
Setelah kejadian itu ditambah pengakuan Pete, mereka mulai berunding. Masalah Pedestal masih membekas di benak mereka.
...Sacred Valley:titik awal kultivator...
...Episode 72. luka di fisik luar, organ dalam, dan hati...
Ordorus menghela nafas pelan. "Apakah kalian mempercayai Pete? Entah mengapa aku sama sekali tidak bisa mempercayainya."
"Yah, memang tidak ada bukti, akan tetapi bagaimana caranya Pete bisa selamat padahal masih disana? Mustahil jika bukan Pedestal yang terbunuh," ucap Zaid.
Blaise menambahkan, "anehnya lagi, dimensi itu malah runtuh. Aku rasa itu terjadi karena ledakan tubuh fisik Pedestal."
"Lebih aneh lagi karena Pete masih selamat, walaupun luka di punggungnya begitu berat," ucap Evelyn yang membuat mereka semua semakin tidak percaya. Bagaimana mungkin Micah bisa selamat dari ledakannya?
"Memangnya ruang dimensi bisa dirubuhkan dengan sengaja? Kalau bisa untuk apa Pedestal melakukannya? Untuk membunuh Pete? Aku rasa tidak mungkin, bukanlah Pedestal akan membunuhnya langsung dengan atribut bawaannya?" sela Collete.
"Kuruna, hasil diagnosisnya bagaimana?" tanya Zaid
Kuruna menjelaskan hasil diagnosis. "Luka bakar di punggungnya cukup parah. hipotesis saya, itu karena dampak ledakan karena dampak semburan tidak seperti itu. Tenang, itu bisa di atasi dalam waktu dua hari dengan kemampuanku. Namun lebih parah lagi luka di organ dalamnya. Aku tidak yakin dapat mengobatinya, tetapi akan aku usahakan."
"Xiao Fu, Xiao Chi. Apakah kalian mempercayainya?"
"Sangat."
Mereka semua terbelalak. Bagaimana bisa?
"Kak Pete sebenarnya memiliki Artefak hebat. Nama artefak tersebut adalah Changseng Jue. Pusaka itu begitu hebat, dapat terus meregenerasi energi spiritual miliknya dengan cepat dan lukanya dengan lambat.
Kau bilang, Pete mengalami kerusakan pada tubuh fisiknya, itu karena Pete mengalami Overload. Eh, maksudku Overheat," jelas Xiao Chi yang malah mengundang persepsi yang salah.
"Maksudnya Pete itu sebenarnya Cyborg?" tanya mereka yang membuat Xiao Chi menepuk jidat.
"Bukan! Jadi maksudku begini-"
Xiao Fu mengambil alih penjelasan Xiao Chi. "Xiao Chi, mereka tidak akan mengerti. Biar aku jelaskan. Sebenarnya, Pete memiliki pusaka. Kalian tahu kan pusaka?"
"Pusaka? Maksudnya barang sihir?" tanya Evelyn.
"Ya. Tubuh Pete mengalami kerusakan karena terlalu lama menggunakan pusaka tersebut sehingga kekuatannya merusak organ Vitalnya. Intinya, Pete bisa menang karena tergantung kepada pusaka hebatnya itu."
Mereka semua berpandangan. "Lalu bagaimana dengan luka dalamnya itu?"
"Biarkan aku yang mengurus."
Sementara itu, Dia tampak berkumpul dengan sahabatnya. Mereka pun terlihat begitu bersedih atas apa yang telah terjadi kepada Pete baru-baru ini.
Gina terkejut. "Keadaan Pete begitu buruk?"
__ADS_1
Dia menghela nafas pelan. "Luka dalam pete terlalu parah sehingga Changseng Jue yang Pete miliki tidak mampu menyembuhkannya sedemikian cepat. Seharusnya master yang mampu mengobati lukanya dengan pil teratai matahari, namun saat ini master sendiri malah sedang berunding."
"Lalu sekarang bagaimana?" tanya Katie.
"Mmm ... Aku tidak tahu selain menunggu Master selesai berunding."
"Lalu, apakah kau akan memaafkannya? Maksudnya Pete pernah meminta maaf kepadamu, bukan? Apakah kau tidak akan pernah memaafkan dirinya? Itu adik termudamu loh!" tanya Joe mengubah topik.
Dia menghela nafas. "Aku sudah berjanji untuk tidak akan pernah memaafkan dirinya."
Mata mereka semua membola. "Dia, kau ... maksudku Kakak pertama yakin?"
"Sekali berjanji akan terus aku tepati."
Mereka semua pun saling berpandangan. Ini buruk, benar-benar buruk. Hubungan mereka sepertinya tidak bisa diperbaiki lagi.
Sementara itu, di dalam ruangan perawatan, Pete hanya menatap pintu keluar. Dirinya merasa begitu bersedih atas apa yang telah terjadi terhadapnya.
"Lupakan saja Dia untuk hari ini, Pete. Sebaiknya kau beristirahat untuk fisikmu. Karena menggunakan atribut garis darah berlebihan, tubuhmu mengalami kerusakan di dalam," kata Chang'e mencoba memberikan saran.
