
Pagi hari telah tiba, Semua orang tengah berkumpul di suatu arena hanya untuk menunjukkan kebolehan The Furious Five yang memang telah terkenal itu dan siapa pun boleh menantangnya bertarung.
Kusuma terlihat begitu terpana melihat cara mereka bertarung yang sama sekali sulit untuk diucapkan dengan kata kata. Kusuma memutuskan untuk menonton dengan seksama pertarungan ini, mencoba memahami teknik dan strategi yang digunakan oleh The Furious Five. Dia berencana untuk mengamati kelemahan mereka dan mencari tahu cara untuk mengalahkan mereka jika suatu saat dia memutuskan untuk menantang mereka.
Sementara itu, dia juga ingin melihat reaksi Nona Finch, yang terkenal tegas dalam memilih teman dan penggemar. Mungkin melalui pertarungan ini, dia bisa mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang kepribadian Nona Finch, walaupun itu tidak ada manfaatnya. Kusuma menyadari bahwa dunia bangsawan ini penuh dengan intrik dan persaingan, dan dia harus terus mengasah kemampuan dan wawasannya jika dia ingin berhasil.
Kusuma mulai menaruh perasaan hormat pada Nona Finch namun hal itu tidak akan berlangsung lama. Mendadak, Nona Finch menantang Jack untuk bertarung dan entah kenapa, aura kegelisahan mulai timbul pada Shara dan juga Raven. Kusuma mulai bertanya-tanya di dalam benaknya, apa yang terjadi?
Di dalam Arena Mereka terlihat bukan seperti bertarung layaknya di dalam kompetisi, melainkan seperti pertarungan hidup dan mati. Begitu juga pertarungan terasa berat sebelah, hanya Nona Finch yang menyerang secara brutal layaknya ratu iblis sementara Jack hanya bertahan tanpa melawan. Kusuma langsung menatap Shara, sepertinya ini terkait dengan sesuatu, pikirnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Itu ... sebenarnya ..."
Shara terlihat gugup untuk menceritakannya, membuat Kusuma mulai kehilangan kesabaran, namun Alicia mulai berteriak, "Kakak!"
Kusuma segera menatap ke arena dan terlihat jelas Kakaknya telah terbaring lemah di tanah dan Nona Finch hendak membunuhnya. Meskipun dia ingat ucapan Sakuya yang mengatakan Nona Finch akan membunuh siapapun yang berani bersentuhan Fisik dengannya, namun jika itu adalah Saudaranya, Kusuma tidak akan pernah diam.
__ADS_1
Rasa hormat yang dia bangun langsung hancur, digantikan dengan kemarahan. Semua orang terlihat sangat iba melihat Jack yang rupawan itu kini harus mati di tangan Nona cantik berhati iblis ini, namun tidak ada satupun yang berani maju menghentikan dia.
Kusuma tanpa ragu langsung melompat tinggi, dan segera menghantam tanah di tempat Gadis itu berpijak sehingga Tanah terangkat ke atas, dan gadis itu langsung melompat mundur. Mereka semua tiba tiba riuh rendah melihat sang penyelamat, namun mendadak sunyi seketika. Kusuma, yang mereka kenal tidak berkemampuan, kini telah turun dari bangku penonton dan berhadapan dengan Nona Finch itu.
Kusuma langsung mengecek hampir semua pembuluh nadi dari kakaknya, kemudian merasakan bahwa kakaknya menerima serangan yang cukup berat, namun masih bisa disembuhkan. Kusuma mendadak mengibaskan tangannya, membuat Shara dan Raven langsung turun ke Arena.
"Apakah Jack baik baik saja?"
"Dia mengalami luka dalam, namun masih bisa disembuhkan."
Raven segera memasang kuda-kuda pertahanan, bermaksud untuk menghalangi nona ini bergerak lebih jauh.
Namun, mendadak lengan Raven ditepuk oleh Kusuma, dan lelaki itu malah memdahuluinya sembari berucap, "Raven, seharusnya kau yang kembali. Aku tidak akan pernah bisa memaafkan apa yang telah dia lakukan kepada kakakku. Luka, harus kubalas dengan luka."
