
Setelah Moonlight Goddess menghilang, Keira Finch kebingungan karena diminta membuat pil dari Bunga teratai matahari. Mendadak teringat gurunya dapat membuatnya karena gurunya itu juga mempelajari meramu obat karena gurunya itu juga seorang alkemis timur.
Keira Finch mulai pergi menemui Gurunya, yang rupanya malah mabuk-mabukan di bar. Itu membuat Keira Finch merasa kesal.
Mendadak, Keira Finch merampas guci arak milik Gurunya itu, sembari berucap begitu kasar. "Suhu sudah minum terlalu banyak!"
Bukannya Marah, gurunya itu malah tertawa, kemudian mulai berkata, "walaupun Mabuk, Suhu masih bisa mengendalikan diri. Kau juga selalu kasar denganku setiap kali aku mabuk. Jadi, sekarang katakan apa mau kamu."
"Suhu, tolong bantu saya!"Saya memerlukan keahlian Anda untuk membuat pil Bunga Teratai Matahari untuk menyelamatkan nyawa Micah," ucap Keira Finch mulai memohon.
Master Li mendengarkan dengan penuh perhatian dan kemudian tersenyum, walaupun sambil mabuk. "Ah, pil Bunga Teratai Matahari. Sudah lama sekali saya tidak membuatnya. Tetapi untukmu, sayangku Finch, saya akan melakukan yang terbaik."
"Tetapi Suhu malah mabuk disini! Bagaimana aku bisa tenang?" tanya Keira Finch berupaya untuk tidak marah. Sungguh, Keira Finch sangat benci bau alkohol.
Gurunya itu malah memberikan satu botol berisi beberapa pil kecil berwarna emas kepada Keira Finch.
"Bawa ini ke pacarmu itu sebutir, dan dia akan sembuh," kata Gurunya itu, memberikan pil kepada Finch.
Mendadak Keira Finch menatap pil itu seksama, kemudian mulai merasa ragu. "Ini Pil teratai matahari?"
Mendadak gurunya ketawa sampai bau alkoholnya menyeruak, membuat Keira Finch kesal dan menutup hidungnya. "Lalu itu pil apa lagi? Sudahlah, cepat berikan kepada kekasihmu itu. Aku akan menyusul ke sana lain kali."
Terharu dengan rasa terima kasih, Finch berterima kasih kepada Gurunya dan mulai pergi ke Klinik, namun mendadak dirinya baru sadar dengan ucapan gurunya itu, yang kemudian mulai berteriak karena tidak terima. "Micah itu hanya Rivalku, bukan kekasihku!"
---
__ADS_1
Keira Finch berdiri di luar klinik dengan pil teratai matahari yang masih ada di tangannya. Ia tahu bahwa ia harus menemui Micah secepat mungkin, namun dirinya tahu bahwa Raven Kane pasti akan menghalanginya.
Dia berfikir sejenak, mencari cara untuk masuk ke dalam klinik tanpa ketahuan Raven. Namun, pintu masuk utama dijaga ketat oleh Collete dan Rusk yang notabene sahabat masa kecil Raven, dan ia tidak memiliki kunci untuk masuk melalui jendela.
Dia merasa frustasi dan putus asa, namun tiba-tiba terbersit ide di kepalanya. Dia dapat menyusup ke dalam klinik melalui pintu belakang.
Dia bergegas menuju belakang klinik dan mencari pintu belakang. Setelah beberapa menit mencari, ia menemukan pintu belakang yang tidak terkunci. Dia dengan hati-hati membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam klinik.
Segera setelah ia masuk, ia merasa lega karena tidak ada satupun orang di sekitarnya. Dia berjalan dengan hati-hati, menghindari setiap ruangan yang terlihat terlalu ramai. Dia ingin memastikan bahwa ia tidak terlihat oleh Raven atau orang lain di klinik.
Akhirnya, Dia menemukan ruangan tempat Micah berada. Raven masih berdiri di dekat tempat tidur Micah, tetapi ia tidak terlihat terlalu waspada. Dia menunggu momen yang tepat untuk mendekati Micah.
