
Sembari mereka menunggu Kuruna sedang meracik obat. Mereka berdua sama-sama diam tidak bersuara sejak tadi.
Dia diam-diam menatap Pete yang terlihat begitu murung. Pete juga terlihat berkali-kali menghela nafasnya.
...Sacred Valley:titik awal kultivator ...
...Episode 66. Alasan mereka berkumpul....
Dia pun segera memalingkan muka ketika Pete meliriknya. Kuruna mendadak mendekati mereka berdua membawa obat.
Kuruna langsung meminumkan obat tersebut ke arah Pete dan Dia.
"Kak, ini obat apa?" tanya Dia heran.
"Kau tidak perlu khawatir. Aku tidak akan meracuni kalian," ucap Kuruna.
"Ah, hahaha!" Pete tertawa canggung.
"Sepertinya kalian berdua memang ada hubungan yang begitu rumit. Aku hanya bisa mengatakan beberapa nasehat kepada kalian.
Kalian seharusnya menyelesaikannya secara baik-baik. Jika merasa salah cobalah untuk meminta maaf. Jika sebaliknya, cobalah untuk Memaafkan."
"...." Mereka berdua terdiam.
Kuruna berdiri dan mengusap kepala Pete pelan. Dirinya tahu, Pete memiliki kekuatan yang begitu berpotensi untuk menyelamatkan dunia dari kekejaman para raja monster dan invasi raja iblis di bawah kepemimpinan Thanos yang dikhawatirkan akan bangkit.
Kuruna sebenarnya begitu khawatir karena Pete sudah dalam keadaan menyolok, tidak ada yang dapat menjamin dirinya akan aman jika sampai Pedestal datang kembali dan mengambil Pete untuk dibunuh.
Pedestal adalah raja monster naga yang begitu licik. Rata-rata korbannya dibunuh setelah dibawa ke dimensi lain sehingga tidak seorang pun yang dapat mengetahui dimana bangkai korbannya.
Dirinya sendiri terlibat konflik berkali-kali menghadapinya, menjadi satu satunya korban Pedestal yang selamat dari kematian.
"Kalian berdua, beristirahatlah. Namun aku perringatkan untuk tidak bermacam-macam."
"Aku tidak akan bermacam-macam."
Pertarungan Gladiator seharusnya akan dimulai seminggu lagi, namun beredar kabar bahwasanya pertandingan tersebut ditunda selama seminggu lagi.
Terjadi pengalihan sponsor, dimana keluarga Hunter tidak lagi ikut mensponsori pertandingan tersebut. Akhir-akhir ini Mereka mendadak mengalami kesulitan keuangan.
Sementara itu, Finch memegang sponsor penuh. Mereka mulai mengadakan perubahan pada aturan-aturan pertandingan. Pertandingan diadakan dengan sistem kelompok dan gugur.
"Pertarungan Gladiator ditunda selama seminggu lagi ya? Tidak masalah. Setidaknya mereka berdua memiliki waktu untuk Recovery,"ucap Xiao Fu setelah mendengar kabar itu.
Kuruna segera keluar dan langsung menunjuk Xiao Chi untuk masuk ke dalam. Xiao Fu mendorong Xiao Chi, bermaksud memberikan arahan untuk mengikuti mereka.
Xiao Chi masuk dan mendapati mereka berdua tengah berbaring dengan ekspresi yang begitu sedikit bersedih. Sepertinya hubungan mereka tidak semanis dulu lagi di antara mereka.
"Kau bantu aku untuk mengganti perban Pete di kamar mandi sana. Aku tahu kau pantas untuk menggantikan perban di sekujur tubuh Pete, sementara aku akan meracik beberapa salep untuk lukanya."
Xiao Chi mengernyit.Namun dirinya tetap membawa Pete ke kamar mandi dan melepaskan perbannya. Terlihat luka Pete membekas, terlalu banyak dan begitu dalam
"Luka kakak separah ini."
__ADS_1
"Xiao Chi, kau tidak perlu khawatir. Aku akan segera baik- baik saja "
"Yah, semoga saja. Entah mengapa aku merasa ada berita buruk."
"Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Percayalah padaku."
"Oh ya, aku tidak mengerti mengapa aku diminta mengganti perbanmu. Padahal bagaimanapun ini sangat berbahaya."
"Sangat berbahaya?"
"Kau tahu sendiri aku ini siapa. Jika seperti ini, Aku dapat lebih mudah memangsamu. Bahkan aku dapat melakukannya dengan mudah, dan kesempatan seperti ini tidak bisa aku tahan begitu saja. Kalau kau setuju, aku tidak akan sungkan!"
"Kau jangan ngawur. Setahuku kau bukan ras pemakan manusia. Lagipula aku kakakku, jika kau memangsaku, kau tidak akan punya kakak sepertiku. Kak Kuruna juga tahu kau adikku, Xiao Chi."
"Aku rasa kau tidak mengerti. Akan tetapi yang kau katakan memang benar. Yah walaupun terkadang ... ah sudahlah. Beruntung kau adalah kakak kandungku, jika tidak, aku tidak akan sungkan sedikitpun untuk memangsa dirimu seperti ibu memangsa ayahku,"
Pete mencerna kembali ucapan Xiao Chi barusan sampai akhirnya dirinya menyadari sesuatu.
