
Raven, Jack, Shara, dan Alicia tiba di rumah keluarga Handerson untuk mengunjungi Micah. Mereka tahu, dengan Raven, Seharusnya Micah mau luluh dengan permintaan untuk membuka pintunya. Raven merasa ragu, kemudian mulai bergerak untuk mengetuk pintu.
"Micah, ini aku. Tolong, buka pintunya," ucap Raven. Namun setelah tiga kali melakukan hal yang sama, tidak ada respon sama sekali di dalam kamar.
"Apakah Micah tengah tertidur?" tanya Shara merasa heran. Namun alangkah terkejutnya, karena pintu tidak terkunci.
Mereka segera masuk ke kamar Micah, mendapati kamar itu berantakan dan barang-barangnya berserakan di lantai. Bahkan beberapa barang kesayangan Micah seperti buku-buku dan pakaian-pakaian favoritnya hilang dari tempatnya.
"Ini tidak mungkin, Bukan?" tanya Alicia dengan terisak. Makanan yang dibawanya kini jatuh ke lantai, merasa bahwa Micah pasti pergi seperti dugaan Jack sebelumnya.
Raven dan Shara mencoba mencari tahu di mana Micah berada, tapi tidak berhasil menemukan jejaknya. Mereka mencari di sekitar kota, memeriksa dengan teman-teman Micah, bahkan mencoba menemukan petunjuk dari siapa saja yang pernah ditemui Micah.
Namun, Raven mendadak ditemui pembawa Surat, yang memberikan sebuah surat kepada Raven. Itu dari Micah.
'Untuk Raven Kane,
Hai, Raven! Aku harap kau dalam keadaan baik. Maaf jika ini terlalu mendadak, namun aku harus mengatakan ini kepadamu. Aku pergi dari Sharance, mencari asal usulku. Jadi, aku pergi dalam waktu yang begitu lama. Aku harap, kau tidak terlalu memikirkannya, aku tahu siapa dirimu dan bagaimana sifatmu.
Aku hanya bisa memberikan pesan singkat seperti ini, mohon maaf. Aku harus pergi, jadi jangan bersedih. Minimal kau masih dapat melanjutkan hari seperti biasa.
Salam, Micah'
Sementara itu, Jack dan Alicia menangis dan meratapi kepergian Micah. Mereka merasa menyesal karena tidak menyadari bahwa Micah merasa terasing dan terbebani oleh rahasia dan kebohongan yang disembunyikan dari dirinya. Mereka merasa sangat kehilangan karena Micah adalah saudara yang baik dan sangat berharga bagi mereka berdua.
__ADS_1
Akhirnya, Raven, Jack, Shara, dan Alicia harus menerima kenyataan bahwa Micah telah pergi dan tidak mungkin kembali. Mereka berjanji untuk terus mencari tahu di mana Micah berada dan berusaha membantu jika Micah membutuhkan bantuan mereka.
------------
Micah melanjutkan perjalanannya ke barat dengan penuh semangat dan harapan untuk menemukan asal usulnya. Dirinya bergerak mencoba melewati hutan Privera. Setelah berhari-hari berjalan, akhirnya ia tiba di sebuah rumah kecil yang terletak di tengah-tengah hutan.
Setelah memastikan tidak ada bahaya, Micah mendekati rumah dan mengetuk pintu. Tidak ada yang menjawab, jadi Micah mencoba membuka pintu, dan terkejut ketika pintu ternyata terbuka dengan mudah.
Saat ia masuk, ia melihat sebuah ruangan yang dihiasi dengan rapi, dengan kursi dan meja kecil di tengah. Tidak ada tanda-tanda penghuni rumah, tapi ia merasa ada sesuatu yang menarik perhatiannya di belakang pintu yang terbuka.
Ia mengikuti instingnya dan memasuki kamar, di mana ia melihat seorang wanita muda yang sedang tertidur di tempat tidur. Wanita itu terbangun ketika Micah memasuki kamar, dan ia langsung merasa malu karena dikejutkan.
"Mohon maaf, saya tidak bermaksud mengejutkanmu. Aku sedang mencari tempat untuk menginap malam ini," ujar Micah dengan sopan.
Micah merasa lega dan berterima kasih kepada wanita muda itu. Ia pun mulai merasa nyaman dan memutuskan untuk istirahat sejenak setelah perjalanan panjangnya.
