
Pete tersenyum, kekuatan yang berbentuk Palu semu tersebut pecah. Namun, Pete malah bersatu di kekuatan tersebut, secara mengejutkan telah menjadi seekor ular naga yang sangat mirip dengan naga kaisar, menyerang Dia.
Sial, ini seperti menghadapi seekor naga yang begitu kuat. Dia merasa bahwa kemampuan Pete menjadi terlalu diluar nalar manusia hebat seperti umumnya.
Dia sendiri mulai bersiap-siap, tidak tahu apakah dirinya mampu mengalahkan Pete dalam mode ular Naga, atau tidak. Namun intinya, Dia sudah membuat Pete mengeluarkan kemampuan diluar nalar.
...Sacred Valley:titik awal kultivator...
...Episode 128 kekuatan Pete yang sesungguhnya...
Aurelia sendiri begitu terkejut. Tidak disangka ternyata Pete memiliki kemampuan yang terlalu sulit untuk dipercaya. Jadi selama ini Pete sebenarnya memiliki kemampuan seperti ini?
Mendadak, Pete dalam mode naga langsung menggerakkan ekornya, memukul Dia. Namun, Dia masih mampu menghindarinya di udara. Namun, tidak disangka bahwa ekornya bergerak kembali dan berhasil meraih tubuh Dia.
Dia segera berontak, ekor tersebut tersebut pecah dan Dia terbebas. Namun kekuatan itu menyatu, masih dapat kembali ke wujud sebelumnya dengan cepat.
Dia menghela nafas pelan. Beruntunglah, ekor tersebut begitu rapuh. Kalau tidak, Dia sudah kalah sebelumnya.
Dia kemudian menciptakan ular dari selendangnya, mencoba menyerang Pete, namun kelihatannya sangat sulit.
Pete kembali melepaskan serangan aneh, mendadak dirinya tertarik kedepan, kemudian baru menyadari bahwa dirinya terserang 'topan menjebak'
Pete membuka mulutnya, menyemburkan serangan api. Dia segera mengayunkannya selendang, menciptakan perisai yang melindungi sekujur tubuhnya.
Mendadak Pete membuka mulutnya sekali lagi, menyemburkan energi gelap yang begitu mengejutkan. Mata Dia membola, dirinya telah terlambat untuk menghindari serangannya.
Segera, Dia menggunakan seluruh kekuatannya untuk membuat perisai. Sial, ketahanan tubuh semu itu memang sedikit rapuh, namun kerusakan yang dihasilkan begitu besar. Dia tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi jika Pete masih dapat menyembuhkannya.
Mendadak, Dia menggunakan serangan 'menghantam bagai guntur,' sukses memecahkan seluruh atribut semu Pete.
Atribut Pete terpecah menjadi sbuah pecahan seperti pecahan kaca yang berkeping-keping, Pete segera turun hendak menyerang Dia secara fisik. Dia segera mengayunkan selendang, bermaksud menyerang balik.
Namun, itu tipuan lagi. Pete kembali melompat mundur dan mendadak pecahan energi tersebut bergerak menyerang Dia. Dengan Posisi kuda-kuda kaki yang sangat tidak tepat untuk menghindari serangan, ditambah waktu yang begitu terlambat untuk menciptakan pertahanan, Dia akhirnya harus menerima serangan dan menderita luka di sekujur tubuhnya.
Dia pun segera limbung ke belakang, namun Pete sigap untuk menangkapnya. "Akhirnya, aku puas dengan kemampuanmu."
__ADS_1
Pete menghela nafas pelan, kemudian segera melompat keluar arena. Para juri pun berucap, "Pemenangnya, Pete!"
Sorak dari pendukung Pete terdengar begitu riuh. Sementara Pembencinya bungkam, tidak mampu berkata.
Pete membaringkan Dia di kasur tempat Pete memesan sebuah kamar, kemudian meminta kalung Changseng Jue, melukai tangannya dan dipakaikan pada Dia. Mendadak Changseng Jue bercahaya, mulai menyembuhkan luka Dia secara bertahap.
Dia terlihat berpura-pura pingsan, menghela nafas pelan, merasa begitu bodoh. Seharusnya dirinya berkaca pada kemampuannya sendiri terlebih dahulu.
Pete segera melakukan perawatan ekstra, kemudian meminumkan pil teratai matahari untuk Dia untuk mempercepat penyembuhan. Benar-Benar suami idaman, pikirnya.
Namun, Dia langsung menggelengkan kepala, bagaimana bisa dirinya berucap seperti itu? Sudahlah, tidak perlu di bahas lagi.
Pete mengelus kepala Dia, kemudian mencium keningnya sejenak sebelum ditinggalkan. Chang'e segera menegurnya. "Cium terus di kening, sangat basi sekali. Sesekali ciumlah bibirnya."
Tiba-Tiba suara ketokan pintu terdengar, membuatnya segera berteriak, "masuklah!"
