
Semuanya terlihat begitu tegang, mengingat Keira Finch mendadak memasukkan pil asing yang berwarna kekuningan ke mulut Micah ketika mereka lengah. Bagaimana pun, pada kondisi Micah yang begitu buruk, tidak seharusnya Keira Finch memasukkan pil asing tanpa pengecekan keamanannya terlebih dahulu.
Keira Finch berupaya untuk membuat mereka tenang, karena Dirinya percaya bahwa pil itu adalah satu-satunya obat yang dapat menyembuhkan Micah. Semua dokter begitu ragu, mengingat Keira Finch mendapatkan obatnya langsung dari Sun Tian yang memang terkenal mampu membuat orang-orang yang hampir meninggal dapat sembuh dengan obat buatannya.
Kali ini Keira Finch tengah diseret keluar oleh Raven untuk meminta penjelasan dan sampai detik ini, mereka tidak kunjung kembali. Itu membuat para dokter cemas, karena tidak tahu harus bertindak apa. Mendadak Marian mencoba menempelkan telinganya pada dada Micah, mencoba memeriksa apa yang telah terjadi di dalam tubuh lelaki itu.
Mendadak Marian segera berdiri, menyadari sesuatu telah terjadi kepada Micah. Secara mengejutkan, mata Micah mulai terbuka, terlihat dirinya mulai menggerakkan kepalanya menghadap ke semua orang dengan baik. Nafasnya juga kali ini sangat teratur.
"Micah, kau sudah baikan?" tanya Marian.
Micah mulai berucap dengan lirih, "sepertinya begitu."
Semuanya langsung menghela nafas lega. Tidak disangka bahwa Micah dapat diselamatkan dengan pil yang Keira Finch masukkan ke mulut Micah pada waktu itu. Mendadak Micah mulai memaksakan diri untuk bangun, yang rupanya tidak begitu menyakitkan. Semua dokter mencoba melarang, namun Micah hanya mengatakan bahwa dirinya sudah baik-baik saja dan ingin pulang.
Semakin lama dirinya terbaring di sini, semakin tipis tabungan di celengan miliknya, begitu pikir Micah. Terlihat Micah mulai dapat berjalan pelan, tidak seorang pun yang berani menghalanginya karena mereka tahu bahwa Micah sangat keras kepala.
---------
Micah merasa bingung dengan keadaan ini. Terlihat jelas di depan matanya sendiri bahwa Raven dan Keira Finch saling berdebat sengit di sebuah jalanan ramai. Terlihat banyak orang berhenti dan menatap mereka, bahkan ada juga yang menyiram Dia Finch, entah karena apa . Namun, saat melihat bagaimana Raven dan Keira Finch mulai saling bertarung, Micah menyadari bahwa dia harus bertindak cepat.
Bocah itu langsung melompat ke depan menuju tempat Raven dan Keira Finch bertarung dan mencoba memisahkan mereka dengan cara melakukan tolakan yang cukup kuat pada mereka yang membuat kedua berdua terpental.
"Berhenti! Berhentilah berkelahi!"
Raven dan Keira Finch terkejut mendengar suara Micah yang bersamaan dengan kemunculannya sembari menolakkan kedua tangannya Bahkan dada meraka terasa sakit, padahal Micah tidak menyentuh target serangan secara Fisik (hanya menggunakan energinya) Keduanya langsung menatap ke arah Micah.
Micah melihat ke arah mereka dan berbicara dengan nada tenang. "Kalian harus berhenti. Ini tidak benar, kalian adalah teman-temanku. Kita harus menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih baik."
__ADS_1
Raven dan Keira Finch saling menatap dan kemudian terdiam dan menunduk. Mereka mulai berdiri, menyimpan senjata masing-masing dan kemudian segera mendekati Micah.
"Kau baik-baik saja?" tanya mereka serempak.
"Aku tidak tahu apa yang kalian pikirkan, tetapi aku rasa ... Aku minta maaf karena telah menggunakan energi yang begitu kuat untuk memisahkan kalian," ucap Micah yang mendadak mereka menyentuh dada mereka yang terasa sakit. Mendadak Keira Finch menyerahkan pil yang sama kepada Raven dan dirinya sendiri ikut memakan pil itu.
Mendadak, Micah segera berjalan pelan meninggalkan mereka dan berniat untuk pulang, sebelum mereka berdua langsung mengekori lelaki itu. Melihatnya sontak membuat semua orang menggelengkan kepalanya. "Dasar, anak muda."
---------
Micah telah sampai di rumah, kemudian memutuskan untuk berbaring di tempat tidur. Terlihat kedua gadis itu begitu setia untuk berdiri di sisinya. Itu membuat Micah merasa tidak nyaman.
"Kalian berdua, mengapa mengikutiku?" tanya Micah.
"Kani hanya khawatir. Sebenarnya, siapa yang membuat dirimu terluka seperti ini?" tanya Keira Finch yang malah membuat Micah mengerutkan keningnya.
