Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 79.


__ADS_3

Pertempuran sengit di Univir Settlement dimenangkan oleh pihak Univir yang mendapatkan dukungan anggota Telaga langit.


Mereka pun saling berteriak sukacita musuh berhasil dipukul mundur. Mereka pun segera akan merayakan kemenangan mereka malam nanti.


...Sacred Valley:titik awal kultivator ...


...Episode 79. Jiwa Dia begitu murni?...


Gina, Joe, Kurt dan Katie pergi ke tempat Pete dirawat. Di depan pintu ruangan, Xiao Chi tampak berjaga.


Gina menyerahkan sebuah gulungan. "Kak, kita mau masuk."   


Xiao Chi membuka pintu sembari berucap, "silahkan. Tetapi pasangan sedang tertidur bersama. Aku harap kalian tidak mengganggu mereka berdua."


Ketika masuk  ke dalam, mereka semua terkejut, kali ini mereka melihat Pete dan Dia tidur berpelukan.


Katie hampir berteriak keras sebelum akhirnya mulutnya dibungkam Joe. "Oh, man-"


"Kakak kedua. Sekarang apa yang harus kita lakukan untuk memberi tahu mereka?" Tanya Kurt.


Gina segera meraih kertas, menuliskan sesuatu, menghilangnya? dan memberikannya di tangan Dia.


"Sudah selesai. Ayo kita keluar."


Berselang lama kemudian, Dia terbangun duluan. Dirinya mendadak begitu kaget karena Dirinya malah memeluk Pete. Pete mulai membuka matanya. Dirinya juga kaget  karena ada yang memeluknya.


"Ini tangan siapa?" tanya Pete sembari  memegang tangan tersebut. Dia segera menarik tangannya.


"Kakak pertama, mengapa  kau memelukku? Katanya kita tidak boleh saling bersentuhan lagi?" ledek Pete yang membuat Dia menjitak kepalanya.


"Kau jangan berpikir macam-macam. Itu hanyalah insiden!"


"Oke-oke. Tidak perlu dibahas! Tetapi apa yang kau pegang di tanganmu? Itu ... surat?"


Dia langsung menyadari ada surat di tangannya. Dengan cepat, Dia membuka surat tersebut dan membacanya. "Rupanya undangan pesta malam ini."


"Undangan pesta malam ini?" tanya Pete heran.


Dia menatap Pete begitu lekat. "Kau sebaiknya tidak ikut, adik termuda. Kau masih sakit."


"Tapi-"


"Jadilah penurut," ucap Dia sambil hendak keluar dari ruangan.


Pete terdiam, namun dengan begitu cepat dirinya berdiri dan langsung merangkul Dia, yang tentu saja membuat gadis pendek yang protektif terhadap sentuhan lelaki manapun, begitu risih.


"Lepaskan tanganmu dariku, adik termuda!"


"Ayolah, semakin banyak kan semakin ramai dan seru. Aku ikut, ya!" pinta Pete memelas, bahkan sampai memasang mata Puppy eyes.

__ADS_1


Xiao Chi kembali menggodanya dari luar. "Kasihan kak Pete, calon istri enak berpesta kau malah tidak boleh ikut."


"Calon istri kepalamu! Oke-oke, tapi lepaskan tanganmu! Ini membuatku risih!"


"Ayolah, kita sudah melakukan hal seperti ini sejak awal. Bahkan, hampir semua bagian tubuhmu juga telah aku sentuh. Merasa risih? Kau bercanda?"


Dia mulai berteriak. Suara teriakannya pun sampai di telinga orang orang yang ada di Pesta"Pete, lepaskan tanganmu dariku! Kalau tidak, aku akan mengamuk!"


"Kak Pete, lepaskan saja. Toh calon istrimu itu tidak akan pergi kemana-mana!" Lagi-lagi Xiao Chi berceletuk.


Pete segera melepaskan rangkulannya begitu Dia mulai terlihat merah padam dan seolah berasap. Suaranya malah naik lima oktaf. "Calon istri kepalamu! Kemarilah kau, Xiao Chi! Akan aku hajar kau!"


Sementara itu di tempat pesta, mereka semua dikejutkan dengan teriakan Dia.


"Apa yang terjadi di sana?" tanya Xiao Fu heran.


"Master, tidak perlu dipedulikan! Biasa, calon pasangan yang hendak menikah memang seperti itu," ucap Joe.


"Calon pasangan?"


Katie menjelaskan apa yang telah mereka lihat. "Ya, bagaimana cara mengatakannya ya? Intinya hubungan mereka berdua sudah hampir sampai terlalu jauh."


Mata Xiao Fu membola. "Hah? Hubungan mereka sejauh itu? Tidak boleh dibiarkan!"


"Master?"


"Tetapi bukankah ada pengecualian? Jika mereka melakukannya secara suka sama suka dan tanpa ada paksaan, tidak akan termasuk di dalamnya. Umumnya setelah itu, mereka pasti diharuskan menikah! Malah hal semacam itu hampir semua dilakukan para pasangan sebelum menikah."


Xiao Fu terdiam. Kemudian menepuk jidatnya. "Aku semakin tidak mengerti dengan aturan-aturan Leaf Valley."


