Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Devil Death Tree berhasil dikalahkan


__ADS_3

Micah dan kedua Elf Mage kembarnya mulai beraksi ke hutan tempat Devil Death Tree berada. Mereka menghadapi beberapa Demon yang menghadang, yang hal itu sangat wajar mengingat para Demon adalah bawahan sosok Devil, tetapi mereka berhasil mengalahkan mereka dengan cepat.


Saat mereka sampai di depan pohon iblis itu, terlihat jelas ritual itu tengah berlangsung, dan gadis muda yang sepertinya seumuran Micah tengah dikorbankan. Gadis itu terlihat pasrah saat mulai dibelit oleh sulur pohon tersebut dan terdapat mulut pada pohon itu terlihat mulai terbuka, hendak memakan gadis Dark Elf itu.


Micah segera melesat menyerang dengan menggunakan pedang kegelapannya untuk memotong sulur tersebut dengan tepat waktu, membuat mereka semua terkesiap. Mendadak para Dark Elf yang terkena pengaruh mulai bergerak menyerang Micah, yang walaupun yang terjadi kemudian malah tersambar petir karena ulah Porom dengan Cast 'Thundara' miliknya.


Tiba-tiba, pohon itu mulai mengeluarkan suara yang aneh. Suara itu semakin keras dan mengganggu telinga. Micah terus menyerang dan mendadak Micah mencabut pedang yang satu lagi. Timbul cahaya terang pada pedang tersebut, membuat siapapun kesulitan melihatnya. Mendadak Micah melepaskan serangan tebasan mematikan ditambah serangan Sihir Aero dan Fira yang membuat Devil Death Tree itu akhirnya runtuh, kemudian hangus dilalap api.


"Cukup mudah!" ucap Porom sembari menunjukkan sikap sombongnya, yang kemudian kepalanya langsung ditekan kebawah oleh Parom.


Mendadak para Dark Elf mulai menangis histeris dan mulai menyalahkan Micah. Kematian Devil Ghost Tree adalah pukulan telak bagi para Dark Elf karena mereka memperoleh makanan dari pohon itu.


Mendadak Eryndor muncul, mulai mencoba untuk menenangkan para Dark Elf yang sedang bersedih. Dia berkata dengan suara lembut, "Maafkan saya, tapi kalian harus memahami bahwa pohon itu sebenarnya menyebabkan kematian dan kehancuran. Kami tidak punya pilihan lain selain menghentikannya."


Eryndor mengambil alih situasi dan berbicara dengan para Dark Elf. Dia mengatakan bahwa mereka harus mencari alternatif sumber makanan untuk keberlangsungan hidup mereka. Eryndor kemudian menawarkan bantuan mereka untuk mencari sumber pangan baru dan mengajarkan teknik bercocok tanam yang lebih baik kepada para Dark Elf.


"Tetapi, bagaimana kita masih bisa hidup tanpa makanan sama sekali pada hari ini dan kedepannya?" tanya mereka serempak.


"Jangan khawatir, aku masih memiliki beberapa. Jadi, kita harus bersyukur dengan apa yang ada daripada terus menerus mengorbankan salah satu dari kita," ucap Eryndor kembali mencoba meyakinkan mereka.

__ADS_1


Para Dark Elf awalnya skeptis, tapi mereka mulai merasa lega setelah mendengar penjelasan Eryndor. Namun, saat Micah mencoba menjentikkan jarinya, secara mendadak timbul sebuah energi yang kuat melesat dari tanah dan menyebar ke seluruh hutan, bahkan sampai ke perkampungan Dark Elf. Energi itu berwarna terang dan terasa hangat. Micah terkesiap dan berusaha menghindar, namun energi itu justru mengenai mereka.


Kemudian, mereka merasakan sensasi aneh dan melihat pemandangan yang menakjubkan. Semua pohon dan tanaman yang mati di sekitar mereka tiba-tiba bergerak dan memancarkan sinar hijau. Perlahan-lahan, pohon-pohon itu mulai tumbuh kembali, daun-daun muncul kembali, terlihat buah dimama-mana dari masih muda hingga sudah matang, dan bunga-bunga mekar indah.


Micah dan kedua MoonElf Mage kembarĀ  ditambah para Dark Elf yang hadir begitu terpana dengan pemandangan tersebut. Mereka tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat. Eryndor tersenyum lebar dan mengatakan, "Sudah aku pernah katakan bahwa pohon inilah penyebab utama kesengsaraan kita. Devil Death Tree ini memang menjadi penyebab kerusakan hutan ini dan merenggut pangan kita."


