
Di ruang pesta, Dia seolah-olah menjadi bulan-bulanan berbagai ledekan dari hampir semua orang. Yang tidak Dia percaya adalah Gina dan Kurt yang selama ini selalu membelanya kini malah ikut-ikutan meledek dirinya .
...Sacred Valley:titik awal kultivator...
...Episode 80. perbaikan hubungan mereka berdua ...
"Ekhem, tidak bisa dibayangkan jika aku ada di posisi Pete, mungkin sudah bersenang-senang. Pete benar-benar bodoh," ucap Rusk.
"Hmm! Aku juga, jika sudah berada di posisi Dia juga akan menerimanya dengan senang hati. Kan sana-sama mencintai."!Xiao Chi
"Kalian berdua bisa diam tidak, sih? Berhentilah menggodaku! Aku dan Pete sama sekali tidak ... maksudku Aku dan adik termuda sama sekali tidak boleh melakukannya di usia sekarang!"
Collete mengerutkan alisnya. "Kami sudah menikah loh! Aku rasa umur kita hampir sama."
Rusk berbalik meledek, "ya sih! Tetapi sepertinya kau akan melakukannya di suatu saat nanti, bukan?"
"Kalian berdua, Diam!"
"Rusk, Collete. Berhentilah menggoda Dia." Blaise menengahi mereka bertiga.
"Ayah?"
Dia kira Blaise penyelamat, namun rupanya sama saja. "Kalian seharusnya berhenti menggoda Dia. Kalau terus seperti ini, takutnya Dia akan menjaga jarak lagi dengan Pete, yang nantinya hubungan mereka berdua yang hampir menyentuh ajang pernikahan malah kandas begitu saja."
"Hubungan kami tidak sejauh itu!" teriak Dia frustasi.
"Kau bisa saja menasehati mereka berdua sambil meledek." Kuruna bersama Zaid dan Ordorus datang mendekati Dia.
Zaid menasehati Dia untuk berhati-hati. "Hey, kau harus berhati-hati dengan Pete, ya! Dirinya yang begitu pendiam bisa saja begitu ganas."
"Begitu ganas?"tanya Dia mulai panas kembali. Dirinya tahu apa yang Zaid maksud.
"Hahaha! Maafkanlah ucapan kakak iparku. Dirinya hanya membual. Akan tetapi, aku rasa jika kekasihmu itu seperti yang diucapkan Zaid, maka kau harus lebih ganas lagi." Ordorus malah memanaskan suasana di hati Dia.
"Kalian berdua, berhentilah! Maaf, mereka berdua memang seperti itu. Akan tetapi aku harap kau jangan sampai merusak Jahitan lukanya, juga jangan sampai bersuara saat jam tertidur." Kuruna juga ikut memanaskan telinga Dia dengan ucapan yang lebih lembut.
"Sudahlah, aku pergi dulu!" ucap Dia begitu kesal dengan muka full merah padam.
"Oh, mau melakukannya sekarang? Tidak apa-apa, asalkan jangan terlalu brutal!" pesan Kuruna yang mengundang tawa seisi area pesta.
"Jadi, jiwa Dia selama ini menutrisi kekuatan roh milikku? Bagaimana mungkin?"
"Melalui hubungan istimewa kalian berdua. Maksudku, koneksi roh. Kau ingat bukan, jiwa kalian saling terhubung satu sama lain. Dengan koneksi tersebut, kalian dapat meminta tambahan energi dari pasangan, begitu juga memberikan.
Secara tidak sadar, Dia telah melakukan transfer energi kepada dirimu dalam konsentrasi yang begitu kecil, namun terus menerus. Oleh karena itulah mengapa kau selalu bisa ditemukan olehnya.
__ADS_1
Energi yang ditransfer Dia itulah yang menutrisi kekuatan roh milikmu!"
Pete menghela nafas pelan. Jiwa murni Dia benar-benar begitu istimewa. Jika orang Sacred Land tahu, pasti akan menjadi rebutan para pendekar disana.
"Bagaimana, hebat bukan jiwa murni Dia?" tanya Chang'e setelah menjelaskan jiwa murni Dia.
"Begitu hebat!" ucap Pete takjub.
"Bahkan lebih hebat daripada tubuh fisik tidak ternoda. Tubuh fisik tidak ternoda memang memberikan kekuatan yang begitu besar terhadap Pasangan, namun orang lain dapat mencuri kontak tubuh dengannya. Berbeda sekali dengan jiwa murni milik Dia. Hanya orang pilihan yang dapat merasakan manfaatnya.
Meskipun dirinya dinodai bahkan energi Qi miliknya diambil sekalipun, itu tidak akan berguna untuk perkembangan mereka.
Karenanya, kau hanya perlu berhubungan baik dengannya, tidak perlu hubungan sentuhan. Cukup hubungan persahabatan saja sudah cukup untuk membuat dirimu berkembang pesat." Jelas Chang'e panjang lebar.
"Hebat sih, tapi apakah aku benar-benar seberuntung itu?"
"Cukup jaga saja hubungan kalian, jangan sampai merenggang. Dengan demikian, kau pasti akan mendapatkan manfaat untuk perkembanganmu melalui koneksi kalian. Dengan begitu, kau akan terus merasa beruntung. Sudahlah, Dia datang." Chang'e menutup obrolannya.
