
Kusuma kini telah membalikkan badannya setelah membuat Nona bangsawan itu merasa sangat kesakitan setelah menerima total 16 pukulan pembuka dan 12 pukulan mematikan. Dia rasa sudah cukup untuk menghajar Nona bangsawan itu agar merasakan dampak dari kemarahannya.
Dia tahu, konsekuensinya sangat berat, Bisa jadi dia akan diburu pembunuh, atau masuk penjara, namun Dia tidak peduli. Jika berani melukai kakaknya, maka Kusuma akan membalas dengan luka yang sama. Namun, mendadak terdengar deru angin yang begitu kuat, membuat Kusuma membalikkan badan.
Nona bangsawan itu ternyata bangkit dan melakukan Charge, membuat Kusuma terbelalak. Dia sama sekali tidak tahu jurus apa yang kini lawannya ini gunakan, dan sepertinya pilihan yang terbaik adalah menghindari serangan berbahaya itu.
"Kakak pertama telah menunjukkan Spirit roh miliknya, Lelaki itu pasti dalam bahaya besar!"
Mendadak, timbul semacam roh elang api di sisi Gadis bangsawan itu, lalu melesat begitu cepat. Kusuma langsung bergerak untuk menghindar, lalu melakukan manuver untuk melesat maju.
Mendadak Kusuma melakukan gerakan Zig-zag tang mengakibatkan cukup sulit untuk memperkirakan ke arah mana target serangannya. Begitu dekat, ternyata dia tidak menyerang, melainkan sengaja membuat lawannya bergerak duluan sehingga ada posisi terlemah yang kelihatan. Satu tendangan dihempaskan dan gadis itu terpental lagi sejauh 3 meter.
Gadis itu mulai bangkit berdiri kembali, dengan luka luka di tubuhnya, lalu mendadak mengumpulkan enerto lagi, Kusuma mulai memasang kuda-kudanya kembali, namun rasa sakit mulai timbul di lengannya.
Kusuma terdiam sejenak setelah melihat ada luka melintang di lengannya itu, merasa ada yang janggal. Dia merasa telah menghindari setiap serangan lawan dengan sepurna, bagaimana mungkin ada luka seperti ini di lengannya?
Kusuma kembali menatap Nona bangsawan itu yang anehnya tidak lagi memiliki luka apapun. Dia mulai sadar, Nona bangsawan itu memiliki kemampuan regenerasi yang baik. Kusuma segera mengeluarkan perban dan menggunakannya dengan cepat, selagi lawan masih belum berhenti melakukan regenerasi pada tubuhnya.
Keadaan mulai berbalik. Kusuma mulai merasakan dampak perbedaan kekuatan yang terlampau besar di sini. Beberapa kali dia berusaha menghindari serangan lawan yang terasa sangat berat, sekaligus memberikan serangan balasan. Perasaan tertekan ini memicu otaknya untuk mengerahkan strategi secara optimal sehingga dia malah semakin lincah saja.
__ADS_1
Meskipun begitu, Satu deni satu serangan Brutal mulai Kusuma terima, walaupun masih bisa membalasnya 2 kali lipat, namun seolah itu tiada gunanya. Kusuma harus bisa menghentikan serangan lawan jika tidak ingin terbunuh olehnya.
Keputusan Ekstrim dilakukan, Kusuma langsung menggunakan serangan tapak badai mengenai lawan, membiarkan satu serangan Brutal mengenainya. Serangan Tapak badai itu bukanlah serangan biasa, apalagi target nya mengenai jantung secara sempurna, walaupun dia juga terkena serangan pada target yang sama. Mereka berdua terpental, lalu sama-sama merasakan rasa sakit yang hebat di dada dan kemudian mereka berdua pun pingsan secara bersamaan.
Shara menghela nafas pelan, sambil menatap rrivalnya, Raven. "Kusuma telah begitu berbeda dari 2 tahun sebelumnya."
Raven sendiri terlihat menghela nafas pelan. "Aku rasa sesuatu pasti terjadi padanya setelah menghilang dalam perjalanan perkemahan."
Di sisi lain, para anggota the Furious Five juga memberikan pendapatnya. Tentunya mereka telah mengukur sedalam mana tingkat kekuatan di antara mereka, namun Tetap saja mereka seimbang karena lawannya lebih cerdik.
"Aku dapat melihat perbedaan kekuatan yang terlalu besar, Namun aku merasa lelaki itu unggul karena kecerdikannya. Dia tahu, kekuatannya tidak akan bertahan lama, oleh karena itulah dia memutuskan mengakhiri pertarungan."
