
Setelah kemenangannya melawan Katie, pertandingan di hari ini telah usai. Semuanya sama sekali menahan nafasnya, karena begitu Shock dengan jalannya pertarungan.
Micah mulai menatap Sakuya, kemudian menunjukkan isyarat bahwa pertandingan tadi terlalu mudah. Itu membuat Sakuya menghela nafasnya pelan. Dirinya mulai merasa bahwa Micah masih punya otak begitu cerdas, sehingga tidak mungkin dikalahkan semudah itu.
Raven menatap Micah dengan perasaan bangga. Namun berupaya dirinya tahan. "Micah memang hebat!"
Para penonton dari Sol Terano mulai mencibir, "bocah itu sangat beruntung."
---
Dua hari kemudian, Micah kembali bertarung melawan Joe, seorang Dragon Spearman Cultivator yang termasuk dalam kelompok elit The Furious Five. Joe Fisher adalah lawan yang lebih tangguh dari Katie dan memiliki kecepatan dan kekuatan yang lebih besar.
Micah tahu bahwa ini akan menjadi pertarungan yang sulit, jadi dia mempersiapkan diri dengan matang. Dia mempersiapkan pedangnya, siap untuk melawan Joe.
"Pertarungan, Dimulai!"
Pertarungan dimulai dengan cepat, dan keduanya saling menyerang dengan serangan pedang dan tombak yang cepat dan mematikan. Joe mampu menghindari serangan Micah dengan kecepatan yang luar biasa, dan membalas dengan serangan tombak yang membuat Micah hampir kehilangan keseimbangan.
Micah terus mencoba untuk menyerang Joe dengan menggunakan pedang kegelapannya, tetapi Joe mampu mengimbangi serangan tersebut dengan kekuatan dan kecepatan yang sama-sama besar. Pertarungan berlangsung sengit, dan keduanya saling menyerang dengan teknik yang mematikan.
Meskipun Micah terus berjuang dengan keras dan menggunakan pedang kegelapannya, Joe terus berhasil menghindari dan menyerang balik dengan kecepatan dan teknik yang mematikan. Micah mulai merasa lelah dan terdesak oleh serangan Joe.
Mendadak Serangan yang sangat mirip dengan tekhnik "Million Strike" hampir menusuk Micah bertubi-tubi. Beruntung, Micah mampu menghindar.
Namun, Micah tidak menyerah. Dia terus berjuang dengan gigih, mencoba menemukan celah pada serangan Joe. Namun, sepertinya sia-sia saja. Masalahnya, Micah tidak sempat menggunakan kemampuan Darknes miliknya.
Micah kemudian mulai mendapatkan ide, kemudian hanya bertahan, yang membuat Joe mulai terkejut yang kemudian mulai melompat mundur.
"Tekhnik ini lagi?" tanya Joe.
"Terima kasih karena mau mundur!" ucap Micah dengan senang, kemudian segera mengaktifkan kegelapannya.
Joe terkejut, tidak menyangka rupanya Micah melakukan tipuan. "Micah, kemampuan berfikirmu sangat mengesankan, aku akui itu."
"Kak Joe terlalu memuji."
"Sepertinya ini menjadi kali pertamanya aku menemukan lawan secerdas dirimu."
__ADS_1
Micah mulai menyerang Joe, kali ini dengan serangan yang lebih kuat. Kali ini, Joe mulai kewalahan karena dalam mode ini, Micah menjadi lebih cepat dan kuat. Mendadak, Micah mulai mengayunkan pedangnya, menciptakan gelombang tebasan yang hampir membelah Joe.
Raven mulai mengetatkan tangannya. "Kemampuan Micah telah meningkat pesat."
Setelah beberapa menit bertarung, Micah berhasil menemukan celah pada serangan Joe dan mengambil kesempatan untuk menyerang dengan kecepatan dan kekuatan aura kegelapannya yang mematikan.
Kali ini Joe tidak dapat menghindari serangan tersebut dan terkena serangan pedang Micah yang mematikan. Joe jatuh ke tanah dan tersungkur, membuat penonton terkejut dengan akhir pertarungan yang tiba-tiba.
Micah dinyatakan sebagai pemenang dari pertarungan sengit ini, dan para penonton kembali terkejut untuk kedua kalinya. Micah telah menunjukkan keahliannya dalam bertarung. Sekarang, apakah Sakuya masih menganggap Micah lemah juga?
Terlihat Sakuya hanya terdiam, kemudian menggelengkan kepalanya. Harus di akui, Micah sangat handal dalam pertarungan dan selalu memperlihatkan bahwa dirinya terdesak dahulu, baru menyerang lagi.
