
Pertarungan antara Micah dan Kurt akhirnya tiba pada akhir pertandingan di colosseum pada keesokan harinya. Ribuan orang telah berkumpul untuk menyaksikan pertarungan antara dua kultivator terbaik dari generasi mereka.
Disini lah, kemampuan mereka harus dibuktikan, siapa yang paling tangguh disini.
"Sudah siap untuk kalah secara memalukan?" tanya Kurt dengan nada mengejek.
Micah mulai menatap Kurt dingin. "Huh! Sepertinya aku harus mengulangi kata yang sama. Siapa yang kalah, kita tidak tahu. Namun, satu hal yang ingin aku katakan, bahwa aku bukanlah Warrior, melainkan Paladin. Aku harap kau tidak kaget."
Pertandingan telah dimulai! Tidak disangka, senjata yang digunakan Kurt adalah Kipas, yang begitu laga dimulai, langsung menghembuskan angin kencang yang membuat Micah kesulitan untuk maju.
Para penonton mulai bersorak, "ha ha ha, lihatlah! Seorang Warrior tertiup angin!"
Micah mulai menatap ke depan, mendadak bibirnya mengukir senyuman. "Membuatku tidak mampu bergerak maju? Ide bagus."
Namun, Micah malah langsung Hilang dan muncul kembali di belakang Kurt yang membuat lelaki itu terkejut, kemudian langsung bergerak menangkis ayunan pedang Micah.
"Tertiup angin apanya? Ha ha ha, segitu saja kemampuan si paling bersenjata Kipas?"
Micah mulai menyerang ke berbagai titik terlemah Kurt, namun, cara serang Micah tidak bisa dipandang Remeh. Serangan Micah sama sekali berbeda dengan serangan lainnya, serangan nya selalu mengingat titik terlemah yang juga harus membuatnya berkali kali mengubah posisi kuda-kuda.
Harus Kurt akui, Micah seperti penyerang profesional, tahu benar penempatan serangan target yang bagus dan sulit ditangkis pada setiap kuda-kuda, namun dirinya sama sekali tidak mau mengakuinya.
Kurt terlihat semakin tertekan oleh serangan Micah, dan pada pada satu kesempatan Micah hampir berhasil menemukan celah untuk mengirimkan serangan fatal ke arah Kurt, yang masih beruntung dapat dihindari.
Dia Finch menghela nafasnya. "Kurt pasti kalah. Micah telah berhasil melakukan kontak senjata dengan Kurt, yang dimana serangan jarak dekat seperti itu adalah kelemahannya."
Kurt mulai melompat mundur, kemudian mulai berucap, "aku akui jurus fisikmu mengagumkan, tetapi akan aku tunjukkan rasanya menjadi lawan Fourius Five!"
Kurt mulai mengumpulkan energi, uang membuat Micah terbelalak kaget karena merasa mengenali tindakan yang akan Kurt lakukan, yang kemudian mulai melakukan hak yang hampir sama.
Kurt mengumpulkan energi, lalu mengubah energi yang terkumpul menjadi seekor Naga, membuat Gina berdiri. "Jurus Naga angin? Sejak kapan Kurt telah menguasainya?"
Seketika semua penonton yang Pro dengan Fourious Five bersorak, "Ha ha ha, habislah riwayat kuda hitam itu!"
__ADS_1
Rusk berkeringat dingin. "Kemampuan macam apa itu? Sama sekali tidak masuk di akal."
"Tidak heran jika Kurt begitu sombong pada pertandingan kemarin," ucap Raven.
Dia mulai menatap Gina. "Gina, apakah kau berfikir kakak Kurt pasti akan menang? Perhatikan dengan jelas bentuk kuda-kuda, posisi, serta kemampuan Micah."
"Ini adalah ..." mereka semua terkejut dengan apa yang Micah lakukan. "Apakah Micah diam-diam adalah Kultivator juga?"
Micah sendiri malah mengumpulkan energi di badan pedang dengan kapasitas energi yang begitu besar sampai pedang kegelapannya memiliki aura terlalu pekat.
'Serangan Naga angin!'
Naga angin itu mulai maju ke arah Micah, yang seketika angin tertiup begitu kencang. Terasa benar bahayanya naga itu. Naga itu mulai membuka mulutnya di saat sudah dekat dengan Micah, namun ...
'Jurus Pedang Semesta!'
