
Keesokan harinya, mereka tengah berkumpul kembali di arena Gladiator. Nomor undian yang sebelumnya diterima rupanya hanya berlaku untuk satu babak. Sekarang, mereka akan mendapatkan nomor mereka secara acak, dengan format pertandingan yang berbeda.
Cara yang begitu ribet, pikir mereka. Pertandingan kali ini akan memakan waktu selama beberapa hari. Namun mereka semua terlihat setuju dengan mekanisme semacam ini. Kenapa? Karena mereka merasa ada tantangan dalam pertandingan kali ini. Dengan nomor undian yang sulit dibaca ditambah lawan yang tidak diketahui siapa sebelumnya.
...Sacred Valley:titik awal kultivator ...
...Episode 102. Masalah Shinra...
Bahkan aturan yang lebih ketat sampai tidak diperbolehkan untuk berbuat kecurangan. Kita ambil contoh, Lia Fisher yang ternyata melakukannya kecurangan dengan menggunakan armor sehingga gadis itu didiskualifikasikan pada pertandingan Gladiator tahun depan. Begitu juga lawan yang dihadapi Alice Hunter atas penggunaan Drone berlebih, namun sayangnya malah terbunuh.
Pete sendiri sebenarnya harus didiskualifikasi juga karena penggunaan cincin bunga teratai es, namun beruntung karena para juri tidak mengenali cincin tersebut. Lagipula, Pete juga menggunakan kemampuan menyerap energi, maksudnya jurus mengumpulkan pedang' tepat waktu saat dirinya terkena api tersebut sehingga semakin sulit untuknya dikenali menggunakan cincin tersebut.
Dalam aturan, mereka hanya boleh menggunakan senjata jenis apapun dan mysteria (termasuk Jimat) dalam bentuk apapun. Penggunaan barang tambahan, seperti armor, Drone , dan barang sihir yang membantu dalam hal tertentu, (Seperti cincin bunga teratai es, cincin Ruby, Cincin lainnya, Charm, dan lainnya.) Sangat dilarang untuk digunakan.
Pete menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Merasa dirinya telah melakukan kecurangan, namun dapat disembunyikan secara sempurna. Memang penggunaan cincin tersebut tidak terlihat begitu jelas efeknya jika hanya dilihat.
"Pertandingan sebelumnya, atas nama Lia Fisher karena telah melanggar aturan dan tetap mengalami kekalahan, mereka berdua langsung di diskualifikasi di pertandingan Gladiator tahun depan. Sementara Ron Hunter yang telah terbunuh, lelaki memang pantas mendapatkannya.
Aku harap kalian semua tidak mengikuti apa yang telah mereka perbuat! Karena pertandingan menjadi tidak sportif lagi. Aku harap kalian semua mengerti.
Berikutnya adalah babak pertandingan format dua melawan dua. Undian kalian akan diacak di dalam arena besok untuk menentukan siapa kawan dan siapa lawan kalian. Kalian mengerti dengan sistemnya?"
"Mengerti!"
"Kerja bagus! Sekarang kalian segeralah berbaris untuk mengambil nomor undiannya."
Mereka pun dengan serentak berbaris. "Adik termuda, apakah kita akan bertemu sebagai kawan Atau sebagai lawan?"
__ADS_1
Pete menghela nafas pelan. "Kita hanya bisa mengetahuinya besok."
Pada saat Pete meraih sebuah nomor, terlihat para peserta lain memperhatikannya. Tentu dengan harapan bahwa mereka tidak akan bertemu dengannya sebagai musuh melainkan sebagai rekan.Nomor 46C? alangkah terkejutnya dirinya karena nomornya bentuk format lain.
Pete menghela nafas pelan, kemudian segera keluar dari barisan. "Kak Pete! Lihatlah, aku mendapatkan nomor yang terbaik!" ucap May sambil menunjukkan nomor undiannya. 01A?
Pete menghela nafas pelan. "Meskipun begitu, kau belum tentu menjadi yang pertama kali turun ke arena."
Dia datang menghampiri mereka dan menunjukkan nomor undian 23W. "Formatnya berbeda sekali."
"Mungkin, agar nomor sebelumnya benar-benar tidak dapat digunakan lagi. Aturan nya juga begitu mengikat. Beruntung kau masih bisa melanjutkan pertandingan."
Pete menghela nafas pelan. Dia telah mengungkit kecurangannya dengan menggunakan pusaka pendukung. Namun beruntung dirinya karena tidak dikenali menggunakan kecurangan.
"Hai!" ucap Alice yang datang kepada mereka sambil menunjukkan nomor 25A.
"Hai juga. Rupanya lawanmu menggunakan kecurangan begitu tidak ngotak sama sekali, ya?" tanya Dia yang mendadak membuat gadis tersebut terdiam. Dirinya tahu dengan jelas, apa yang sebenarnya terjadi.