Guru besar itu akhirnya memberikan penilaiannya, tentu dengan Alasan yang lebih akurat. Menurutnya, Nona bangsawan itu sebenarnya masih bisa unggul jika lebih tenang.
"Aku tahu, Nona Finch memiliki kemampuan yang kuat dan kecerdasan yang tinggi. Namun, sesungguhnya Dia bisa menang andaikan tidak terbakar oleh amarahnya sendiri. Di sisi lain, Lelaki itu telah berada di dalam kemarahan pada awalnya, namun begitu bertarung, Dia terlihat lebih tenang dan berwaspada. Begitu juga dalam kemampuan, Kusuma terlihat lebih mahir bertarung daripada Nona Finch yang memang kekurangan latihan bertarung. Aku jadi penasaran, darimana dia mendapatkan ilmu Kultivasi dan bagaimana bisa dia telah memiliki kemahiran seperti itu?"
Dementara itu, di dalam mimpi Kusuma, dia berada di dimensi putih lagi, dimana dia mulai sedikit kebingungan, namun dengan cepat dia sadar, bahwa seseorang telah melakukan koneksi dengannya.
"Putraku, Aku terkesan denganmu. Hanya saja, kau terlalu menahan diri."
__ADS_1
Kusuma terdiam sejenak Lalu mulai menoleh, mendapati gadis bertelinga kucing itu mulai mendekatinya. "Ibu?"
"Aku dapat merasakan ketegangan yang kau rasakan, juga bahaya yang mengintai nyawamu. Namun, aku masih tidak mengerti satu hal. Mengapa kau tidak menggunakan kemampuan Sihirmu? Kau telah mempelajarinya selama 2 tahun lamanya, dan sekarang kau malah tidak menggunakannya."
"Ibu, teknik kultivasi memang terdengar baru. Namun Sihir kuno ini telah lama terdengar sejak ribuan tahun yang lalu. Jika aku menunjukkannya sekarang, itu sama saja dengan menempatkan diri ke dalam bahaya. Aku masih belum kuat apabila itu terjadi."
"Ah .... Rupanya begitu. Kalau benar begitu berarti ibu yang salah menafsirkan tindakanmu. Aku pikir, kau mencintainya."
"Ibu bercanda? Aku tidak akan pernah mencintai orang yang telah mencelakai kakakku."
"Aku tahu itu, tetapi ... Ah, biarlah itu menjadi rahasia. Namun, aku rasa semuanya bisa berubah dimakan waktu. Aku pikir, Kita bertemu lagi dengannya yang akan menjadi istrimu, tetapi sepertinya itu ... Tidak-tidak. Jangan dengarkan ucapan ibuku ini, oke?"
Kusuma terdiam sejenak, merasa bahwa tingkah ibunya terlalu aneh. Dia.... bakal menikahi gadis itu? Ibunya ini mungkin terlalu suka terbawa mimpi, mungkin. Tetapi bagaimana jika itu karena permainan takdir lagi? Di dalam hati, Kusuma mulai menjerit. 'Gak-gak! ya kali aku menikahi gadis bangsawan itu.'
"Sudahlah, Cukup sampai di sini perbincangan kita dan segera sadar dan bangunlah. Kau tidak seharusnya terus berbaring seperti itu, mengingat tubuhmu memiliki kecepatan regenerasi yang cepat setelah di masa lalu kau menerima kemampuan Recovered Sickness saat kau masih kecil."
Setelah percakapan dengan ibunya, Kusuma mulai pulih dan sadar dari pingsannya. Dia mendapati dirinya berada di tempat perawatan medis, dengan kakaknya yang masih terbaring di dipan lainnya. Kusuma mulai bangkit dari dipan, lalu segera mendekati kakaknya yang masih terbaring lama. Ini baru 2 jam setelah pertarungan berakhir, namun Kusuma sudah sembuh, Memang merupakan hal yang sangat langka.
Secara bersamaan, para Dokter memasuki tempat itu. Melihat Kusuma yang telah Fit tentu membuat mereka semua terkejut. Pasalnya, Mereka sudah menduga bahwa Kusuma menerima luka berat di beberapa organ vital yang merupakan luka terburuk yang pernah mereka upayakan untuk ditangani. Namun, kini Kusuma telah mampu berdiri, tentu membuat mereka terkejut bukan main.
__ADS_1