
Sesuai dengan kata Keira Finch, kondisi Micah mulai stabil dan ia dinyatakan sembuh. Ini mengejutkan semua orang karena hasil diagnosa pada kemarin, Micah telah berada pada kondisi terburuk yang pernah tercatat pada sejarah. Memang memiliki kemungkinan selamat yang sangat kecil, namun langsung sembuh dalam waktu satu hari? Ini adalah keajaiban!
Collete dan Rusk saling menatap satu sama lain, kemudian mulai menghampiri Raven. Dengan penuh keraguan, Mereka berdua mulai bertanya, "Raven, apakah Keira Finch pernah masuk kemari?"
Raven malah menghela nafasnya pelan. Kemudian menganggukkan kepala. "Aku curiga, Keira Finch telah melakukan sesuatu pada Micah sehingga terjadilah hal yang mengejutkan seperti ini. Sepertinya, kita harus berterima kasih padanya."
Mata Micah mulai terbuka kembali, pertanda dirinya telah sadar. Lelaki ini mulai melirik Marian, kemudian mulai bertanya, "kapan aku bisa pulang?"
Marian tersenyum, kemudian menjawab, "besok."
Mendadak Micah melirik ke arah jendela, yang ditemukan sosok Keira Finch yang mendadak segera berlalu. Micah menghela nafasnya pelan, karena tahu benar bahwa Gadis itu sebenarnya ingin menjenguk dirinya.
"Micah, kau sudah sadar?" tanya Collete dan Rusk bersamaan.
Micah tersenyum. "Ya."
Mendadak Raven keluar dari ruangan, membuat Micah mengerutkan keningnya. "Raven tidak bermaksud membenci dirimu, Micah."
Micah menghela nafas pelan, tidak tahu apa yang dipikirkan Raven sehingga malah keluar dari ruangan ini. Mendadak dirinya mencoba untuk berdiri, yang rupanya dibiarkan oleh Marian.
Mendadak Raven kembali, bersama Keira Finch. Itu membuat Collete dan Rusk malah terbelalak. "Raven ..."
"Keira Finch datang hanya untuk memeriksa keadaanmu sekarang, Micah," ucap Raven. "Kau tidak mungkin mengusirnya, bukan?"
Mendadak Micah mengerutkan keningnya, merasa seolah-olah Raven malah menganggap Micah membenci Keira Finch. Padahal sebelumnya, Raven yang terlalu protektif terhadap dirinya agar tidak didekati Keira Finch. Jadi, apakah ini berarti Micah yang salah, begitu?
Keira Finch mulai menundukkan kepalanya, kemudian mulai mendekati Micah. Terlihat jelas bahwa Keira Finch merasa sangat malu untuk bertemu Micah. "Mengapa kau menunduk begitu, nona Manja."
"Aku bukanlah nona manja," ucap Keira Finch menatap Micah. "Bagaimana keadaanmu sekarang?"
__ADS_1
"Rupanya kau punya sisi pemalu juga," ejek Micah. "Aku kira kau hanya bisa marah tidak jelas lalu kabur ke pantai untuk mencari pelampiasan."
Tangan Keira Finch malah mulai bergerak menyentuh kening lelaki itu, membuat mereka semua terkejut bukan main. Ini langka, bagaimana Keira Finch yang begitu protektif terhadap sentuhan lelaki manapun, bisa bertindak sejauh itu kepada Micah.
"Kau menyentuh Micah ...."
Mendadak Keira Finch tersenyum, kemudian mulai berucap, "kalian tidak perlu bingung. Setelah apa yang telah terjadi pada kami, aku memutuskan untuk menjadikannya sebagai kekasihku."
Ucapan Keira Finch sontak membuat Raven berdiri dengan emosi. Tidak disangka bahwa Gadis bergelar The best Of Furious Five ini malah hendak mengambil Micah, yang membuat Raven tidak bisa menerimanya. "Kau jangan sembarangan mengambil anak orang!"
Micah merasa membeku di tempat, tidak menyangka hal semacam ini mulai terjadi padanya. Bagaimana bisa dirinya menarik perhatian gadis bangsawan Seperti Keira Finch? Dan lagipula, mengapa Raven malah marah?
Keira Finch mulai melirik Raven. Dirinya tahu benar bahwa Gadis itu adalah penghalang yang kokoh yang sulit untuk dirobohkan. "Apakah kau cemburu, Raven Kane?"
Raven Kane malah terdiam, tidak mampu berkata apapun. Tidak mungkin baginya untuk mengungkapkannya di depan Micah.
