Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 67


__ADS_3

Sekelompok burung terbang begitu riang berputar-putar di angkasa sana. Di tanah, tampak para semut sedang berbaris mengangkut sebuah bangkai hewan kecil untuk menjadi santapan mereka. 


Namun mereka semua kelompok dan barisan mereka hancur karena mereka langsung berpencar karena ketakutan setelah terdengar suara mengerikan, tepatnya di sebuah wilayah kecil Sol Terano yang bernama Univir Settlement.


Sacred Valley:titik awal kultivator


Episode 67. Pertarungan


Di depan salah satu rumah tersebut ,tampak portal dimensi muncul. Kemudian seekor Naga muncul dari sana.


Tidak lama kemudian, mereka yang sebelumnya berkumpul di ruang tamu di rumah tersebut keluar dengan persenjataan mereka masing-masing. Mereka telah siap bertarung.


"Monster ini!" ucap Blaise geram.


 


...Pedestal...


...Type: Dragon dimention...


...Basic attack: Fire magical, Dragon physical....


...Rank : Imperial A...


...Skill:  fire burst damage (menciptakan berbagai jenis serangan sihir dengan burst damage), Rune Shield (menciptakan perisai dengan formasi Rune dari energi api miliknya)...


...Ability: portal dimention(menciptakan sebuah portal dimensi di tempat acak yang terhubung langsung dengan dimensi rahasia miliknya yang tidak seorang pun yang tahu titik koordinat dimensinya.) Dimention infiltran (memiliki kemampuan menyusup melalui dimensi lain dan mampu muncul tiba-tiba tanpa disadari.), Destroyed area when die. (Menimbulkan ledakan area ketika terbunuh)...


... ...


Monster tersebut tertawa. "Hahaha tidak aku sangka demi mengamankan lelaki itu, kalian semua berkumpul di sini. Tetapi aku merasakan dua kekuatan yang begitu besar juga hadir di sini. Sepertinya lawanku lebih kuat." 


"Monster ini bisa bicara?" tanya Katie heran.


"Dasar manusia! Kau pikir hanya manusia saja yang bisa bicara?" sarkas Naga itu kesal.


"Tch! Pedestal, beraninya kau ingin mengambil Pete dariku!" teriak Xiao Fu begitu marah.


"Hahaha! Aku hanya membawanya untuk mengujinya." jawab Naga yang bernama Pedestal tersebut.


"Pergilah sebelum kami mengusirmu! Kau hanya sendiri!" teriak Evelyn.


 


"Melawan dengan cara keroyokan? Kalian yakin? Tidak tahu malu!" cibir Pedestal.


"Hey-hey-hey-hey! Tidak peduli apapun katanya, kita harus melawan mereka. Serang!" ucap Said memprovokasi mereka semua untuk maju menyerang bersama-sama.


Mereka segera bergerak maju menghadapi Pedestal yang berdiri seorang diri. 


Mereka segera mengepung dengan posisi formasi, namun sang naga segera menggagalkannya dengan tebasan ekornya.


Mereka segera melompat mundur. Namun Xiao Fu dan Xiao Chi mulai menyerang dengan tekhnik pertarungan berpasangan.


"Dua musuh ini sedemikian hebat!" gumam Pedestal yang ternyata didengar oleh Xiao Fu dan Xiao Chi. 


"Terima kasih atas pujiannya, Pedestal. Bisa-bisanya kau memuji musuhmu," ucap Xiao Fu.

__ADS_1


"Heh! Kau bisa mendengarnya? Meskipun begitu, kalian berdua masih lemah dimataku!" Kata Pedestal heran sekaligus meremehkan.


"Kau yakin? tanya Xiao Chi.


Sementara itu, di dalam rumah tersebut. Pete tampak ragu untuk keluar menghadapinya. Bagaimana pun Pedestal lebih mengerikan dari seluruh raja monster. 


Lagipula Masternya telah mengingatkannya untuk tetap di dalam. Pete sebenarnya bisa saja keras kepala dan keluar menghadapinya. Namun, lawannya lebih berbahaya, membuat Pete ragu.


Dirinya masih mengandalkan Changseng Jue dalam kekuatan, dan Dewi Chang'e sebagai Pendukung, sementara kemampuannya sendiri masih begitu lemah.


'Kau seharusnya maju, Pete. Hilangkan keraguanmu. Jika tidak, kau akan kehilangan semua orang yang telah membantumu. Meskipun kau memiliki kemampuan asli yang lemah, namun kau punya Changseng Jue.'


Dia tiba- tiba terbangun dan hendak turun dari ranjang, namun malah terjatuh karena pusing berkunang-kunang.


Pete segera membantu Dia berdiri, namun Dia menepis seluruh tangan Pete yang baru saja menyentuh tubuhnya. "Jangan menyentuhku, sialan!"


Pete bungkam, Dia masih berusaha untuk berdiri, walaupun sempoyongan. 


"Kau tidak akan mampu berdiri, Kakak tertua."


"Tch!"


"Kakak tertua, kau mau kemana?"


"Bukan urusanmu! Sebaiknya kau diam Di sini sesuai kata master."


