
Kusuma kini satu meja dengan Seorang guru dari The Furious Five, yang kini memang bermaksud mengajaknya bergabung dalam satu perguruan. Itu sesungguhnya adalah kesempatan yang sangat tidak mudah dicapai, karena pada dasarnya, Paman Ling Tian hanya menerima murid yang benar-benar dianggap layak.
Kusuma tidak sendirian, dia ada Jack, Alicia, Shara, Raven, Lylia, Lyla, dan banyak sekali temannya yang sebangku dengannya. Rupanya Ling Tian telah mempelajari seluk beluk kepribadian Kusuma sampai menghadirkan Semua sahabat di dekat Kusuma untuk mengambil keputusan dengan lebih baik.
"Sesungguhnya, Aku ingin sekali bergabung. Hanya saja, aku tidak menyukai salah satu muridmu itu."
"Aku paham itu, namun aku dapat mengatasinya, jadi jangan khawatir."
Kusuma terdiam sejenak, mulai merasa begitu ragu. Dari sinilah Faktor temannya yang akan membuat Kusuma memutuskan hendak apa. Dia memang Emosional, namun di dalam pengambilan keputusan dalam memilih, dia cenderung mudah kebingungan.
"Kusuma, Aku tidak tahu dari mana kau mempelajari seni kekuatan yang mirip sekali dengan Kultivasi, namun aku tidak terlalu peduli. Hanya saja, akan sangat sulit untuk berkembang di tangan guru yang tepat. Aku rasa, kau mungkin seharusnya bergabung ke Perguruan."
"Raven, Kau bercanda? Bagaimana kalau Nona itu berulah lagi? Bukankah itu membahayakan Kusuma?"
"Shara, Aku hanya mengungkapkan pendapatku. Apa kau lupa, Kusuma tidak mampu mengambil keputusan secara mandiri?"
"Kusuma, Aku rasa kau lebih baik tidak perlu masuk ke sana yang ujung-ujungnya bertemu gadis menyebalkan itu lagi."
Kusuma terdiam, namun setelah menerima berbagai pendapat dari semua temannya itu, Kusuma akhirnya mengambil keputusan. "Paman, apakah kau yakin bahwa Nona Finch bisa kau handle dengan baik?"
"Jangan khawatir dengan itu. Aku pastikan dia tidak akan mencari masalah denganmu."
"Aku tidak memikirkan itu. Yang aku takutkan adalah .... apakah kau bisa bahwa perselisihan kami yang mungkin timbul tidak akan merembet ke urusan keluarga? Kemarin saja aku pukul dikit, kakakku yang masih sakit disuruh menghadap ke pengadilan."
Pukul dikit? Guru itu mulai tersenyum palsu dengan perasaan batin yang sangat marah. Padahal serangan terakhir Kusuma waktu itu hampir membuat Nona termuda Finch hampir melayang, bisa-bisanya dia katakan pukul dikit. Akibatnya, satu ginseng darah berusia 40 tahun yang dia punya itu harus dikorbankan untuk menyelamatkan nona Finch yang notabene murid pertamanya.
"Jangan Khawatir, akan aku pastikan untuk tidak mengalami hal yang sama. Lagipula, kalian berdua pasti akan sering bertemu. Aku rasa kau harus menghindari perselisihan yang berujung fatal."
__ADS_1
"Baiklah, Aku setuju."
Akhirnya keputusan yang melegakan guru itu tuba juga. Ternyata benar, tidak mudah untuk membujuk Kusuma jika seorang diri. "Baiklah, Kusuma. Mulai besok, Kau akan menjadi murid termuda, jadi jangan merasa marah jika semua muridmu memanggilnya adik termuda."
"Lah, Bukankah Nona Finch seumuran denganku?"
Sang Guru itu malah tersenyum misterius. "Kau lahir 2 hari lebih lambat dibandingkan Nona Finch."
Kusuma terdiam sejenak, otaknya mulai bekerja dengan cepat sebelum pada akhirnya sebuah pertanyaan mulai tercipta di benaknya. 'Bagaimana dia bisa tau kapan aku lahir?'
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Kusuma merasa sedikit tidak rela melihat semua temannya kini telah menyiakan seluruh mandeknya, hendak kembali ke Kardia. Dia tidak bisa ikut arta karena telah menerima tawaran untuk mempelajari kemampun kultivasinya.
"Kusuma, jaga dirimu baik-baik, oke!"
