Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 144


__ADS_3

...Sacred Valley: Aksi sang kultivator...


...Episode 144. Kekuatan sejati Twilight orb...


Harvest Goddess bersama dewi bulan (sebut saja Moonlight Goddess) terkejut bukan main. Meskipun Pete dapat melakukan itu karena dirinya memiliki Twilight Orb, namun sangat mustahil jika Pete menggunakannya seperti ini, yang bahkan Pete sendiri pasti tidak akan tahu cara menggunakannya.


"Chang'e, kau bilang Pete hanyalah pemilik dari kekuatan aura dari para dewa, bukan jiwa murni. Lalu apa ini?" tanya Harvest Goddess.


Chang'e pun juga ikut bingung sejenak, kemudian teringat bahwa Pete dan Dia terikat hubungan yang begitu spesial. "Mungkin kekuatan jiwa murni milik pasangannya mempengaruhi dirinya juga."


Semuanya tertegun, mendadak terjadi kilat yang menyambar sebuah tiang. Tiang tersebut patah dan langsung menimpa perapian upacara persembahan mereka. Semuanya langsung berdiri, kemudian langsung menatap langit.


Mendadak turun hujan yang begitu deras, membanjiri lokasi tersebut dalam waktu sekejap. Mereka semua pun langsung panik, meminta pengampunan. Ini seperti hukuman sang dewa hakim yang ada di dunia.


Hujan masih tidak segera berhenti. Pete masih belum merespon pengampunan mereka.  Tidak urung, mereka masih terus berlutut berkali-kali meminta pengampunan.


Pete menjentikkan jarinya, mendadak hujan terhenti. "Rupanya aku tidak sia-sia memiliki Twilight Orb."


Pete kemudian turun, segera mengangkat telapak tangan. "Aku mengampuni kalian, asalkan kalian tidak melakukan persembahan menjijikkan seperti ini lagi. Kalian semua, terimalah berkat dari Dewi Panen.


Mendadak tumbuhan tumbuh dengan cepat, bahkan mulai menunjukkan buahnya. Ini terlalu cepat!


"Gunakan cara persembahan lama untuk memuja Dewi. Dan karena kalian saat ini begitu kotor, aku akan menyucikan kalian seperti semula.


Semuanya pun langsung menunduk, kemudian mereka mengikuti Pete. Terdapat kolam yang entah muncul dari mana tiba-tiba sudah ada di hadapan mereka. Tanpa di perintahkan, mereka pun segera menceburkan diri ke kolam.


'Twilight Orb itu luar biasa!'


 


Pete pun mengambil posisi sebagai pendeta, melakukan upacara persembahan mereka yang seperti dulu. 


Harvest Goddess pun menghela nafasnya, kemudian segera mengangkat tangannya. Seketika   mulai tumbuh berbagai makhluk hidup yang sebelumnya ternyata tengah hibernasi. 


Upacara pun segera selesai. Mereka semua pun kembali menjadi manusia kucing yang jinak seperti dahulu. Flynn akhirnya dapat menghela nafas lega. 


Salah seseorang di antaranya mulai menariknya ke sebuah rumah tua yang begitu misterius. "Kami pada jaman dahulu seringkali mengantarkan pengunjung ke tempat ini sebagai peristirahatan mereka."

__ADS_1


"Maksudnya peristirahatan terakhir?" tanya Pete.


Gadis tersebut malah menggelengkan kepalanya. "Tidak. Sebelum kami mengalami kekacauan seperti ini, kami tidak suka makan manusia. Namun kali ini, kami terpaksa. Namun keberadaanmu telah membuat perubahan besar. Terima kasih, utusan Dewi. Sekarang, apakah kau menginginkan sesuatu sebagai imbalannya?"


"Seorang Utusan dewi tidak akan menginginkan apapun sebagai imbalan. Itu pantangan bagi para utusan sepertiku."


'Pintar sekali mulutnya berucap.' Chang'e terlihat begitu kesal.


"Mulai hari ini, kami akan terus mengingatmu sebagai utusan penyelamat. Jika sempat, datanglah lagi kemari. Jangan terkejut jika ada patung yang mirip sepertimu."


Pete mengerutkan keningnya, kemudian menghela nafas pelan. "Terserahmu saja. Tetapi sebenarnya waktuku disini tidak banyak. Jadi aku harus segera pergi ke tempat lain. Maaf."


"Okay."


Mendadak tubuh Pete bercahaya, kemudian hilang tidak membekas. Benar-benar seperti seorang utusan, pikirnya.


"Bagaimana menurutmu, apakah kau tidak merasa ada yang janggal padanya? Apakah dirinya benar-benar mampu menggunakan Twilight Orb seperti itu, Moonlight Goddess?"


"Aku rasa begitu. Kalau tidak, bagaimana mungkin Pete mampu mengendalikan cuaca seperti itu?"


 


"Masih kecil sudah mampu mengendalikan Twilight Orb selancar itu. Kau benar-benar berbakat, Pete."


