Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 129


__ADS_3

Pete bersama semua orang yang tergabung ke dalam rombongan Univir kembali ke Univir Settlement. Mereka pun telah bersepakat untuk menghadiri upacara pernikahan Kuruna dengan Zaid yang telah tertunda di Sol Terano: Entrance. 


Sol Terano: Entrance sendiri adalah tempat khusus pernikahan seperti Privera Entrance. Memang tidak terdapat tumbuhan disana, hanya gurun pasir membentang. Namun seolah tanah diberkati oleh dewa, tidak terasa panas menyengat apabila telah diadakan pernikahan di sana.


...Sacred Valley:titik awal kultivator...


...Episode 129. pernikahan Zaid dan Kuruna...


Terlihat Univir Settlement sedikit lebih ramai, bukan karena para hadirin  memang didatangi lebih banyak dari wilayah lainnya, melainkan dihadiri langsung oleh berbagai Ras dari telaga langit.


Pete saat ini berada di ruangan rias, tengah berbicara hal yang sangat penting bersama. Yah, sangat penting menurut Zaid, sementara Pete hanya menganggapnya ucapan biasa saja.


"Kau tahu, saat pertama kali aku bertemu dengan Kuruna, kesan pertama yang kami dapat tidaklah bagus," ucap Zaid.


Pete mengerutkan alisnya. "Tidak bagus?"


"Ya! Kau tahu, saat pertama kali aku bertemu dengannya, gadis itu begitu pendiam dan dingin. Namun, saat itu aku berselisih dengan Ordorus. Kuruna datang kepadaku dan memarahi aku karena Adiknya mengadu domba antara aku dengannya," ucap Zaid.


Pete menghela nafas. "Jadi, kisah cinta kalian berawal dari pertengkaran?"


Zaid menggeleng. "Hey-hey-hey-hey! Kau harus tahu bahwa saat pertama kali bertemu, aku sudah jatuh cinta sebelum Kuruna marah kepadaku."


Pete langsung tertawa konyol. "Bukankah secara kronologis, kisah cinta kalian dimulai dari sana?"


Zaid malah marah. "Secara periodisasi, aku jatuh cinta duluan sebelum dimarahi, bodoh!"


Pete kembali tertawa. Ini konyol, menurutnya.


 


 Sementara itu, Dia berada di ruangan rias Kuruna, membicarakan pertemuan mereka.


Kuruna menghela nafas. "Pertemuan kami tidak begitu baik. Kau tahu, saat pertama kali kami bertemu dengannya, aku marah padanya karena Ordorus dilukai olehnya."


"Lalu bagaimana kak Kuruna bisa menumbuhkan rasa suka kepadanya?" tanya Dia penasaran.


Kuruna malah tersenyum. "Itu karena Zaid telah menyelamatkan aku bersama adikku ke tempat ini. Dirinya sama sekali tidak peduli bahwa dirinya menderita luka yang begitu parah demi melindungimu juga adikku."


Dia mengerutkan keningnya. "Lalu mengapa kakak tidak langsung saja mencintainya?"


"Tidak bisa semudah itu untuk mencintai seseorang. Awalnya aku hanya kagum kepadanya, namun sifat pemabuk yang begitu suka minum secara kurang ajar telah membuatku membuang perasaan tersebut," ungkap Kuruna yang terlihat begitu kesal.


"Kenapa demikian?" tanya Dia terheran.


"Siapa yang mau memiliki kekasih pemabuk seperti itu?" tanya Kuruna kesal.

__ADS_1


Dia tertawa konyol. "Bukankah kau juga akan menikah dengan pemabuk sepertinya? "


 


Kembali ke tempat Pete. Terlihat bahwa Pete masih sibuk mendengarkan ucapan panjang lebar Zaid.


"Kuruna itu menarik, oleh karena itulah aku terus menerus nengejarnya. Akan tetapi aku merasa seolah tidak merasa begitu lelah untuk menempel dirinya, menganggap itu adalah rutinitas."


Pete mengerutkan keningnya." Rutinitas?"


Zaid tertawa."Ha ha ha! Begitulah. Sampai akhirnya Kuruna ternyata luluh, aku malah kebingungan bukan main, merasa seperti bukan Kuruna saja."


 


Kuruna menghela nafas pelan. "Jika bukan karena Mastermu, mungkin aku masih harus memendam rasa terhadapnya yang begitu kuat, namun sangat sulit sekali untuk aku ungkap."


Dia mengangguk. "Kisah cinta yang begitu mengejutkan."


Kuruna malah menghela nafas pelan. "Beruntunglah, sekarang Zaid telah pulih total dari sakitnya berkat Marjorie walaupun harus kehilangan seratus tiga puluh sembilan ribu gold. Tetapi setidaknya aku dapat memiliki Zaid untuk selamanya."


Dia malah mengerutkan keningnya. "Apakah Zaid mengalami penyakit atau semacamnya?"


