Satukan Dunia Kembali

Satukan Dunia Kembali
Episode 140


__ADS_3

...Sacred Valley:awal perjalanan kultivator...


...Episode 140. sebuah prasasti jiwa...


Pete mengerutkan keningnya, sungguh tidak mengerti dengan apa yang mereka pikirkan. Dirinya memang tahu apa itu Pelacur, namun apa itu Gigolo? Dirinya sama sekali tidak tahu soal itu.


"Kami berdua sudah cukup."


"Sungguh brutal sekali, kalian berdua! Oh, total harganya 1.800G, dan kalian mendapatkan bonus obat kuat ini. Aku menjamin bahwa kalian akan menikmati puncak kenikmatan dengan lebih baik."


Pete mengerutkan keningnya, memahami setengah dari pembicaraan mereka.


"Kami pergi dulu."


Pete membuka kamar tersebut dan alangkah Shock dirinya melihat kamar ini dirancang seperti ini. Sakuya langsung menebar Futton di lantai, membuat Pete terheran.


"Apa yang kau lakukan?"


Sakuya tersenyum. "Meskipun Ranjang Kasur kapas begitu enak untuk ditiduri, namun aku lebih nyaman tidur dengan Futton ini."


"Sebenarnya, penginapan macam apa ini? Terdengar begitu menyebalkan sekali," ucap Pete begitu kesal. Alasannya dekorasinya saja terlihat Elit, bau ruangannya, apalagi kasurnya begitu ingin membuat Pete muntah.


"Tidur saja, tidak perlu banyak tanya," ucap Sakuya yang mulai tertidur.


"Bau tempat ini begitu keterlaluan. Bagaimana bisa tidur disini?" tanya Pete begitu kesal, ternyata Sakuya sudah tertidur. Astaga, Sakuya masih bisa tidur dengan bau yang menyebar seperti ini?


Pete menggelengkan kepalanya. Merasa tidak begitu tahan, Pete segera memutuskan untuk tidak tidur, dan menatap langit melalui jendela saja. 


Pete menghela nafas pelan, kemudian segera melesat pergi melalui jendela. Pete akhirnya memilih tidur di dahan Pohon saja.


Pete menutup mata, mulai tertidur. Mendadak angin bertiup begitu kencang, namun rupanya tidak membuat Pete kehilangan keseimbangan walaupun tertiup badai.


Keesokan harinya, Pete membuka matanya, alangkah terkejutnya dirinya ketika melihat hari masih belum lagi. 


"Apakah ini malam yang begitu panjang?" tanya Pete terheran.


Pete tidak mau ambil pusing, segera dirinya berlatih energi spiritual miliknya. Cukup lama, mendadak dirinya merasa tubuhnya bergetar. Dirinya menyadari sesuatu telah terjadi pada alam kesadarannya.


Segera Pete menyelam ke alam kesadarannya, hendak mencari tahu. Namun dirinya dikejutkan dengan keberadaan semacam prasasti dalam lautan spiritual miliknya.

__ADS_1


'Rupanya, prasasti ini telah terbentuk pada dirimu. Namun aku rasa ini masih awalan. Dibutuhkan beberapa bulan lagi untuk membangun prasasti ini secara sempurna.'


Mata Pete membulat begitu sempurna. "Sebuah prasasti di dalam lautan spiritual?"


Chang'e tersenyum. "Ini bukanlah prasasti biasa. Ini adalah prasasti jiwamu. Sepertinya prasasti ini terbentuk saat kau memangsa Tunanganmu pada kali kedua."


Pete mengerutkan keningnya. "Apa hubungannya prasasti dengan hal kurang ajar seperti itu?" 


"Prasasti ini terbentuk oleh jiwa murni milik Dia. Jadi seharusnya kau tahu benar mengenai perpindahan energi Jiwa murni milik tunanganmu itu, bukan?


Meskipun jiwa murni miliknya tidak dapat berpindah hanya karena memangsa dirinya, tetapi jangan lupakan bahwa kau telah mengisi hatinya, membuat dirinya membuka hubungan jiwa padamu, membiarkan energinya mengalir untukmu.


Jangan lupakan bahwa saat kau memangsa dirinya, sama sekali tidak ada pemberontakan di dalam dirinya. Oleh karena itulah, mengapa jiwa murni milik tunanganmu itu berpindah kepada dirimu.


Namun, energi Jiwa murni yang terlalu datamg tiba-tiba ini ternyata tidak memiliki tempat untuk bergabung dengan jiwa Skelefang milikmu, sehingga Jiwa murni ini malah membentuk prasasti ini."


"Apakah ada keuntungannya?" tanya Pete heran.


Chang'e menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu."


Pete menghela nafas, sungguh prasasti yang aneh. Namun, seberkas senyuman pilu terbit di bibirnya tanpa sepengetahuan Pete. Tentu saja sebenarnya prasasti itu memang Chang'e buat sendiri dengan kekuatan miliknya, bukan jiwa murni.


