
Tampak sebuah formasi Dimensi berhasil dibuat. Formasi unik yang terdiri dari berbagai jenis batu tambang, koin sihir, koin Martial, dan beberapa bendera formasi yang disusun sedemikian rupa ini telah memakan waktu selama seminggu, karena pasokan batu tambang yang begitu lambat.
...Sacred Valley:titik awal kultivator ...
...Episode 70. Last match di dimensi milik Pedestal....
Formasi dimensi ini juga sudah mengarah ke pintu gerbang dimensi milik Pedestal. Dengan begini, seharusnya mereka semua dapat membantu Pete.
"Kuruna, apakah kau sudah yakin koordinat dimensinya?" tanya Xiao Fu.
"Tentu saja," jawab Kuruna begitu yakin.
"Formasi dimensi ini hanya bertahan selama dua jam kurang. Jadi, aku harap kita menghindari pertarungan lama dan prioritas utama adalah membawa Pete kembali dari sana, entah dirinya masih hidup ataupun sudah mati," kata Xiao Fu.
"Hmm! Kita sama sekali tidak bisa bertindak begitu lama. Jadi seharusnya kita membatasi jumlah orang yang bisa masuk," saran Kuruna.
Xiao Fu mengangguk. "Kita kumpulkan dulu semuanya. Kita harus memilih, siapa yang seharusnya ikut masuk ke dalam portal."
"Aku berkualifikasi ...."
Xiao Fu dan Kuruna menoleh, mendapati Zaid tengah tertidur di tanah, baru saja mengigau. Kuruna mengerutkan alis dan Xiao Fu terkekeh pelan.
"Kuruna, bagaimanapun dirinya telah membuktikan kualifikasinya luar biasa. Apakah kau mencampakkan dirinya?" tanya Xiao Fu setengah menggoda Kuruna.
"Sebaiknya kau tidak membahasnya sekarang," ucap Kuruna sambil memalingkan muka karena dirinya tiba-tiba bersemu merah.
----
Sementara itu, Pete yang masih tertahan di dimensi milik Pedestal tampak berhasil membunuh semua monster disana. Pete telah menang di pertempuran itu.
Namun, dimensi ini mendadak sedikit meredup. Seekor Naga tiba-tiba muncul melalui dimensi lain.
"Bagus! Kau memang memiliki potensi yang begitu besar. Jika aku tidak membunuhmu maka aku rasa kau akan mengkudeta Kaisar langit di suatu saat nanti!" ucap Pedestal.
Chang'e terkejut bukan main, tidak menyangka Pedestal adalah antek Kaisar langit. Dirinya mendadak menduga Naga ini bukanlah Pedestal biasa, melainkan naga kaisar yang pernah menjadi hewan tunggangan Kaisar langit dalam menyerbu istana langit.
Mata Pete menajam. "Rupanya kau antek Kaisar langit sialan itu? Tidak heran jika kau mengincarku."
"Heh, kau akan mati di tanganku. Sebaiknya kau menyerahkan dirimu saja. Kau begitu lemah dimataku, tiada gunanya untuk melawan," kata Pedestal tersenyum remeh.
"Kita belum tahu apabila belum mencoba bukan?" tanya Pete sembari mengeluarkan pedang misterius miliknya.
"Tetap melawan? Menggelikan!"
Pete segera memasang kuda-kuda, bersiap untuk bertarung habis-habisan.
'Pete, berhati-hatilah! Aku rasa Pedestal ini adalah Naga langit yang pernah menjadi hewan tunggangan Kaisar langit dalam menyerbu istana langit.'
'Semburan Draconian!'
__ADS_1
Naga tersebut menyemburkan api ke arah Pete. Pete segera melompat jauh. Naga itu kembali melakukan hal yang sama sehingga membuat Pete melompat kesana kemari menghindari serangan api musuhnya.
'Ekor melilit mangsa.'
Naga tersebut mencoba meraih Pete dengan ekornya, namun Pete malah berhasil melompat ke atas ekornya, kemudian lari di atas ekornya tersebut.
Naga tersebut menggoyangkan ekornya, bermaksud untuk mengurangi keseimbangan Pete yang sedang menggunakan ekornya sebagai jalan untuknya ke atas tubuhnya. Namun Pete mendadak melompat ke arah wajahnya sekaligus mengayunkan pedangnya untuk memberikan beberapa tebasan.
'Jurus pedang empat musim: amukan musim dingin'
Monster itu terkesiap kaget dan rupanya Pete berhasil melukai wajahnya. Monster tersebut mulai merasa marah. Kemudian menciptakan sedemikian banyak bola api seperti meteor.
'Hujan bola api meteor!'
Melihat sedemikian banyaknya bola api tersebut, membuat Pete segera bersiap-siap untuk menghindar.
"Kau tidak akan bisa lari! Matilah!" teriak Pedestal sembari mengarahkan seluruh bola api tersebut ke arah Pete.
'Jurus fisik: sembilan rumah delapan langkah.'
