Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 84


__ADS_3

Di dimensi tersebut Pete terdiam mendengar ucapan Chang'e. Itu benar-benar tidak masuk di akal, bagaimana bisa Dia begitu membenci tombaknya? 


...Sacred Valley:titik awal kultivator ...


...Episode 84. Alasan Dia begitu emosi....


"Aku juga tidak tahu. Jangan tanyakan kepadaku. Cobalah kau tanyakan kepada dirinya. Aku yakin hasilnya pasti akan lebih akurat."


Pete terdiam.


"Haahhh, aku harap Dia tidak menjawab karena kau lebih memakai tombak daripada pedang untuk melawannya."


"Aku mengadu kekuatan melawannya dengan pedang? Pedang misterius punyaku saja tingkatannya lebih rendah dari selendang hijau teratai bulan miliknya. Menghadapi dirinya sama saja dengan mencari kematian."


"Pada dasar kau hanya tidak mau kalah, tidak perlu beralasan mencari kematian," ujar Chang'e begitu kesal.


"Mengapa aku takut kalah? Bukankah aku memang bermaksud menguji coba tombak kaisar tersebut? Tidak aku duga, kemampuan fisik milikku masih belum cukup menghadapi reaksi yang ditimbulkan dari tekanan tombak tersebut ketika beradu langsung, padahal secara teoritis, tombak kaisar milikku seharusnya mampu bertahan lebih lama lagi."


"Kalau begitu, tingkatkan lagi atribut fisikmu. Bukankah kau telah mengambil begitu besar ginseng air di dimensi itu?"


"Astaga, aku baru kepikiran. Aku juga baru ingat, aku harus membaginya juga!" ucap Pete.


Chang'e mendengus. Pete benar-benar naif, sampai apa yang dirinya dapat secara bersusah payah, pada akhirnya dibagikan begitu saja. "Pada akhirnya, semuanya yang kau punya juga kau bagi. Padahal bahan seperti ini, harganya begitu mahal sekali." 


Pete mengernyit. Dirinya tahu apa yang Chang'e pikirkan dan dirinya begitu membenci pemikiran seperti itu. "Mahal apanya? Ketika aku hendak menjualnya, malah dikira bumbu dapur. Kau harus tahu, berbagi itu indah. Jadi hilangkan pemikiran egoismu seperti itu. Jika tidak, nantinya kau tidak akan memiliki kawan."


Chang'e menghela nafas pelan. Dirinya begitu kesal karena Pete memiliki pemikiran yang berseberangan. "Aku harap kenaifan dirimu tidak akan membawa bencana untukmu. Tidak semua orang memiliki rasa terima kasih, justru akan membuatnya semakin menginginkan lebih darimu. Percayalah kepadaku."


"Tidak. Aku memang naif, namun aku juga pilih-pilih. Tidak semua orang akan mendapatkan kesempatan seperti ini. Aku membagi kepada mereka karena aku percaya kepadanya."


"Hmmm." Chang'e memalingkan wajahnya karena kesal. Namun justru membuat Pete gemas sehingga pipi Dewi Chang'e dicubitnya,  membuat sosok dewi dari bulan tersebut semakin kesal.


"Jangan kau cubit pipiku, siala-! Maksudku, jangan mencubit pipiku, Pete. Aku seorang dewi, juga memiliki kekasih bernama Wu Gang! Jadi, jangan bertindak lebih jauh!" ucap Chang'e semakin kesal sampai berucap sedemikian. Pipinya begitu memerah akibat begitu malu dicubit sedemikian.

__ADS_1


"Bertindak lebih jauh? Pemikiranmu sejauh itu?" tanya Pete terheran. Bocah itu tidak menyangka pemikiran Chang'e malah travelling kemana-mana.


Mata Chang'e membola. Dirinya baru teringat, walaupun Pete terlihat begitu pendiam, namun dirinya begitu peka dengan perasaan seseorang melalui ucapan dan tindakan. "Berhentilah membaca pemikiranku!"


Pete terdiam. Seorang Dewi sampai berpikiran seperti itu? Padahal dirinya hanya mencubit kedua pipinya.


"Kita ganti topik!" ucap Chang'e yang pipinya semakin merah karena begitu malu karena Pete juga berhasil membaca pemikirannya.


"Oke. Sekarang aku tanya sesuatu kepadamu. Bagaimana bisa senjata milikmu sampai di tangan Dia? Maksudnya, sebagai senjata pusaka, seharusnya kaisar langit menyimpannya. Lalu mengapa senjata seperti itu bisa sampai di sini?"


Chang'e menghela nafas pelan. "Aku sudah bilang, tidak hanya  kitabnya saja dilempar Yun Xiaxoe. Ada banyak yang dilemparnya bersamaan, termasuk beberapa senjata pusaka."


"Oh, kau ternyata sudah menceritakannya sebelumnya. Tetapi bagaimana bisa kau disegel di Changseng Jue sementara kekasihmu malah dilenyapkan?" tanya Pete yang membuat Chang'e menatap Pete begitu lekat. 


