Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
6. Perpisahan dan Ibukota


__ADS_3

Mereka berdua mulai menjalani upacara kedewasaan, di mana Kusuma harus melewati serangkaian ujian dan ritual untuk membuktikan kesiapannya dalam menjalani hidupnya yang baru. Selama upacara itu, Kusuma merenung tentang semua yang telah dia pelajari dari ibunya, tentang petualangan dan tantangan yang telah dia hadapi, dan tentang takdir yang telah membawanya ke dunia ini.


Setelah upacara kedewasaan selesai, Kusuma merasa lebih kuat, lebih bijaksana, dan siap untuk menjalani perjalanan ke depan dengan penuh semangat. Ibu Kusuma tersenyum bangga melihat putranya yang telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang luar biasa.


"Kusuma, saatnya untuk berpisah. Ingatlah, aku akan selalu ada untukmu,"kata ibunya dengan suara yang penuh perasaan


"Aku tahu, Ibu."


Mendadak Crystal itu mulai terpecah menjadi debu dan energinya mulai memasuki tubuh Gadis bertelinga kucing itu. Mereka sedikit terkejut, namun itu hanya sejenak. Dia paham, ibunya adalah sisik yang dipilih untuk melindungi Crystal yang entah apa itu sebenarnya.


"Ibu harus pergi. Jaga dirimu baik-baik, Putraku."


"Ibu juga, jaga dirimu baik-baik di dunia sana."


Seketika timbul Formasi portal tepat di bawah gadis itu yang kemudian menarik tubuh ibunya ke bawah layaknya lumpur hidup, itu pun dengan cepat.


Setelah semua, mereka terpisahkan oleh takdir untuk kedua kalinya. Kusuma sedikit menghela nafasnya dan dengan lonceng kucing yang ada di lehernya itu, Kusuma dapat merasakan keadaan ibunya.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Kusuma kini melesat dengan kecepatan tinggi, melewati hutan belantara hingga menembus pintu gerbang Kardia, yang masih terbuka tanpa ketahuan oleh para penjaga karena kombinasi kekuatan baru dan kemampuannya dalam menyelinap begitu sempurna untuk diketahui.


Dengan cepat, dia sampai di kediamannya yanng terlihat sederhana itu. Dia melangkahkan kakinya seperti biasa, dengan senyum lama yang kini kembali terbit di sudut bibirnya. Perlahan, dia mulai mengetuk pintu, lalu mulai memasukinya. Begitu sampai di ruang tamu, Terlihat di sana begitu ramai ada tamu.


"Aku pulang!"


Semua orang sangat terkejut saat melihat Kusuma yang telah hilang 2 tahun itu kini ada di hadapan mereka. Melihat ini tentu saja membuat mereka semua terkaget, dan tidak sedikit dari mereka yang merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

__ADS_1


Keesokan harinya, Kusuma kini tengah bersila di kamarnya, melakukan meditasi. Dia memang tidak bisa tertidur sehingga membuatnya bermeditasi sejenak untuk kultivasinya. energi Spiritual fi kamarnya itu terlalu tipis sehingga Kusuma hanya berlatih mengendalikan energi pada dirinya sendiri.


Matahari nilai memasuki kamar dan suara ayam berkokok membangunkan Kusuma dari meditasinya, kemudian lelaki berusia 16 tahun itu mulai turun dari ranjangnya dan segera pergi ke ruang makan. Disana, Kedua saudaranya telah berkumpul, dan anehnya semua temannya juga ikut serta. Wajah kakaknya terlihat sangat murung dan tertekan, seperti dirinya 2 tahun yang lalu.


"Apa yang terjadi?"


"Kusuma, Kau ingin ikut kami ke ibukota? Sekolah kini telah libur karena ada perayaan di ibukota dan kami semua hendak berangkat bersama."


Kusuma terdiam sejenak Lalu mulai menatap kakaknya, mengabaikan pertanyaan dari Shara sejenak. "Apa yang terjadi padaku, kak?"


Semua orang seketika langsung berpandangan, lalu berbalik menatap Jack. Jack hanya menggelengkan kepalanya lemah. Kusuma merasa sedikit aneh dengan tingkah laku kakaknya, namun tidak mau bertanya lebih lanjut. Dia percaya, kebenaran pasti akan terungkap dengan sendirinya.


Siang harinya, mereka semua menaiki Airship yang didatangkan dari Ibu kota untuk menjemput para pengunjung yang hendak mendatangi IbuKota. terlihat beberapa orang baik itu dari keluarga biasa maupun keluarga terhormat memasuki kapal besar itu. Kusuma masih menatap kakaknya itu dengan perasaan penasaran, lalu menatap ke adik perempuannya yang rupanya masih sama seperti dulu, tampak membencinya.


