Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 93


__ADS_3

  Masih di permandian air panas, Rusk begitu menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Pete yang mengungkap semuanya. Menurutnya, masalah seperti itu memang dapat membuat siapapun bimbang.


Namun, Pete tetap tidak memberitahukan soal apapun yang berkaitan dengan Serangan Land, Fakta dalam cerita fiksi pertama, dan tugasnya. Menurutnya, hanya Raven yang wajib mengetahuinya dan tidak boleh ada yang lainnya lagi.


...Sacred Valley:titik awal kultivator...


...Episode 93. penculikan...


"Satu sisi, Kakak pertama memintaku untuk menjaga perasaanku untuk dirinya. Sementara itu, di sisi lain Raven memintaku untuk membuka hati dan menerimanya untuk menjadi yang kedua. Jadi,  apa yang harus aku lakukan?"


"Pete, aku tidak tahu harus berucap apa, namun pilihanku ada di tanganmu sendiri. Maaf, aku tidak punya saran sama sekali. Kau harus memilih, menerima Raven menjadi istri keduamu nanti, atau menolaknya untuk menjaga perasaan Nona Finch. Salah satu di antara mereka harus kau buat menangis bersedih. Kau sama sekali tidak memiliki opsi lain," jelas Rusk sambil menghembuskan nafasnya pelan.


"Sial, padahal aku tidak ingin menyakiti perasaan siapapun!" teriak Pete frustasi.


'Pete, kau terlalu naif,'ucap Rusk di dalam benaknya.


Pete segera keluar dari permandian air panas begitu merasa ada yang mengintai dirinya. Setelah usai berganti pakaian, Pete segera keluar dan melihat di sekeliling. 


Tidak ditemukan hal aneh di sekeliling, namun perasaannya masih sama. Untuk menguji Pete segera memutuskan untuk keluar dari Inn sebentar, yang kebetulan saat itu begitu sepi. 


Tiba-tiba, Pete merasakan deru angin tipis yang hendak menyentuh punggungnya. Dengan elegan, Pete menghindari serangan. Sebuah pisau es? Pete segera melihat di sekelilingnya, dan segera sebuah pisau es meluncur ke arah kepalanya.


Pete menggerakkan kepalanya agar miring sehingga terlihat jelas sebuah elakan  yang berkelas.


Kembali serangan semacam ini meluncurkan, kali ini dari arah yang berbeda dengan jumlah yang banyak.


 "Jurus Sembilan Rumah delapan langkah: langkah mikro! "


Pete menghindari semua serangan tersebut dengan menggerakkan seluruh tubuhnya untuk menghindari serangan semacam itu. Namun,  tidak disangka Pete mampu menghindar dari serangan tersebut.


"Jurus mengumpulkan pedang!"


Mata Pete semakin tajam, dengan segera mengeluarkan senjata pedang misterius miliknya dan mengumpulkan energi spiritual,  lalu Pete menemukan sesuatu yang mencurigakan di balik pohon.


'Jurus pedang empat musim: amukan musim dingin'


Pete segera mengayunkan pedang,  bersugesti seperti dirinya menebas Pohon dari jauh. Namun sebuah gelombang pedang benar-benar tiba-tiba muncul dan segera membuat Pohon tersebut. Terlihat jelas seseorang menghindari serangan tersebut. Pelakunya rupanya menggunakan cadar  untuk menutupi mukanya sehingga sulit dikenali.


Seseorang tersebut berucap, "insting yang begitu tajam. Tidak heran jika kau mampu menghadapi raja monster." 

__ADS_1


Pete mengerutkan keningnya, tidak mengenali siapa lawannya. Namun dengan cepat, orang itu mengambil pedangnya dan segera melepaskannya serangan api.


"Serangan lidah matahari!"


Serangan semburan api  digunakan, api tersebut mulai menyerang ke depan, yang membuat Pete menghindarinya dengan tepat sebelum serangan itu menyentuhnya. 


Orang itu semakin kesal, kemudian segera menghilang. Namun, Pete merasakan deru angin di sekitar. 


"Serangan kilat tanpa bayangan!"


Mendadak Muncul berbagai tebasan yang terayunkan dari berbagai sisi Pete, walaupun Serangan tersebut terbaca oleh Pete. Meskipun terbaca, Pete kewalahan juga menangkis serangan seperti itu.


'Jurus Pedang empat musim: tebasan musim panas.'


Pete langsung melakukan gerakan tebasan memutar, yang membuat musuh sulit mendapatkan celah untuk memberikan luka tebasan di tubuh Pete. 


"Serangan seribu tebasan!"


Musuh pun langsung memutuskan untuk segera muncul dan hendak menyerang Pete secepat mungkin. Dengan kecepatan seperti itu jika Pete adalah pemula, sudah dipastikan tubuh Pete akan dicincang sampai menjadi ukuran yang begitu kecil-kecil.


'Jurus pedang empat musim: serangan musim gugur!'