Namun, selama ia menginap, Micah merasa ada yang aneh dengan wanita muda itu. Ia merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan cara ia berbicara dan bergerak. Tapi ia tidak bisa memastikan apa yang salah.
Esok paginya, Micah berterima kasih kepada wanita itu dan melanjutkan perjalanannya ke barat. Namun, ketika ia mencoba untuk mengingat kembali tempat ia menginap, ia tidak bisa mengingat nama atau wajah wanita itu. Micah tidak menyadari bahwa sosok wanita yang ia temui sebenarnya adalah sosok kitsune yang memangsa orang yang lewat di hutan itu.
Micah dibuat bisu selamanya karena ia tidak pernah menyadari bahwa ia telah berinteraksi dengan sosok mitos yang menakutkan. Keberadaan kitsune itu seolah menghilang dari ingatannya dan Micah tidak pernah tahu bahwa ia telah menjadi korban dari makhluk mitos itu.
Micah mulai panik ketika tidak mampu untuk bersuara sedikitpun. Ramalan kakek tua itu ternyata terbukti, Micah telah bisu tanpa alasan yang jelas.
__ADS_1
Micah melanjutkan perjalanannya dengan hati yang lesu dan bingung karena ia tidak tahu apa yang telah terjadi selama menginap di rumah wanita muda tadi malam. Ia mencoba merenung dan mencari jawaban atas kejadian tersebut.
Micah merasa mungkin saja kejadian itu terjadi karena gabungan kekuatan sihir dan kultivasi yang dimilikinya. Namun, ia sadar bahwa kemampuan tersebut tidak mungkin mempengaruhi ingatannya atau membuatnya tidak menyadari bahaya.
Akhirnya, Micah memutuskan untuk memasuki alam bawah sadarnya dan mencoba berbicara kepada siapapun yang mungkin bisa memberinya jawaban atas kejadian tersebut. Ia bermeditasi dan merenung dalam-dalam, mencoba untuk memasuki alam bawah sadarnya dengan fokus dan ketenangan.
Setelah beberapa saat, Micah merasa sebuah kehadiran yang aneh dalam alam bawah sadarnya. Ia merasa ada sesuatu yang mengamatinya, dan ia berbicara dengan suara hati dalam pikirannya.
"Siapa kamu?" tanya Micah dengan lembut.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Yang harus kau boleh tahu bahwa aku jadir disini sejak kau lahir. Ksli ini, aku muncul fi pikiranmu untuk memberikanmu peringatan tentang bahaya yang mengintaimu," jawab suara itu dalam pikiran Micah.
Micah terkejut dan merasa takut, namun ia tetap tenang dan bertanya lebih lanjut kepada suara tersebut. "Bahaya apa lagi yang akan mengintai diriku?"
"Suaramu, kau telah dibuat bisu dan aku tidak bisa membantumu. Kau harus tahu bahwa wanita kemarin itu adalah Sosok Kitsune yang memang menyukai kejahilan terhadap manusia, tidak peduli jahat maupun baiknya orang itu," ujar sosok itu.
"Jadi, gadis itu adalah ... Kitsune?" tanya Micah lagi, berupaya memastikan.
"Itu karena kau sama sekali tidak berhati-hati. Sekarang, nikmatilah penderitaanmu ini, karena kau tidak mungkin dapat pulih kembali tanpa tindakan." ucap Sosok itu yang mendadak mulai kabur dari pandangan.
"Jadi, aku harus menerima kenyataan pahit ini?" tanya Micah merasa tidak rela.
"Ini berlangsung selamanya, Micah. Tetapi jika kau adalah laki-laki, Seharusnya kau tidak menangis seperti perempuan dan anggaplah ini sebuah tantangan dalam perjalananmu sebagai Freelancer (penjelajah dunia) untuk mencari asal usulmu, dan jangan khawatir, aku disini sebagai pelindung nyawanya, dimana jika kau terbunuh, aku akan menukar jiwaku untuk membangkitkan kembali," ucap Sosok itu yang kemudian benar-benar menghilang.
__ADS_1
Dalam perbincangan singkat itu, Micah akhirnya mengetahui bahwa wanita muda yang ia temui semalam adalah sosok kitsune yang menakutkan. Micah juga tidak menyangka ramalan pria tua itu menjadi kenyataan. Namun, nasi telah menjadi bubur, dirinya tidak akan pernah menangis seperti perempuan, dan Dirinya akan tetap melanjutkan perjalanannya mencari tahu asal usulnya, tidak peduli apapun itu.