Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 64


__ADS_3

Matahari sudah begitu terik, Pete tampak begitu bosan di tempat tidurnya.


...Sacred Valley:titik awal kultivator ...


...Episode 64.Collette, Rusk, dan Bangsa Univir lainnya masih hidup?...


"Dewi, aku bosan!"


"Kau harus bertahan. Jika kau berdiri, kau akan terjatuh kembali karena kau masih membutuhkan darah. Changseng Jue memang menstimulus sumsum tulangmu untuk menciptakan darah,namun ini terlalu lambat."


Pete hanya bisa menghela nafas pelan karenanya. Dewi Chang'e pun juga ikut menghela nafas.


Namun, seseorang masuk ke kamar tersebut. "Kau, paman Blaise?"


"Kau benar. Aku Blaise, ayah dari Collete," ucap seorang lelaki paruh baya yang bernama Blaise


"Paman, mereka berdua itu siapa? Mengapa aku merasa begitu familiar?" tanya Pete terheran 


Blaise malah terbelalak. "Kau tidak mengenali mereka?"


Sementara itu, Dia bersama yang lainnya sedang berlari menuju Sol terano. Mereka mengikuti Dia yang sedang meraba-raba lokasi  Pete saat ini.


Mereka pun tiba di sebuah rumah sederhana bergaya rumah Univir di Sol terano. Saat itu, kedua insan seukuran Pete tampak ada di depan.


"Permisi," sapa Dia begitu ramah.


"Oh? Apa ada yang perlu saya bantu?"


"Apakah kalian menemukan Pete? Maksudnya'"


"Oh? Kalian mau mendonorkan darah seperti request kami? Silahkan masuk!"


Mereka masuk ke dalam, mereka begitu takjub dengan tata ruang di sana, benar-benar gaya rumah Univir!


"Sebelumnya kalian harus cek darah terlebih dahulu. Aku takut jika ternyata darah kalian begitu berbeda dengan Pete."


"Adik termuda, maksudnya Pete benar-benar ada di dalam?"


"Tentu saja"


"Bolehkah kami masuk untuk melihatnya?"


"Tidak!"


"Mengapa?"


"Pete adalah sahabat kecil kami. Sekarang dirinya ada di dalam pengawasan kami dan tidak seorang pun yang boleh menjenguknya sampai dirinya benar-benar pulih. Kalian paham?"


"Tapi Pete adik seperguruan kami, Jadi-" Ucapan Dia terhenti ketika Xiao Fu menginjak pekan kakinya.


"Aku mengerti."


"Rusk, kau tidak menyiapkan sesuatu?"


"Oh, sebentar. Akan aku bawakan minuman untuk kalian."


"Rusk?" tanya Xiao Chi terheran. Mereka semua mendadak menoleh ke arah Xiao Chi.


"Kau mengenalnya?" tanya gadis yang seumuran dengannya


 Xiao Chi menebak. "Jika lelakimu adalah Rusk, jangan-jangan kau adalah Collete" 

__ADS_1


"Hey, bagaimana kau bisa tahu?"


"Ternyata benar! Kau adalah Collete."


Sejenak mereka teringat kembali sahabat masa kecil Pete juga bernama sama. Itu berarti, mereka berdua belum meninggal.


"Senang bertemu dengan kalian. Apakah kalian masih mengingat Pete yang di masa lalu?"


"Mengapa tidak? Oleh karena itulah mengapa kami bersusah payah untuk menyelamatkannya dari kematian."


"Sebenarnya apa yang terjadi?"


"Pete terluka parah sampai hampir kehabisan darah. Namun, Pete begitu berani menghadapi monster pohon tersebut dan mengejutkan, Pete menang .


Akan tetapi lukanya juga sedemikian parah di bawah guyuran hujan. Jadi kami membawanya ke mari. Pete baru terbangun hari ini, yang berarti selama empat belas hari, Pete dalam posisi kritis."


Mereka semua mendadak terdiam, menyadari kesalahan mereka karena meninggalkan Pete sendirian sampai akhirnya Pete bernasib sedemikian miris. 


Tidak lama kemudian, Rusk datang membawakan air minum dan beberapa alat pendeteksian darah. Mereka semua mulai diperiksa darahnya dan mengejutkan, hanya Dia yang darahnya cocok.


"Hanya kau yang cocok dengan darah milik Pete. Jadi, kau ingin mendonorkan darahmu?"


Dia terdiam sejenak, sementara yang lainnya mulai menatap Dia cemas. Mereka takut Dia akan menolaknya.


"Aku ...."


"Mmm?"


"Aku menerimanya. Segera transfusikan darahku kepadanya. Lagipula aku, Dia Finch ingin membicarakan sesuatu padanya." 


"Ah, kau dia Finch yang Pete ceritakan?"


Collete mendadak menunjukkan sikap tidak suka. "Rusk, batalkan saja!"


Mereka semua mendadak terkejut bukan main.


"Aku rasa sebaiknya kita mencari pendonor darah lain. Gadis ini sama sekali tidak pantas untuk mendonorkan darahnya untuk Pete."


"Tetapi-"


"Tetapi apa? Kau ingin membantah perintah istrimu ini?"