Chang'e menatap Pete begitu lekat. Tersirat aura kebencian dan kesedihan yang begitu mendalam  "Karena Kaisar langit menginginkanku sebagai selirnya. Namun, karena aku menolaknya, sialan itu menyegel diriku di benda pusaka terburuk, yaitu Changseng Jue.  Dengan harapan diriku akan menyerah dan pada akhirnya aku menuruti keinginan dirinya. Kau tahu, aku di Changseng Jue dalam kondisi terikat oleh segel dan hanya bisa dibuka dengan darah. 


Situasi terburuk membuatku menggunakan seluruh kemampuanku untuk bertahan dari aura Changseng Jue tersebut sekaligus menetralisir auranya dan membutuhkan waktu sampai seribu tahun lamanya.


Namun, darahmu telah menodai segel pengikat di Changseng Jue sehingga diriku terlepas dari ikatan tersebut dan pada akhirnya aku menggunakan Changseng Jue sebagai sumber energi spiritual milikmu sekaligus tempat penyimpanan energi berlebih.


Akan tetapi, aku tidak menyangka sifatmu begitu jahil yang membuat diriku begitu kesal sepanjang hari, membuat diriku harus terkena getahnya dan ikut jahil kepada dirimu,"


Pete mengerutkan alisnya. "Aku yang jahil? Bukankah kau yang terlebih dahulu jahil kepadaku?"


"Aku sudah membaca pikiranmu sejak awal, sialan!" ucap Chang'e begitu kesal, namun dirinya segera menutup mulutnya. "Maaf."


"Kau, membaca pikiranku sejak awal?" tanya Pete.


"Katakanlah begitu."


Pete terdiam, kemudian berucap dengan ekspresi kesal. "Lama-kelamaan, aku tidak punya privasi lagi."


Chang'e tertawa sembari menutup mulutnya dengan tangannya. "Resikonya memiliki diriku memang begitu dan kau harus menerimanya."

__ADS_1


Pete mengerutkan alisnya. "Memiliki dirimu? Jangan samakan aku dengan kaisar langit yang selalu kau sebut sialan itu. Lagipula siapa juga yang menginginkan dirimu?"


Chang'e berucap begitu menyombongkan dirinya. "Iya, deh. Tetapi padahal aku merasa begitu cantik sampai-sampai di saat kematianmu hampir tiba, kau memainkanku seperti boneka."


Pete meledek Chang'e yang terlalu kepedean. "Hmm? Walaupun kau begitu cantik, tetapi aku tidak yakin hatimu juga ikutan cantik." 


Alhasil,  sebuah gebukan didapatkan Pete dari Chang'e yang begitu emosi karena Pete meragukan kebaikan hatinya. "Kau! Beraninya kau meragukan kebaikan hatiku, aku hajar kau!"


----


Dia mengelus kepala Pete, begitu merasa bersalah atas apa yang telah dirinya lakukan. Sementara itu, Kuruna tampak begitu berdiskusi dengan Xiao Fu di depan pintu.


"Dia memang seperti itu. Semenjak Dia ditinggal gurunya, Pete telah menjadi orang yang paling berharga. Namun, dirinya begitu membenci lelaki mesum dan mengira Pete juga termasuk lelaki tersebut, sehingga dirinya kemudian begitu membenci Pete. Akan tetapi, hubungan mereka berdua telah membaik.


Aku rasa Dia tidak akan membiarkan Pete diambil oleh orang lain, seperti putriku yang juga tidak ingin Pete meninggalkannya," jelas Xiao Fu.


"Terlalu terobsesi itu tidak baik," nasihat Kuruna.


Xiao Fu menatap Dia yang masih setia mengelus kepala Pete. "Namun, aku merasa mereka berdua memang sebuah pasangan serasi."


"Aku harap begitu."


Sementara itu, di luar ruangan terlihat saudara seperguruannya tengah berdiskusi. Melihat bagaimana kemampuan spiritual milik Pete, membuat mereka semua merasa begitu tertinggal.


"Aku merasa, kita terlalu begitu lambat dalam berkembang. Jadi kita harus berkembang lebih keras lagi. Kita sudah tertinggal dari kakak tertua yang yang umurnya termuda di antara kita sebelumnya, bahkan sekarang kita dikalahkan oleh adik termuda."


"Aku tidak mengerti, tekhnik apa yang adik termuda gunakan untuk dirinya berkembang."


"Kakak tertua telah mengatakan, mereka berdua melakukan tekhnik kultivasi rasi bintang Nebula secara berpasangan tingkat awal. Mungkin itulah alasannya."


"Atau Pete mengambil energi spiritual milik musuh dan menggunakannya untuk perkembangan. Kalau tidak, bagaimana mungkin Pete memiliki Jiwa Skelefang?"


"Sudahlah, yang terpenting adalah bagaimana caranya untuk menyusul perkembangan mereka?" tanya Katie begitu kesal. Bukannya bahas caranya menyusul perkembangan mereka berdua, mereka malah membahas darimana Pete memiliki energi spiritual sebesar itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2