
Masih di restoran, Pete mengerutkan keningnya, kemudian bertanya kepada temannya. "Kalian sebelumnya pernah makan disini?"
...Sacred Valley:titik awal kultivator ...
...Episode 106. hal yang tidak terduga...
Secara kompak, mereka menjawab, "Tidak sama sekali. Kami baru saja kemari!"
Mendadak seekor kucing melompat ke atas meja dan seolah tidak ada sopannya, langsung menggigit daging milik hidangan Gina.
Katie mulai hendak mengusirnya, namun Gina melarangnya. Terlihat kucing itu baru menggigit sedikit, tiba-tiba kucing itu mendadak langsung tertidur.
Sontak, mereka terkejut bukan main. Mendadak mereka langsung pergi dari Restoran tersebut. Dan terlihat Seseorang tengah menulis sesuatu di atas kertas sambil menatap mereka, terlihat begitu geram. 'Misi Gagal! Mereka mengetahui makanannya berisi racun.'
"Berikan ini kepada tuan muda Hunter!" ucapnya sambil memberikan surat kepada seorang pelayan.
Mereka pun melangkahkan kaki dan men mendadak mereka dikepung oleh para musuh yang tidak dikenal.
Namun, para musuh sama sekali tidak menyadari bahwa mereka telah berhadapan dengan kelompok orang yang salah. Dan pertarungan hanya berlangsung sedemikian cepat, Para musuh berhasil dilumpuhkan.
Seseorang pun mencoba menebar bubuk aneh kepada mereka, khususnya ditargetkan kepada Pete dan Dia, namun Dia lebih cekatan. Dengan cepat, diayunkan seberangnya dan mendadak bubuk itu menyebar kembali ke depan yang rupanya mengenai lawannya balik.
Namun, Pete terkena bubuk tersebut dan mendadak dirinya pingsan. Begitu juga dengan lawannya. Namun, itu sudah cukup untuk membuat Dia panik. Segera dirinya membawa Pete ke tempat Xiao Chi dan Xiao Fu berada untuk meminta pertolongan. Para rekannya pun mengikuti.
---
Pete dibawa ke sebuah ruangan. Ketika Xiao Fu memeriksa Pete, sebuah kerutan tiba-tiba muncul di keningnya. Xiao Fu segera bangkit. "Kalian semua, mari kita keluar. Pete hanya terkena bubuk biasa dan tidak membahayakan jiwanya sama sekali."
Namun dengan tegas, Dia menolak. "Tidak, master. Aku sama sekali tidak percaya. Tolong obati Pete kembali."
Xiao Fu dan Xiao Chi saling berpandangan. "Bagaimana caranya untuk memberitahunya bahwa Pete akan menjadi sosok yang sangat berbahaya dalam waktu satu jam lamanya?"
"Oleh karena itulah, master harus menolongnya!" teriak Dia, masih kekeh terhadap pendiriannya.
__ADS_1
"Kalian semua, keluar!" teriak Xiao Fu keras, karena semua begitu bebal sekali. "Dia, kau juga. Master pasti akan mengobatinya, namun master harus pergi mencari herbal terlebih dahulu."
Dia malah terduduk di tepi kasur. "Aku akan menemaninya disini."
Xiao Fu naik pitan, namun Xiao Chi segera menyentuh pundaknya sembari tersenyum aneh. "Ibu, aku rasa tidak akan menjadi masalah yang begitu besar. Dia, kau yakin tidak akan keluar?"
"Kak Xiao Chi, aku sama sekali tidak ingin berpisah dengan Pete sama sekali, karena Pete akan meninggalkanku dalam beberapa hari kedepan."
Xiao Fu menghela nafas pelan, merasa memang tidak bisa mengatakan apa-apa. Karena putrinya bertindak. "Kalau kak Pete ingin memperkosa dirimu, apa yang kau lakukan?"
Mendadak Pipi Dia memerah mendengarnya. "Aku ... Tidak-tidak! Pete tidak mungkin seperti itu!"
"Seandainya Pete memperkosa dirimu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Xiao Chi ulang.
Kali ini, Dia tidak menjawab, melainkan menutup sebagian wajahnya dengan selendangnya.
Xiao Chi menutup matanya sambil tersenyum simpul. "Diam pun dapat menjadi jawaban. Sekarang, kau tidurlah di sampingnya, bila perlu peluklah. Kami akan keluar sebentar saja. Jangan khawatir! Kami telah memasang peredam suara, jadi kau tidak perlu khawatir bersuara keras."
Dia mengerutkan keningnya, namun malah mengikuti arahan dari Xiao Chi tanpa menyadari hal terburuk yang akan menanti dirinya begitu Pete tersadar sedikit. Meskipun tidak tahu apakah bagi Dia itu yang terburuk atau tidak.
Xiao Chi malah tersenyum. "Ibu, mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Jadi biarkan saja, mereka memang pantas melakukannya. Bukankah aku dilahirkan karena hal yang hampir sama?"
