Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Micah Vs Raven : Defeat


__ADS_3

Pada keesokan harinya, Micah sudah dapat diperbolehkan pulang nanti siang. Setelah melihat Keira Finch dan Raven Kane datang, Micah merasa sedikit gugup. Dia tidak yakin bagaimana dia harus berbicara dengan keduanya setelah apa yang terjadi sebelumnya.


Namun, Keira Finch segera memperhatikan Micah dan berjalan ke arah tempat tidurnya. "Bagaimana keadaanmu, Micah? Apakah kamu baik-baik saja?"


Micah merasa sedikit malu karena dia tidak tahu apa yang harus dia katakan. Dia hanya mengangguk dan tersenyum kecil.


Sementara itu, Raven Kane berdiri di belakang Keira Finch dengan senyum lebar di wajahnya. "Tentu saja dia baik-baik saja, Dia. Kau melihat betapa kuatnya dia di colosseum. Kau dalam mode Dewi kematian saja dapat diberikan serangan hujan Comet dan serangan Meteor."


Rusk dan Collete mengamati situasi dari sudut ruangan, tetapi mereka tidak mengambil bagian dalam percakapan. Mereka hanya melihat dengan diam, sementara Micah dan Keira Finch berbicara dengan tenang.


Namun, Raven Kane tidak bisa diam. Dia melangkah maju dan menatap Micah dengan tajam. "Kau tahu, Micah, aku merasa seperti kita belum selesai. Kita belum melanjutkan apa yang kita mulai di colosseum. Apakah kau merasa seperti itu juga?"


Micah merasa jantungnya berdebar. Dia tidak yakin apa yang harus dia katakan. "A-apa yang kau maksud, Raven?"


Raven tersenyum dan membalas, "Kita belum menyelesaikan pertarungan kita. Aku ingin bertarung di babak, dan aku ingin kamu menjadi lawanku dengan serius seperti kau begitu serius menghadapi Keira Finch!"


Micah merasa ragu. Dia tidak yakin apakah dia ingin melanjutkan pertarungan atau tidak. Tetapi Keira Finch segera mengambil tindakan.


"Maafkan aku, Raven, tetapi Micah perlu istirahat dan pulih dari cedera yang dideritanya di colosseum. Kita bisa mengatur pertarungan lain di kemudian hari, ketika Micah sudah siap."


Raven tidak terlihat terlalu senang dengan jawaban itu, tetapi dia mengangguk. "Baiklah, kita akan menunggu Micah pulih sepenuhnya. Tapi ketahuilah, Micah, pertarungan kita belum selesai. Aku pasti akan mengalahkannya dan meraih kemenangan untuk Sharance."


Mereka semua meninggalkan ruangan, dan Micah merasa lega bahwa Keira Finch membantu mengalihkan perhatian Raven. Dia masih belum tahu bagaimana dia harus berbicara dengan Keira Finch, tetapi setidaknya dia merasa terlindungi dengan kehadirannya.


---


Micah kali ini bersama Keira Finch tengah berdiri bersama di Flower Fields, menikmati keindahan alam sekitarnya.  Micah merasa sedikit canggung, karena ini adalah pertama kalinya dia bersama dengan Keira Finch seperti ini. Namun, gadis itu tidak memperlihatkan kesulitan dan terus menikmati pemandangan yang ada di depan mereka.

__ADS_1


"Tidak terbayangkan sebelumnya bahwa aku akan berada di sini bersamamu," ucap Micah pelan, memecah keheningan.


Keira Finch menatapnya dengan senyuman lembut. "Semua bisa terjadi, Micah. Kita tidak pernah tahu ke mana hidup akan membawa kita."


"Maksudku, setelah apa yang terjadi saat di bar, kemudian Harimau Api Gina, dab terakhir di arena, aku pikir kamu tidak akan lagi memandangku dengan baik-baik saja," lanjut Micah.


"Payah sekali kamu, Micah," ujar Keira Finch sambil menepuk pelan pundak Micah. "Aku memang sempat merasa kesal, tetapi akhirnya aku sadar bahwa itu semua bukanlah kesalahanmu. Kau hanya tersandung secara tidak sengaja, kemudian Gina juga sudah memberitahukanku kontribusi yang kau berikan pada kesembuhan Harimau api itu, dan di Arena itu wajar karena aku tengah kalap. Dan aku tahu, di balik semua itu, kau adalah lelaki yang berhati baik."


Micah merasa hangat di hatinya mendengar kata-kata itu. "Terima kasih, Finch. Aku berharap suatu saat nanti aku bisa membuktikan itu padamu."


Keira Finch tersenyum. "Ini sudah sore, bahkan menjelang malam. Seharusnya kita segera kembali. Ingatlah, lawanmu kali ini sangat merepotkan, yaitu Raven Kane. Jadi berhati-hatilah."


Tidak ada yang akan menyangka bahwa Raven tengah bersembunyi untuk mengintai aktivitas mereka berdua. Mendadak, Raven mengetatkan kepalan tangannya, karena merasa tidak terima dan Cemburu.