Malam hari telah tiba, Mereka telah tiba di ibukota. Segera mereka menuju ke tempat penginapan yang kosong. Kusuma berharap, semua yang telah membuat kakapnya murung itu segera terungkap. Kini dia malah tengah asyik berbaring di dahan kayu pada sebuah pohon yang cukup tinggi, lalu terlelap di sana tanpa ada pergerakan sedikitpun yang dapat membuatnya jatuh dari sana.


Dalam tidurnya yang damai, Kusuma memasuki alam mimpi yang penuh dengan perasaan cemas dan misteri. Dalam mimpi tersebut, dia berada di tengah hutan yang gelap dan kabur. Ada sebuah kehadiran yang tidak terlihat di dekatnya, sesuatu yang merasa sangat kuat dan berbahaya. Kusuma merasa dirinya terjebak dan tidak dapat bergerak.


Mendadak, dalam mimpinya, ada sosok misterius yang muncul di hadapannya. Sosok tersebut memiliki mata yang memancarkan cahaya biru yang kuat dan senyumnya yang misterius.


"Kusuma, Kau telah kembali."


Kusuma merasa ada sesuatu yang tidak biasa dalam mimpi ini, sesuatu yang terkait dengan kejadian-kejadian aneh yang terjadi pada mimpinya sebelumnya.


"Siapa kau?"


"Aku adalah jiwa Crystal Orb, dan kau adalah putra dari pelindungku. Waktunya untukmu mengetahui kebenaran yang sesungguhnya."

__ADS_1


Kusuma mengerutkan keningnya, merasa tidak cukup percaya dengan apa yang dia katakan, namun Dia merasa alangkah baiknya untuk mendengarkan ucapannya.


"Aku telah mengotak atik mimpi dan takdirmu sedemikian rupa untuk membuat ibuku tetap dalam Semangat hidupnya, dan kini aku mendatangimu karena aku ingin kau tetap berada dalam keadaan baik-baik saja."


"Apa yang kau katakan? Tentu aku akan menjaga diriku sendiri."


"Tetapi kini aku tidak akan mengotak atik takdir lagi. Takdirmu rumit, Kusuma. Ada berbagai bahaya yang mengkhawatirkan tengah menunggumu, jadi perkuatlah dirimu sendiri. Jangan khawatir, Aku akan selalu menjaga ibumu di sini, sementara kau yang kini tiada perlindungan, harus bisa menjaga dirimu sendiri. Aku tidak ingin Ibumu kembali kehilangan semangat hidup."


Kusuma terdiam sejenak saat memdengarnya, namun tiba-tiba entah darimana timbul cahaya menyilaukan yang menghamburkan pandangan. Kusuma langsung membuka mata sejenak, merasa ada yang salah pada hal yang baru saja terjadi.


"Hey, kenapa kau malah tertidur di dahan pohon? Apa kau tidak takut jatuh?"


Kusuma terbelalak sejenak, lalu segera untuk mengubah posisinya dari berbaring ke posisi terduduk. Terlihat ada dua gadis yang berpakaian batik mewah dan dikelilingi beberapa orang yang sepertinya itu adalah pengawal, yang berarti mereka berdua pasti dari keluarga bangsawan terkenal.


Kusuma langsung mengerutkan keningnya, lalu dengan satu hentakan pada tangannya, Kusuma telah jatuh ke bawah dengan kecepatan normal, namun sebelum menyentuh tanah, dia menunjukkan kemampuan yang mirip ibunya, dimana mendadak tubuhnya seakan melayang, sampai terlihat kakinya tidak menyentuh tanah.


Kedua gadis bangsawan itu merasa takjub dengan apa yang Kusuma tunjukkan. Dengan pelan, Kaki kusuma akhirnya menginjak tanah dengan berhati-hati, sembari menatap kedua gadis itu dengan tatapan keheranan.


"Kalian berdua bilang apa, barusan?"


Gadis-gadis bangsawan itu masih tercengang oleh aksi Kusuma yang luar biasa tadi. Setahunya, hanya ada 6 orang yang mampu melakukan hal seperti itu, dan itu pun tidak sehebat dan sesempurna itu juga.


"Kami hanya ingin tahu mengapa kau tidur di pohon seperti itu dan mengapa kau tidak memilih beristirahat di penginapan saja?"


"Oh, itu hanya cara saya beristirahat. Terkadang, alam terbuka adalah tempat terbaik untuk aku tidur."


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


__ADS_2