Muncul Marjorie yang membawanya obat, hendak melakukan penyembuhan instan. "Kau tidak perlu membayar, kali ini tuan Finch telah membayar pengobatannya."
Pete menghela nafas pelan, melihat Marjorie segera pergi setelah menyembuhkan luka Dia.
Satu kecupan jatuh ke bibir, namun secara mendadak, Tangan Dia langsung mengalungkan di leher Pete, kemudian membaringkannya ke sampingnya . Sial, Dia mendadak begitu brutal, mencium Bibir Pete secara kasar yang hampir membuat Pete kehabisan nafas.
Pete mulai merasa begitu konyol, entah mengapa sepertinya kejadian sebelumnya mungkin akan Pete ulangi secara sadar, mengingat Dia seolah-olah membuka akses untuk itu.
Dia mulai terkejut setengah mati ketika Pete memulai bergerak di luar batas. Dia mencoba memikirkan situasi yang terjadi. Apakah jangan-jangan Pete akan memperkosa dirinya lagi?
"Adik termuda, aku mohon jangan lakukan itu! Tidak!" teriakan tersebut mulai terdengar di kamar tersebut. Sesuatu yang sama kembali terjadi.
Tidak lama kemudian, Dia membuka pintu dan melangkahkan kakinya ke luar, terlihat bahwa dirinya sedikit kesal dengan Pete. Pete sendiri ikut keluar, mengekori Tunangannya itu.
"Adik termuda, aku tahu kau berhasil menang dalam pertandingan tadi, tetapi itu bukan berarti bahwa kau diperbolehkan melakukannya kepadaku. Sial, kau melakukannya yang kedua kalinya dan mirisnya kau melakukannya yang kedua secara sadar, memang dari keinginanmu."
Pete menundukkan kepala, segera meminta maaf. Gadis itu menghela nafas pelan, menyadari bahwa setelah bertunangan dengan Pete, dirinya telah berjanji dalam hati bahwa segalanya yang dirinya punya adalah milik Pete, termasuk tubuhnya.
__ADS_1
"Lain kali, beritahu aku jika kau menginginkannya kembali. Jangan lakukan saat aku tidak siap. Kau tidak perlu meminta maaf, karena segalanya yang aku punya memang menjadi hak milikmu juga, termasuk tubuhku ini. Tetapi, kau harus mempertimbangkan perasaanku juga."
"Maaf."
Dia memutar bola matanya malas. "Lagi-lagi kata itu. Sudahlah, ini sudah malam hampir begitu larut. Sebaiknya kau tidur."
Pete bergerak menjauh hendak kembali ke kamarnya, namun tangan Dia meraih kerah baju Pete. "Mau kemana? Aku bilang kau harus tidur di kamarku bersama."
Keesokan harinya, sudah pagi. Dia terlihat begitu kesakitan sejenak. "Sial, adik termuda memang begitu barbar. Aku sampai hampir tidak bisa berjalan karenanya."
Dia segera membangunkan Pete, lelaki tersebut malah berdiri dengan cepat. "Apakah ini sudah siang?
Dia menggelengkan kepalanya. "Belum, tetapi ini adalah rutinitasmu."
Pete turun dari ranjang, mendadak menatap kaki Dia. Dia malah segera menutup roknya. "Jangan berfikiran mesum seperti itu dan perhatikan apa yang kau lihat. Kau dapat memintanya nanti malam, bukan sekarang!"
Pete memutar bola matanya malas. "Aku rasa kau akan kesulitan untuk berdansa nantinya."
Dia malah menatap Pete begitu tajam. "Ini juga karena ulahmu!"
Pete mengerutkan keningnya, mendadak melukai tangannya hingga berdarah, membuat Dia melotot. "Bodoh, apa yang kau lakukan?"
Pete langsung menyentuh Changseng Jue yang masih setia di leher Dia. Mendadak kristal itu bereaksi, segera membuat Dia mulai dapat berdiri dengan mudah.
"Sudah baikan?" tanya Pete.
Dia mengangguk sebagai jawabannya. "Mari kita keluar."
Kembali Mereka ke Collossum, diadakan pertandingan Funmatch.
Terlihat May di dalam arena sedang melambaikan tangan ke arahnya, mengajak Pete untuk beradu satu lawan satu.
Pete segera turun, yang mendadak semuanya mulai merasa ada pertandingan yang begitu seru seperti kemarin. Kapan lagi melihat seseorang pendekar berubah menjadi naga yang begitu tangguh selama lima tahun terakhir?
__ADS_1
Pete akan bertarung kembali menghadapi May di dalam pertandingan funmatch. Mereka pun segera melesat bersama-sama, kemudian segera mengadu senjata masing-masing.
Dia mengulas senyuman, melihat bagaimana Pete mampu menghadapi May yang sebelumnya begitu menangis karena tidak dapat bertarung menghadapi Pete. Mereka pun bertarung sampai akhirnya kelelahan bersama.