Micah mulai bergerak menikam ke udara depan, seketika energi pedang semacam tertembakkan, tidak hanya mampu menahan melainkan juga menghancurkan naga itu. Semua penonton yang bersorak sebelumnya bungkam, karena tidak disangka malah akan jadi seperti ini.
Kurt yang sepertinya sudah kehabisan energi mulai jatuh terduduk. "Tidak mungkin! Bagaimana bisa kau ..."
Micah mulai menggelengkan kepalanya. Pedangnya disarungkan kembali"Kau masih mau menyerang, atau lebih baik menyerah?"
"Menyerah? Dalam mimpimu!"
Micah mulai menutup sambil berucap, "aku mengerti."
Mendadak, Micah mengucapkan mantra, yang kemudian langit mulai sedikit mendung dan mendadak petir menyambar Kurt hingga membuat lelaki itu pingsan.
Seseorang yang melihatnya segera berdiri. "Lelaki itu, menguasai Sihir."
Anggota Fourius Five yang lainnya mulai turun ke lapangan untuk memeriksa keadaan Kurt, sementara Micah berbalik dan mengangkat tangannya.
"Pemenangnya, Micah Handerson!"
__ADS_1
Semua pendukung yang Pro Sharance mulai bersorak, tidak menyangka bahwa Micah menang lagi. "Fourius Five, mana harga dirinya? Ha ha ha!"
---------
Setelah kemenangannya di colosseum, Micah dan beberapa temannya pergi ke bar untuk merayakannya. Walaupun baru lolos ke babak berikutnya, namun pencapaian menumbangkan tiga orang Fourius Five nenar-benar sebuah pencapaian yang tinggi sekali.
"Selamat, Micah."
Micah mengerutkan keningnya ketika Sakuya mendadak mengucapkan kata demikian. Namun, Micah tidak bisa menahan senyumnya kali ini. "Bagaimana, masih menganggap aku lemah yang hanya bisa Cover?"
Mendadak Sakuya mengembangkan Pipinya. "Aku tahu aku salah, jadi aku datang bermaksud meminta maaf."
Mendadak Raven mengeratkan kepalan tangannya karena merasa cemburu, yang kemudian dirinya mulai mendorong Micah agar menjauh dari Sakuya.
Namun, karena itulah, Micah tanpa sengaja tersandung dan jatuh ke pelukan seorang gadis yang sedang duduk di kursi di depannya. Gadis itu sangat memproteksi dirinya dari lelaki mana pun, dan dia segera berteriak dan berontak saat Micah jatuh ke dalam pelukannya.
Gadis itu marah besar dan mulai menuduh Micah melakukan pelecehan padanya. Micah berusaha menjelaskan bahwa itu hanya kecelakaan dan dia tidak bermaksud menyentuh gadis tersebut. Namun, gadis itu tidak mendengarkan penjelasannya
Gadis itu adalah Dia Finch, salah satu anggota Fourius Five yang sangat berbahaya. Dia merasa sangat tersinggung dengan insiden itu, dan mereka terlibat dalam percakapan singkat yang panas. Micah mencoba untuk menjelaskan bahwa kejadian itu hanya sebuah kesalahan, tetapi Dia tidak ingin mendengar alasan apa pun.
"Aku harap kita tidak bertemu di Arena, Micah. Jika bertemu, bersiaplah untuk menerima akibatnya."
"Aku sudah bilang, ini tidak disengaja!"
Sakuya yang melihat situasi tersebut, berusaha untuk menenangkan Dia dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia yang awalnya marah, akhirnya mereda dan memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut.
"Tetapi, ini belum berakhir!"
Setelah Dia pergi, Raven yang awalnya cemburu pada Sakuya akhirnya menyadari bahwa tindakannya terlalu berlebihan dan meminta maaf pada Micah. Micah menerima permintaan maaf Raven dengan lapang hati dan mengajak mereka untuk pergi makan malam bersama untuk mengakhiri insiden tersebut.
Sakuya yang merasa lega bahwa situasi telah terurai, tersenyum dan mengangguk setuju untuk pergi makan bersama. Mereka pun pergi ke restoran terdekat dan menikmati makan malam bersama sambil saling bercerita tentang pengalaman mereka di dunia pertarungan yang lebih besar daripada pertarungan Collossum.
Micah dan Raven bahkan saling bertatapan, kemudian tergidik beri karena pengakuan Sakuya yang pernah menghadapi Racoon yang beruntung dirinya bisa kabur. Beruntung, seseorang telah mengalahkan Sakuya, kalau tidak bisa habis dirinya.
__ADS_1