Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Sakuya dan Pia


__ADS_3

Micah mengerutkan keningnya, tidak menyangka bahwa perlombaan dimulai pada tanggal 10 Winter. Padahal dalam jadwal, pertarungan dimulai pada akhir Fall ini. "Dimundurkan sejauh sepuluh hari?"


"Itu adalah kesepakatan kelima wilayah."


"Ini gila. Mereka bahkan harus menunggu selama hampir tiga minggu lamanya."


"Itu sedikit bagus. Setidaknya kita bisa berlatih lebih lama lagi. Sial, sebelumnya aku dipermalukan oleh Miss Dia, sekarang aku harus bisa membalas dendam!"


Micah mulai teringat sesuatu. Mendadak dirinya merindukan sang dewi yang biasanya selalu bersuara. Kali ini terasa sangat sunyi di di hatinya. Terlihat ekspresi Micah mendadak mulai murung.


"Hey, kenapa kau begitu sedih? Ini adalah waktu yang tepat untuk berlatih agar lebih kuat. Kau harus tahu hal itu, bukan? Kau juga terpilih dalam partisipasi, bukan?"


Micah malah terdiam. Namun, dirinya menegakkan kepalanya. "Aku harus lebih kuat lagi."


"Begitu dong, yang namanya adikku harus semangat!" ujar Jack.


Micah mulai berjalan keluar, namun sempat berucap, "Aku akan berlatih dahulu."


---


Micah mulai memanggil ketujuh malaikat Surga, meminta mereka mengajari Micah. Micah bersama mereka pun mulai berlatih tanpa henti, bahkan Fifi pun dipanggil untuk berlatih bersama, mengingat Fifi saat ini menjadi semacam hewan Summonner.


Akhirnya Micah mulai menunjukkan kemampuannya meningkat pesat, yang kemudian berhasil mendapat kesempatan melawan ketujuh prajurit malaikat Surga.


Terlihat mereka telah berkumpul untuk menyerang Micah. Micah pun mencabut kedua pedangnya dan mulai bertahan dari serangan mereka. Rupanya, mereka  menyerang tidak mengenal ampun, walaupun kemampuan mereka dibatasi.


Micah yang mulai berkepung berupaya bertahan penuh, yang secara mengejutkan mampu bertahan dari serangan mereka. Pertahanannya nyaris tanpa celah dengan  Kemampuan Naiive Blade menjadi andalan, dimana setiap serangan seberbahaya apapun dapat ditangkis dengan cara memutar pedangnya ke sekeliling sambil menciptakan kekuatan menangkis yang berwarna hijau.


Micah rupanya hanya mampu mengimbangi mereka, bukan mengalahkannya. Namun begitu Micah mulai mengayunkan pedang untuk mencoba melumpuhkan salah satu di antara mereka, hasilnya adalah Micah yang dikalahkan. Alasannya, Micah mulai kehilangan Fokus pertahanannya sehingga mulai timbul celah yang sangat lebar.

__ADS_1


Ingat satu hal, semakin bertindak menyerang, semakin terbuka titik kelemahannya. Oleh karena itu, perlu Timing yang tepat untuk melancarkan serangan. Kini terbukti, saat Micah bertahan, tidak ada satu pun serangan yang berhasil mengenai dirinya. Namun, sekali bertindak gegabah, Micah langsung berhasil dikalahkan. Ini adalah pelajaran pertama yang harus Micah terima dan pahami.


"Rupanya aku masih lemah."


Micah mulai mencobanya di hari berikutnya, dan selalu berakhir dengan kekalahan karena alasan yang sama. Namun, sedikit terlihat kemajuan yang di capai Micah kali ini. Micah juga mencoba melakukan kombinasi serangan bersama Fifi, yang pada akhirnya membuat hal-hal terduga terjadi.


Ketika Micah mulai bersama Fifi tengah mencoba mengucapkan mantra Twincast, seringkali terjadi kegagalan karena tidak kompak. TwinCast adalah kemampuan spesial yang membutuhkan rekan yang menguasai Magical juga, harus menyatukan kedua pikirannya dalam satu tujuan, dan harus kompak. Jika tidak memenuhi persyaratan, TwinCast akan Gagal.


Pada Percobaan Ke sepuluh, Micah dan Fifi mulai begitu kompak, mengucapkan mantra yang sama dengan pikiran yang juga sama. Namun, mereka juga tidak meletakkan target serangan mereka dengan benar.


Mendadak, langit mulai mendung, muncul semacam diagram di atas sana dan secara mengejutkan terlihat sebuah bola api yang langsung menghantam ke bawah. Setelah itu, cuaca cerah kembali.


Micah mulai menatap Fifi, kemudian langsung kabur karena ulah mereka membuat sebuah meteor tersummon dan menghantam tembok Sharance.


