Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Dua pemberian sekaligus


__ADS_3

Setelah pertarungan terakhir, Micah merasa lelah dan sedikit kecewa karena dirinya merasa masih begitu  lemah dalam pertarungan tersebut. Bahkan, kemampuan IQ saja rupanya tidak cukup untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya secara mandiri. Sepertinya dirinya baru begitu hebat karena bersama Fifi di saat pertandingan perempat Final (saat pertandingan menghadapi Keira Finch.)


Kali ini, dirinya meninggalkan Collossum itu yang masih diisi para penonton dari Sharance yang tengah merayakan kemenangan Raven yang mengharumkan nama Sharance. Bahkan para veteran Sharance, termasuk Raven juga ada disana, sementara dirinya sama sekali tidak tertarik dengan acara itu.


Namun, tiba-tiba seorang penyihir bergelar Sage yang dihormati banyak datang menghampirinya. Namanya Tellah, bergelar the Sage of Wizard. Siapa yang tidak kenal dengan beliau yang kemampuan Sihirnya di atas rata-rata itu?


"Hai bocah! Kau begitu hebat dalam pertarungan kali ini! Ekhem, siapa namamu?" sapa seorang bergelar Sage itu membuat Micah terkejut. "Micah. Itu adalah namaku."


"Oh, namamu Micah, ya? Sebenarnya aku melihat bahwa kau memiliki potensi yang luar biasa dalam sihir, memiliki kemampuan Invocate yang baik dan juga berbagai Magic Abiility yang sangat mengagumkan," ujar Sage itu dengan senyum hangat.


"Aku memiliki sebuah kitab sihir yang akan membantumu mengembangkan kemampuanmu. Aku percaya bahwa kau akan menjadi salah satu penyihir terhebat di dunia jika kau mempelajarinya. Jika kau belajar dengan serius, aku yakin hanya dalam tempo waku satu musim, kau sudah menyamai kemampuan putriku, Anna."


Micah merasa senang dan berterima kasih kepada Sage itu. Dia merasa terhormat karena dipilih oleh Sage yang terkenal itu dan tidak sabar untuk memulai perjalanan barunya dalam mempelajari sihir.


Mendadak, guru dari the Furious Five muncul di hadapannya dan menyerahkan sebuah gulungan jurus kultivasi kepada Micah. "Jika mau belajar, jangan setengah-setengah. Pelajari  ini juga, kau pasti akan begitu hebat dan menyamai kemampuan Gina dalam waktu satu musim."


"Apa ini?" tanya Micah bingung.


"Ini adalah gulungan jurus kultivasi yang akan membantumu mengembangkan kekuatanmu dan meningkatkan kemampuanmu dalam bertarung," jawab guru itu itu. "Jika kau belajar dan menguasai jurus ini, kau akan menjadi lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai macam musuh."

__ADS_1


Namun, tiba-tiba seorang penyihir bergelar Sage itu menentang guru kultivasi tersebut. Sage itu bahkan berucap, "belajar kultivasi dan jurus-jurus itu tidak berguna dan justru hanya akan membuang-buang waktu."


Mendadak guru kultivasi itu menatapnya sembari berucap, "apa maksudmu, Tellah?"


" Sun Tian, aku bilang bahwa belajar kultivasi dan jurus-jurus aneh itu sia-sia!" kata Sage itu keras. "Micah, lebih baik kau mengembangkan kemampuanmu dalam hal-hal yang lebih penting, seperti kebijaksanaan dan intelektualitas, dan yang paling terpenting adalah melatih kemampuan Sihirmu."


"Memang siapa dirimu sampai berani mengaturnya, Tellah?  Lagipula Bocah ini juga memiliki potensi dalam Kultivasi dan Menjadi Kultivator terhebat yang ada di seluruh negeri, jadi buat apa mempelajari Sihir rendahan seperti itu?" tanya guru kultivasi the Furious Five yang dipanggil Sun Tian itu.


"Sihir rendahan, katamu?" Sun Tian dan Tellah itu mulai berdebat secara konyol, sementara Micah merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia merasa bahwa keduanya memiliki pandangan yang berbeda-beda dan tidak tahu mana yang harus diikuti.


Sementara itu, terlihat dari kejauhan, dimana Anna dan The Fourious Five tengah berbincang-bincang sambil berjalan ke arah dimana posisi Micah. Namun, mendengar pertengkaran itu membuat mereka langsung bergerak untuk menghampiri mereka, berniat melerai.


