Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 82


__ADS_3

Ketegangan masih terus berlangsung. Kali ini, Dia dengan kekuatan penuh jiwa murni dan Selendang hijau panjang miliknya, menghadapi Pete dengan garis darah Jiwa Skelefang yang dirinya aktifkan dan Tombak Pedestal.


...Sacred Valley:titik awal kultivator ...


...Episode 82. bentrokan yang tidak terhindarkan....


"Kau, menyembunyikan kekuatanmu selama ini?"


 'Jiwa Skelefang:sayap semu!'


Pete menutup mata, kekuatan yang menyelimuti dirinya menciptakan sebuah sayap membentang seperti sayap seekor naga. Dengan itu, Pete mulai terbang di udara. 


 ' Pisau Tombak membelah bumi!'


Begitu Pete membuka matanya, tombaknya dihantamkan ke tanah, menimbulkan ledakan memanjang ke depan, nyaris mengenai Dia, jika tidak segera bertindak menghindari serangan. 


'Ular naga, Serang!'


Dia segera menciptakan seekor ular naga dengan selendang hijau panjang miliknya dan menyerang Pete dengan kecepatan tinggi. 


'Jiwa Skelefang: Perisai semu.


Alih-alih menghindari serangan, Pete justru terdiam sejenak. Secara mengejutkan, energi sayapnya segera terkepak ke depan menutup tubuh Pete dan langsung bertansformasi menjadi bola Pelindung yang membungkus dirinya.


Naga tersebut dikendalikan untuk mengepung Pete dan menyerang bola Pelindung tersebut. Namun setiap retak bola tersebut, malah kembali teregenerasi. Semakin lama, semakin kuat perisai tersebut.


Dia kemudian mencoba membelit bola perisai tersebut, akan tetapi hasilnya juga sama. Namun sebuah teriakan mengubah segalanya. "Meledak!"


Bola tersebut benar-benar meledak, menghancurkan ular naga tersebut dan menjadi selendang hijau panjang seperti semula. Dia tiba-tiba memuntahkan darahnya.


'Menyerang bagai guntur!'


Dia tidak menyerah. Seluruh kekuatan dipusatkan pada selendang hijau miliknya. Selendang tersebut langsung meluncur menghantam  perisai semu milik Pete dan menimbulkan ledakan di udara.


Perisai Pete rupanya berhasil dihancurkan, namun serangannya tidak mampu diteruskan ke fisik Pete. Sebuah serangan yang begitu percuma, pecahan energi kembali membentuk perisai seperti semula.

__ADS_1


Dia menaruh kedua tangan di pinggangnya. "Kau hanya bisa bertahan?"


Pete terprovokasi. "Kau yakin?"


'Jiwa Skelefang:hujan pisau!'


Perisai Pete terpecah dan menjadi ribuan pisau tajam. Bahkan, jumlahnya lebih dari puluhan ribu. Kemudian diarahkan ke arah Dia dari depan.


'Perisai selendang Spiral'


Dia memutar  Selendang hijau di depannya sehingga tercipta lingkaran spiral yang menangkis seluruh serangan Pete.


Pete memecah arah serangan, menjadi segala arah, yang membuat Dia terperanjat sejenak. Benar-benar serangan yang begitu ekstrim untuk bertahan seperti itu.


'Spiral pelindung'


Dia segera melepaskan Selendang tersebut, kemudian satu tangan ke atas sambil mengacungkan telunjuk. Selendang tersebut langsung bergerak sendiri ke atas, kemudian segera berputar sehingga benar-benar tercipta Spiral yang melindungi Dia yang berada di dalamnya.


Pete terdiam. Seluruh pisau tajam yang dirinya buat telah dihancurkan, bahkan pecahan energinya tidak tersisa sedikitpun. "Hanya segitu? " tanya Dia mengejek.


Secara mengejutkan, Pete kembali mengeluarkan energi Jiwa Skelefang yang sama dan menciptakan pisau tajam dengan jumlah yang sama. Itu mengejutkan karena Pete tidak menggunakan Changseng Jue, yang berarti kekuatan roh Pete sudah begitu besar.


Tidak hanya Dia, Xiao Fu dan keempat adik seperguruannya juga terbelalak kaget. "Kekuatan sebesar ini, Pete juga tidak menggunakan Changseng Jue sebagai sumber energi Qi miliknya. Apakah Pete memang berkembang sejauh itu, atau jangan-jangan Pete sengaja menyembunyikan sebagian tingkatan atribut miliknya?"


Chang'e mengingatkan, "Pete, energi spiritual milikmu telah terkuras hampir habis. Aku harap kau bijak untuk menggunakannya. Tidak perlu khawatir, nantinya dengan Changseng Jue saja sudah cukup untuk meregenerasi energi spiritualmu selama tiga belas ribu tarikan nafas. Maksudku kurang lebih sekitar sembilan jam. Sekarang kau harus mengoptimalkan kemampuannya yang tersisa"


Pete tertegun sejenak, menyadari dirinya telah melakukan pemborosan energi. Mau tidak mau, Pete harus efisien dalam menggunakan energi yang tersisa, padahal ini mengadu kekuatan, bukan kepandaian.