Merasa situasi akan membesar dan pasti akan merembet kepada dirinya, lelaki itu tiba-tiba berpura-pura tidur. Dia ingin menghindari masalah dan memilih untuk tidak memilih antara Keira Finch dan Raven.
"Aku rasa dia hanya sedikit terlalu lelah," kata Raven, mencoba menenangkan Keira Finch. "Kita biarkan dia tidur sebentar."
Keira Finch dan Raven kemudian meninggalkan Micah untuk istirahat. Mereka berdua akan memulai perdebatan di tempat lain, sementara Collete dan Rusk masih ada di sana.
Micah bangun kembali di saat mereka telah pergi dan menemukan Rusk dan Collete duduk di samping tempat tidurnya. Dia merasa sedikit malu karena telah pura-pura tidur, tetapi dia juga merasa lega karena berhasil menghindari masalah.
"Sungguh beruntung sekali dirimu, kawan. Hanya dengan modal tersandung saja sudah mendapatkan kesempatan memeluk gadis bangsawan, sekarang malah di anggap kekasih segala," ujar Rusk tertawa.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi? Mengapa Keira Finch berucap demikian?" tanya Micah terheran.
Collete mulai menjawab, "sebenarnya itu sangat mudah ditebak. Pertama, kau adalah lelaki yang berbeda daripada lelaki lainnya yang umumnya membukanya. Kau malah suka sekali mencari masalah dengannya. Itu pasti membuatnya kepikiran dengan dirimu saja."
__ADS_1
Mendadak Collete memutar bola matanya malas. "Yang kedua, kau telah menyentuhnya hampir di setiap inci bagian tubuhnya. Tiada seorang pun yang mampu melakukannya."
Micah mendadak menyangkal. "Menyentuh setiap inchi apanya? Aku hanya tersandung lalu tidak sengaja memeluknya. Lagi pula Dia sendiri yang memulai dengan memegang kedua bahuku."
Rusk malah menepuk bahu Micah. "Itu sudah termasuk menyentuh, dan kau bilang bahwa Keira Finch menyentuhmu terlebih dahulu? Itu berarti kau telah ditandai sejak awal."
"Sekarang, bagaimana? Apakah kau akan menerima Dua Finch dan mulai meninggalkan Raven atau tetap setia mengejar Raven dan mengabaikan Keira Finch?" tanya Collete dengan ekspresi serius.
"Ah, aku tidak tahu. Aku hanya merasa bahwa Keira Finch adalah seorang teman baikku. Sementara Raven ... Aku tidak tahu harus bagaimana. Jadi, aku sama sekali tidak dapat menjawab pertanyaanmu," ujar Micah dengan sedikit gugup.
Rusk tersenyum kecil. "Tapi, kamu harus berhati-hati. Mungkin ada orang yang tidak senang dengan hubunganmu dan Keira Finch."
"Sudahlah, Rusk. Jangan bikin Micah khawatir. Lagipula, Keira Finch dan Raven Kane tidak muncul di sini, jadi tidak perlu dipikirkan terlalu jauh," ujar Collete sambil menepuk-nepuk bahu Micah.
Micah mengangguk dan tersenyum lega. Mereka kemudian berbicara tentang hal-hal lain sampai Micah merasa lelah dan memutuskan untuk tidur lagi. Dia merasa senang memiliki teman-teman seperti Rusk dan Collete yang selalu ada untuknya.
Rusk dan Collete memutar bola matanya malas melihat Micah yang tampaknya pura-pura tidur dengan lemah lagi. Namun tiba-tiba, Keira Finch dan Raven Kane masuk ke ruangan.
"Sudah bangun, Micah?" tanya Keira Finch, sambil menyunggingkan senyuman manis.
Micah mengangguk, masih terbaring di tempat tidurnya. Raven Kane memandangnya dengan tatapan tajam, membuat Micah merasa tidak nyaman.
"Ada apa?" tanya Micah, mencoba untuk mengalihkan perhatian.
"Tidak apa-apa," ujar Raven Kane dengan nada dingin. "Hanya ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja."
Micah mengangguk, merasa semakin tidak nyaman. Terlihat Keira Finch menatap Raven Kane dengan tatapan tajam, seolah-olah ada sesuatu yang tidak beres.
Rusk dan Collete hanya memandang dari kejauhan, sambil terus memutar bola matanya malas. Mereka tahu bahwa ada drama di antara tiga orang di hadapan mereka, tetapi mereka tidak ingin terlibat di dalamnya.
__ADS_1
Sementara itu, Micah masih merasa bingung dengan perasaannya. Apakah dia lebih memilih Keira Finch atau Raven Kane? Atau mungkin, dia tidak ingin memilih sama sekali?