Parom juga menambahkan, "namun, aku tidak menyangka bahwa setelah pohon itu hancur, energi kehidupan yang tersimpan di dalamnya dilepaskan dan mengembalikan kehidupan pada tanah dan pohon yang mati sebelumnya."


Micah merasa terharu dan bersyukur atas keajaiban ini. Dia merasa bahwa setiap tindakan baik pasti akan membawa hasil yang baik pula. Dengan penuh semangat, mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan harapan baru dan keyakinan bahwa kehidupan selalu memberikan peluang kedua.


Mereka langsung bergerak untuk memburu buah yang begitu lebat di sini, sembari berteriak, "ayo, kumpulkan buah dan kita ritual kali ini dengan Pesta untuk menyambut kembali kesuburan tanah kita!"


Pagi telah tiba, Micah sudah menyelesaikan tugasnya. Mereka harus kembali. Untuk itu, Micah bersama Parom dan Porom harus berpamitan kepada para Dark Elf. Namun karena bisu, tentu saja Parom dan Porom yang melakukannya.


"Tugas kami telah selesai, jadi kami harus kembali," ucap Parom.


Para Dark Elf menatap Micah, Parom, dan Porom dengan tatapan sedih. Mereka juga merasa sedih harus berpisah dengan ketiganya, namun mereka tahu bahwa kepergian mereka sudah tak bisa dihindari.


Micah merasa terharu melihat tatapan sedih dari para Dark Elf. Ia mengambil selembar kertas lagi dari dalam tasnya dan menulis dengan hati-hati: "Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang luar biasa ini. Saya merasa sangat beruntung telah bekerja denganmu semua."

__ADS_1


Micah menyodorkan kertas itu ke arah para Dark Elf dan memberikan senyuman ramah. Para Dark Elf merespon dengan senyuman hangat dan mengangguk sebagai tanda penghargaan atas kata-kata Micah.


"Kami juga merasa sama, Micah. Kita merasa beruntung telah bertemu dan bekerja bersama denganmu," ucap salah satu Dark Elf dengan suara lembut.


Micah merasa sangat tersentuh dan bahagia mendengar kata-kata tersebut. Ia menatap para Dark Elf dengan rasa terima kasih yang besar, merasa sangat bersyukur telah menemukan teman-teman baru seperti mereka.


Setelah beberapa saat, Micah memberikan isyarat bahwa mereka harus segera pergi. Para Dark Elf mengangguk dan memberikan senyuman hangat terakhir mereka pada Micah, Parom, dan Porom.


"Selamat tinggal, teman-teman. Semoga kita bisa bertemu lagi di masa depan," ucap salah satu Dark Elf dengan suara lembut.


Micah, Parom, dan Porom mengangguk sebagai tanda perpisahan yang penuh penghargaan. Mereka merasa sedih meninggalkan para Dark Elf, namun mereka juga merasa bahagia karena telah menemukan teman-teman yang luar biasa seperti mereka.


Dengan hati yang penuh rasa terima kasih, Micah, Parom, dan Porom meninggalkan tempat itu dan kembali ke perkampungan Moon Elf. Mereka menyimpan kenangan indah tentang kerja sama mereka dengan para Dark Elf dan berharap bisa bertemu lagi di masa depan.


Tidak ada lagi Demon yang menghalangi, yang memang hal itu sangatlah wajar terjadi karena tuan mereka (Devil Death Tree) telah terbunuh. Kali ini, Micah bersama party-nya dapat melewati lembah dengan mulus tanpa hambatan sama sekali.


Hanya butuh waktu tiga jam untuk sampai di perkampungan Moon Elf untuk melaporkan keberhasilannya. Namun, masalah timbul lagi. Belum menyentuh Perkampungan Moon Elf, terlihat sosok mirip-mirip Nekomimi yang rupanya Cat Elf tengah berupaya mendekatinya. Terlihat cukup pantai luka-luka yang dideritanya, dan secara Mengejutkan, Mendadak empat sosok Orc datang dan hendak membunuh Cat Elf yang malang itu.


Mendadak, Porom mengucapkan mantra dan membakar keempat sosok Orc sekaligus dengan Cast "Fira" yang akhirnya membuat keempat Sosok Orc itu tewas seketika. Terlihat Cat Elf itu begitu lemah, mungkin ada sesuatu yang telah terjadi pada perkampungannya.

__ADS_1


__ADS_2