
Micah kini berada di alam mimpi. Dirinya tengah melayang di udara, tepat di angkasa luar. Terlihat jelas terdapat sobekan pada dunia, yang rupanya terbelah dua, namun Micah tidak tahu bahwa itulah kehidupan sebenarnya yang tidak mungkin ada dalam sejarah.
Terdengar suara aneh yang membuat Micah terkejut. "Apakah kau sudah melihatnya, Micah?"
Micah mulai mencoba berteriak, namun suaranya tidak keluar. Micah mulai celingak-celinguk melihat ke kiri maupun kanan.
"Warrior of Light, perjalananmu sangat panjang dengan penderitaan kecil yang akan terus menghampiri dirimu. Janganlah bertindak seperti pengecut, hadapilah semuanya dengan berani. Percayalah, semua kerja kerasmu pasti akan terbayar di suatu saat nanti dan kebahagiaan pasti akan menyertai di balik kesulitan yang kau hadapi. Jadilah Warrior of Light yang konon akan menjadi pelindung the Herald of Destiny."
Ia mencoba berkonsentrasi untuk memahami kata-kata yang baru saja didengarnya. "Siapa the Herald of Destiny?" tanya Micah dalam hati.
Tiba-tiba, Micah merasa ditarik oleh sebuah gaya gravitasi yang kuat. Ia mencoba berjuang untuk tidak terbawa olehnya, tetapi semakin kuat ia menolak semakin kuat pula gaya yang menariknya.
"Aku harus pergi ke mana ini?" gumam Micah dalam hati sambil terus meronta.
"Sudah waktunya bagi kau untuk bangkit, Micah," kata suara aneh tadi.
Tiba-tiba, Micah merasakan suhu yang sangat dingin dan ia merinding. Ia langsung membuka mata, dan rupanya Micah akhirnya terbangun, namun tidak disangka seluruh tubuhnya seperti tidak terasa sejenak, lalu mendadak terasa kesemutan.
"Bagaimana tubuhku bisa seperti ini?" gumam Micah dalam hati
Micah mulai berdiri dan akhirnya semuanya normal. Micah menghela nafasnya pelan, lalu mulai bangkit dan segera keluar dari kamarnya.
Micah kini berada di aula di balai kota. Terlihat Topapa berdiri di sana, mulai menerangkan keadaan perkampungan Dark Elf saat ini. Mendadak, Topapa memanggil kedua cucunya. "Parom dan Porom, kemarilah!"
__ADS_1
Mendadak gadis elf kecil datang dengan berlari kecil ke arah Topapa. "Ada apa, kakek?"
"Dimana adikmu?" tanya Topapa terheran, karena hanya ada satu yang datang.
Mendadak bocah elf kecil muncul dengan gaya, melalui kemampuan teleport. "Aku disini, kakek. Apakah ada sesuatu yang memungkinkanku untuk keliling untuk menghadapi musuh?"
Mendadak, Gadis Elf kecil itu mendekati Porom, dan menekan kepala Porom ke bawah dengan kasar hingga membuat bocah lelaki itu berteriak, "aduh!"
Mendadak Topapa menatap Micah. "Mereka berdua adalah cucuku, berjuluk White and Black Twins."
Micah terkejut. White and Black Twins? Berarti mereka berdua adalah Mage? Astaga, pada murid seumuran ini di academi Sharance hanya mendapatkan gelar Apprentice (penyihir kelas dua)
"Ini adalah White Mage, bernama Parom. Sementara yang bocah nakal ini adalah Black Mage, bernama Porom. Mereka adalah Mage yang mumpuni, namun ada beberapa pencapaian hebat yang tidak kalah dengan Witch maupun Wizard, bahkan Magus dengan Devout. Mereka begitu kuat dalam sihir, namun begitu lemah dengan Deffence. Kau adalah Paladin, bagaimana mungkin kau tidak mengoptimalkan kemampuan Cover milikmu untuk melindungi mereka berdua?" tanya Topapa lagi.
------------
Micah kini memasuki wilayah lembah yang menjadi perbatasan perkampungan Dark Elf dengan Moon Elf. Micah mendapati kendala dalam perjalanan, dimana ada api yang menghalangi jalan mereka.
Mendadak Parom maju ke depan, mengamati api itu tidaklah biasa, lalu menoleh ke arah Porom. "Kau bisa memadamkannya dengan melakukan Cast Blizzard, bukan?"
