Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Mengakhiri dominasi Demon dan Devil


__ADS_3

Terlihat bahwa Parsley menembaki para Demon, satu persatu, sementara Xavier dan Lyla saling menembakkan sihir element mereka. Terlihat juga Raven keluar dari formasi, membabat musuh di hadapannya, keluar masuk.


"Apa yang dilakukan Raven? Sering sekali keluar formasi."


"Raven bukan type initiator yang selalu melakukan Cover, melainkan infiltran. Kau tahu kan kemampuan infiltran itu adalah apa?"


Terlihat juga Jack terus berupaya melindungi Shara, sementara yang lainnya tengah terfokus. Namun tidak seorang pun yang terlihat lengah.


Situasi mulai menunjukkan mereka terpojok. Para devil semakin berdatangan, yang mendadak membuat Collete geram bukan main. "Dasar Demon, main keroyokan saja!"


Micah mulai menahan Collete, sembari berucap, "sebaiknya jangan terlalu gegabah, Collete."


"Tetapi, Micah. Ini terlalu sulit untuk diterima dengan akal sehat."


"Namun jika kau menggunakan kemampuan Invocate, takutnya mereka juga terkena imbasnya, Collete."


"Itu benar. Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Jika kita bisa melakukan kemampuan Protect: Body Shield, mungkin akan beda cerita."


"Tetapi siapa yang dapat mempelajarinya dalam waktu singkat?"


Mereka pun menghela nafas pelan, kemudian kembali menatap mereka di sana. "Kau benar, Micah. Ini bukan masalah terlalu gegabah untuk turun terlalu dini. Namun sekarang, ini terlambat."


Micah terdiam saja, melihat Collete mulai meneteskan air mata saat melihat bagaimana Raven terkena serangan mereka.


Micah mulai merasa bahwa Collete dan Rusk mungkin memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya sekarang. Soal Protect, seharusnya dirinya sebagai paladin setengah kultivator mampu melakukannya.


"Kalian berdua, gunakan kemampuan Invocate sekarang. Kita tidak bisa diam saja, harus melakukan sesuatu sebelum terlambat."


"Tetapi, kita tidak mungkin membunuh rekan kita, Micah."


"Soal Protect, biarkan aku yang mengurusnya."


"Bagaimana caramu melakukannya?"


"Aku adalah Paladin, bukan Warrior."


"Hah?" Mereka mulai merasa tidak percaya dengan Micah yang mengaku bahwa dirinya adalah Paladin. Namun, mereka pun harus mempercayainya.

__ADS_1


Mereka pu mulai saling menganggukkan kepala, kemudian mulai mengucapkan mantra secara. Mendadak energi terkumpul di tangan Micah, yang kemudian dilepaskan ke arah kelompok Garius.


'Protect: Body Shield'


Mereka semua terkejut melihat ada bola putih mengenai mereka, yang kemudian tubuh mereka terselimuti kekuatan aneh yang memiliki efek pertahanan yang bagus.


'Invocate:Fire Strike!'


Mendadak timbul kobaran api yang langsung membakar musuh menjadi abu. Itu semakin membuat mereka terkejut. "Sepertinya Seorang Sage melindungi kita!"


"Invocate:Tornado."


Mendadak timbul tornado yang muncul tiba-tiba, menarik semua Demon beserta apinya yang kemudian menjadi tornado Api mengerikan. Beruntunglah karena Micah telah menyelimutinya dengan perisai sehingga tidak ikut terkena dampak.


Para Demon pun tertarik dan akhirnya terpanggang di sana, yang kemudian tornado itu hilang, tidak menyisakan satu pun para demon.


Akhirnya, perang telah usai dengan kemenangan. Semua musuh telah rata. Namun rupanya ini masih belum usai. Kali ini sosok Devil muncul di hadapan Micah. Itu membuatnya begitu kesal.


Mereka semua pun melihat ke tebing dan menemukan Devil itu. "Apa yang dilakukan oleh devil itu?"


"Collete, Rusk! Kalian tetaplah di belakang. Ini Adalah Devil Api. Jadi jangan gunakan api untuk melawannya."


"Aku mengerti. Aku akan maju, namun kalian harus berhati-hati."


Micah mulai menghumuskan pedang penjaga neraka , kemudian langsung menggunakan mode kegelapan. Melihat nya membuat Iblis itu terkesiap, yang kemudian mulai menurunkan kewaspadaannya. Micah mulai melompat maju untuk memberikan tebasan pertama.


Namun, tidak disangka bahwa Devil ini memiliki kemampuan untuk meregenerasi sendiri. Masalahnya adalah, pedang kegelapan sama sekali tidak cocok untuk menggunakannya dalam menghadapinya.