Pete langsung menghindar ke sana kemari di dalam derasnya hujan meteor tersebut. Namun, Pete rupanya Pete berhasil lolos,tidak terluka.
Pete segera melemparkan beberapa
Mysteria asap di sekeliling, bermaksud mengaburkan pandangan Pedestal. Namun Monster itu kemudian menggunakan semburan api ke lokasi terakhir Pete. Namun, rupanya itu hanyalah pengalihan.
'Jurus Pedang Semesta!'
Masalahnya, Pete melakukannya langsung tanpa menggunakan jurus mengumpulkan pedang secara optimal. Oleh karena itulah, mengapa kerusakannya sedemikian kecil.
"Hey, cahaya energi apa itu tadi? Kenapa seperti butiran debu?" ejek Pedestal.
"Sekali lagi!" teriak Pete sembari mengumpulkan energi dipedangnya.
'Jurus Mengumpulkan Pedang!'
Energi di sekitar mulai terlihat memasuki badan pedang, membuat bidang tersebut diselimuti energi. Pete rupanya telah mampu mengontrol energi yang sedemikian besar.
Namun, Pedestal bukannya menggagalkan, malah membuka mulutnya dan menguap. Pedestal tidak tahu besar serangan yang ditimbulkan dari jurus tersebut dan mengira serangannya akan sama.
"Menggunakan jurus yang sama? Menggelikan!" cibir Pedestal lagi.
Pete segera bersiap untuk menggunakan energi pedang tersebut, mulai menaiki pedan tersebut kebelakang dan mulai menusukkan kedepan.
'Jurus Pedang Semesta!'
Tidak disangka, energi pedang tersebut meluncur begitu cepat seperti cahaya, yang rupanya menargetkan mata kiri Pedestal. Satu serangan sukses!
"Arrgh, mata kiriku! Beraninya kau!" teriak Pedestal, begitu murka.
__ADS_1
Pete rupanya melakukan hal yang sama, kali ini targetnya di mata kanannya.
"Pete, sekarang waktunya!" teriak sang Dewi memberikan perintah.
Pete segera meluncur begitu cepat dan langsung menikam naga tersebut, dan mulai menyerap energi spiritual di tubuh Pedestal.
Pedestal mulai menggerakkan tubuhnya untuk berontak, namun Pete seolah-olah menempel di tubuhnya.
Energi spiritual Pedestal terserap begitu gila-gilaan ke pedang Pete. Tidak, lebih tepatnya ke Changseng Jue yang sengaja diikatkan di pedang tersebut. Cara yang begitu unik, Pete menggunakan Pedang misterius miliknya sebagai media transfer energi dari tubuh Pedestal ke Changseng Jue.
Pedestal begitu murka. Kemudian menggampar tubuh Pete dengan ekornya hingga terhempas, meninggalkan pedangnya yang masih menancap begitu sempurna dengan Changseng Jue yang terikat di sana, masih terus menyerap energi miliknya.
'Bola Api Raksasa!'
Monster itu langsung menciptakan sebuah bola api yang begitu besar di udara dan diluncurkan ke arah Pete yang masih terduduk.
"Gawat!"
Bola tersebut kemudian berhasil menghantam Pete tanpa hambatan, menimbulkan ledakan yang begitu besar.
-----
Semuanya telah berkumpul di formasi tersebut. Orang yang dipilih untuk masuk ke portal adalah Xiao Chi, Xiao Fu, Zaid, Blaise, Evelyn, dan Dia. Mereka berenam telah berdiri terpisah.
"Kakak, semoga gagal membawa Pete kembali," ucap Sofia begitu Oposite.
"Yuck! Keberhasilan tim tidak bergantung kepada kontribusimu. Jadi jangan lakukan yang terbaik!" pesan Sherman.
Mereka semua langsung mengerutkan kening mendengarnya. Ucapan macam apa itu?
"Bisakah untuk tidak berucap begitu Oposite, kalian berdua?"
"Ayah, jaga diri ayah baik-baik disana. Selamatkan Pete," ucap Collete.
Blaise menganguk."Ya! Aku akan berusaha semaksimal mungkin."
Sementara itu, Katie, Joe, Kurt, dan Gina begitu khawatir, namun mereka tidak mau mengungkapkannya. "Kakak pertama, berhati-hatilah."
Dia tersenyum tipis. "Jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri."
Gina berpesan, "aku harap dirimu kembali dengan baik-baik saja, kakak pertama."
"Akan aku usahakan," jawab Dia.
"Zaid, Be carefull!" pesan Kuruna.
Zaid tersenyum, namun dibenaknya dirinya seperti menari-nari begitu gila hanya karena mendengar pesan tersebut. "Hey, aku memiliki kualifikasi untuk berkontribusi. Jadi jangan khawatir."
"Kau harus berhati-hati. Jangan sampai kau terbunuh disana. Jika kau pergi meninggalkan kami selamanya, aku akan kesepian disini."
__ADS_1
"..." Zaid terdiam. Ucapan macam apa itu? Apakah dirinya masih Kuruna yang pendiam dan suka menyendiri yang Zaid kenal?