Seandainya ini adalah mengadu kepandaian, jiwa Skelefang tidak perlu digunakannya untuk bertransformasi sampai sejauh ini. Hanya membutuhkan sayap semu di punggung untuk terbang saja, dengan dibumbui taktik pintar dari otak yang begitu cerdas ditambah akurasi gerakan yang sempurna, Pete sudah dapat mengalahkan Dia sejak tadi.


Mau tidak mau, Pete harus bertahan lebih lama lagi untuk meminimalisir serangan. Pete kembali menyelimuti dirinya dengan perisai semu.


"Bertahan lagi?" cibir Dia begitu kesal. Di dalam benak, dirinya ingin sekali menyingkirkan tombak Nedle Pete yang dikira adalah tombak pemberian dari Raven. Apalagi Pete terlalu terlihat mendewakan tombak tersebut.


'Adik termuda benar-benar keterlaluan! Dirinya mau memakai tombak pemberian dari Raven, sementara pusaka teratai es yang aku berikan sama sekali tidak dirinya gunakan. Memangnya pemberian dariku tidak berguna sama sekali?' benak Dia begitu kesal.

__ADS_1


Dia kembali melakukan jurus 'menghantam bagai guntur,' bahkan berkali-kali. Sementara itu Pete terus berusaha bertahan di dalam perisai semu.


Pete begitu terfokus pada pertahanan yang dibuatnya, membuat perisai semu tersebut begitu kokoh, lebih kuat dari sebelumnya. Padahal,  Dia telah menghantam berkali-kali. Akan tetapi, perisai tersebut masih bisa bertahan, dengan kondisi retak-retak yang terus diregenerasi.


"Hanya sedemikian saja? Sampai kapan kau terus bertahan seperti itu?" tanya Dia mencoba memprovokasi. 


"Huh! Kau memprovokasi diriku karena kau tidak mampu menembus pertahanan yang aku buat? Hahaha, aku tidak akan terprovokasi!" ucap Pete.


"Tch! Kau hanya seorang pengecut seperti seekor katak di dalam tempurung!"


Dia segera memusatkan energi, kemudian mencoba meluncurkan serangan yang sama dengan kekuatan penuh.


Serangan tersebut berhasil memecahkan perisai semu milik Pete, bahkan serangan diteruskan mengenai fisik Pete hingga membuatnya terpental empat langkah. Beruntunglah tingkat kerusakan serangan tadi telah tersisa sekitar tiga persen setelah menembus pertahanan yang dibuat oleh Pete. Kalau tidak, Pete pasti sudah jatuh terjengkang.


'Jiwa Skelefang:Hasrat Pisau!'


Pete menyatukan kembali seluruh pecahan energi  tersebut dan yang tercipta adalah  sebuah pisau yang begitu besar, hampir seukuran tubuh fisik monster Troll Giant, yang kemudian meluncurkan ke arah Dia.


Pisau tersebut bersiap untuk menghujam Dia, sementara gadis tersebut masih terengah-engah karena tadi dirinya juga telah menggunakan kekuatan penuh.


Meskipun dirinya memiliki kekuatan Qi yang begitu besar, namun, tidak sebanding dengan fisiknya, sehingga Dia memiliki batasan yang kuat dalam menggunakan energi spiritual miliknya. Berbeda dengan Pete yang mampu mengeluarkan kekuatan dalam jumlah yang sama, namun hanya bisa dilakukannya dua kali. Oleh karena itulah Dia seperti terkena Overheat sebentar.


Melihatnya demikian, membuat Pete tidak tega untuk menghantamnya. Dirinya mulai menahan serangannya dengan membelokkan arah pisau tersebut dan dibawa kembali ke dirinya.


"Ada apa? Padahal kau dapat menghantamku dan memenangi pertarungan?" tanya Dia begitu heran.


"Ini pertandingan, bukan pertarungan. Lagipula ini pertandingan mengadu kekuatan, bukan mengadu kepandaian."


"Adik termuda, kau begitu naif." Secara tiba-tiba, Dia meluncurkan serangan yang sama dengan kekuatan yang sama ke arah Pete.


Pete terperanjat sejenak, kemudian menggunakan hasrat pisau tersebut beradu. 


Ledakan timbul dari peraduan tersebut. Namun rupanya hasrat pisau lebih kuat. Namun, Pete masih belum memutuskan untuk mengakhiri pertandingan. Malah, kekuatan hasrat pisau tersebut ditarik kembali dan bertransformasi  menjadi sayap semu kembali.


"Akan aku tunjukkan akibatnya terlalu naif, adik termuda!"

__ADS_1


Dia segera melompat maju dan menyerang Pete dengan cara yang sama, namun dari jarak dekat membuat Pete terpaksa menggunakan jurus 'tikaman tombak mendominasi'.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2