Pete


 tersenyum. Dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya benar-benar mampu mengendalikan cuaca dan dunia melalui Orb tersebut. 


"Aku harap kau tidak terus menerus menggunakannya, Pete. Dunia bisa terguncang dan bahkan bisa hancur karena penggunaannya. Jadi aku harap kau menggunakannya dengan bijak tanpa merugikan dunia ini."


"Baik, dewi."


"Terima kasih karena telah menyadarkan mereka. Aku pikir kita tidak akan bisa menyadarkan mereka karena sebagian besar dari mereka anti kritik. Tetapi berkat kekuatanmu, maksudnya kekuatan Twilight Orb, kau sudah mampu menyadarkan mereka."


"Sudah menjadi tugasku sebagai utusan dadakan yang harus melakukannya secara terpaksa."


Mendadak Moonlight Goddess cekikikan. Astaga, ini konyol, mana ada istilah utusan dadakan di dunia ini? Sementara itu Harvest Goddess cemberut. Meskipun dirinya yang memintanya, bukan berarti Pete menjadi utusan yang begitu dadakan seperti ini. Bukankah ini terlalu konyol untuk didengar? Astaga, jangan ngawur!

__ADS_1


"Baik, sekali lagi terima kasih."


"Terima kasih sih terima kasih, tetapi mengapa harus cemberut seperti itu? Ucapannya sama sekali terlihat dipaksakan. Kan kau seorang dewi, nanti aura kebijaksanaanmu hilang loh kalau cemberut seperti itu. Senyum lebar dikit lah!"


Moonlight Goddess semakin berupaya untuk tidak tertawa. Ini konyol, bagaimana bisa Pete memiliki keberanian untuk menjahili sang dewi seperti Harvest Goddess?


"Pete, astaga kau berani sekali menjahiliku! Kau mungkin harus aku hukum!"


Moonlight Goddess segera menahan Harvest Goddess yang mulai maju mendekati Pete, sembari berucap, "Lari, Pete! Harvest Goddess mengamuk!"


"Hei, Kenapa kau malah membelanya? Anak itu begitu nakal sekali, aku harus menghukumnya agar tahu benar apa itu rasa sakitnya pukulan tanganku!"


Teruskanlah kekonyolan seperti ini sampai malam hari. Itu sudah cukup untuk membuat Pete terhibur.


 


Micah melanjutkan perjalanannya. Kali ini Harvest Goddess tidak ikut seperti biasa. Dan sepertinya dirinya begitu gusar bukan main karena dijahili seperti itu.


"Pete, kau membuatnya gusar."


Pete menghela nafas pelan, kemudian menatap Moonlight Goddess yang berukuran kecil, masih setia duduk di bahunya. 


"Yah, mau bagaimana lagi."


Akhirnya mereka pun sampai di lokasi yang begitu familiar, Golden Sand. Pasir disini terlihat seperti emas karena warnanya yang khas seperti emas, namun itu bukanlah emas. Oleh karena itulah mengapa disebut Golden Sand. Namun lokasi ini memang menyimpan berbagai banyak jenis bahan tambang. Dan sekarang, lokasi ini dikuasai Shinra. 


Bahkan, kabar yang beredar, Lokasi perusahaan Shinra juga ada di sini. Yang berarti Pete telah bertemu dengan ancaman dunia didepan mata. Dengan demikian, ini adalah waktunya untuk menunjukkan aksi mengagumkan Sang kultivator 


Sebelumnya, Mereka memang telah dikebal sebagai lintah mengeruk energi dunia. Dan akhir-akhir ini, Dunia mulai menunjukkan krisis energi akibat ulah mereka yang mengeksploitasi energi mentah dunia ini. Jikalau dari tambang Ore sih tidak masalah. Yang masalah itu, mereka mengambil energi langsung dengan reaktor.


Padahal dunia ini sudah terbelah dan telah kehilangan Batu Orb yang memberikan suplai energi kepada dunia, malah seenak udelnya dieksploitasi. Jadi, disini Pete harus bisa menghentikan mereka sebelum dunia akan semakin mengalami kehancuran.


Pete mengerutkan keningnya ketika melihat beberapa kelompok yang terlihat begitu misterius tengah masuk ke dalam sebuah bar.


Pete pun memutuskan untuk memasuki tempat itu. Tidak disangka, mereka adalah para pemberontak yang memiliki misi menghancurkan reaktor Shinra. Masuknya Pete ke sana  berarti sama dengan ikut serta di dalam kelompok mereka. Setelah berbagai perbincangan, Pete akhirnya setuju. Di mulai dari sini lah, mereka memulai menghancurkan reaktor. 


Target mereka kali ini adalah sebuah Reaktor di sebelah kiri, mengingat tempat itu terdapat Reaktor yang begitu produktif dalam mengeruk energi Dengan demikian, ini adalah waktunya untuk mengamankan dunia sekaligus mengakhiri dominasi Shinra yang terus menguras energi Dunia ini.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2