"Maksudnya, ibu pernah memangsa ayah?"
"Tidak, lebih tepatnya ayah yang memangsa ibu."
"Hah? Memangnya ayah pemangsa serigala?"
"Kau tidak mengerti, kak Pete. Jika ayah tidak memangsa ibu, aku tidak akan pernah lahir."
"Kau, maksud kau memangsa itu ...."
"Benar. Kau mau mencobanya?"
Pete segera diperban kembali setelah salepnya telah dibuat dan telah siap digunakan.
Kuruna kembali keluar dari ruangan perawatan dan menyeret Xiao Fu ke dalam ruangan lainnya, membuat mereka semua semakin terheran.
"Mengapa kau menyeretku?"
"Aku membutuhkan bantuanmu untuk melindungi Pete. Pete sedang dalam bahaya karena Pedestal tengah mengincar nyawanya."
"Ah, apakah monster itu tahu dimana Pete sekarang?"
"Monster itu sudah mengetahuinya. Oleh karena itulah mengapa beberapa anggota Univir yang lainnya berkumpul di sini. Aku tahu, bersama putrimu ini, seharusnya kau mampu menghadapi Pedestal, paling tidak sebanding dengannya."
"Ini?"
"Kau tidak mungkin membiarkan Pete diambil olehnya bukan?"
"Tidak akan aku biarkan monster itu menyentuh Pete sedikitpun selama dirinya di dalam pengawasanku."
"Pedestal bukan lawan sembarangan. Jadi kita harus berhati-hati. Monster itu sudah datang kemari sebanyak tiga kali selama dua minggu ini, tepat sejak Pete dibawa kemari dan dalam keadaan kritis.
Awalnya aku tidak tahu apa tujuannya menyerang kami, namun akhirnya kami tahu Pete adalah ingatannya kali ini. Beruntunglah, kami masih bisa mempertahankan diri dan merahasiakan lokasi Pete dirawat.
Kali ini monster itu akhirnya tahu lokasi Pete berada. Ini buruk, karena kami tidak tahu apa yang akan terjadi, sehingga kami semua datang kemari, bermaksud memperkuat pertahanan disini."
__ADS_1
"Kalau begitu, terima kasih karena telah bertindak sejauh ini demi Putraku."
"Itu adalah tugas setiap manusia untuk menyelamatkan nyawa orang baik seperti Pete. Dan aku tidak menyangka kau menyebutnya putramu"
"Aku akan menceritakan detailnya. Sekarang, aku rasa monster itu sudah datang, tepat di depan rumah ini".
Tiba-tiba, terdengar suara mengerikan di depan pintu masuk rumah mereka.
"Monster itu telah datang, tepat seperti yang kau tebak. Rupanya sebagai makhluk mitologi, insting kau begitu diluar nalar. Tidak heran jika kau begitu ditakuti oleh setiap Gladiator yang mendengar sebutanmy sebagai makhluk mitologi."
"Ini hanya kemampuan kecil. Di luar sana ada yang lebih hebat dariku dan aku rasa jumlahnya lebih dari satu."
"Kau terlalu merendah."
Sementara itu, Pete sudah dapat berdiri dan berjalan tanpa merasakan pusing berkunang-kunang.
"Aku sudah sembuh."
Namun, Dia masih tetap berbaring. Pete kemudian melangkah mendekatinya.
"Mau apa kau?"
"Aku hanya ingin berucap terima kasih."
"Tch!"
"Aku tahu kau masih marah kepadaku. Akan tetapi, aku berjanji untuk melindungimu di saat kau memang sedang butuh perlindungan."
"Aku tidak butuh perlindungan darimu!"
"Kakak tertua."
"Heh? Aku peringatkan padamu, aku tidak akan pernah memaafkanmu, kau tidak lagi memiliki akses kepadaku dan aku sama sekali tidak membutuhkan perlindungan darimu."
"Aku tidak peduli. Selama nyawaku masih ada di tubuhku ini, aku tidak akan mengingkari janjiku!"
"Terserah."
Tiba-tiba suara mengerikan terdengar di luar.
"Suara apa itu?" Pete segera hendak meraih gagang pintu. Namun Xiao Chi dan Xiao Fu mendadak membukanya dari luar, kemudian memperingatkan mereka.
"Kalian berdua, jangan dulu keluar sampai situasi kembali aman!"
Pete mengernyit. "Apa yang terjadi, Master?"
"Pedestal mengincarmu, Pete."
Pete terbelalak. Dirinya tahu benar apa itu makhluk yang bernama Pedestal. Raja monster naga yang terkenal dengan kemampuan menyusup melalui dimensi dan menyeret lawan untuk bertarung di dimensi miliknya.
"Kau tunggu saja disini. Aku akan pergi keluar."
"Master, berhati-hatilah!"
"Sebaiknya kau tidak perlu khawatir denganku."
__ADS_1
Xiao Fu dan Xiao Chi segera melesat keluar, menuju ruang tamu.