Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 121


__ADS_3

Keesokan harinya, Pete bersama ketiga kekasihnya menjadi yang paling pertama datang, langsung mengambil tempat duduk di tribun paling depan. 


Namun, mereka bertiga malah terlihat begitu murung sehingga membuat Pete merasa begitu aneh dengan mereka.


...Sacred Valley:titik awal kultivator ...


...Episode 121. Pete vs Alice...


Raven Kane sendiri berkali-kali menghela nafas pelan. Teringat apa yang telah dirinya baca kemarin malam.


'Kekuatan lain yang diberikan liontin jam Big Ben kepada orang kedua adalah kekuatan tiruan yang memiliki aura pekat yang dapat menjadi orang yang bertugas pengalihan dari pemburu Time jacker'


Itu berarti Pete akan berada dalam bahaya besar, akan banyak pemburu Time Jacker yang akan memburunya saat Pete mulai berkelana. Raven mungkin akan aman, namun tidak dengan Pete.


Dia juga terlihat begitu murung. Aura jiwa murninya, Pete telah memilikinya yang membuat lelaki itu dalam bahaya bila sekali bertemu kaisar langit, apalagi ditambahkan aura Time Jacker yang sangat kental.


"Kalian semua mengapa bersedih seperti ini? Apakah ada yang membuat kalian merasa janggal?" tanya Pete terheran.


"Tidak apa-apa," ucap mereka dengan rawut muka lesu. Pete hanya besar terdiam, tidak dapat berkata apapun lagi.


 Saat ini, tribun sudah begitu ramai. Apalagi ada berita bahwa kedatangan bandar-bandar judi besar yang hendak mempertaruhkan para peserta di arena ini. Penonton juga semakin banyak, mempertaruhkan harta mereka, mengadu peruntungan.


Garius juga hadir disana, namun mukanya berseri-seri. Kemarin dirinya berhasil menemukan batu kristal magma dan batu kristal api beku di dua lokasi yang Pete sebutkan sebelumnya.


Kedua batu itu menjadi koleksi Garius sebagai pemburu logam mineral, dan menjadi koleksi terlangka yang dirinya punya. Kedua batu itu memang memiliki harga selangit untuk membuat senjata terkuat di dunia Leaf Valley.


Perlu diketahui bahwa Garius sebenarnya memiliki kemampuan untuk menempa senjata, layaknya seorang pandai besi. Lihatlah di rumahnya terdapat Forge (tungku penempa senjata) dan tertempel sertifikat Pandai besi tingkat E (tingkat terendah dari tingkatan pandai besi)


Namun senjata dual blade milik Raven, yaitu Steel Katana itu adalah pemberian dari Garius yang dirinya tempa sendirian. Yang berarti Garius tidak dapat dipandang sebelah mata.

__ADS_1


"Ternyata benar, lokasi yang kau sebutkan terdapat Ore Langka. Hebatnya, aku menemukan batu kristal magma dan batu kristal api beku di sana."


Pete mengerutkan keningnya, jelas dirinya sama sekali tidak tahu mengenai batu tersebut. "Apakah batu mineral itu mahal?"


Mata Garius malah membola. "Kau terlalu meremehkan batu itu. Di pasaran, batu mineral ini harga selangit, lebih mahal dari sepuluh senjata meriam Sharance."


Pertandingan babak berikutnya akan segera dimulai. Pertandingan pertama, Alice Hunter menghadapi Pete. Silahkan memasuki arena.


Pete dan Alice saling menatap kemudian melompat ke arena secara bersamaan. Mereka semua pun mulai menatap mereka, saling menanyakan siapa yang menurut mereka pantas dipertaruhkan.


Dia dan Raven saling menatap, kemudian menghela nafas pelan. Mereka berdua pun akan beradu dan malah merasa iri dengan Alice yang mendapatkan kesempatan untuk beradu dengan Pete. Mereka pun berharap Pete berhasil mengalahkannya.


Terlihat Alice menggunakan Broadsword, pedang pendek tanpa elemen, sementara Pete terlihat mencoba menggunakan Luck blade, sama-sama senjata pedang pendek, bedanya memiliki elemen api.


"Pertandingan, dimulai!"


Alice segera melesat maju dan menebas Pete, namun Pete segera menangkis. Posisi Kuda-Kuda Pete masih tidak berubah, tidak sesuai dengan keinginan Alice yang mengharapkan Pete mengelak sehingga posisi kuda-kudanya berubah.


Pete tidak membuang waktu, segera bergerak hendak menebas perut Alice yang sudah tidak bisa dihindari atau pun tangkis.


Namun Alice masih bisa melompat mundur yang kedua kalinya. Kemudian mendadak maju mendadak, padahal Pete juga melesatmaju hendak menebas Alice. Terjadilah adu kekuatan. 