Xiao Fu menghela nafas."Ibu akan memberitahukan kepada tuan Finch soal ini. Aku harap tidak akan menjadi masalah besar bagi mereka dan kita. Kau tunggu saja disini, jangan biarkan seorangpun yang tahu hal ini."
Xiao Chi mengangguk"Jangan khawatir, aku akan menjaga di sini."
Tiba-tiba terdengar suara teriakan Dia secara samar-samar. Terdengar juga umpatan kasar yang terucap dan rintihan kesakitan. Sepertinya sesuatu telah terjadi di dalam sana.
Xiao Chi malah tersenyum. Dirinya merasa telah melakukan hal yang dapat mengubah status dalam hubungan mereka berdua. Ya, sejak dulu Xiao Chi memang sangat menginginkan Dia sebagai kekasih dari Pete dan segala upaya telah dilakukannya agar Hubungan mereka berdua tetap harmonis, walaupun terasa hampir diluar batas.
Sementara itu, Xiao Fu menjelaskan apa yang telah terjadi dengan suara yang begitu berat kepada tuan Finch yang terlihat begitu shock mendengarnya. Terlihat pria itu menghela nafas pelan. Namun jawabannya begitu mengejutkannya.
"Biarkan saja, itu keinginannya."
__ADS_1
Mata Xiao Fu membola, sangat tidak percaya dengan reaksi yang tidak seharusnya dikatakan oleh tuan Finch.
"Percuma juga menghalanginya, karena pada dasarnya mereka saling mencintai satu sama lain. Lagi pula itu sudah terjadi, kita bisa apa? Memarahinya? Tidak-tidak! Itu tidak akan berguna, justru hanya akan menyakiti perasaannya. Sementara kita memang merencanakan hubungan mereka begitu harmonis, bukan?"
Xiao Fu menghela nafas pelan. Benar-Benar tidak percaya dengan apa yang telah tuan Finch katakan. Apakah ini adalah tuan Finch yang terkenal dengan sifat pemarahnya?
"Tidak perlu merasa terbebani seperti itu, mereka memang terlanjur melakukannya, walaupun sudah diluar batas. Lagi pula, tidak sedikit orang yang telah melakukan hal yang sama."
"Kau sama sekali tidak merasa marah atas apa yang telah terjadi?" tanya Xiao Fu mengutarakan keheranannya.
"Aku sebenarnya sudah memiliki firasat seperti ini dari mimpiku sehari sebelum kau datang untuk membicarakan hubungan mereka yang pertama kalinya. Aku ingat jelas, dalam mimpiku saat itu, isteri dan kakekku masih hidup.
Yah, lebih buruknya di dalam mimpi adalah putriku telah hamil diluar nikah, yang membuatku begitu marah, namun kakek dan Isteriku justru membelanya.
Mereka mengatakan bahwa hal itu terjadi karena keinginannya sendiri. Dan, lagipula putriku memang memohon untuk merestui hubungannya dengan seorang lelaki yang menyembunyikan dirinya.
Aku berfikir untuk mencegah hal tersebut terjadi, oleh karena itulah aku menyetujui rencana perjodohan mereka. Namun mimpi yang sama kembali terulang dan setelah itu, aku merasa frustasi.
Namun, aku baru teringat, bahwa aku pernah memimpikan Dia yang tengah diobati oleh orang yang sama persis, membuatku mulai berfikir bahwa Putramu akan mengambil kesucian putriku.
Entah mengapa aku merasa begitu lega memikirkannya, dan rupanya itu memang benar, walaupun secara keadaan yang berbeda."
Xiao Fu menghela nafas pelan. "Jadi kau telah menduga hal seperti itu terjadi? Tetapi kenapa respon kau-"
Tuan Finch malah tersenyum. "Kehebatan sebuah mimpiku memang luar biasa. Lagi pula, aku memang menginginkannya sebagai menantunya. Apakah itu salah?"
Xiao Fu mengerutkan keningnya. "Lalu, apa yang akan kita lakukan?"
Mendadak Tuan Finch menghela nafasnya. "Aku juga tahu, mereka berdua memiliki takdir yang ambigu, karena mereka berdua lahir untuk menentang langit. Meskipun aku tidak mengerti, namun pernikahan mereka hanya akan membuat lawan menyadari mereka berdua dan bertekad untuk membunuhnya.
Aku tidak mengerti, mengapa Dia dikatakan jiwanya adalah kombinasi dari pecahan jiwa para dewa dewi dan Pete dikatakan memiliki kumpulan auranya. Aku juga tidak mengerti, mengapa mereka berdua dikatakan adalah salah satu dari sepasang kekasih yang ditakdirkan untuk menentang langit.
Tetapi, yang aku mengerti adalah mereka memiliki takdir yang jelas setelah menentang langit. Jadi, kita hanya bisa mengikat hubungan mereka dengan pertunangan tanpa pengucapan sumpah."
__ADS_1
"Ini?" Xiao Fu tidak mampu berkata apapun, karena memang tidak ada solusi lainnya lagi.