---
Micah dan beberapa temannya memutuskan untuk menghabiskan waktu mereka di sebuah meja rumah makan Blaise. Terlihat Micah tengah bersantai, tidak menyangka kemampuannya saat ini mampu menumbangkan dua anggota Fourius Five.
Saat sedang menikmati minuman mereka, Collete dan Kurt, anggota The Furious Five lainnya, mulai adu argumen tentang kekuatan mereka. Kurt merasa angkuh dan menganggap dirinya lebih kuat dari Micah dan Collete hanya karena dia termasuk bagian dari kelompok yang terkenal.
Micah mulai melirik Kurt, kemudian berpaling. Dirinya sama sekali tidak tertarik dengan Kurt yang lebih lemah daripada Joe.
Mendadak orang lain yang Pro dengan Sharance mulai mengejek. "Iya, nih. Harga dirinya mana? Micah baru dua musim mempelajari kemampuan bertarung, eh lawannya berlabel hebat malah melawak."
"Kalian semua! Oke, lihat saja besok! Akan aku kalahkan Micah dengan memalukan, camkan itu!"
Micah langsung merasa tersinggung dengan ucapan Kurt. "Apa maksudmu? Kau harus tahu bahwa kekuatan sejati hanya terletak pada reputasi dan nama besar. Kalau begini, kau malah akan ditertawakan orang"
Collete mendukung pendapat Micah dengan berkata, "kekuatan sejati harus datang dari diri sendiri dan bukan karena tergabung dalam kelompok yang terkenal."
Kurt mulai merendahkan Micah dan Collete dengan kata-kata kasar, tetapi Micah tidak mau membiarkan hal itu terjadi dan memberikan balasan yang tajam. Akibatnya, perdebatan semakin memanas
"Tch, kau hanya sampah tidak berguna yang hanya beruntung!"
Mendadak Micah meledek. "Iya, sih. Hanya beruntung mengalahkan dua Fourius Five yang sedang melawak di arena. Aku harap kau tidak melawak juga pada pertandingan besok. Kalau kau kalah lagi, bersiaplah kena bully."
"Katanya Fourius Five hebat, mampu mengguncang dunia, katanya. Eh, lawan kuda hitam baru belajar saja udah melawak, bagaimana mau mengguncang dunia?"
Ucapan Collete membuat hampir seisi rumah makan tertawa, bahkan Blaise juga. Ini adalah penghinaan untuk Fourious Five! Namun, mereka lah yang memulai, jadi sangat pantas, penghinaan dibalas penghinaan.
__ADS_1
Mendadak Dia Finch berdiri. "Micah, kau begitu keterlaluan!"
"Sebaiknya kau mengingat ulang, siapa yang duluan keterlaluan. Aku harap kau tidak pura-pura amnesia, nona Manja," ucap Micah dengan muka menyebalkan.
"Kau!"
Gina mulai ikut berdiri, namun bukan untuk membalas, melainkan menenangkan Dia Finch.
"Sudahlah, kita harus pergi saja."
"Huh! Mari Kita lihat, apabila Micah bertemu denganku di arena, akan aku patahkan semua tulangnya!"
"Kalau kau tidak melawak sih."
Kurt menertawakan Micah, "Kau pasti hanya berbicara besar, Micah. Besok di arena, kau akan merasakan apa artinya menjadi lawan Fourius Five."
Micah hanya menatap Kurt dengan tatapan dingin, "Kita akan lihat besok siapa yang akan menang."
Rusk menambahkan, "Tetapi, jangan lupa bahwa tujuan dari pertandingan adalah untuk saling menghormati dan bersenang-senang. Bukan untuk merendahkan atau memalukan lawan."
Blaise menyetujui ucapan Rusk, "Ya, tepat sekali. Kita harus saling menghargai dalam pertandingan."
Memang, dari keluarga Blaise, Rusk menjadi yang paling bijaksana.
Micah mengangguk setuju, "Baiklah, aku setuju dengan itu. Besok kita bertanding dengan sportifitas dan menghormati lawan."
Dia Finch melihat ke arah Micah dengan tatapan tajam, "Tetapi, kau harus siap-siap kalah dan menerima hukuman."
Gina menghela napas, "Sudahlah, Dia Finch. Mari kita pulang saja."
Dengan itu, mereka semua berdiri dan pergi meninggalkan rumah makan dengan suasana yang tegang. Besok adalah hari pertandingan, dan semua orang pasti akan merasa tegang dan gugup untuk mengetahui hasil akhirnya.
"Aku akan kalah pada pertandingan besok? Huh! Mimpi saja sana."
Micah mulai menarik dan menghembuskan nafasnya, berupaya meredakan emosinya yang tadi meledak ledak.
---
__ADS_1