---


Di sisi lain, Raven tengah menatap Micah dari jauh saat Micah baru berdiri sembari teregah-egah. Dirinya kelelahan bukan karena lari, melainkan karena panik.


"Terima kasih."


Mendadak, Micah membeku setelah meminum air tersebut, bukan karena air itu mengandung kekuatan beku, melainkan melihat Raven berdiri di hadapannya. "Raven?"


Raven meraih tabung bumbunya, kemudian berlalu. Itu susah cukup untuk membuat Micah terbengong. Mendadak, dirinya menghembuskan angin di mulutnya. "Raven selalu begitu, begitu perhatian terhadapku."


Micah mulai langsung bertingkah begitu aneh setiap ada orang yang membicarakan ada meteor yang jatuh mengenai tembok Sharance. Fifi juga berlaku aneh. Namun, hal itu memang terjadi karena mereka lah pelaku nya.


Micah mulai belajar lagi. Dirinya mengasah kemampuan pedangnya bersama Fifi yang menjadi rekannya, melakukan serangan Combo yang terbalut energi Sihir. Kemampuan ini dirasa akan berguna jika bertemu musuh yang begitu kuat.


Micah mulai berlari Zig-zag bersama Faerie, menghadapi ketujuh prajurit malaikat Surga itu. Serangan Combo itu sedikit membuahkan hasil dengan bukti bahwa mereka terlihat sangat kewalahan menghadapi kemampuan Combo berpasangan itu. Dari gaya tebasan mereka, terlihat jelas seperti serangan Belut kembar bersaudara.

__ADS_1


Meskipun mereka begitu terlihat hebat, namun di mata Malaikat surga, itu tidak ada bahayanya karena sesungguhnya begitu mudah untuk di tangkis. Kekuatan serangan tersebut juga terlalu terlalu lemah, sehingga walaupun terkena sabetannya pun tidak akan memberikan luka yang berarti.  Yang lebih buruknya adalah  mereka berdua terpukul mundur hanya dengan sekali kontak senjata.


Micah bersama Fifi mulai menghempaskan gelombang pedang yang terlihat begitu kuat ke arah Sosok Malaikat surga, namun dengan sekali tebasan, gelombang itu langsung tiada artinya.


Micah dan Fifi mencoba melakukan hal yang sama, melakukan TwinCast dan hasilnya kali ini malah kebakaran hutan. Mereka berdua rupanya belum mengerti cara penempatan target serangan sehingga. kembali menimbulkan kekacauan.


Malaikat surga itu kembali melayangkan tebasan, menimbulkan tiupan angin kencang yang beruap dingin,  seketika memadamkan Api tersebut. Micah dan Fifi akhirnya berlutut, kembali harus mengakui kekalahan. Namun, dari segi kemampuan, Micah telah meningkat pesat.


"Fifi, sepertinya pelatihan kita dalam seminggu ini telah menunjukkan kemampuan signifikan."


Fifi hanya mengangguk sembari menghela nafasnya begitu pelan. Sepertinya Fifi terlalu lele, membuat Micah merasa tidak tega.


"Kau lelah, Fifi? Kita akhiri saja pelatihannya di malam ini. Kita coba lagi esok. Kita juga punya banyak waktu karena Academy libur."


Fifi langsung menghilang, kemudian Micah segera ikut menghilang. Mereka menghilang karena menggunakan kemampuan teleport yang memungkinkan mereka untuk berpindah tempat. Micah kembali ke kamarnya, lalu memutuskan untuk tidur begitu nyenyak.


---


Micah akhirnya bangun kesiangan, mendapati sosok aneh berpakaian kimono tengah menatapnya, namun pandangan Micah saat itu buram. Ketika pandangannya begitu jelas, Micah terkaget karena Gadis yang pernah ditolongnya pada akhir musim Spring terlihat menatapnya.


"Sakuya? Apa yang kau lakukan di sini?"


"Aku tengah menunggunya, Micah. Dan juga aku mendengar bahwa kau telah menjadi seorang Warrior, jadi aku ingin melihatnya. Ternyata itu benar, kau sekarang telah menggunakan pakaian Knight."


Micah mulai bangun dari tempat tidur, lemudian melihat ada gadis lain di kamarnya. "Ini adalah Pia, saudariku."


"Oh, namaku Micah, salam kenal, Pia."


"Ya. Aku benci Cumi! Kalau ada di sini, akan aku makan!"

__ADS_1


Micah mulai tertawa konyol, merasa bahwa Pia ini sangat aneh. Melihatnya membuat Sakuya memayunkan bibirnya, sembari berucap, "ini Pia, Seekor Mermaid yang aku anggap adikku sendiri."


Micah mulai terbelalak, "Pia ini mermaid?"


__ADS_2