnik apa lagi ini?"
Micah dan Fifi mulai menunjukkan bahwa mereka dapat membalikkan keadaan dengan serangan Combo.
Setelah serangan combo Micah dan Faerie berhasil membuat Dia Finch terdesak, Dia Finch kemudian mulai memikirkan apa yang harus dilakukan. Mendadak, Micah dan Fifi melancarkan serangan yang dirasa akan mengakhiri pertarungan ini, namun gadis itu malah menerbitkan senyumannya.
__ADS_1