"Tapi-"


"Sebaiknya kau tidak bandel dan keras kepala, Adik termuda. Kau begitu beban."  


"Pete, kau yakin? Kau akan kehilangan semua orang yang berharga dalam hidupmu. Mana janjimu untuk selalu melindungi Dia? Dasar manusia sepertimu hanya bisa berucap manis tanpa bisa menepati!" hardik Chang'e kasar.


Pete menghela nafas pelan . Dirinya mulai menutup matanya kemudian dengan mengumpulkan keberanian, Pete hendak melangkah keluar. Namun, Pete kembali mengurungkannya karena teringat sesuatu, membuat Chang'e melotot.


"Aku yakin, mereka akan baik-baik saja. Sebaiknya kau tidak perlu khawatir dengan mereka. Seharusnya kau khawatir denganku. Apakah kau tidak tahu ability milik Pedestal? Aku yakin Pedestal akan melakukan kejutan untuk kita," kata Pete percaya diri.


"Cih, alasanmu banyak sekali, Pete. Kau pengecut!"


"Buat apa aku keluar, yang ada malah aku memecahkan konsentrasi mereka. Lebih baik biarkan mereka bertarung disana dan kita sendiri menunggu untuk kemunculannya melalui ability Dimension infiltran miliknya."


Dwi Chang'e mengernyit. "Apa itu ability Dimension infiltran?"


"Mendengarnya membuat Pete tertawa. "Hahaha, kau sendiri tidak tahu tetapi malah memaksaku untuk keluar? Lucu!"


'Bisakah kau serius, Pete?'


"Oke-oke, akan aku beritahu."


------ 


Sementara itu di luar terjadi Pertempuran sengit! Mereka terus berupaya menyerang Pedestal yang terlihat menciptakan Rune Shield yang melindungi Pedestal.


 Xiao Fu dan Xiao Chi terus menerus menggempur pertahanan yang dibuat Pedestal. Sementara yang lainnya sudah terkapar. 


Mereka semua hanyalah seperti semut bagi Pedestal, kecuali Xiao Fu dan Xiao Chi dengan kemampuan menyerang secara berpasangan.


"Lawan yang kuat. Aku tidak menyangka lawanku begitu hebat"

__ADS_1


"Xiao Chi, jurus kedua!" teriak Xiao Fu memberikan komando.


"Aku mengerti!"


Mereka berdua melakukan serangan lainnya yang secara mengejutkan, Rune Shield miliknya pecah. Naga tersebut mulai bertempur serius kali ini.


Namun selendang milik Dia meluncur, memanjang, dan melilit tubuh dari kakinya yang membuat tubuh Pedestal tidak dapat bergerak bebas.


"Semuanya,  ini kesempatan kita!" teriak Dia.


Mereka semua segera bangkit dan langsung menggunakan kemampuan penuh untuk menyerang Pedestal. Akhirnya, Pedestal mengalami luka parah. Namun Pedestal malah tertawa.


"Hahaha! Rupanya kalian semua tengah Menyerangku?"


"Aku sudah memperingatimu, Pedestal bodoh!"


"Benarkah? Aku yang bodoh, atau kalian yang sebenarnya bodoh?"


"Kau lah yang bodoh!"


"Yakin?"


Xiao Fu dan Xiao Chi mulai merasa ada yang janggal dengan apa yang Pedestal ucapkan.


"Apa maksudmu?"


"Kalian disini tengah melindungi lelaki yang bernama Pete, bukan?"


"Tentu saja, sekaligus membunuhmu!"


"Hanya demi lelaki itu?"


"Tch! Sebagai monster yang menyedihkan,sebaiknya kau diam saja daripada memprovokasi kami. Itu tiada gunanya!"


"Kalian benar-benar bodoh! Aku sebenarnya hanya bermaksud memancing kalian semua kemari! Apakah kalian tidak tahu, apa jangan-jangan kalian lupa dengan keahlianku? Sudahlah, akan aku tunjukkan keahlianku yang sesungguhnya!"


Mereka semua kembali berwaspada, namun, naga itu malah menyusup ke dimensi lain yang membuat mereka semua terkejut dan akhirnya mereka menyadari maksud dari Pedestal.


"Pedestal bermaksud menculik Pete!"


"Sial! Pete di dalam sedang tidak terjaga!"


 


Setelah Pete menceritakan seluruh kualifikasi Pedestal yang tercatat di buku, Chang'e mengangguk.


"Begitu rupanya. Tidak disangka monster itu sedemikian cerdik, berpura-pura memporakporandakan di depan sampai ksu dibiarkan disini sendirian. Lalu dengan kemampuannya, naga menculikmu dengan begitu mudah. Benar-benar pintar."


"Dewi, aku rasa diriku juga membutuhkan atribut garis darah untuk mengalahkannya."


"Tetapi tubuhmu tidak kuat!"


"Aku rasa itu juga begitu dibutuhkan untuk melawannya sendirian."


"Kita lihat dulu situasi nya, jika memang membutuhkannya, aku akan mengaktifkan atribut garis darahmu sementara."


Tiba-tiba, entah darimana, sebuah ekor melilit Pete dan menariknya ke dalam dimensi.

__ADS_1


__ADS_2