"Maksud kalian?" tanya Micah balik dengan wajah kebingungan. Rupanya mereka berdua tidak tahu bahwa luka yang Micah derita disebabkan oleh kegagalannya dalam mengendalikan kekuatan kultivasi dan Sihirnya.
Mendadak pintu terbuka dan Anna bersama gadis dari keluarga Hunter masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu dan juga mengucapkan permisi. "Micah, aku dengar kau terluka parah dan saat ini sudah baikan. Apakah itu benar?"
Mendadak Micah terlihat kesal. "Anna, seharusnya kau mengetuk pintu dang mengucapkan permisi sebelum memasuki rumah orang di Sharance. Kau harus tahu bahwa tempat ini sangat mistik, tahu!"
Anna malah terlihat menggaruk kepalanya. "Kau sudah merasa lebih baik?"
Micah menghela nafas. "Ya, aku sudah merasa sedikit lebih baik daripada sebelumnya."
"Alice, apa yang kau lakukan kemari?!" tanya Keira Finch dengan nada kasar.
__ADS_1
Gadis itu malah tersenyum miring sambil berucap, "memangnya tidak boleh?"
Keluarga Finch dan keluarga Hunter saling bermusuhan. Jadi tidak heran jika mereka bertemu, pasti akan bertikai. Jika tidak, minimal saling memandang dengan aura permusuhan.
Micah mendadak berpura-pura terbatuk-batuk seolah dirinya terlihat masih sakit dengan lumayan parah. "Aku rasa, aku harus istirahat sebentar. Bisakah untuk tidak menggangguku?"
Kedua gadis itu dengan cepat mengangguk dan meninggalkan kamar Micah bersama dengan Anna dan Alice. Micah menghela nafas lega setelah mereka pergi. Dengan begini, Micah dapat merasakan kasur pribadinya dengan nyaman.
---------
Micah mulai membuka matanya setelah merasakan sentuhan hangat di keningnya. Terlihat Jack tengah menatap dirinya dengan khawatir. "Micah, kenapa kau berada disini? Kenapa tidak tetap berada di klinik?"
Micah menghela nafas lelah, kemudian memberikan jawaban, "semakin lama aku tidur di sana, semakin tipis uang yang aku tabung selama ini di celengan punyaku, kakak."
Mendadak Jack menyentil dahi Micah sembari berucap, "dasar perhitungan!"
Micah mengusap keningnya, yang meskipun tidak terasa sakit. Mendadak, Jack mulai membalikkan badan dan mulai keluar dari kamar Micah begitu mendadak pintu depan terketuk dengan nyaring. "Kau tunggu disini, Micah. Aku akan mencoba membuka pintu depan. Sepertinya ada tamu."
Begitu Jack pergi, Micah melirik tangan kanannya kembali, merasa bingung dengan apa yang harus dirinya lakukan agar kekuatannya terkontrol. Jika terus seperti ini, Micah bisa saja membunuh orang dalam pelatihan biasa. Sial, bisa-bisanya pelatihan kontrol yang dilakukan pada malam itu malah membuatnya terluka parah. Sepertinya, Micah harus meminta petunjuk dari malaikat surga terlebih dahulu.
Micah menghela nafas pelan, mendadak dirinya mulai mengucapkan mantra sambil berbaring. Seketika sosok prajurit malaikat Surga muncul di hadapannya yang menunduk sembari berucap, "M'Lord."
Micah mulai berdiri, dan mulai menanyakan petunjuk untuk melakukan kontrol kemampuannya. Namun jawaban yang dirinya dapatkan adalah, "M'Lord, hamba tidak tahu mengenai cara melakukan kontrol terhadap kekuatan gabungan Sihir dan Kultivasi. Bahkan, kemampuan itu tergolong baru di telinga hamba."
Micah mulai menjatuhkan diri ke kasur, merasa telah melakukan kesalahan besar. "Sepertinya, aku tidak seharusnya menggabungkan kedua kekuatan itu, ya?"
Mendadak malaikat surga itu menyangkal ucapan Micah. "Itu tidak benar, Lord Micah. Kekuatan Sihir dengan kultivasi sesungguhnya tidak bertentangan, yang saja, M'lord terlalu berlatih tidak hanya tanpa guru, melainkan juga tanpa petunjuk. Sesungguhnya, Lord Micah dapat menanyakan petunjuk mengontrol kekuatan gabungan tersebut kepada Moonlight Goddess yang saat ini ada pada diri gadis itu. Hamba rasa, Moonlight Goddess pasti memiliki petunjuk karena memiliki pemahaman kitab langit yang lebih baik daripada hamba."
__ADS_1
Micah mulai berdiri kembali, menemukan titik terang atas petunjuk yang dirinya butuhkan. Seketika Micah mulai berucap, "terima kasih atas sarannya. Sekarang, pergilah."