Setelah beberapa menit, Raven akhirnya berjalan keluar dari ruangan untuk mengambil minuman. Ini adalah kesempatan Dia untuk mendekati Micah dan memberikan pil teratai matahari padanya.
Dia perlahan-lahan mendekati tempat tidur Micah dan mulai memasukkan pil tersebut je mulut Micah yang tengah tertidur, lalu mengurut leher Micah agar pil tersebut masuk ke kerongkongannya. Dia berdoa agar obat itu bisa membantu Micah pulih dari sakitnya.
"Kamu lagi? Sudah berapa kali aku bilang, jangan dekati Micah! Sekarang, kau sedang apa lagi kemari?" tanya Raven dengan suara tajam.
Dia merasa kebingungan, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan. Dia berusaha mencari alasan yang masuk akal.
"Aku... aku hanya ingin memastikan bahwa Micah baik-baik saja," jawabnya dengan ragu.
Raven memandangnya dengan tajam, mencari tahu apakah ia mengatakan yang sebenarnya atau tidak. Namun akhirnya, Raven membiarkannya pergi.
"Baiklah, kamu bisa pergi sekarang. Tapi jangan pernah lagi mencoba untuk mendekati Micah," kata Raven dengan tegas.
__ADS_1
Dia merasa lega ketika ia berhasil keluar dari klinik. Namun, ia juga merasa sedih dan frustasi karena Raven terus menerus menghalanginya untuk melihat Micah.
Setelah keluar dari klinik, Keira Finch berjalan menuju ke taman di dekat sana untuk menghilangkan rasa cemasnya. Namun, ia tidak berharap untuk bertemu dengan Collete dan Rusk di sana.
Dia merasa grogi dan tidak nyaman ketika melihat mereka berdua mendekatinya. Collete dan Rusk saling bertatapan sebelum akhirnya Collete membuka mulut.
"Kamu tahu bahwa kamu adalah penyebab utama Micah terluka parah, bukan?" tanya Collete dengan suara tajam.
Dia merasa tidak nyaman dan tidak tahu harus menjawab apa. Dia tahu bahwa ia telah membuat kesalahan besar, tetapi ia tidak pernah bermaksud untuk menyakiti Micah.
"Aku tahu bahwa aku membuat kesalahan besar, tapi aku berusaha memperbaikinya," jawabnya dengan lembut.
Rusk tidak terima dengan jawaban Keira Finch. "Memperbaikinya? Apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaikinya? Kamu tidak bisa memutar waktu dan membuat Micah tidak terluka!"
Dia merasa sedih dan frustasi. Dia tahu bahwa dia tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi ia berjanji untuk melakukan segala yang ia bisa untuk membantu Micah pulih dari sakitnya.
"Aku tahu bahwa aku tidak bisa mengubah masa lalu, tetapi aku berjanji akan melakukan segala yang aku bisa untuk membantu Micah pulih dari sakitnya," kata Keira Finch dengan tegas.
Collete dan Rusk saling bertatapan sejenak sebelum akhirnya mereka berdua mengangguk. Mereka merasa sedikit lega bahwa Keira Finch setidaknya berusaha untuk memperbaiki kesalahannya.
"Aku harap kamu benar-benar serius dengan apa yang kamu katakan," kata Collete dengan nada sedikit lembut. Entah kenapa, Collete mulai melunak.
Tetapi Rusk mulai mengancam Keira Finch. "Jika sampai Micah meninggal, walaupun kau lari ke ujung dunia sekalipun, kami akan memberi perhitungan denganmu!"
Mendadak Keira Finch tersenyum, karena merasa yakin bahwa pil yang gurunya berikan pasti akan segera bekerja untuk menyembuhkan berbagai organ Vital pada Micah. "Jangan khawatir, Micah pasti akan baik-baik saja. Bahkan aku rasa kondisinya pasti mulai membaik pada keesokan harinya. Aku yakin itu."
__ADS_1
Mendengarnya membuat Rusk dan Collete terkejut, kemudian mulai bertanya pada Keira Finch dengan kasar. "Apa maksudmu?"
Keira Finch malah berlalu sambil berucap, "Kita akan tahu besok."