Mendadak Devil itu mencakar Micah, yang rupanya menimbulkan luka yang tidak kecil. Sekali jajaran sudah cukup untuk membuat Micah terduduk dan tidak mampu berdiri. Namun, beruntunglah karena beberapa orang langsung membantu dirinya. Mereka adalah kelompok Garius.


"Micah Kau tidak apa-apa?"


"Kalian, lawan Devil ini, jangan sampai menggangu Rusk dan Collete melakukan TwinCast."


Mendadak, Devil itu mulai melepaskan serangan petir ke arah Collete, namun beruntung karena Micah segera menutup ruang tembaknya. Namun Micah kembali menderita luka yang lebih parah.


Terlihat Parsley mulai menembak Devil itu, namun tidak disangka ternyata serangannya immune. "Dia tidak mempan dengan serangan Fisik!"


Lyla dan Xavier malah menembakkan sihir api, yang kemudian terserap, lalu segera hendak digunakan kembali. Namun, beruntunglah karena Micah telah selesai membaca mantra, menciptakan 'Protect: Body Shield' Kepada semua rekannya yang berada di garis depan sebelum kekuatan tersebut dibalik.

__ADS_1


Kekuatan api ditembakkan balik yang beruntung hanya menimbulkan efek kecil pada mereka. "Jangan gunakan Api pada mereka."


Micah mulai menoleh ke belakang, menemukan Rusk dan Collete melakukan konsentrasi untuk serangan TwinCast yang sepertinya hendak mencapai akhirnya.


"Kalian semua, mundur!"


Mereka semua segera menoleh ke arah Micah. Terlihat Micah serius. Mereka pun segera mundur sejauh beberapa puluh meter. Mendadak Rusk dan Collete mulai melakukan serangan 'TwinCast: Comet' yang secara mendadak di sekitar mereka berdua timbul dua Komet yang langsung meluncur ke arah Devil tersebut yang kemudian meledakkan Devil tersebut.


Devil itu rupanya berhasil dikalahkan dengan dua Comet. Sungguh beruntung. Mereka pun akhirnya mendapatkan kemenangan yang begitu besar, yang dibayar dengan Micah yang terluka parah.


"Micah, kau tidak apa-apa?"


"Aku teledor, karena malah menggunakan pedang gelap. Sial!"


"Kita harus menyiapkan tenda di sini untuk merawat Micah disini. Ini juga sudah sore menjelang malam."


 


Micah tengah dirawat oleh Raven, bersama Marian. Terlihat Micah telah menutup matanya, tengah beristirahat. Dengan pelan, Raven mengusap pipinya.


"Mungkin besok, Micah sudah sembuh. Beruntunglah tiada patah tulang."


"Marian, bisakah kau pergi keluar? Biarkan aku yang merawatnya."


"Uh, tetapi aku adalah medical di sini. Ada kemungkinan aku akan dibutuhkan dalam kesembuhannya."


"Biarkan aku yang mengaturnya. Sekarang, kau boleh mengambil waktu istirahat."


"Baiklah, jaga Micah dengan baik-baik. Jika ada sesuatu yang terjadi, panggil aku."


Marian mulai pergi dari tenda, meninggalkan Raven dan Micah yang tengah berbaring. "Micah bodoh."


Perlahan air matanya mengalir di pipinya, yang kemudian jatuh ke tempatnya berdiri. "Apa yang telah kau lakukan, Micah? Mengapa kau bertindak sejauh ini sendiri? Apakah kau memang tidak membutuhkanku di perjalananmu? Tetapi kenapa kau tidak sekalipun memberitahuku? Sebenarnya, kau anggap aku apa?"


Raven mengusap air matanya yang terus mengalir di pipinya. "Lihatlah dirimu sekarang, Micah. Kau terluka, aku juga merasa sangat menderita. Kenapa, kau selalu saja memilih terluka, baik bersamaku ataupun tanpaku?"


Mendadak Collete dan Rusk datang bersamaan ke dalam tenda tersebut, melihat Raven yang mulai meneteskan air matanya.


"Jika ingin menangis, menangislah di sini, Raven. Aku tahu benar siapa dirimu."

__ADS_1


Raven melirik Collete dan Rusk yang terlihat berada si dekatnya. Collete meraih Raven dan memeluknya. Seketika tangis Raven pecah. "Micah sangat bodoh, selalu bertindak sendiri tanpa peduli dengan keselamatannya sendiri. Bahkan kali ini Si bodoh ini juga tidak memberitahu aku sama sekali."


__ADS_2