"Ayah/Suhu, berhenti bertengkar!" Teriak mereka secara serentak. Itu membuat mereka berdua menoleh. Terlihat jelas ekspresi keenam gadis itu begitu kesal. "Ayah, ini memalukan karena bertengkar seperti anak kecil di tempat umum!" teriak Anna.


"Sudah-sudah! Berhentilah berdebat!" teriak Keira Finch yang membuat mereka langsung terdiam. Vibes anak bangsawan dengan aura dewi kalau marah memang beda, membuat merinding. "Entah apa yang akan dipelajari oleh Micah nantinya, itu terserahnya. Mengapa kalian malah mengaturnya? Apakah kalian ayah dari Micah?"


"Micah, sekarang kau pilih salah satu. Mana yang akan kau pelajari nantinya. Apakah kemampuan Sihir dari Ayahku, atau kemampuan Kultivasi ajaran dari guru Sun Tian?"


"Bagaimana kalau keduanya?!" ujar Micah tiba-tiba. Itu membuat mereka semua terkejut. "Keduanya?"

__ADS_1


"Setelah dipikir ulang, aku sadar bahwa keduanya memiliki pengaruh terhadap kemampuanku secara keseluruhan. Kemampuan kultivasi memang hebat dan menjadi kemampuan yang pertama kali aku pelajari, namun di sisi lain kemampuan Sihir juga bagus untukku. Daripada pusing memikirkan bahwa kemampuan mana yang harus dipelajari, kenapa tidak mempelajari keduanya saja?" jelasnya.


Memang, saat ini Micah menyadari bahwa dirinya merasa seperti memiliki kemampuan campuran dari keduanya. Lagipula, Moonlight Goddess pernah mengatakan bahwa pelajaran ini juga bersumber dari kitab langit. Jadi, seharusnya tidak salah bagi Micah untuk mempelajari keduanya.


Guru kultivasi dan Sage itu terkejut dengan ucapan Micah dan mulai berpikir bahwa mungkin kedua kemampuan itu memang sama pentingnya sama pentingnya bagi Micah.


"Baiklah, saya akan menerima kedua ajaran dari master." kata Micah akhirnya. "Aku pasti akan menguasai keduanya, bahkan mungkin saja membuatnya terkombinasi dengan baik dengan kemampuanku yang terasa ambigu."


Mereka berdua kemudian mulai menganggukkan kepala, kemudian mulai berucap, "begitu, ya? Benar-benar Jenius di masa muda."


Namun mendadak mereka langsung memperingatkan Micah untuk berhati-hati dalam membuat kedua kemampuan itu berkombinasi, karena resiko yang ditimbulkan juga sangat besar.


Micah mengangguk mengerti pada peringatan guru kultivasi dan Sage, mengetahui bahwa kemampuan yang dia pelajari sangatlah kuat dan berbahaya jika tidak dikuasai dengan baik. Dia berjanji untuk berhati-hati dan mempelajari keduanya dengan tekun.


Anna hanya tersenyum melihat semangat Micah dan mengerti bahwa dia harus fokus pada kemampuannya sendiri. Dia tahu bahwa setiap orang memiliki jalan hidup dan kemampuan yang berbeda-beda, dan dia siap untuk mengejar impiannya sendiri. Namun, diam-diam Anna menghela nafasnya pelan kemudian berucap di dalam benaknya. "Sepertinya diriku akan dilampaui olehnya, cepat ataupun lambat."


"Micah, aku sangat senang kamu memutuskan untuk belajar kedua kemampuan itu," kata Anna kemudian. "Aku yakin kamu akan menjadi hebat dalam mempelajari keduanya."


"Makasih, Anna," kata Micah. "Kamu juga pasti akan menjadi hebat dalam hal apa pun yang kamu pilih untuk diikuti."

__ADS_1


Mendadak, Sun Tian mulai merasa penasaran dengan Micah. "Micah, maaf jika aku menanyakan ini. Kau mempelajari kemampuan Kultivasi dari siapa? Bagaimana kemampuanmu bisa begitu mirip dengan ajaran Sekte bulan Perak?"


Micah mendadak terdiam sejenak, mulai merasa bingung karena tidak mungkin Micah mengatakan rahasianya kepada mereka semua. Setelah terdiam cukup lama, Micah akhirnya menjawab, "itu rahasia."


__ADS_2