Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 115


__ADS_3

Pete dan Dia kembali tergabung bersama rekannya di sebuah restoran. Namun, mereka semua menatap Pete dengan ekspresi yang begitu terheran. 


Bagaimana tidak? Mereka semua sudah mulai makan, sementara Pete masih membolak-balikkan makanannya dan mencium bau nya. Benar-benar berwaspada sekali.


...Sacred Valley:titik awal kultivator ...


...Episode 115. Pete dan Liontin jam...


Dia yang melihatnya begitu kesal, langsung mencomot daging milik Pete dan langsung menyantapnya, memberikan kode bahwa makanan mereka dalam kondisi naik-baik saja. Pete terlalu konyol untuk berwaspada.


Namun, Pete terdiam sejenak setelah melihat Chang'e yang terlihat begitu gelisah. Dirinya mulai menoleh ke arah lain, tepatnya di jendela. Dia mulai mengerutkan alisnya, merasa ada yang begitu aneh dengan tingkah Pete. 


Mendadak sebuah peluru meluncur, hampir bersarang di matanya. Beruntung Pete segera menghindarinya, walaupun orang yang ada dibelakangnya terkena dan langsung terbunuh.


"Ada penyerangan!" teriak rekan dari orang yang terbunuh tersebut, membuat semuanya terkesiap dan segera mengambil jurus seribu langkah kaki yang siapapun yang tidak mengalami masalah pada kakinya bisa melakukannya. Jurus ini lebih dikenal dengan nama  larri menyelamatkan diri.


Mendadak, penyerangan kembali. Namun, sepertinya target orang itu bukan Pete, apalagi Dia. Melainkan mereka sepertinya mengincar Raven. Mungkin rahasia Raven saat ini telah bocor sehingga banyak yang mulai bergerak untuk mendapatkannya.


Pete dan Dia secara bersamaan mengamankan Raven, mendadak menggunakan jurus berpasangan. Tidak seorang pun yang dapat menyentuh Raven.


Salah satu serangan kilat meluncur begitu cepat, namun malah ke arah Dia yang sudah pasti akan mudah ditahan dengan selendang hijau teratai bulan milik Dia.


Sementara itu, seseorang lainnya mencoba melesat, namun malah menyerang Pete yang sudah pasti menangkis serangan semacam itu.


Satu persatu musuh berhasil dilumpuhkan. Mereka pun segera melesat kabur. Namun, May dengan busurnya melepaskan serangan  anak panah beracun yang meluncur secepat tiupan angin badai, langsung menancap ketubuh mereka sehingga dalam waktu beberapa detik saja membunuh mereka.


Benar-Benar psikopat, pikir Pete. Mereka pun kembali menatap satu sama lain, merasa ada yang janggal. Apakah musuh berniat menculik Raven?


Memikirkannya hanya akan membuat kepala Pete pusing. Dirinya kembali ke meja makan dan memilih mengisi perutnya terlebih dahulu. Membuat mereka semua menghela nafas pelan. 


Bisa-bisanya di saat seperti ini, Pete baru melahap makanannya sementara tadi sebelum nya malah begitu asyik mengaduk-aduk makanannya.


----


Pete menghela nafas pelan. Dirinya malah dibebankan tugas untuk mengawasi Raven, mirip dengan tugas Dia mengawasinya.

__ADS_1


Tampak mereka bertiga tengah berjalan di jalanan, Dia ikut serta karena tugasnya mengawasi Pete seperti biasa.


"Pete, apakah kau pernah mendengar tentang penguasa waktu?" tanya Raven yang saat ini terlihat begitu berfikir.


Dia segera mendorong Pete, menyingkirkan posisi lelaki itu sembari tersenyum lebar. Tentu gadis Finch ini tahu mengenai hal itu. 


Dengan penuh semangat, Dia memberikan informasi mengenai penguasa waktu yang begitu misterius. Dan sepertinya Raven mulai mengangguk tanda bahwa dirinya mulai mengerti.


Pete memutar bola matanya begitu malas. Dirinya tentu tahu alasan Dia begitu mengetahui hal yang berkaitan dengan Fiksi. Benar-benar maniak Fiksi, pikirnya.


Pete kembali merasakan deru angin yang melesat ke arah punggungnya. Dengan cepat, Pete menangkap sesuatu yang rupanya adalah anak panah.


Mendadak, terjadi hujan panah, membuat Pete dan yang lainnya begitu terkaget. Namun mereka bertiga segera melesat bersembunyi di balik tembok.


"Kalian berdua tidak apa-apa?" tanya Pete kepada kedua rekannya yang tersembunyi di tembok yang tidak begitu jauh dari dirinya.


"Kami berdua masih baik-baik saja. Kau juga bukan?" tanya Dia balik, sebab dirinya sempat melihat anak panah tersebut menembus pakaian Pete.


Pete mencabut anak panah yang bersarang di tubuhnya, beruntung tidak mengenai organ vitalnya. "Aku baik-baik saja," ucap Pete sedikit berbohong.