"Ya, bagaimana lagi!  Kita tidak bisa melarang mereka untuk melakukan hal seperti itu. Bukankah mereka punya hak dan kebebasan? Mau kau halangi pun juga sudah begitu terlambat."


Xiao Chi melompat dan berlari ke arah Xiao Fu yang kemudian menjadikan ibunya sebagai perisai. Muncul juga Dia dengan aura emosi yang membludak, namun Pete tidak terlihat ikut serta.


"Ibu, Dia mengamuk!" rengek Xiao Chi konyol.


"Dia, berhentilah. Katakan pada kami, sebenarnya apa yang telah terjadi."


"Sebenarnya itu bukanlah seperti yang kalian pikirkan. Semua itu terjadi memang tidak Pete sengaja. Saat itu ada peluru yang melesat hampir mengenaiku dan adik termuda. Namun, insting adik termuda yang begitu tajam membuatnya sadar dan mendorongku sehingga terjadilah hal konyol seperti itu."


Xiao Fu menghela nafas lega. "Syukurlah jika itu hanya kesalahpahaman. Kalau tidak, mau ditaruh dimana muka mastermu ini saat aku bertemu dengan ayahmu?"


"Ya, sih. Akan tetapi, aku kira apakah aku tidak  mendapatkan tontonan gratis yang kedua kalinya." ledek Katie.


"Adik kelima, apa yang kau pikirkan?"


"Ya, bagaimana bilangnya ya? Sehabis kesalahpahaman, lalu tidur bersamanya. Wajar sih, akan tetapi, kau memeluknya begitu erat. Keliatan sekali seperti sepasang kekasih. Membuatku iri saja! Benar tidak?" tanya Kurt meledek.


"Adik keempat, kau!"

__ADS_1


"Aku mengerti kok, kakak pertama. Sebagai pasangan, memberikan belaian terhadap adik termuda yang sedang sakit itu memang diwajibkan bagimu. Aku paham, kok!" Gina ikutan meledek, bahkan ledakannya lebih memanaskan telinga Dia, jika dibandingkan dengan ledekan Katie dan Joe.


"Adik kedua! Aku tidak menyangka pemikiranmu telah ternoda! Kau menghianatiku?"


"Sudah berapa Ronde mainnya, kak?" Ini tidak usah ditanyakan lagi siapa pelaku nya kalau bukan Joe.


"Sialan! Aku hanya tidur dan memeluknya saja! Sama sekali tidak melakukan hal seperti itu!" teriak Dia frustasi. Kini dirinya mengerti mengapa Pete tidak jadi ikut serta ke pesta.


"Tuh kan, mengakui juga pada akhirnya!" ledek Xiao Chi yang mengundang tawa seisi area pesta.


"Kalian semua, diam! Kalau tidak, aku akan mengamuk!"


Sementara itu, di ruang perawatan, Pete tampak berbaring. Chang'e semakin terheran dengan cara berpikir Pete yang begitu tajam dan tepat sasaran. 


Pete tahu Xiao Chi di balik pintu dengan menatap gerak-gerik dirinya. Pete bahkan menduga dengan tepat, apa yang akan terjadi di ruang pesta.


"Aku tahu diriku jenius! Tidak perlu menatapku seperti itu," ucap Pete.


Chang'e kesal. "Jangan sombong! Kau hanya beruntung menebaknya."


Pete mengerutkan alisnya. "Tidak bisa sembarangan dalam menebak. Kau harus mengumpulkan fakta menurut kronologi dan periodisasi terlebih dahulu. Baru kau dapat menebaknya lebih sedikit akurat.


 Aku tahu kejadian tadi akan membuat mereka semua di ruang pesta gempar. Dengan kepergian Dia kesana, aku tidak perlu menjelaskan apapun lagi kepada mereka karena Dia sudah mewakili."


"Kau ..." Chang'e tidak bisa berkata apapun lagi. Pete benar, dan dirinya sama sekali tidak memikirkannya?


"Aku jenius memang sejak masih di kandungan. Saat baru lahir sudah bisa membaca delapan ratus kata dan ketika masuk akademi sudah paham seluk beluk pertarungan Gladiator. Tidak perlu memujiku," ucap Pete membual.


"Bualanmu sungguh konyol!"


"Kau bilang jiwa murni Dia dapat menguntungkan diriku. Sebenarnya keuntungan apa dan apa itu Tubuh fisik tidak ternoda?"


Chang'e menunjukan angka satu.  "Pertama, kau akan tahu setelah kau memeluknya. Kemudian-" 


"Kemudian aku dihajar olehnya dan tidak bisa melawan. Begitu?"


"Bukan begitu, bodoh! Kalau begitu, coba cara lain.  Cobalah untuk berlatih berpasangan lagi, tingkat lanjut."


"Hah? Kau gila? Tekhnik berpasangan tingkat lanjut bahkan sampai harus benar-benar tidak memakai pakaian. Aku dan Dia bahkan masih berumur tujuh belasan, kalau tidak salah."


"Berlatih kultivasi tidak memperdulikan umur."


"Namun melakukan sesuatu yang seperti disyaratkan memperdulikan umur dan hubungan."


"Cara lain lagi, coba kau berlatih berpasangan dengannya kembali, dengan tekhnik yang sudah kalian kuasai."


"...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2