Tensi di arena meningkat, dan semua orang menonton dengan napas tertahan. Kusuma merasa marah karena melihat kakaknya hampir dibunuh oleh Nona Finch. Dia merasa bahwa tindakan Nona Finch tidak dapat dibiarkan begitu saja, dan dia bertekad untuk memberikan pelajaran padanya.
Nona Finch, meskipun terkejut oleh tindakan tegas Kusuma, masih terlihat dingin dan tegas. "Kau berani sekali menghalangiku. Tapi, karena kau adalah adiknya, maka kebetulan sekali. kematian kakakku harus dibalas dengan kematianmu agar kakakku paham rasanya kehilangan!"
__ADS_1
Pertarungan antara Kusuma dan Nona Finch dimulai. Kusuma mulai berfikir menggunakan setiap kemampuannya untuk bertahan dan menghindari serangan-serangan mematikan Nona Finch. Dia tahu bahwa dia tidak bisa mengalahkan lawan ini dengan kekuatan fisik semata, jadi dia mencari celah untuk menyerang dengan cerdas.
Nona bangsawan itu memulai dengan serangan beberapa bola api yang meluncur ke arah Kusuma, di saat itu, banyak orang merasa bahwa Kusuma telah berakhir begitu juga. Namun siapa sangka, Kusuma menggerakkan tangannya, membelokkan arah bola api itu ke arah lain dan bola terakhir juga dibalikkan kembali ke arah nona bangsawan yang kini menjadi lawannya itu.
Serangan Counter pasti akan menimbulkan kejutan dan ketidaksiapan, lawannya tidak menyangka hal itu terjadi padahal bola itu melesat begitu cepat dan kini dia terkena serangannya sendiri satu kali. Senyum Kusuma terlihat begitu menyebalkan, membuat Nona bangsawan itu jengkel dan melesat maju untuk bertarung dengan jarak dekat.
Pertarungan antara keduanya menjadi semakin sengit, dengan Kusuma menggunakan kemampuan yang telah dia pelajari dan kembangkan untuk menghadapi Nona Finch. Dia mencoba untuk menggertak dan mengelabui lawannya dengan gerakan yang cepat dan tidak terduga. Meskipun Nona Finch memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, Kusuma mencoba memanfaatkan kecerdasannya untuk mendapatkan keunggulan.
Bagaimana pun cara Nona Finch menyerang, Serangannya hanya mengenai angin kosong, sebaliknya serangan Counter Kusuma semakin membuatnya terpukul. Begitu juja bagaimanapun Dia bertahan, Kusuma selalu mampu membongkar pertahanannya. Total 8 kali serangan telah mengenainya.
Nona Finch, yang semakin frustrasi oleh kemampuan bertahan Kusuma, terus mencoba menyerang dengan amarah. Namun, setiap serangannya tampak sia-sia di hadapan kecerdasan dan keterampilan bertahan Kusuma. Yang ada, Dia kembali terpukul 8 kali. Itu berarti, secara total dia telah terpukul 16 kali.
Kusuma memang tidak berniat untuk membunuh gadis bangsawan itu, namun niatnya adalah membuat Gadis itu menderita oleh luka yang sama seperti yang didapatkan kakaknya kini. Kusuma mulai melakukan serangan amukan Badai yang semakin membuat Gadis itu kelabakan.
jenis ilmu yang Kusuma pelajari hampir sama dengan ilmu yang Nona Finch pelajari, membuat Guru besar kultivasi itu mulai merasa ada yang janggal. Keunggulan Kusuma hanya terletak pada teknik dan Variasi, pada dasarnya kekuatan yang Kusuma pakai bersumber dari kultivasi semua.
5 pukulan mematikan telah mengenai Nona Finch, membuatnya merasakan pukulan itu terasa perih. Lelaki yang seumuran dengannya ini ternyata tidak main main serangannya.
__ADS_1
Pertarungan semakin panas, dengan Kusuma terus memberikan tekanan pada Nona Finch. Dia berusaha untuk tidak hanya membalas serangan Nona Finch, tetapi juga membuatnya merasakan sakit yang sama yang dirasakan oleh kakaknya. Kusuma ingin memberikan pelajaran yang tak terlupakan pada gadis bangsawan ini.