"Lelaki itu telah memiliki kerusakan pada tubuhnya karena minuman keras. Umurnya begitu pendek, membuatku sedikit frustasi. Namun, sekarang aku begitu senang karena Zaid pulih seperti sediakala," ucap Kuruna sambil tersenyum.


 


"Wow," ucap Pete.


Zaid mendadak mengungkapkan apa yang seharusnya menjadi rahasia. "Kau tahu, sebelum bertemu Marjorie, Kuruna memangsaku di malam yang begitu larut. Jangan beritahukan siapapun."


Pete terbelalak. "Kak Kuruna memangsamu?"


Zaid mengangguk.


"Memangsa dirimu yang notabene adalah laki-laki?" tanya Pete, merasa tidak percaya.


Zaid memutar bola matanya malas. "Menurutnya, di umurku yang begitu pendek, tidak seharusnya aku meninggal tanpa memberi jejak pada dirinya. Sial, aku terus menerus dimangsa setiap malam saat di Penginapan."


Pete mendadak merasa janggal. "Seorang lelaki dimangsa oleh perempuan setiap malam? Aneh sekali. Jangan-jangan kau yang sebenarnya memangsanya, tetapi ngaku-ngaku bahwa dirinya yang memangsamu."


Zaid malah tertawa. "Instingmu tajam juga."


 


Kuruna menghela nafas pelan, diam-diam menyentuh perutnya. "Kau tahu, sebenarnya aku telah hamil."

__ADS_1


Dia terbelalak, tidak menyangka bahwa Kuruna sebenarnya telah hamil. "Kau hamil?"


Kuruna mengangguk. 


 "Secepat itu?" tanya Dia lagi.


Mendadak Kuruna merasa kesal sampai terlihat sedikit berasap. "Itu karena Zaid seperti binatang buas yang terus menerus memangsaku setiap malam!"


"Kau tidak mengonsumsi obat pengaman saat berhubungan dengan Kak Zaid?" tanya Dia terheran, namun Kuruna justru merasa lebih heran lagi.


Kuruna kemudian meraih telapak tangan Dia dan kemudian mengusapnya. Dia terheran sejenak, tidak mengerti dengan apa yang Kuruna lakukan.


Kuruna menatap Dia, senyum aneh terbit di bibirnya. "Tidak heran jika kau dan Pete mendadak bertunangan. Sudah berapa kali kau dimangsa oleh Pete?"


 


"Aku rasa kau dapat mengikuti tingkahku, hamili Tunanganmu dan segeralah menikah. Kau pasti akan merasakan begitu bahagianya membangun keluarga," ucap Zaid.


Mata Pete membola. "Menghamilinya? Jangan mengada-ngada! Kami masih muda, belum seharusnya membuat anak. Lagipula, kau mungkin tidak tahu, betapa mengerikan Kakak pertama jika marah. Bisa-bisa langsung sekarat aku jika dibanting olehnya."


"Pete, kau juga sepertinya tidak tahu. Semarah-marahnya seoramg gadis jika ditaklukkan di atas ranjang, maka dirinya malah akan seolah-olah tidak berdaya," ucap Zaid.


"Ajaran sesat. Tetapi bukankah aku bisa dibanting di waktu lain?" tanya Pete.


"Belum selesai!" ucap perias tersebut, membuat mereka berdua langsung Shock!


Astaga, mereka berdua tidak menyadari bahwa Sofia tengah merias diri Zaid dan mendengar segalanya yang telah mereka berdua katakan.


Sofia berucap, "jangan tenang, aku akan membocorkannya kepada siapapun."


Zaid malah terlihat begitu lega. "Terimakasih, Sofia. Aku harap rahasiaku tidak terbongkar."


Pete mengerutkan keningnya. "Kau tidak perlu bingung, Sofia memang berucap begitu Oposite. Jika kau ingin memahaminya, lihat ekspresinya. Sangat mudah sebenarnya," ucap Zaid memahami kebingungan Pete.


 


Acara pun dimulai di Sol Terano:Entrance. Tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk sampai di lokasi. Ternyata Aurelia hadir, memimpin upacara pernikahan.


Kemudian sampailah di acara pengucapan janji sehidup sejati atas nama langit dan bumi sebagai saksi, seketika angin berhembus pelan. Setelah itu dilanjutkan dengan Ciuman untuk menyatakan kesungguhan mereka. 


Note: ini adalah dunia lain, bukan dunia nyata. Jadi jangan ada yang menanyakan "kok tidak seperti pernikahan pada umumnya?"


Kemudian dilanjutkan dengan melempar karangan bunga. Mereka memang beranggapan, siapa yang berhasil menangkap bunga itu, kelak mereka telah memiliki jodoh.


Naas, bunga yang dilemparkan itu malah berhasil ditangkap oleh Katie dan tangannya juga digenggam Joe. Wow! pasangan yang sama-sama memiliki sifat menyebalkan rupanya dipersatukan di sini.

__ADS_1


Mendadak keluar ucapan ledekan yang tercuit dari rekan-rekan mereka. "Ciee! Katie dan Joe!"


"Yah, rupanya mereka berjodoh. Cocok sih!" 13


__ADS_2