Alice malah menghela nafas pelan. "Ini hanya berkaitan dengan kepemilikan Shinra Corp. Sepertinya ini karena ulah seseorang yang ingin Perusahaan itu menjadi miliknya."
"Perusahaan Shinra Corp?" tanya Pete bingung.
Dia menatap Pete tidak percaya. "Kau sama sekali tidak mengetahui soal perusahaan penambangan energi di dunia ini sehingga lahan di Dragon Bone tidak berguna sama sekali itu?"
Alice menunduk. "Sebenarnya aku tidak menyetujui pembangunan reaktor semacam itu, karena masalah serius pasti akan terjadi pada dunia ini. Sayang sekali, tidak ada yang mau menggubris pendapatku."
Memang, selama ini mereka semua mendengar bahwa Shinra Corp telah membantu siapapun yang tidak mampu berkembang menjadi penyihir agar memiliki kemampuan Gladiator hebat dengan senjata-senjata buatan mereka yang terlalu bagus dari pada buatan pandai besi biasa.
__ADS_1
Hal seperti ini membuat Keluarga Hunter mendapatkan pamor yang begitu baik sehingga derajat mereka naik daun. Namun, tanpa ada yang tahu, sebenarnya mereka benar-benar licik luar biasa.
Pertama, mereka mendapatkan energi dengan menambang langsung di sebuah wilayah. Kedua, mereka mempergunakan budak dari spesies lain sebagai pekerja mereka dalam jumlah begitu besar. Kita ambil contoh, spesies Cat Elf yang baru-baru ini terculik, sayangnya telah terciduk para penduduk Sharance dan telah ketahuan di mata publik.
Dunia pun menyadari, merekalah penyebab kelangkaan, bahkan berbagai spesies Elf, Orc, monster, dan lainnya. Keluarga Hunter pun di cap keluarga terburuk yang pernah ada.
Namun, kekuatan Keluarga Hunter begitu besar. Oleh karena itulah mereka semua tidak akan ikut campur ke urusan mereka. Namun jika Keluarga Hunter terlalu kelewatan, mereka tidak segan untuk menghabisi para keluarga Hunter.
Bahkan kelima wilayah besar (Sharance, Privera, Sol Terano, Vale, dan Oddward) di Leaf Valley memberlakukan hukum bahwa senjata buatan Keluarga Hunter dianggap senjata terlarang dan ilegal. Oleh karena itu kepemilikan senjata itu selain dimiliki oleh keluarga Hunter, akan terkena hukum dua pasal sekaligus, dan hukuman mereka menjadi lebih berat.
Tidak hanya itu, kelima wilayah besar tersebut melakukan proteksi terhadap wilayahnya, contoh nyata di Sol Terano ini, sudah banyak reaktor-reaktor milik Shinra yang dihancurkan secara paksa. Membuat Shinra Corp kalang kabut.
Keluarga Hunter menjadi keluarga yang terkucilkan oleh beberapa keluarga kainnya dan mirisnya, Alice adalah salah satu dari orang yang dikucilkan oleh mereka.
Pete menggaruk kepalanya. "Aku memang telah mengetahui soal keluarga Hunter sebagai keluarga pemasok senjata hebat. Aku kira karena tekhnologi mereka memang canggih, rupanya... tidak heran jika para gladiator kembali beralih membeli senjata di Edirutho seperti awalnya."
Dia menjelaskan, "kelemahan senjata Edirutho adalah terletak pada penggunaan koin sihir sebagai sumber energinya. Memang, ini lebih baik daripada mengambil energi langsung dari asalnya.
Aku dengar, sejak mereka mengalami kemerosotan, Pihak Edirutho langsung mengganti haluan dari memproduksi senjata-senjata canggih seperti pedang laser atau apalah itu, menjadi mengembangkan tangan dan kaki buatan yang dikhususkan untuk orang yang cacat sehingga seluruh dunia masih tetap mengenal Edirutho.
Sepertinya, sekarang Edirutho kembali naik daun. Senjata yang dulu kembali diremake sehingga lebih stabil seperti pedang laser tidak lagi sesulit dan seboros dulu lagi. Begitu juga meriam energi juga sudah tidak lagi boros Koin Sihir."
"Pantas saja koin sihir kembali beredar dalam tiga hari terakhir ini. Meskipun tidak sebagai alat pembayaran, sih!"
Pete, Dia, dan Alice menoleh dan alangkah terkejutnya mereka karena Xiao Fu telah berada di sana tanpa sepengetahuan mereka sama sekali.
"Hmmm? Kenapa kalian terkejut seperti itu?" tanya Xiao Fu sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Master, sejak kapan berada disini?" tanya Pete terheran.
"Sejak tadi, saat kalian begitu asyik bercerita tentang Shinra. Kalian tidak menyadarinya? Itu wajar. Kemampuan kalian masihlah begitu rendah untuk mengetahui kehadiranku."