"Kakak, kau juga harus menjaga dirimu baik-baik, apalagi kau beri pulih."
Kusuma mulai tersenyum yang sebenarnya senyuman itu sangatlah pilu. Dia kini harus menerima kenyataan bahwa Raven masih saja tidak gentar dalam mengejar Cinta pada Jack, tanpa pernah menyadari bahwa dia mencintainya lebih dari apapun. Selama ini, dia telah menunggu sampai Raven lelah untuk mengejar Jack, namun hal yang dinantikan tidak kunjung tiba, justru dia yang lelah sendiri menunggu moment itu tiba.
Namun, Kusuma sangat pintar dalam menyembunyikan perasaannya, dia langsung tersenyum cerah, walaupun hatinya pilu disayat sembilu. Tidak lama kemudian, Mereka mulai menaiki Airship bersama rombongan lainnya, meninggalkan Kusuma yang masih berada di tempatnya dengan perasaan perih yang tersembunyi secara sempurna.
"Berhati-hatilah dan jaga diri kalian baik-baik!"
"Kau juga, Kusuma! Kami pasti akan selalu mengirim surat untukmu dan menunggu surat balasan dariku nanti"
Setelah kepergian mereka, Kusuma mulai menunjukkan sisi kesedihan di Rawut wajahnya. Dia mulai merasa ingin meneteskan air mata, namun itu tidak akan pernah bisa terjadi karena Kusuma telah menangis di dalam kesunyian terlalu sering sampai air matanya terasa habis.
__ADS_1
"Raven, sampai kapan kau harus membuatku menunggu, Raven?"
Kusuma mulai mengusap wajahnya, mencoba menyingkirkan kesedihan yang terlalu kuat tergambar di pipinya, kemudian membalikkan tubuhnya, namun alangkah terkejutnya dia menemukan Gadis menyebalkan itu telah berada di belakangnya, dengan ekspresi yang cukup membuat Kusuma merasa sangat muak.
"mengapa kau di sini?"
"Kau tadi terlihat bersedih. Apakai ada sesuatu yang mungkin menjadi penyebab?"
"Itu bukan urusanmu."
Kusuma langsung berlalu meninggalkan tempat itu, membuat Gadis bangsawan itu berdecak sebal. Dia merasa sedikit bingung, mengapa masternya harus menerima murid sepertinya ini. Namun, dia memutuskan untuk mengikutinya.
Begitu sampai di sebuah tempat layaknya Villa bambu yang terlihat unik, entah mengapa dia merasakan dejavu. Seolah, dia merasakan sudah pernah melihat rumah yang seperti ini, tetapi dimana? Tidak mau ambil pusing, Kusuma memutuskan untuk memasukinya.
Begitu menginjakkan kakinya di tempat itu, takdirnya kembali berubah. Sang Crystal yang ada di dunia lain mulai bergetar, mengungkapkan ada yang aneh dengan semua ini.
"Takdir Putraku berubah lagi?"
"Aku tidak mengerti kenapa, namun Setiap di. melangkah, Takdirnya seringkali berubah-ubah. Itu membuatku sedikit bingung, apa yang akan terjadi nantinya. Namun, aku masih dapat merasakan bahwa putramu itu akan semakin terkait satu sama lain."
Sherina mengerutkan keningnya, mulai menebak, :Apa karena mereka sama sama memiliki kemampuan Recovered Sickness?"
"Recovered Sickness terjadi karena di tubuh mereka telah menyesuaikan diri dengan kekuatan Crystal Core yang diterima. Pada kasus Kusuma, dia menerima kemampuan itu setelah berhasil disembuhkan, namun pada Gadis itu, dia menerima kemampuan itu setelah diracuni seseorang."
"Maksudnya?"
"Pada kasus Kusuma, kekuatan itu adalah racun yang harus disembuhkan, sementara pada kasus yang dialami gadis itu, kemampuanmu adalah obat penyembuh dari racun yang dia derita."
__ADS_1
"Lalu apa hubungannya?"
"Mereka akan menjadi incaran jika diketahui identitas nya. Di saat itu terjadi, Seharusnya takdir akan membuat mereka saling melindungi satu sama lain. Namun, takdir Kusuma sendiri telah berubah ubah disepanjang langkahnya. Tentu saja ada kemungkinan takdir itu tidak terwujud. Jika salah satu dari mereka mati atau tertangkap, aku tidak tahu apa yang akan terjadi di keseimbangan dunia itu."