Belum sempat bergerak mundur, lengannya sudah hampir dipotong oleh keganasan serangan pedang Pete, beruntung dirinya sempat mengelak.


"Tekhnik pedang yang luar biasa," pujinya.


"Sebenarnya siapa kau? Mengapa kau menyerangku?" tanya Pete menginterogasi.


"Hahaha! Kau akan tahu nanti!"


Merasa terdesak, Orang misterius itu tiba-tiba menebar bubuk obat tidur ke mukanya, yang sukses membuat lelaki itu terkena efeknya karena telah menghirupnya sedikit. Efek obat yang begitu kuat rupanya.


Perlahan, Pete mulai kehilangan keseimbangan, kemudian limbung dan akhirnya jatuh menyentuh tanah. Sebelum Pete menutup mata, seseorang tersebut membuka cadarnya dan terlihatlah, siapa pelakunya.


Pelakunya ternyata adalah seorang perempuan yang seumuran  dengan Dia, namun wajahnya tidak bisa Pete lihat dengan jelas karena buram. Hingga pada akhirnya Pete menutup mata.


Dua orang muncul di dekatnya. "Boss, biar aku yang membawa bocah ini."


Gadis itu mengibaskan tangannya. "Tidak perlu, beritahukan saja kepada Nona Finch agar datang ke tempat kita sebelum jam sepuluh malam. Ingat, pastikan saja Gadis itu datang sendirian. Jika tidak, rencana kita pasti akan mengalami kegagalan. Lelaki ini, biar aku saja yang membawanya.

__ADS_1


"Aku mengerti!"


"Pastikan juga kalian telah meletakkan Drone di lokasi Inn sebelum jam sebelas tiba. Bagaimana pun, kita harus tahu kekacauan apa yang sebenarnya keluarga sialan kita lakukan, berapa tingkat kerugiannya yang mereka derita dan pada akhirnya kita harus membayarnya diam-diam. Bagaimana pun, keluarga Forza dulunya adalah bagian dari keluarga Hunter yang memilih memisahkan diri."


"Siap, laksanakan!"


"Jangan sampai ada yang tahu di antara keluarga kita! Bagaimana pun kita bertindak diam-diam tanpa sepengetahuan mereka. Jika sampai ada yang tahu, matilah kita."


Dengan cepat, mereka berdua segera pergi untuk menjalankan perintah. Sementara itu, gadis ini menatap Pete yang terbaring di tanah,  kemudian berinisiatif untuk mengangkatnya sendirian dan dibawa ke tempat lainnya.


--


Rusk terheran. Kemana perginya Pete tadi? Padahal dirinya saja belum selesai berganti pakaian, Pete sudah tidak ada disana. 


Collete mengerutkan alisnya saat mendengar cerita suaminya. "Pete hilang? Kau bercanda?"


Rusk berucap serius. "Itu benar. Saat di permandian air panas, tiba-tiba sudah berdiri dan berganti pakaian dengan cepat. Ketika aku ikut berganti pakaian, Pete sudah hilang!"


Collete mendengus kasar. "Aku rasa Pete tidak hilang. Dirimu saja yang terlalu lambat berganti pakaian sehingga tidak tahu bahwa Pete yang begitu jahil segera meninggalkan dirimu."


Dia yang berada tidak jauh dari mereka mulai merasa begitu janggal dengan apa yang mereka ucapkan. Ketika mencoba memeriksa koneksi jiwanya dengan Pete, gadis keluarga Finch itu terkejut karena Pete berada di tempat yang lebih jauh dari tempat yang seharusnya.


Secara bersamaan, seseorang datang tiba-tiba dan memberikan surat misterius, membuat Dia semakin merasa begitu janggal. Ketika membuka surat tersebut, alangkah terkejutnya dirinya karena surat tersebut ditulis dengan darah. 


"Nona Finch. Jika kau punya nyali, datanglah ke sini sendirian. Koordinat 7x, -19y dari pusat Miyako Inn. Jika kau berani membawa satu pun orang pendukung, maka Jangan berharap lelakimu ini baik-baik saja. Aku juga akan melakukan hal yang sama jika kau tidak datang sampai jam sebelas nanti. Atas nama nona Hunter, aku menunggumu."


Dia meremas surat tersebut dan menggeram pelan. "Alice Hunter!"


 


Sementara itu, di dalam sebuah rumah kosong yang cukup terpencil. Tampak Pete yang masih terbaring di sebuah kasur. Terlihat gadis itu tengah menonton sebuah tayangan video langsung yang dihasilkan oleh tekhnologi proyeksi cahaya yang dihasilkan oleh Drone miliknya.


"Semakin lama, semakin canggih dunia ini. Sungguh disayangkan, dampaknya juga buruk untuk dunia ini."


Tiba-tiba salah satu bawahannya datang. "Nona Hunter. Uh, maksudku Boss! Nona Finch telah datang."


Alice menatap bawahannya, kemudian mulai tersenyum.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2