
Matahari mulai meninggi, kekuatan panasnya mulai semakin kuat untuk menghidupi berbagai makhluk hidup, terutama pepohonan yang membuat beberapa gas oksigen untuk kelangsungan hidup para makhluk.
Di jalan setapak, tampak jelas berjejer pohon-pohon yang begitu rapi di sisinya. Dan Pete tengah berjalan di jalan tersebut.
...Sacred Valley:titik awal kultivator ...
...Episode 57. potongan masa lalu ...
Pete masih belum berhenti merasa kesal. Jadi dirinya terus berjalan menenangkan diri. Namun, Xiao Chi tiba-tiba langsung melompat dan sampai di depan Pete.
"Kakak!"
Pete mengernyit. "Oh, Xiao Chi? Ada apa?"
Xiao Chi menggandeng tangan Pete dan menariknya. "Kakak butuh ketenangan bukan? Sini aku tunjukkan tempat yang paling menarik dan belum ada satu pun orang menikmatinya."
Pete dibawa ke Sharance Tree dan menggendong Pete kemudian lompat ke atas. Xiao Chi hendak membawa Pete ke puncak pohon Sharance.
Pete mengernyit. Bagaimana pun dirinya tidak memiliki perasaan kesal terhadap Xiao Chi, bahkan menurut Pete, Xiao Chi tidak tahu sana sekali dengan rencana candaan mereka di saat emosinya terganggu.
Mereka telah sampai di puncak pohon tertinggi tersebut. Pete terpana melihat keindahan pemandangan seluruh Leaf Valley dari sana. Benar-benar memukau.
Pete bahkan dapat melihat bagaimana garis pembatas wilayah yang dilukiskan di pandangannya.
"Bagaimana? Indah bukan?"
"Benar-benar perfect."
Xiao Chi bersandar di bahu Pete. "Aku yang pertama kali melihat pemandangan seperti ini sejak awal di sini. Disinilah aku menenangkan diri saat aku masih berusia seratus tahun."
"Seratus tahun? Berarti kau menemukan lokasi ini dua ratus tahun yang lalu?"
"Benar. Saat itu, ibu sering meninggalkan disini sementara dirinya sendiri pulang-pergi ke Sacred Land. Mungkin Ibu ingin datang menemui ayah."
"Rupanya begitu?"
"Ibu begitu mencintai ayah sampai bertekad untuk membawanya kembali ke sisinya. Akan tetapi, dirinya tidak mampu menemukannya, karena ayah menjadi orang besar di kekaisaran."
Pete heran. "Apa itu kekaisaran, Xiao Chi?"
"Aku juga tidak tahu, kak Pete."
"Sepertinya itu sesuatu yang merupakan bagian dari tata kehidupan Sacred Land."
"Pada akhirnya dirinya putus asa setelah seratus sembilan puluh tahun kemudian, dan tidak lagi bepergian ke sana. Kalaupun berpergian,itu pun hanya sebentar, tidak sampai seharian," lanjutnya bercerita.
"Dan sepuluh tahun kemudian dirinya menemukanku?" tebak Pete.
Xiao Ci tersenyum. "Kakak cukup pintar. Hanya saja, bukan sepuluh tahun, melainkan sebelas tahun. Jadi jangan marah jika ibu sering tidur bersamamu waktu itu, karena ibu begitu rindu dengan ayah dan kebetulan entah kau memang dilahirkan atau menggunakan kloningan, kau begitu mirip dengan ayah."
__ADS_1
"Ah, hahaha! Itu hanya karena Genetika."Pete
"Kau benar. Sepertiku, aku malah berwujud Siluman sempurna padahal aku setengah manusia."
"Hahaha! Sebaiknya kau tidak menyesalinya.
Xiao berucap begitu sombong."Siapa yang menyesali diriku yang begitu cantik dan menawan ini?"
"Pffttt!" Pete tertawa.
"Kakak tidak usah tertawa! Kau tahu dalam waktu tiga ratus tahun, seharusnya mukaku berwujud serigala. Tapi lihat! Aku benar-benar seperti seorang bidadari!" ucap Xiao Chi.
"Seorang bidadari kok berekor tiga? Tidak salah tuh?" Ledek Pete mengejek keterlalupedean Xiao Chi.
"Kakak!" teriaknya kesal. "Untung kau kakak, kalau tidak,mungkin aku sudah memangsamu sejak awal bertemu."
"Gila! Kakaknya sendiri malah mau dimakan."
"Makanya jangan membuatku kesal."
"Ya deh."
"Kakak kebiasaan deh. Tidak meminta maaf?"
"Iya-iya. Kakak minta maaf. Oh ya,mengapa kau memanggilku kakak, padahal secara umur seharusnya kau memanggilku adik, bukan?"
"Kau menjadi adikku? Bisa bisa aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang darimu."
"Hah?"
"Belajar dari mana?"
"Kakak tidak perlu tahu."
"Kau aneh, Xiao Chi."
"Tidak perlu mengataiku aneh. Namun seandainya kau bukan kakakku, mungkin aku sudah menarikmu menjadi kekasihku."