----


Sakuya segera melesat ke luar dari penginapan menjijikkan tersebut, setelah menyadari Pete telah pergi dari sana. Sakuya berhasil menemukan Pete yang tengah terbaring di atas dahan besar yang saat itu tertiup angin kencang secara tiba-tiba.


Sakuya terpana melihat Pete terbaring begitu stabil di atas dahan yang telah bergoyang begitu kuat. Astaga, apakah Pete itu manusia? 


Pete membuka matanya, kemudian mengubah posisi tubuhnya yang awalnya terbaring menjadi posisi duduk. Angin berhembus begitu kencang, sepertinya ini adalah badai. Awal musim Summer dengan badai?  Mencengangkan.


"Sakuya, sedang apa kau di sana?" tanya Pete terheran. 


"Ini adalah badai. Kau tidak mencari tempat yang aman?" tanya Sakuya sambil mengerutkan keningnya.


"Hanya badai. Lalu apa?"


"Sudahlah. Bisakah kau turun? Aku ingin mengatakan sesuatu yang begitu penting," tanya Sakuya serius.


Pete mengerutkan keningnya, merasa bingung. Memangnya sesuatu apa yang begitu penting untuk dibicarakan? "Okey, beritahukan lokasi pertemuannya." 

__ADS_1


"Ikuti aku." Sakuya segera pergi menjauh dari sana dan diekori oleh Pete.


"Sebenarnya kita hendak kemana?" tanya Pete sembari melihat sekitar dengan begitu waspada.


"Kau akan tahu nanti. Sekarang, ikuti saja aku. Eh-" Mendadak Sakuya berhenti, kemudian malah meraih tangannya.


"Sakuya, apa maksudnya dengan ini?" tanya Pete terheran, sungguh tingkah Sakuya mengundang tanda tanya.


"Tidak perlu banyak pertanyaan. Cukup diam saja dan ikut alur, tanpa membantah apapun yang aku katakan, okay?" jawab Sakuya membuat Pete mengerutkan kening. 


"Alur apa? Ini bukan Alur cerita Fiksi."


Mendadak Sakuya berhenti lagi, kemudian bersiul. Muncul seseorang yang terlihat begitu kekar tengah berdiri di hadapannya.


"Kau datang kemari bersama kekasihmu ini, ya? Kau harus tahu bahwa seharusnya kau lebih pantas denganku daripada dengannya," ucap lelaki itu.


Sakuya berdecih. "Kau jangan sombong. Dimatamu memang terlihat manusia, akan tetapi cobalah bertarung dengannya. Kau akan mengerti betapa kuatnya kekasihku ini."


Pete menghela nafas pelan, dirinya mulai paham bahwa dirinya tengah dijadikan pion pertarungan. Namun, juga berisi embel-embel kekasih segala.


Orang itu mendadak menatap Pete begitu tajam, namun tidak membuat Pete merasa gentar. Pete mulai menatap tajam balik yang justru membuat perasaannya tidak enak dan bulu kunduknya merinding. 


Pada akhirnya orang itu menyadari bocah tersebut bukanlah orang biasa. Menurut rumor, bocah ini bukanlah Manusia biasa, melainkan setengah Naga.


Mendadak lelaki itu bersujud meminta pengampunan, kemudian menyerahkan sebuah kalung bell kecil berwarna kuning, beserta sebuah bola Orb. "Maafkan aku karena tidak tahu bahwa gadis ini adalah kekasihmu. Jadi aku kembalikan apa yang telah aku curi darinya. Aku mohon jangan bunuh aku!"


Sakuya segera mengambil barang tersebut dan kemudian berdecih kasar, merasa tidak puas dengan apa yang terjadi. "Sayang, si bodoh ini juga memaksa diriku untuk menjadi istrinya, bahkan hampir memperkosa diriku juga. Aku harap kau membunuhnya saja."


Pete menatap tajam lelaki itu di hadapannya, tidak seperti biasanya. Mendadak tubuh Pete keluar kekuatan pekat yang muncul seperti Roket, melesat dan mengeksekusi lelaki yang bersujud tersebut. Sakuya langsung terbelalak. Tidak disangka ternyata Pete benar-benar bertindak mengeksekusinya.


Pete mendadak memegang kepalanya, kemudian pingsan mendadak. Melihatnya langsung membuat Sakuya panik, langsung membawanya ke klinik.


Pete memang dalam keadaan dikendalikan oleh Chang'e, memang memiliki maksud untuk membunuh lelaki itu melalui tangan Pete, karena dirinya begitu curiga terhadap lelaki ini.


Ada kemungkinan lelaki ini adalah mata-mata para pemburu Time Jacker, dilihat dari kalung bergidik bentuk pedang salib dan sabit yang dikenakan olehnya, persis seperti kalung yang digunakan para pemburu Time Jacker saat menyerang Raven secara tiba-tiba. 


Ketika Pete membuka matanya, mendapati dirinya tengah dirawat oleh dokter. Terlihat juga Sakuya tengah menemani dirinya. "Apakah kau tidak apa-apa?"


 Pete tersenyum, kemudian menghela nafas pelan. "Maafkan aku karena uangmu terbuang sia-sia begini."

__ADS_1


__ADS_2