Dia tidak terima. "Tunggu dulu! Ada masalah apa sehingga kau mengatakan aku tidak pantas?"


Collete menatap Dia begitu tajam. "Seharusnya kau berkaca pada dirimu sendiri, gadis cengeng!"


"Kau!"


Mereka pun saling menatap tajam seolah-olah hendak menelan hidup-hidup.


Rusk menghela nafas pelan. Collete begitu menyayangi Pete, seperti adiknya sendiri. Sebelumnya Pete telah menceritakan apa yang telah dirinya lalui setelah mereka ditinggalkan.Termasuk konfrontasi antara Pete dan Dia tanpa ada yang ditutupi. 


Collete begitu marah kepada Dia, sebenarnya karena Dia berani menampar Pete dua kali. Collete tahu Pete juga salah, namun tidak seharusnya Dia melukai harga diri seorang petarung seperti Pete.


Collete juga mengejek Dia sebagai gadis paling tercengeng di seluruh dunia. Collete teringat dirinya dan Raven sudah berkali kali ada di posisi Dia, (pernah diejek sinis dan berkata sarkas) namun  sama sekali tidak baperan sepertinya, malah menganggapnya sebuah candaan.


Menurutnya, Raven lebih baik daripada Dia.


----


"Jadi, mereka benar-benar Collete dan Rusk?"

__ADS_1


"Ya."


"Tidak heran jika mereka memintaku untuk menceritakan apa yang telah aku lalui dalam sembilan tahun ini. Tetapi, apa yang sebenarnya terjadi waktu itu?"


"Collete dan Rusk belum meninggal, hanya terluka sedemikian parah seperti dirimu. Beruntung aku berhasil menyelamatkan mereka dengan bantuan Kuruna Univir."


"Bangsa Univir masih banyak yang selamat ya?"


"Ya. Ada kedua sahabatmu seumuran dan aku, juga Kuruna, Ordorus, dan Zaid dan terakhir ada Evelyn, Sofia dan Sherman. Jika kau sudah benar-benar sembuh, aku akan-"


Terdengar teriakan seseorang yang sangat Pete kenali. "Kau!"


"Suara ini, mirip kakak pertama. Paman, apa yang terjadi diluar?"


"Tidak aku sangka ada pengacau di ruang tamu. Kau beristirahat disini. Jika kau berdiri, kau akan pusing berkunang-kunang."


"Aku tahu kok, paman."


'Aku tidak menyangka ternyata kehidupan manusia selalu begitu menakjubkan bahkan penuh kejutan seperti ini'


Pete menoleh ke arah Dewi Chang'e mungil yang sedang melayang menatap Blaise.


"Kau menyukai paman Blaise?"


Chang'e menatap Pete sambil mengernyit. "Tidak. Aku hanya takjub dengan cerita darinya. Apa kau cemburu? "


"Tidak juga. Aku lihat kau menatapnya begitu lekat."


Kembali ke ruang tamu. Rusk mencoba menenangkan Collete dan Dia sendiri juga ditenangkan oleh sahabatnya. Bagaimana pun juga, tidak ada yang mustahil untuk terjadinya pertempuran adu gulat saling jambak rambut  jika terus terjadi  konfrontasi.


"Ada apa ini?" tanya Blaise sedikit kesal.


Xiao Fu mewakili mereka. "Kami datang untuk-"


Tiba-tiba pintu diketuk, membuat Xiao Fu sedikit kesal.


"Masuk!" Kata Blaise.


Masuklah seorang pria paruh baya gendut bersama kedua putri seumurannya.


"Selamat siang, paman Blaise," sapa gadis berpakaian merah dengan postur mirip boneka.


"Kami tidak datang untuk menjenguk Pete," ucap pria paruh baya tersebut.


"Ya! Aku belum meninggalkan oleh-oleh untuknya. Aku dengar Pete sudah tertidur dari sehat parahnya. Jadi kami datang untuk meninggalkannya," lanjut gadis ungu berpayung tersebut.


Tiba-Tiba gadis berpakaian merah tersebut berucap demikian kesal. "Mereka selalu berucap oposite (kebalikannya). Jadi aku juga ikut mereka, takutnya siapapun yang mendengarnya tidak akan pernah mengerti dengan apa yang mereka ucapkan."


Xiao Fu, Xiao Chi, Dia, Katie, Gina, Kurt, dan Joe tidak bisa menahan diri untuk tertawa konyol. Ucapan macam apa itu?


 "Kau tidak perlu khawatir, Evelyn. Aku mengerti dengan apa yang mereka ucapkan," kata Blaise.


"Sepertinya ada banyak tamu disini." 


Mereka semua menoleh, dan mendapati seorang gadis seukuran Lyla dan dua laki-laki seumuran gadis ini.


"Kuruna Univir?"


"Haahhhh, aku sebenarnya ingin kesini sendirian, akan tetapi mereka berdua selalu mengikuti. Benar-benar membuatku kesal."


"Aku hanya bermaksud ikut saja, tidak ada maksud yang lain."

__ADS_1


"Sementara aku mengawasi pengutit ini agar tidak macam-macam dengan kakak perempuanku."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2