Energi pengaduan senjata tersebut sampai terasa di Tribun. Tidak disangka, Alice menggunakan kekuatan api yang mengalir pada pedangnya. Suhunya meningkat pesat, namun tidak membuat mereka merasa kepanasan sehingga mereka sama sekali tidak merasa bahwa konsentrasi mereka terganggu.


Namun, secara bersamaan mereka segera mendorong lawan sehingga mereka sama-sama terdorong dan hampir jatuh terjengkang.


Pete segera melesat maju dan beradu dengan Alice dengan mengadu kecepatan serangan dengan jurus pedang empat musim: tebasan musim gugur.


Alice segera mengimbangi, tidak disangka Alice justru memenangi adu kecepatan yang sempat melukai bahu Pete yang begitu tipis.

__ADS_1


Pete segera melompat mundur, merasa bahwa dirinya akan menerima luka lebih banyak lagi jikalau diteruskan.


Pete mengubah jurus pedangnya menjadi jurus pedang empat musim: amukan musim dingin. Alice malah tersenyum simpul, kemudian mendadak menghindari serangan dengan mudah.


Kali ini Pete terpojok, dengan terpaksa Pete melompat mundur dan menerapkan strategi full defense, berharap Alice akan terus menyerang dan akhirnya kelemahannya muncul.


Alice segera menyerang secara bertubi-tubi, membuat Pete kewalahan sendiri dalam bertahan. Sepertinya semua kemampuan Pete telah dipelajari oleh Alice sehingga dapat diatasi oleh gadis ini. Mau tidak mau, Pete harus bertahan secara total.


Luka demi luka mulai menghiasi tubuh Pete sedikit demi sedikit. Pete merasa benar-benar frustasi. Namun, Pete masih terus bertahan. Dan satu kesempatan, Pete berhasil menendang Alice sehingga terpental cukup jauh.


Pete mendadak maju menyerang dengan mendadak, sebuah hal yang sangat sulit untuk dihindari. Terpaksa Alice menangkis kembali serangannya.


Namun seolah tidak berhenti, Pete mulai menyerang secara bertubi-tubi. Keadaan mulai berbalik, Alice mulai terdesak dan kesulitan untuk melawan balik.


Terpojok itu sangat tidak enak. Alice mulai menerima luka tebasan sedikit demi sedikit. Mendadak Alice menebas dengan energi angin le atas, membuat Pete terkena efek terlempar ke atas (knock up).


Alice tidak membuang waktu, segera melompat ke atas dan menebas Pete ke bawah dengan energi angin. Namun Pete masih bisa bertahan dengan tekhnik Naiive Defence.


Naiive Defence, Sebuah tekhnik pertahanan yang mekanisme nya bertahan dari serangan jenis apapun dengan posisi kuda-kuda  pertahanan dan penguatan kekuatan untuk melindungi seluruh tubuh agar tidak terluka begitu parah saat terkena serangan lawan.


Pete memang diturunkan paksa (knock down), namun sayangnya Pete masih belum bisa jatuh, malah berhasil mendarat cukup stabil. May dan Jack segera berdiri, melihat tekhnik Naiive Deffence yang merupakan tekhnik khas keluarga Handerson yang hanya segelintir orang yang bisa menguasai dan menggunakannya dengan tepat.


Alice langsung bergerak menikam, namun Pete segera mengayunkan pedangnya memutar secara mengejutkan, menimbulkan suara pedang beradu yang sangat nyaring, kemudian Pete langsung mengayunkan pedang tersebut menebas Alice ke bawah, seperti hendak memotong tubuh lawan menjadi dua.


Alice segera melompat mundur, namun melompat maju menyerang lagi. Pete langsung mengayunkan pedang, mengadu serangan Alice yang kembali terdengar suara aduan pedang yang begitu nyaring.


Mendadak Pete melompat ke atas, dan hendak menebas dari atas. Alice langsung mengelak dari serangan semacam itu.


Pete segera menggunakan jurus pedang empat musim: tarian musim semi. Sial, rupanya Alice masih kesulitan menangkal serangan aneh dan menipu seperti ini. Padahal serangan lainnya seperti tebasan musim gugur dan amukan musim dingin begitu mudah untuk di antisipasi.

__ADS_1


Alice kembali tertipu dengan serangan Pete yang dikira mengarah ke perut, ternyata mengarah ke pedangnya yang membuat pedang tersebut terlepas. Sebuah kesempatan, Pete berhasil mengayunkan senjata, hampir menebas kepala Alice yang membuat gadis itu tercekat.


"Aku mengaku kalah." ucap Alice sembari mengangkat tangannya. Merasa bahwa jika dirinya di medan pertempuran, kepalanya pasti terlepas dari tubuhnya.


__ADS_2