"Jangan remehkan aku," ucap Porom kemudian bergerak maju. Porom mulai membaca mantra dengan begitu cepat dan segera turun bafai Es yang memadamkan apinya. Micah tercengang, karena pada dasarnya, melakukan Cast Blizzard berupa serangan badai es lebih sulit daripada Icicle yang hanya hujan Stagnit Es biasa. Itu berarti mereka adalah Mage mumpuni pada usia belia! Para murid academy jika sampai melihat ini pasti langsung merasa iri
Disini diperkirakan ada Demon yang berkeliaran. Micah mulai bergerak maju membabat musuh begitu situasinya 'preventive Strike!', segera melakukan Cover begitu situasi 'Surprised!', maupun bertukar posisi jika situasi sangat buruk, yaitu 'Back Attacked'.
__ADS_1
Namun Micah mampu mengatasi mereka semua, ditambah kehebatan memukau mereka berdua sebagai White and Black Twins. Parom mampu memberikan healing magic untuk menyembuhkan luka-luka Micah, sementara Porom dengan cepat mengeluarkan serangan sihir hitam untuk melumpuhkan musuh-musuh mereka.
Ketika mereka sampai di tengah lembah, tiba-tiba sebuah portal besar muncul. Dari dalam portal itu muncul seorang Demon raksasa yang memancarkan aura yang sangat kuat. Micah dan kedua mage itu terkejut melihat Demon tersebut.
"Kau tidak akan bisa mengalahkanku, manusia kecil!" teriak Demon itu.
Micah mulai bersiap siap untuk melesat maju, tapi ia melirik ke belakang dimana ada kedua Mage mumpuni, namun masih terlalu belia. Itu membuat Micah merasa kesulitan untuk mengandalkan kelincahannya, karena Micah harus melindungi mereka berdua juga.
Parom dan Porom sendiri bersiap untuk bertarung. Micah mengambil posisi di depan, siap untuk menyerang.
Monster itu melontarkan serangan besar ke arah mereka, tapi Micah melakukan tekhnik Naiive Blade sebagai balasan. Parom dan Porom dengan cepat melepaskan serangan sihir mereka untuk melumpuhkan Demon tersebut. Setelah beberapa saat, mereka berhasil mengalahkan monster itu dengan satu serangan Cast api.
Micah, Parom, dan Porom merasa lega karena berhasil mengalahkan Demon tersebut. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, siap menghadapi tantangan berikutnya yang mungkin akan lebih sulit dari yang sebelumnya.
Namun, Demon itu rupanya masih bisa bangkit lagi, yang membuat mereka langsung berwaspada dan segera menukar posisi. Rupanya, Itu bukan Monster, melainkan Devil. Buktinya, bisa bangkit lagi bahkan berevolusi menjadi lebih kyat padahal jikalau ini Demon, pasti sudah tewas.
Micah mulai mereka untuk mundur cukup jauh, sementara dirinya sendiri akan mengurus Devil yang satu ini. Micah mulai mulai melesat maju ke depan, mencoba menyerang lebih dulu, namun Iblis itu segera membuat serangan Catatan di tanah, membuat Micah melompat, dan menghumuskan pedang cahaya malaikat surga dan mencoba memberikan satu serangan.
Micah mulai melompat kesana kemari, sambil melakukan gerakan berguling lenting untuk menghindari serangan langsung dari Devil ini sembari memberikan tebasan. Tidak jarang juga, harus melompat berjumpalitan di udara untuk menghindari serangan apabila berguling penting dirasa tidak akan memberikan posisi yang aman ataupun memungkinkan baginya untuk melakukannya.
Micah mulai melompat ke udara, segera bermaksud menebas kepala Devil ini. Namun, Debit terlalu cekatan, sehingga Micah terkena tamparan darinya sampai terpukul mundur hingga menabrak Tebing. Beruntunglah karena Micah sempat melindungi tubuhnya dengan cara mengalirkan Qi ke seluruh tubuhnya sebelum sesaat menabrak tebing. Bisa dilihat bahwa tebing itu sampai timbul retakan.
Meskipun Micah telah melindungi tubuhnya dari benturan, namun tetap saja menimbulkan rasa yang begitu sakit karena kemampuan Qi pada tubuhnya hanya dapat menetralisir kerusakan yang diterima tubuh, bukan melindungi secara seutuhnya seperti Protect: Body Shield.
__ADS_1