"Serahkan perempuan itu kepada kami, jika kau masih menyayangi nyawamu!" ucap seseorang di antaranya.


"Heh, majulah kalau berani!" teriak Dia sekaligus memasang kuda-kuda bersama dengan Raven.


Orang itu tertawa. "Hahaha, gadis manis! Jangan salahkan kami jika nyawaku hilang begitu saja."


Orang itu telah melesat ke depan, membawa Eagle Claw di tangannya(senjata jenis sabit yang berbentuk cakar elang). Dia yang telah bersiap untuk melindungi Raven pun sudah menyiapkan serangan tersembunyi.


 Tidak disangka sebuah kekuatan aneh yang membentuk tulang tajam menghujam tubuhnya, yang membuat orang misterius itu tewas begitu cepat. "Benarkah kau ingin membunuh tunanganku?"


Mereka semua menoleh, mendapati Pete ternyata telah mengaktifkan garis darahnya. Terlihat kekuatan yang masih berbentuk yang sama dalam jumlah besar terliha bertebaran di sekitar dirinya.


 Dia menggeleng kepala pelan, tidak disangka Pete memiliki jiwa Psikopat juga. Namun, itu dikarenakan Pete dalam mode ini terlihat begitu dipengaruhi aura pembunuh.


 Merasa situasinya tidak menguntungkan, mereka semua berpandangan sejenak, kemudian langsung lari terbirit-birit. Membuat Pete mengerutkan keningnya. "Semudah itukah kalian ingin kabur?"

__ADS_1


 Namun, Pete mengangkat tangan ke arah mereka yang membuat tulang tajam itu meluncur menghujani sekujur tubuh mereka yang pada akhirnya mereka terbunuh.


Pete menghembuskan nafas kasar, menarik kembali kekuatan miliknya. Mendadak Pete jatuh terduduk, membuka mereka berdua segera mendekati Pete.


Luka tusuk yang Pete sembunyikan terlihat jelas, membuka Dia merasa begitu geram. "Dasar, apa sulitnya mengatakan hal yang sesungguhnya terjadi dari pada menyembunyikannya seperti ini?"


Dia seolah-olah benar-benar mengabaikan dirinya sendiri dan gadis yang ada di sampingnya. Dengan keras, Dia merobek pakaian Pete yang membuat Raven segera menutup matanya dan beralih memalingkan muka.


Segera dirinya mengeluarkan obat salep dan mengolesi pada luka Pete begitu kasar. Pete sampai meringis dibuatnya. 


"Kau jangan cengeng. Kau harus tahu bahwa luka di tubuhku akibat ulah dirimu yang nemangsaku itu lebih menyakitkan dari ini, sampai-sampai hampir tidak dapat berjalan," ucap Dia begitu kesal jika mengingat kejadian itu lagi.


Pete pun merasakan getaran rasa bersalah di hatinya, yang dimana hatinya seperti merasakan apa yang Dia rasakan saat kejadian itu lagi.


  ----


Malam telah tiba. Pete tengah merenung sendirian menatap bulan di kamar miliknya. Raven saat ini dalam bahaya besar, kemungkinan karena identitasnya sebagai Time Jacker telah bocor.


Pete melirik di ranjang yang terdapat Dia dan Raven tengah tertidur pulas. Pelan-Pelan, Pete mendekati mereka dan diam-diam mengambil liontin jam milik Raven yang ada di tangannya.


Mendadak, liontin jam milik Raven bereaksi, kekuatannya mulai seperti meresap ke tubuhnya, dan mendadak dirinya merasa beberapa bagian kekuatannya mengalir sendiri ke liontin tersebut.


Tercipta semacam segel waktu, tepat dibawah Pete yang membuat lelaki itu panik bukan main. Pete merasa terjebak. Dirinya menggenggam liontin jam itu begitu erat. 


Pete mulai kehilangan kesadaran dan malah terjatuh ke lantai begitu segel waktu tersebut memudar. Pete akhirnya membuka matanya, mendapati Dia dan Raven tengah berbincang-bincang di belakang Pete, terdengar begitu serius.


"Hah? Maksudnya Pete juga mampu mereaksikan kalungmu itu? Bagaimana bisa?  tanya Dia terheran.


"Entahlah, aku tidak mengerti. Apakah mungkin ada kaitannya dengan-" mendadak Raven terdiam sejenak. "Tidak mungkin juga."


"Apakah Pete juga dipilih oleh pemguasa waktu?" tanya Dia yang membuat Raven menghela nafasnya pelan. 


"Tidak tahu. Yang aku tahu adalah Pete telah mengikatkan dirinya dengan kalung ini sehingga aku merasa Pete memiliki akses untuk menggunakan liontin jam ini. Terpilih atau tidak, itu  masih menjadi misteri. Namun karenanya, Pete terancam akan terbunuh."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2