"Kau tidak perlu khawatir karena Changseng Jue telah mengurusnya."
"Memang Changseng Jue akan memperbaikinya, Namun jika luka dalamnya tidak separah ini. tubuhmu agar tidak semakin memburuk saja, karena kau masih dalam posisi terjaga. Jadi sebaiknya kau tidur, aku akan mengurus penyembuhan lukamu sedikit demi sedikit."
Pete tidak menghiraukan, masih menatap pintu keluar. Dirinya begitu bersedih. "Jadi begini rasanya dicampakkan oleh kakak pertama?"
"Dewi, apakah aku tidak akan pernah dimaafkan oleh Dia?"
"Pete? Kau bisa dengar tidak sih? Aku memerintahkanmu untuk tidur dan lupakan dahulu Dia untuk hari ini. Kau bisa memikirkannya besok!"
"Tetapi-"
"Pete, Lekas tidur! Kalau tidak, aku juga akan membencimu dan tidak akan pernah memaafkan dirimu!"
Pete tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dirinya memutuskan untuk memaksa tidur. Namun baru beberapa menit, ternyata sudah tertidur pulas.
"Pete, aku terpaksa berbohong kepada dirimu untuk tidak lagi memikirkan Dia. Aku tahu, ini semua karena aku yang memulai. Jadi, aku minta maaf kepadamu."
Tidak lama kemudian, Xiao Fu memasuki ruangan tersebut. Melihat Pete tertidur pulas dan Chang'e malah bersedih membuatnya bertanya-tanya.
"Dewi, apa yang terjadi?"
"Aku merasa Pete tidak lagi cocok dengan Dia."
"Xiao Fu mengerutkan alis, wajahnya terlihat begitu tidak suka.
"Aku yakin Pete dan Dia berjodoh. Buktinya-"
Chang'e memotong ucapan Xiao Fu dengan sebuah fakta menohok. "Buktinya Dia telah bersumpah untuk tidak akan pernah memaafkan Pete sampai dirinya mati? Itu bukan bukti yang kuat untuk mempersatukan mereka."
__ADS_1
Xiao Fu marah. "Kau!"
"Aku tahu, ini semua bermula dari kesalahanku yang membuat Pete bertindak lebih jauh. Namun, aku sama sekali tidak menyangka keretakan hubungan mereka berdua terus membesar sampai separah ini."
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?"
"Kau tidak terlalu memperhatikan hubungan mereka, ya?"
Xiao Fu kemudian menatap Pete, mengusap kepalanya pelan. "Micah, aku salah karena menaruhmu di penderitaan seperti ini. Maafkan aku."
Xiao Fu mengeluarkan sebuah obat, namun alih-alih meminumkan ke mulutnya, Xiao Fu justru menyerahkannya kepada Chang'e. "Berikan kepadanya. Aku rasa tidak sanggup untuk berhadapan kembali dengannya."
Chang'e terdiam. "...."
Xiao Fu mulai mengalirkan air mata dan bergegas berlari meninggalkan Micah begitu saja.
"Jadi, nama aslinya adalah ... Micah?"
Kuruna tampak menghela nafas pelan setelah mendengar penuturan Xiao Fu yang begitu bersedih menceritakan betapa buruknya hubungan Pete dengan Dia karena ulahnya sebelumnya.
Kuruna memberikan saran. "Hubungan mereka mungkin sampai disitu saja. Lebih baik kau memikirkan penggantinya. Bagaimana pun, Pete harus memiliki orang yang dapat menghilangkan perasaannya terhadap Dia. Kalau tidak, entah apa yang akan Pete lakukan dalam menghadapi perasaannya sendiri."
"Akan tetapi, aku harus membuat hubungan mereka terus berlanjut kembali seperti semula."
Kuruna berdiri dan berjalan ke jendela. "Hubungan mereka yang begitu sulit diperbaiki begitu mustahil untuk dipaksakan. Sebaiknya biarlah mereka yang mengarahkan dirinya sendiri entah kemanakah mereka melangkah sementara kita hanya mengawasi. Itu lebih baik."
Xiao Fu terdiam, tidak lagi bisa berkata apa-apa lagi.
Namun, tidak mereka sadari, Dia menguping pembicaraan mereka.
"Lalu bagaimana dengan Pete?"
"Pete? Dirinya begitu memikirkannya, sampai-sampai dirinya kehilangan senyumannya. Pete tidak lagi secerah dulu . Seolah-olah kembali ke setelan pabrik, ekspresi Pete kembali seperti dulu saat dirinya berada di Sharance dengan kemampuan yang begitu lemah."
"Ini buruk. Sebaiknya kau lakukanlah sesuatu untuk membuat Dia memaafkan Pete. Bagaimana pun, Pete pasti terlalu memikirkannya."
"Sulit. Dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak akan pernah memaafkan Pete."
"Cobalah untuk membicarakannya pada Dia. Bujuklah untuk mengingkarinya. Lagipula Dia berjanji juga kepada dirinya sendiri, bukan?"
"Aku rasa Dia tidak akan pernah mau melakukannya."
Dia hanya terdiam mendengarnya.
__ADS_1