"Hah?"
"Ya, aku merasa kau begitu mengisi seluruh ruang di hatiku. Namun, kau adalah kakakku. Mungkin tidak masalah jika beda ras, namun kita satu saudara. Kalau tidak, aku mungkin sudah .... ah sudahlah."
"Xiao Chi."
"Sebaiknya lupakan itu.Lagipula jika aku ingin di suatu saat nanti, aku tidak peduli kau saudaraku ataupun bukan, aku akan membuatmu berhasrat memangsaku," ucap Xiao Chi yang memang sengaja ngawur.
"Kau konyol. Aku bukan manusia kanibal, mana mungkin aku memangsa dirimu? Bisa-bisa sakit perutku. Lagipula kau adikku yang begitu langka, jika aku memangsamu, kau akan hilang dari dunia ini. Nangis aku karena merindukanmu!" ucap Pete ikutan ngawur membuat Xiao Chi tertawa.
"Sudahlah, Kita kembali dulu dan datang lagi saat sore, paling lambat menjelang malam. Kakak bisa melihat matahari terbenam dan kemunculan bulan secara langsung dari sini."
__ADS_1
"Oke."
...----------------...
Xiao Fu menghela nafas pelan, melihat bagaimana Dia masih tetap bernyanyi sambil memetik alat musik dengan lagu kekesalan.
Di saat itu, Pete dan Xiao Chi datang ke sana. Dan di saat bersamaan,Dia bangkit dari tempatnya dan meninggalkan mereka begitu saja, termasuk alat musiknya.
Pete menatap alat musik tersebut, merasa begitu familiar. Pete menyentuhnya dan tiba-tiba Xiao Chi mengambil alih. Dia masih belum pergi karena teringat alat musiknya tertinggal.
"Kakak ingin mendengar musik? Aku memiliki lagu dari Univir. Akan tetapi, ini lagu yang barunya. Sementara itu, lagu yang lama telah punah."
"Kau tidak bisa mengingat melodinya?"
"Ini mirip sedikit."
Xiao Chi memulai lagu tersebut. Pete lagi-lagi merasa sedikit familiar dengan instrumental nya, walaupun melodinya kurang tepat.
"Xiao Chi, aku ingin mencobanya."
"Hmm? Oke."
Pete mulai menyentuh senarnya, namun teringat bayang-bayang seorang gadis seolah sedang membimbingnya memainkan alat musik tersebut.
Pete kemudian memulai memainkannya yang membuat mereka semua tercengang. Pasalnya, lagu yang Pete mainkan adalah lagu Univir yang lama dan telah punah.
Mereka mulai sadar, dulu ada yang pernah memainkan lagu itu di Sol terano sembilan tahun yang lalu. Ternyata, itu adalah Pete?
Jari-Jari Pete terus menari-nari memetik senar sementara pikirannya mendadak merasakan fantasi tentang seseorang telah ikut memainkan lagu tersebut. Tampak seorang gadis yang telah membantunya memetik senar tersebut.
"Collete?" ucap Pete tanpa sadar.
Collete Univir, adalah seorang gadis keturunan Univir (sebuah keluarga yang terkenal dengan musik yang tinggal di Sol terano) yang tersisa dan satu-satunya selamat dari serangan keluarga Hunter yang menginginkan wilayah tersebut.
Gadis itu adalah gadis periang yang pernah memasuki kehidupan Pete, segalanya yang Pete lakukan tidak lepas dari campur tangan Collete. Raven dan Rusk pun begitu iri dengan kedekatan mereka.
Collete telah membantunya untuk tersenyum, menjahili, bermain musik, dan lain sebagainya. Kehidupan Pete begitu berwarna dengan Collete di sisinya, sampai kejadian itu.
Saat kejadian sembilan tahun tersebut, Pete benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa Collete tidak bisa diselamatkan.
Pete terus memainkan lagu tersebut, menunjukkan kemampuan penguasaan lagu lama itu mencapai tingkat sempurna, sambil teringat pesan terakhir Collete kepadanya.
"Pete, jangan menangis! Uhuk-uhuk! kita memang hanya bisa bersama sampai disini saja. Aku tahu, kau masih ingin aku di sisimu. Akan tetapi, kenyataannya berkata lain. aku berharap, kau masih melanjutkan hidup mu seperti biasanya, tanpa diriku lagi di sisimu. Jangan menangis, okay. Aku pamit ...."
Tiba-tiba, Pete meringis. Kepalanya mendadak terasa sakit yang begitu hebat, dirasa kepalanya begitu terasa hendak meledak. Lagu tersebut terhenti dan digantikan dengan suara erangan kesakitan, membuat mereka semua mulai panik dan mendekati Pete.
Xiao Fu menyadari ada pembekuan di ingatan Pete, kemudian segera menusukkannya jarum akupuntur di kepala Pete dan segera menggunakan Qi untuk memecah pembekuan tersebut.
Pembekuan ingatan tersebut terpecah, ingatan tentang seseorang yang telah terlupakan teringat kembali. Namun Pete saat ini dalam keadaan pingsan.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...