Pada keesokan harinya, Micah dan Raven berdiri berhadapan di sebuah arena tempat pertarungan terakhir mereka, yaitu Collossum. Meskipun mereka bersahabat, keduanya tetap fokus pada pertarungan dan siap memberikan yang terbaik.


"Mari kita lakukan ini, Micah," ujar Raven dengan senyum aneh. Itu membuat Micah terdidik ngeri mengingat dirinya pasti akan babak belur lagi dihajar oleh fadi yang disukainya ini.


Kedua sahabat saling berhadapan dan mulai bertarung dengan gigih. Micah mengayunkan pedangnya dengan cepat dan akurat, sementara Raven menggunakan kecepatan dan keahliannya dalam bertarung.


Micah tidak memanggil Summon Faerie karena Fifi sendiri malah asyik makan cemilan sembari duduk di bahu Rusk, menikmati pertarungan mereka.


Tanpa Faerie, Micah masih mampu melakukan serangan dan pertahanan yang sesuai dengan situasi dab kondisi. Bahkan, tidak jarang, Micah menggunakan Sihir memanggil serangan langsung Alam dalam bentuk petir tingkat dua yang dinamakan 'Invocate:Thundara.'


Kemampuan Micah memang tidak bisa dipandang Remeh, bahkan seseorang penyihir yang bergelar Sage,  bernama Tellah mulai menganggukkan kepalanya. "Bocah ini memiliki potensi."


Tidak hanya Sihir, Micah juga memiliki serangan gaya Kultivasi sampai memperagakan tekhnik meluncur di udara dengan menaiki pedangnya. Itu membuat kelima Furious Five mulai bertanya-tanya, sebenarnya siapa Micah dan bagaimana bisa memiliki kemampuan Kultivasi juga.

__ADS_1


Terlihat guru mereka mengelus jenggotnya, kemudian mulai berucap, "bocah ini memiliki potensi yang luar biasa. Jika dilatih dengan baik, Lelaki ini bahkan bisa saja menyamai Gina dalam waktu satu musim saja."


Pertarungan mereka berlangsung dengan sengit dan panjang. Keduanya sama-sama tangguh dan tidak ada yang memberikan kesempatan untuk lawan. Tidak jarang, muncul petir yang berupaya menyambar  Raven. Meskipun keduanya terus berusaha untuk mengalahkan satu sama lain, sejatinya mereka sama-sama tetap menjaga rasa hormat dan persahabatan yang kuat.


Namun, karena Micah masih menderita luka yang belum sembuh sepenuhnya, Raven berhasil mengambil keuntungan dan mengalahkannya pada akhirnya, dengan kemampuan Time stop miliknya.


Dengan Time stop, Raven dapat bergerak menyerang Micah yang terlihat membeku karena waktu terhenti, membuat Micah dikalahkan dengan telak. Tidak seorang pun yang tahu bahwa Raven menghentikan waktu.


Semuanya terkejut, tidak menyangka bahwa Raven dapat mengalahkannya dengan cara mengejutkan, sementara Keira Finch malah menatap Raven dengan intens. "Aku curiga, bagaimana bisa Micah dapat langsung dikalahkan dengan telak seperti itu?"


Micah malah merentangkan tangannya di tanah, merasa begitu lelah sembari berucap, "kau curang, Raven."


Raven menatap Micah begitu dingin. "Curang?"


Mendadak, Micah tersenyum, kemudian mulai berucap, "kau menggunakan kekuatan Spesial yang kau punya untuk membuatku terkapar begini. Jangan kira aku tidak tahu soal itu."


Mendadak tangan Raven terulurkan ke depan. Terlihat gadis itu begitu menghela nafas kemudian berucap,  "memang sulit untuk menyembunyikannya pada dirimu yang sudah tahu begitu banyak rahasiaku. Ayo bangun. Aku rasa kau juga masih terluka sehingga tidak terlalu siap dengan pertarungan kali ini. Bahkan kemampuan asli yang kau kuasai juga tidak digunakan."


Micah mulai meraih tangan tersebut dan  berdiri dengan bantuan Raven. "Maksudmu aura kegelapan? Itu malah akan membuat luka di tubuhku terbuka lagi," ucapnya.


"Kau berjuang dengan gigih, Micah," ujar Raven dengan hormat. "Aku hanya beruntung kali ini."


Micah tersenyum dan memberi hormat kepada Raven. "Terima kasih, Raven. Kau adalah temanku yang terbaik."


"Lain kali, kita bertarung lagi," ucap Raven, mulai mengembangkan senyumannya.


"Ya. Dengan Ability yang sama, aku akan kalah lagi," ujar Micah sambil tertawa.

__ADS_1


Mendadak, juri segera mengumumkan, "pemenangnya, Raven Kane!"


Meskipun Micah kalah dalam pertarungan, dia tidak merasa kecewa karena dia tahu bahwa dia telah berjuang dengan keberanian yang besar dan Raven adalah teman sejatinya.


__ADS_2