Pete menoleh ke arah pintu dan mendapati Dia mendobrak pintu tersebut secara kasar. Tampak jelas mukanya begitu basah karena sepertinya dirinya membasuh muka terlebih dahulu sebelum kemari.
"Kau tidak jadi ke sana?"
Alih-alih menjawab, Dia malah mencengkeram kerah baju Pete dan berteriak, "gara-gara kau, aku diledek semua orang di dalam pesta!"
"Kau bahkan tidak kesana untuk membelaku? Malah keenakan berbaring disini!"
"Walaupun aku disana membelamu tetap saja akan terus diledek. Oh, ya. Besok siang aku akan sembuh total. Mau bertarung bersama?"
Sebuah tamparan malah dilayangkan oleh Dia tepat di pipi kirinya. "Maksudnya pertarungan Ranjang? Dasar lelaki hidung belang yang begitu mesum!"
Mata Pete membola. "Dia, kau terlalu berpikiran jauh. Aku bilang kita bertarung di arena pertarungan, bukan di tempat yang kau katakan!"
"Bilang aja begitu! Kenyataannya memang itu yang ada di fikiranmu bukan? Sini, akan aku hajar kau!" Dia langsung menghajar Pete, hampir menargetkan punggungnya.
"Jangan di Punggung! Dan aku benar-benar tidak memikirkannya sampai kesitu! Sungguh! " ucap Pete penuh keseriusan di wajahnya.
Melihat keseriusan Pete, Dia mendadak merasa bersalah. "Maaf, aku tidak tahu maksudmu yang sebenarnya. Aku kira- "
Pete memotong ucapan Dia. "Ledekan mereka semua rupanya sampai membuat dirimu selalu berfikiran kesana. Tenangkan dirimu terlebih dahulu di kamar mandi, sana!."
"Kau sendiri?" tanya Dia balik
Pete mengerutkan alisnya. "Ada apa denganku? Aku tidak akan bandel kok! Sudahlah, pergilah ke sana. Basuh kembali mukamu, dan hilangkan pikiranmu yang terus mengarah kesana."
Dia segera pergi ke toilet. Namun sebelum masuk, Dia berucap, "adik termuda, aku minta maaf. Aku pikir kau lelaki mesum, rupanya kau lelaki polos yang juga begitu jahil."
__ADS_1
Pete terdiam. Dia melanjutkan ucapannya saat masuk ke dalam kamar mandi. "Adik termuda, mulai saat ini kita akan kembali seperti dulu lagi, okay. Tidak apa-apa kau melakukan kontak sentuhan denganku lagi, asalkan jangan sampai terlalu jauh."
'Kau berhasil memperbaiki hubungan kalian berdua seperti semula.'
Pete menghela nafas lega. Akhirnya ketegangan yang terjadi diantara Dirinya dengan Dia berakhir di hari ini.
'Bukan berarti kau lengah, Pete. Jiwa Dia begitu spesial sehingga ada kemungkinan dirinya menjadi incaran musuh yang begitu kuat yang menginginkan jiwanya. Perkuat kembali atribut milikmu dan pertajam kembali kemampuan berfikirmu.'
Pete menatap jendela. "Aku harap hari ini akan berlalu dengan cepat."
Perlahan, mata Pete meredup. Dirinya pun tidak menyadari tidur terlelap.
'Perasaanmu sudah terlihat begitu ringan kembali. Aku harap ini terus berlanjut.'
Terdengar suara burung-burung berkicau di jendela Pete. Sepertinya burung itu memang hendak membangunkan Pete. Matahari juga sudah menampakkan dirinya.
Pete membuka matanya, kemudian mendapati Xiao Fu dan Kuruna tengah melipatkan kedua tangannya di dada. Ekspresi mereka berdua begitu aneh.
Bukan Pete namanya kalau tidak jeli. Alih alih bertanya dengan begitu polosnya, dirinya mencoba melihat apakah ada kejanggalan pada dirinya.
Mata Pete membola, mendapati dirinya ternyata tidur bersama Dia, saling berpelukan. Pantas saja, mereka berdua berekspresi sedemikian.
"Enak sekali ya, tidurnya?" tanya Kuruna penuh arti.
Pete segera melepaskan pelukannya, yang membuat Dia terperanjat terbangun.
"Ada apa, adik termuda?" tanya Dia. Sebuah pertanyaan yang tidak sinkron dengan situasi yang terjadi.
"Lihatlah dengan jelas di sekitar, kakak pertama."
Dia melirik di sekitar dan mendapati Kuruna dan Xiao Fu yang masih bertingkah sama. "Master, kak Kuruna? Ada apa?"
Kuruna kembali mengulangi ucapannya. "Enak sekali ya, tidurnya?"
Mata Dia membola. Namun dirinya malah cengengesan. "Ah, hahaha!"
Pete menatap Dia heran. "Sepertinya aku ketahuan memeluk Pete di saat dirinya tertidur."
Mata mereka terbelalak mendengarnya. Sejak kapan Dia seperti ini?
"Dia, kau-"
"Master, bukankah kami telah melakukan hal yang sama di Telaga langit?" tanya Dia begitu aneh.
Mereka semua tidak bisa berkata apapun lagi.
__ADS_1